Parafrase

Apa Itu Parafrase? Pengertian, Contoh, dan Aturannya

Tim Editorial AdeptWriteDiperbarui 8 menit baca

Parafrase adalah menyampaikan kembali isi sebuah teks dengan kata dan susunan kalimat sendiri tanpa mengubah maknanya. Panjangnya kira-kira setara dengan teks asli. Parafrase tetap memerlukan sitasi, karena gagasannya milik penulis asli. Dalam APA 7, cukup tulis nama belakang penulis dan tahun di dalam teks, lalu lengkapi di daftar pustaka.

Jawaban singkat: parafrase itu apa

Parafrase adalah mengungkapkan kembali isi suatu tuturan atau tulisan dengan kata-kata dan susunan kalimat sendiri, sementara maknanya tetap sama. Ukurannya kira-kira setara dengan teks asli: satu kalimat diparafrase menjadi satu atau dua kalimat, satu paragraf menjadi satu paragraf. Yang berubah adalah bentuknya, bukan isinya.

Tiga hal yang perlu diingat sejak awal:

  1. Makna harus setia. Parafrase yang bagus tidak menambah, tidak mengurangi, dan tidak membelokkan klaim penulis asli.
  2. Bentuk harus benar-benar baru. Mengganti beberapa kata dengan sinonim belum disebut parafrase.
  3. Sumber tetap disebut. Gagasan, data, dan argumen dalam parafrase milik penulis asli, jadi sitasi wajib ada.

Parafrase atau parafrasa: mana yang baku

Di mesin pencari kamu akan melihat kata "parafrase" jauh lebih sering daripada "parafrasa". Namun KBBI mencatat parafrasa sebagai bentuk baku, sedangkan parafrase ditandai sebagai bentuk tidak baku. Dalam KBBI, parafrasa berarti pengungkapan kembali suatu tuturan dari satu tingkatan atau macam bahasa menjadi tuturan lain tanpa mengubah pengertian, serta penguraian kembali suatu teks dalam susunan kata yang lain untuk menjelaskan maknanya. Cek entrinya di KBBI daring atau lewat alat Cek Kata Baku KBBI.

Aturan praktisnya: untuk skripsi, makalah, dan naskah yang diperiksa dosen atau penyunting, tulis parafrasa dan memparafrasakan bila pedoman kampus atau penerbitmu mengikuti KBBI, serta pakai satu bentuk secara konsisten. Ejaan yang berlaku saat ini adalah Ejaan yang Disempurnakan Edisi V (2022) dari Badan Bahasa, pengganti PUEBI; lihat perubahan dari PUEBI ke EYD Edisi V bila ingin tahu rinciannya. Di panduan ini kami tetap memakai "parafrase" di judul dan sebagian besar teks karena itulah kata yang dicari dan dipakai sehari-hari, dengan catatan bahwa bentuk bakunya parafrasa. Nama alat "Parafrase Online" juga mengikuti kata yang dicari orang.

Parafrase, kutipan, dan ringkasan: apa bedanya

Ketiganya cara memakai gagasan orang lain, dan ketiganya wajib disitasi. Perbedaannya ada pada bentuk dan panjang.

Kutipan langsungParafraseRingkasan
Kata-kataSama persis dengan sumberKata dan susunan sendiriKata sendiri
Tanda petikWajibTidak dipakaiTidak dipakai
PanjangSepanjang bagian yang dikutipKira-kira setara sumberJauh lebih pendek dari sumber
IsiSatu bagian tertentuDetail bagian itu tetap adaHanya gagasan pokok
SitasiPenulis, tahun, halamanPenulis, tahunPenulis, tahun
Kapan dipakaiDefinisi resmi, pasal hukum, kalimat yang tak tergantikanMenjelaskan ulang gagasan dengan alur tulisanmuMerangkum bab, artikel, atau buku utuh

Penjelasan lebih lengkap tentang dua yang terakhir ada di perbedaan ringkasan dan parafrase. Bila kamu perlu merangkum teks panjang, lihat juga cara meringkas teks.

Lima contoh parafrase sebelum dan sesudah

Semua kalimat sumber, penulis, dan berita di bawah ini rekaan untuk latihan. Setiap contoh menjelaskan apa yang diubah.

Contoh 1: skripsi pendidikan

Sumber (rekaan, Pratiwi, 2020): "Penggunaan media pembelajaran berbasis video pada mata pelajaran IPA di sekolah dasar meningkatkan keterlibatan siswa selama proses belajar berlangsung."

Parafrase: Siswa sekolah dasar lebih aktif mengikuti pelajaran IPA ketika guru menyajikan materi lewat video (Pratiwi, 2020).

Yang berubah: subjek kalimat dipindah dari "penggunaan media" ke "siswa", frasa nominal panjang diganti kalimat yang mengalir, istilah "keterlibatan" dijelaskan menjadi "lebih aktif".

Contoh 2: skripsi ekonomi

Sumber (rekaan, Nugroho, 2019): "Pelaku UMKM yang belum memiliki pencatatan keuangan terpisah antara usaha dan rumah tangga kesulitan menghitung laba yang sebenarnya."

Parafrase: Menurut Nugroho (2019), pemilik UMKM yang mencampur uang usaha dengan uang rumah tangga sulit mengetahui berapa laba yang benar-benar mereka peroleh.

Yang berubah: istilah teknis "pencatatan terpisah" dijelaskan dari sisi sebaliknya ("mencampur"), dan bentuk sitasi dipindah menjadi sitasi naratif.

Contoh 3: bab metodologi

Sumber (rekaan, Lestari, 2022): "Wawancara semiterstruktur dipilih karena peneliti ingin menggali pengalaman informan tanpa terikat pada urutan pertanyaan yang kaku."

Parafrase: Wawancara semiterstruktur memberi ruang bagi informan untuk bercerita dan memungkinkan urutan pertanyaan menyesuaikan jalannya percakapan (Lestari, 2022).

Yang berubah: alasan peneliti diubah menjadi akibat yang dirasakan informan. Istilah baku "wawancara semiterstruktur" tidak diganti karena itu nama metode, dan mengubahnya malah merusak makna.

Contoh 4: berita bencana

Sumber (berita rekaan, Harian Contoh, 2 Maret 2024): "Hujan deras yang mengguyur kawasan hulu sejak Senin malam menyebabkan debit sungai naik dan merendam puluhan rumah di tiga kelurahan."

Parafrase: Harian Contoh (2024) melaporkan bahwa curah hujan tinggi di daerah hulu pada Senin malam membuat sungai meluap, sehingga puluhan rumah di tiga kelurahan terendam.

Yang berubah: kalimat aktif panjang dipecah menjadi hubungan sebab-akibat dengan "sehingga". Fakta (Senin malam, puluhan rumah, tiga kelurahan) tidak boleh berubah. Menulis "ratusan rumah" berarti mengubah fakta, bukan memparafrase.

Contoh 5: berita ekonomi

Sumber (berita rekaan, Harian Contoh, 15 Juni 2024): "Bank sentral mempertahankan suku bunga acuan karena inflasi masih berada dalam sasaran dan nilai tukar rupiah relatif stabil."

Parafrase: Suku bunga acuan tidak dinaikkan maupun diturunkan oleh bank sentral, sebab inflasi masih sesuai target dan rupiah bergerak stabil (Harian Contoh, 2024).

Yang berubah: "mempertahankan" dijabarkan, "sasaran" menjadi "target", dan urutan informasi dibalik. Maknanya tetap sama: "mempertahankan" suku bunga berarti tidak mengubahnya. Tetap cek ulang dengan teks asli bila konteksnya lebih rumit.

Contoh yang gagal: tambal sulam

Sumber: "Pelaku UMKM yang belum memiliki pencatatan keuangan terpisah antara usaha dan rumah tangga kesulitan menghitung laba yang sebenarnya."

Hasil keliru: Pelaku UMKM yang tidak punya pencatatan keuangan berbeda antara usaha dan rumah tangga mengalami kesulitan menghitung keuntungan yang sebenarnya (Nugroho, 2019).

Kerangka kalimatnya identik dan hanya beberapa kata yang diganti. Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2021 tentang Integritas Akademik dalam Menghasilkan Karya Ilmiah menyebut menulis ulang tanpa menggunakan bahasa sendiri sebagai plagiat walaupun sumbernya disebut. Cocokkan dengan teks resmi di situs JDIH Kementerian Pendidikan, karena kampusmu bisa merujuk versi yang diperbarui. Pembahasan lebih rinci ada di apakah parafrase termasuk plagiat.

Parafrase tetap harus disitasi

Ini kesalahpahaman yang paling sering muncul: "kan sudah kutulis dengan kata-kataku sendiri, jadi tidak perlu sumber". Yang kamu ubah hanya bentuk kalimatnya. Gagasannya, temuannya, dan datanya tetap hasil kerja orang lain.

Dalam gaya APA 7 yang paling banyak dipakai di kampus Indonesia, bentuknya begini:

  • Sitasi dalam kurung: Siswa lebih aktif ketika materi disajikan lewat video (Pratiwi, 2020).
  • Sitasi naratif: Pratiwi (2020) menemukan bahwa siswa lebih aktif ketika materi disajikan lewat video.
  • Dua penulis: (Pratiwi & Santoso, 2020), dengan tanda "&" di dalam kurung dan "dan" di kalimat naratif.
  • Tiga penulis atau lebih: APA 7 menulis nama penulis pertama diikuti "et al.". Sebagian kampus Indonesia meminta "dkk." sebagai gantinya, jadi ikuti pedoman jurusanmu.

Untuk parafrase, APA 7 tidak mewajibkan nomor halaman, tetapi banyak dosen pembimbing tetap memintanya. Detail format, termasuk sumber tanpa tahun dan sumber dari internet, ada di cara menulis sitasi parafrase dan cara menulis daftar pustaka APA 7. Gaya lain seperti Harvard, MLA, atau Vancouver punya bentuk sendiri; pakai yang diminta kampus atau jurnalmu.

Langkah memparafrase dengan benar

  1. Baca sampai paham. Kamu seharusnya bisa menjelaskan isi paragraf sumber secara lisan tanpa melihat teksnya.
  2. Tutup sumber, tulis dari ingatan. Catat gagasan intinya dengan kata-katamu.
  3. Ubah susunan, bukan hanya kata. Pecah kalimat panjang, gabungkan kalimat pendek, ubah aktif ke pasif atau sebaliknya, dan susun ulang urutan informasi.
  4. Pertahankan istilah teknis. Nama metode, rumus, nama lembaga, dan istilah baku jangan diganti sinonim.
  5. Bandingkan dengan sumber. Pastikan fakta, angka, dan kekuatan klaim (misalnya "menunjukkan" versus "diduga") tidak bergeser.
  6. Pasang sitasi saat itu juga. Menunda sitasi sampai akhir adalah awal dari kesalahan.
  7. Periksa ejaan dan kehematan kalimat. Parafrase yang baik tidak lebih bertele-tele daripada aslinya.

Daftar periksa cepat

  • Kalimat tidak mengikuti urutan kata sumber.
  • Maknanya sama, termasuk angka, nama, dan tingkat kepastian klaim.
  • Istilah teknis tetap utuh.
  • Sitasi ada di dalam teks dan di daftar pustaka.
  • Kalimat yang memang tak bisa diubah sudah dipindahkan menjadi kutipan langsung bertanda petik.
  • Saya bisa menjelaskan kalimat ini tanpa membaca sumbernya.

Kapan sebaiknya mengutip langsung

Parafrase bukan pilihan terbaik di setiap keadaan. Kutip langsung bila:

  • kamu memakai definisi resmi atau bunyi pasal peraturan, yang kata-katanya sengaja dirumuskan tepat;
  • kata-kata penulis asli sendiri menjadi bahan analisis, misalnya dalam telaah sastra;
  • parafrase apa pun akan mengubah nuansa kalimat.

Sisanya, terutama penjelasan konsep, temuan penelitian, dan latar berita, lebih enak dibaca bila diparafrase atau diringkas. Tulisan yang penuh kutipan langsung biasanya terkesan tidak punya suara penulisnya.

Memakai alat parafrase dengan jujur

Parafrase Online di AdeptWrite menulis ulang teks dalam 7 mode: Standar, Formal, Santai, Akademik, Kreatif, Ringkas, dan Panjangkan. Alat ini membantu menemukan susunan kalimat alternatif ketika kamu buntu. Beberapa hal yang perlu kamu tahu:

  • Hasilnya adalah saran, bukan jawaban akhir. Baca ulang dan cocokkan dengan sumber, karena makna bisa bergeser dan alat tidak bisa menilai apakah fakta dalam teksmu benar.
  • Alat ini tidak membuat sitasi untukmu dan tidak membuat tulisan otomatis bebas dari kewajiban menyebut sumber.
  • Mode Akademik cocok untuk draf skripsi; mode Santai cocok untuk caption atau chat, bukan untuk dokumen resmi.
  • Batas teks per proses mengikuti batas situs, yaitu 6.000 karakter.

Setelah selesai, kamu bisa memeriksa kemiripan lewat Cek Plagiarisme. Alat itu membutuhkan teks minimal 30 kata dan maksimal 6.000 karakter, mencari kemiripan dengan sumber terbuka seperti Wikipedia dan jurnal akses terbuka, lalu menampilkan sumber yang diperiksa. Hasil 0 persen hanya berarti tidak ada kemiripan di sumber yang dicari, bukan bukti bahwa tulisanmu asli, dan alat ini bukan pengganti perangkat lunak resmi kampusmu. Gunakan Generator Daftar Pustaka untuk menyusun entri awal daftar pustaka, lalu cocokkan dengan pedoman gayamu.

Kesalahan umum

KesalahanAkibatPerbaikan
Hanya mengganti sinonimTambal sulam, tetap dianggap plagiatUbah struktur kalimat dan urutan informasi
Tidak mencantumkan sumberGagasan orang lain diambil tanpa pengakuanSitasi di dalam teks dan daftar pustaka
Mengganti istilah teknisMakna rusakPertahankan istilah, jelaskan di kalimat sekitarnya
Mengubah angka atau tingkat kepastianKlaim penulis asli bergeserBandingkan dengan sumber kata demi kata
Memparafrase teks yang tidak dipahamiHasil keliruJelaskan dulu secara lisan
Menumpuk parafrase tanpa suara sendiriTulisan seperti tempelanHubungkan dengan analisis dan kesimpulanmu

Panduan terkait

Jika kamu ingin langsung berlatih, baca cara parafrase agar tidak plagiat dan cara parafrase paragraf. Untuk gambaran lebih luas tentang batas etika akademik, baca apa itu plagiarisme dan cara menghindari plagiarisme.

Coba alatnya

Parafrase Online
Tulis ulang kalimat dalam 7 mode: Standar, Formal, Santai, Akademik, Kreatif, Ringkas, Panjangkan.
Buka alat
Cek Plagiarisme
Cari kemiripan teks dengan sumber terbuka seperti Wikipedia dan jurnal akses terbuka, lengkap dengan daftar sumber yang diperiksa.
Buka alat
Generator Daftar Pustaka
Buat daftar pustaka dan sitasi dalam teks gaya APA 7, MLA 9, Chicago, Harvard, atau IEEE secara otomatis.
Buka alat
Cek Ejaan & Typo (EYD V)
Temukan typo dan kata tidak baku (dicocokkan dengan KBBI dan EYD V), langsung di browser.
Buka alat

Pertanyaan umum

Apa pengertian parafrase menurut bahasa Indonesia?

Parafrase atau parafrasa adalah pengungkapan kembali isi suatu tuturan atau tulisan dengan kata dan susunan kalimat sendiri tanpa mengubah maknanya. Panjangnya kira-kira setara dengan teks asli. KBBI mencatat parafrasa sebagai bentuk baku dan parafrase sebagai bentuk tidak baku.

Apakah parafrase harus mencantumkan sumber?

Ya. Parafrase hanya mengubah bentuk kalimat, sedangkan gagasan, data, dan argumennya tetap milik penulis asli. Di dalam teks cantumkan nama belakang penulis dan tahun, misalnya (Pratiwi, 2020), lalu lengkapi sumbernya di daftar pustaka sesuai pedoman gaya kampusmu.

Apa beda parafrase dengan ringkasan?

Parafrase mempertahankan semua detail suatu bagian dan panjangnya kira-kira sama dengan aslinya. Ringkasan hanya mengambil gagasan pokok dan jauh lebih pendek. Keduanya memakai kata sendiri tanpa tanda petik dan sama-sama wajib disitasi.

Apakah mengganti kata dengan sinonim sudah termasuk parafrase?

Belum. Jika kerangka kalimat masih sama dengan sumber, hasilnya tambal sulam. Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2021 menyebut menulis ulang tanpa bahasa sendiri sebagai plagiat walaupun sumber disebut. Ubah susunan kalimat dan urutan informasi, bukan hanya kata.

Semua panduan