Apa yang diperiksa Cek Grammar?
Alat ini membaca seluruh teksmu dan mengembalikan versi yang sudah diperbaiki. Yang diperiksa meliputi tata bahasa, ejaan, tanda baca, huruf kapital, dan kalimat yang sulit dipahami. Perubahan disorot supaya kamu bisa membandingkannya dengan teks asli.
Perlu dipahami: ini bukan pemeriksa berbasis aturan yang menjamin semua kesalahan tertangkap. Pemeriksaan dilakukan model AI, jadi kami tidak mengklaim angka akurasi. Anggap hasilnya sebagai penyunting pertama, bukan penyunting terakhir.
Contoh kesalahan yang sering muncul
| Kesalahan | Perbaikan | Alasan |
|---|---|---|
| dimana kamu tinggal | di mana kamu tinggal | Kata depan di ditulis terpisah |
| merubah rencana | mengubah rencana | Kata dasarnya ubah |
| resiko, analisa | risiko, analisis | Bentuk baku menurut KBBI |
| waktu nya | waktunya | -nya ditulis serangkai |
| silahkan | silakan | Kata dasar sila |
Untuk daftar yang lebih lengkap, buka alat Cek Ejaan yang mencocokkan teksmu dengan pasangan kata baku yang sudah diverifikasi.
Cek grammar atau cek ejaan?
Keduanya berbeda. Cek Ejaan berjalan sepenuhnya di browser dan menandai kata tidak baku serta aturan mekanis dengan alasan yang bisa diperiksa. Cek Grammar memakai AI, sehingga bisa menangani kalimat yang rancu dan susunan yang janggal, tetapi hasilnya perlu kamu tinjau. Cara paling aman: jalankan Cek Grammar dahulu, lalu Cek Ejaan.
Bahasa Inggris dan bahasa lain
Pilih bahasa teks atau biarkan terdeteksi otomatis. Untuk esai bahasa Inggris, hasil tetap berbahasa Inggris. Mau mengganti bahasa? Gunakan Penerjemah, bukan alat ini.
Batasan yang perlu kamu tahu
Satu proses menerima hingga 6.000 karakter, kira-kira 900 kata, jadi dokumen panjang diperiksa per bagian. AI bisa keliru pada nama diri, istilah teknis, singkatan, dan kutipan langsung; periksa ulang angka dan istilah hukum. Alat ini tidak menggantikan penyuntingan manusia untuk naskah penting seperti skripsi atau dokumen hukum, dan kami tidak mengklaim tulisanmu sudah ditinjau editor.
Tips agar hasilnya maksimal
Periksa per bab atau per bagian agar perubahan mudah ditelusuri. Simpan salinan teks asli sebelum menerapkan hasil. Terakhir, baca keras-keras: telinga sering menangkap kalimat janggal yang lolos dari mata.