Apa itu keterbacaan?
Keterbacaan adalah ukuran seberapa mudah sebuah teks dipahami pembacanya. Rumus keterbacaan menghitungnya dari hal yang bisa dihitung mesin: panjang kalimat dan panjang kata. Rumus tidak menilai isi, kebenaran, atau ketepatan ejaan.
Rumus yang dipakai untuk bahasa Indonesia
Alat memakai Flesch Reading Ease dengan konstanta bahasa Inggris. Suku kata dihitung dari kelompok vokal pada kata Indonesia. Belum ada rumus keterbacaan Indonesia yang tervalidasi luas, dan kata Indonesia rata-rata bersuku kata lebih banyak daripada kata Inggris. Akibatnya skor terlihat rendah untuk tulisan yang sebenarnya wajar, dan alat tidak menyebut jenjang kelas sebagai fakta.
| Skor Flesch | Makna umum |
|---|---|
| Tinggi | Mudah dibaca |
| Sedang | Standar |
| Rendah | Sulit, biasanya kalimat panjang dan banyak kata berimbuhan |
Rentang dan nama tingkatnya tampil lengkap di alat.
Cara memakai skor dengan benar
Pakai skor untuk membandingkan versi tulisanmu sendiri, misalnya sebelum dan sesudah menyunting, bukan untuk membandingkan dengan teks orang lain atau menetapkan "lulus". Teks akademik memang lebih rendah skornya, dan itu wajar.
Cara menaikkan keterbacaan
Pecah kalimat lebih dari 25 kata menjadi dua. Ganti kata berbelit dengan padanan sederhana yang tetap baku, misalnya "melaksanakan" menjadi "melakukan" bila konteksnya sesuai. Hindari kalimat bertingkat yang saling menumpuk. Lihat panduan Kalimat Efektif dan gunakan Perbaiki Kalimat untuk merapikan kalimat rancu.
Contoh penerapan
Misalnya kamu menulis pengumuman sekolah atau surat edaran kantor. Tempel versi pertama, catat skor dan rata-rata kata per kalimat, lalu tulis ulang dengan kalimat lebih pendek dan tempel lagi. Kalau rata-rata kata per kalimat turun dan skor naik, versi kedua lebih ringan dibaca. Untuk karya ilmiah, jangan paksa skor tinggi: istilah teknis memang membuat kata lebih panjang.
Batasan
Teks pendek di bawah sekitar 150 kata dinilai kurang andal, dan kalimat yang sangat panjang atau daftar butir bisa menggeser skor secara tidak wajar. Alat tidak memeriksa ejaan, tata bahasa, atau mutu argumen; untuk itu pakai Cek Ejaan. Skor tinggi tidak berarti tulisan bagus, dan skor rendah tidak berarti buruk.