Cara Menghindari Plagiarisme dalam Skripsi dan Makalah
Plagiarisme paling mudah dicegah di awal, bukan diperbaiki di akhir. Catat sumber sejak membaca, parafrase dengan susunan sendiri lalu langsung sitasi, beri tanda petik untuk kutipan, sebut tulisanmu sendiri yang pernah dipakai, dan ungkapkan penggunaan AI bila kampus mengaturnya. Pemeriksaan kemiripan di akhir hanya jaring pengaman.
Jawaban singkat
Cara paling andal menghindari plagiarisme adalah membangun kebiasaan sejak membaca, bukan memeriksa di menit terakhir. Tujuh kebiasaan di bawah ini mencakup hampir semua kasus yang dialami mahasiswa saat menulis skripsi, makalah, dan laporan:
- Catat sumber setiap kali membaca.
- Pisahkan kutipan, parafrase, dan gagasanmu sendiri di catatan.
- Parafrase dengan susunan sendiri, lalu langsung pasang sitasi.
- Beri tanda petik dan nomor halaman pada kutipan langsung.
- Sebut tulisanmu sendiri yang sudah pernah diterbitkan atau dinilai.
- Ungkapkan penggunaan AI sesuai aturan kampus.
- Periksa kemiripan dan daftar pustaka sebelum dikumpulkan.
Aturan resmi yang perlu kamu ketahui
Rujukan nasional untuk perguruan tinggi adalah Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 39 Tahun 2021 tentang Integritas Akademik dalam Menghasilkan Karya Ilmiah. Peraturan ini menggantikan Permendiknas Nomor 17 Tahun 2010 tentang pencegahan plagiat. Menurut peraturan itu, plagiat mencakup tiga perbuatan:
- mengambil sebagian atau seluruh karya orang lain tanpa menyebut sumber secara tepat;
- menulis ulang tanpa bahasa sendiri karya orang lain walaupun sumbernya disebut;
- mengambil karya atau gagasan milik sendiri yang telah diterbitkan tanpa menyebut sumber secara tepat.
Pembahasan pasalnya lebih rinci di apa itu plagiarisme. Cocokkan dengan teks resmi di situs JDIH Kementerian Pendidikan, karena peraturan bisa diperbarui. Peraturan ini juga meminta setiap perguruan tinggi menetapkan aturan integritas akademiknya sendiri, jadi batas persentase kemiripan, tata cara sanksi, dan kebijakan soal AI berbeda dari kampus ke kampus. Buka buku pedoman akademik atau pedoman skripsi kampusmu; itulah aturan yang akan dipakai untuk menilai karyamu.
Kebiasaan 1: buat catatan sumber sejak hari pertama
Sebagian besar plagiat dalam skripsi tidak disengaja. Kamu menyalin satu paragraf ke berkas catatan, tiga minggu kemudian lupa itu kalimat siapa, lalu menempelnya ke bab dua. Obatnya adalah catatan sumber yang rapi sejak awal.
Pakai pengelola referensi seperti Zotero atau Mendeley. Keduanya menyimpan metadata sumber (penulis, tahun, judul, penerbit, DOI), menyimpan PDF, dan menyisipkan sitasi ke pengolah kata. Pilih satu, karena aplikasi yang berbeda memakai format berbeda. Bila belum ingin memakai aplikasi, spreadsheet sederhana sudah cukup. Kolom yang berguna:
| Kolom | Isi | Gunanya |
|---|---|---|
| Sumber | Penulis, tahun, judul | Menyusun sitasi dan daftar pustaka |
| Halaman | Nomor halaman atau bagian | Kutipan langsung dan pengecekan ulang |
| Jenis catatan | Kutipan, parafrase, atau komentar sendiri | Mencegah salah paham antara kata sumber dan kata sendiri |
| Isi catatan | Catatan itu sendiri | Bahan menulis |
| Dipakai di | Bab atau subbab | Memastikan setiap sumber benar-benar disitasi |
Aturan emasnya: apa pun yang kamu salin harus langsung diberi tanda petik dan nomor halaman di catatan. Jangan menyalin tanpa tanda. Catatan tanpa tanda adalah sumber utama plagiat tidak sengaja.
Kebiasaan 2: pisahkan suara sumber dari suaramu
Saat menulis draf, beri penanda sementara. Contohnya, tulis [SUMBER: Hartono 2022 hlm. 41] di akhir kalimat yang berasal dari bacaan, lalu ubah menjadi sitasi resmi pada putaran penyuntingan. Pisahkan juga tiga lapisan di setiap paragraf:
- Apa kata sumber: parafrase atau kutipan, dengan sitasi.
- Apa maknanya bagi penelitianmu: analisismu, tanpa sitasi.
- Apa kesimpulanmu: juga tanpa sitasi, tetapi harus bisa kamu pertanggungjawabkan.
Paragraf yang seluruhnya berisi sitasi biasanya tanda bahwa suaramu belum muncul. Dosen pembimbing mencari justru bagian itu.
Kebiasaan 3: parafrase dengan susunan sendiri, lalu langsung sitasi
Parafrase yang aman memenuhi tiga syarat: susunan kalimat milikmu, makna setia pada sumber, dan sumber disebut. Contoh dengan sumber rekaan (Hartono, 2022, hlm. 41):
Sumber: "Mahasiswa yang rutin membuat catatan ringkas setelah setiap perkuliahan cenderung lebih mudah mengingat materi saat menjelang ujian."
Tambal sulam, berisiko: Mahasiswa yang selalu menulis catatan padat sesudah tiap kuliah biasanya lebih gampang mengingat bahan menjelang ujian (Hartono, 2022).
Parafrase yang benar: Menurut Hartono (2022), meringkas isi kuliah segera setelah kelas selesai membantu mahasiswa mengingat materi ketika ujian mendekat.
Contoh pertama masih menempel pada kalimat sumber dan oleh karena itu tetap bermasalah menurut ketentuan huruf b di atas, walaupun sumbernya disebut. Pelajari teknik mengubah susunan di cara parafrase agar tidak plagiat, dan format sitasinya di cara menulis sitasi parafrase.
Sitasi dipasang saat menulis, bukan nanti. Menunda sitasi sampai akhir adalah cara tercepat untuk lupa sumber suatu kalimat.
Kebiasaan 4: kutip langsung dengan benar
Gunakan kutipan langsung bila rumusan penulis asli tidak bisa diganti, misalnya definisi resmi atau bunyi pasal peraturan. Kutipan langsung memerlukan tanda petik, nama belakang penulis, tahun, dan nomor halaman. Pedoman APA 7 memakai format blok tanpa tanda petik untuk kutipan yang panjangnya sekitar 40 kata atau lebih; cocokkan dengan pedoman kampusmu.
Contoh: Hartono (2022, hlm. 41) menyebut bahwa mahasiswa yang rutin meringkas "cenderung lebih mudah mengingat materi saat menjelang ujian".
Batasi kutipan langsung. Skripsi yang dipenuhi kutipan membuat penguji bertanya apa kontribusimu. Untuk peraturan perundang-undangan, lihat cara mengutip undang-undang dalam APA 7.
Kebiasaan 5: aturan memakai ulang tulisanmu sendiri
Mengambil tulisanmu sendiri tanpa menyebutnya juga masalah. Ketentuan huruf c di atas menyebut karya atau gagasan milik sendiri yang telah diterbitkan. Situasi yang sering terjadi:
- Bab skripsi diambil dari artikel jurnal yang sudah terbit atas namamu. Sebut artikel itu dan ikuti aturan kampus tentang publikasi yang menjadi bagian skripsi.
- Makalah yang sama dikumpulkan di dua mata kuliah. Minta izin tertulis kedua dosen terlebih dahulu.
- Tugas semester lalu dipakai sebagai dasar skripsi. Sebut tugas itu, dan tanyakan pembimbing apakah bagian tertentu boleh diadaptasi.
- Naskah yang sama dikirim ke dua jurnal sekaligus. Ini pengiriman ganda, pelanggaran yang berbeda dari plagiat tetapi sama-sama serius.
Aturan praktisnya: kalau tulisan itu sudah pernah dinilai atau diterbitkan, izin dan sitasi adalah dua hal yang kamu perlukan.
Kebiasaan 6: ungkapkan penggunaan AI sesuai aturan kampus
Teks buatan AI tidak punya penulis manusia yang bisa dikutip, sehingga banyak kampus memperlakukannya sebagai soal kejujuran dan izin. Permendikbudristek 39/2021 terbit pada 2021, sebelum AI generatif dipakai luas, sehingga aturan rincinya tidak bisa kamu andalkan dari sana. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menerbitkan panduan penggunaan generative AI untuk pembelajaran di perguruan tinggi pada 2024; baca versi resminya sebelum merujuk. Kebijakan terperinci umumnya ditetapkan kampus, fakultas, bahkan dosen mata kuliah.
Yang bisa kamu lakukan:
- Tanyakan dulu apakah AI boleh dipakai untuk tugas atau bab tertentu.
- Catat pemakaianmu: alat apa, kapan, untuk apa.
- Ungkapkan bila diwajibkan, dengan pernyataan singkat dan jujur, misalnya: "Penulis menggunakan alat AI pada Maret 2026 untuk memeriksa tata bahasa draf bab dua. Seluruh gagasan, analisis, dan sumber ditulis dan diperiksa oleh penulis."
- Jangan pernah meminta AI mengarang kutipan, data, atau daftar pustaka. Sumber palsu termasuk fabrikasi.
- Baca setiap sumber yang kamu sitasi. Rujukan hasil AI sering tidak ada atau salah.
Pembahasan lengkap ada di apakah memakai ChatGPT termasuk plagiat. Alat Detektor AI di AdeptWrite memberi skor perkiraan, bukan bukti. Jangan memakainya untuk menuduh atau membela siapa pun, dan jangan mengandalkannya sebagai pengganti pembicaraan dengan dosen.
Kebiasaan 7: periksa sebelum mengumpulkan
Pemeriksaan di akhir adalah jaring pengaman, bukan pengganti kebiasaan di atas. Lakukan tiga pemeriksaan:
- Kemiripan. Jalankan teks lewat Cek Plagiarisme. Alat ini membutuhkan teks minimal 30 kata dan maksimal 6.000 karakter per proses, mencari kemiripan dengan sumber terbuka seperti Wikipedia dan jurnal akses terbuka, lalu menampilkan sumber yang diperiksa. Skor 0 persen hanya berarti tidak ada kemiripan di sumber yang dicari. Alat ini bukan pengganti perangkat lunak resmi kampus dan tidak menjamin lolos di sana. Bila ada bagian yang cocok, pahami sebabnya: kutipan bertanda petik dan istilah baku wajar muncul sebagai kecocokan.
- Sitasi dan daftar pustaka. Setiap sitasi di teks harus ada di daftar pustaka dan sebaliknya. Generator Daftar Pustaka bisa menyusun entri awal, tetapi cocokkan hasilnya dengan pedoman gaya kampusmu.
- Bacaan akhir. Baca bagian yang kamu parafrase di samping sumbernya. Bila masih terdengar sama, tulis ulang.
Kalau kampusmu menetapkan batas persentase kemiripan, itu aturan internal yang perlu kamu tanyakan langsung. Tidak ada angka yang berlaku untuk semua kampus, dan angka rendah tidak menghapus kewajiban menyebut sumber gagasan.
Daftar periksa sebelum mengumpulkan
- Setiap kalimat dari sumber punya sitasi, di teks dan di daftar pustaka.
- Kutipan langsung bertanda petik atau berbentuk blok dengan nomor halaman.
- Hasil parafrase tidak mengikuti susunan kalimat sumber.
- Bagian yang berasal dari tulisanmu sendiri disebut atau sudah mendapat izin.
- Data, kutipan, dan referensi bisa kamu telusuri ke sumber aslinya.
- Penggunaan AI sudah sesuai aturan dan, bila diwajibkan, diungkapkan.
- Kemiripan sudah diperiksa dan alasan setiap kecocokan dipahami.
- Versi terbaru pedoman integritas akademik kampus sudah dibaca.
Kesalahan umum
| Kesalahan | Mengapa bermasalah | Perbaikan |
|---|---|---|
| Menyalin ke catatan tanpa tanda petik | Lupa mana kata sendiri | Tanda petik dan halaman sejak mencatat |
| Mengganti sinonim lalu menganggap selesai | Tambal sulam | Susun ulang kalimat |
| Sitasi hanya di daftar pustaka | Pembaca tak tahu bagian mana dari sumber | Sitasi di dalam teks |
| Menyitasi sumber yang belum dibaca | Berisiko salah atau palsu | Buka sumber aslinya |
| Mengumpulkan tugas lama tanpa izin | Pemakaian ulang karya sendiri | Minta izin dan sebutkan |
| Bergantung pada angka kemiripan | Alat hanya membandingkan dengan sumber yang dijangkaunya | Tetap sebutkan sumber gagasan |
Bila kamu sudah telanjur salah
Jika sadar ada bagian yang lupa disitasi sebelum dikumpulkan, perbaiki sekarang: cari sumbernya, tulis ulang atau beri tanda petik, dan tambahkan sitasi. Bila sudah dinilai atau diterbitkan, bicarakan dengan dosen pembimbing atau editor. Banyak kampus menyediakan jalur keberatan atas sanksi, dengan tata cara yang diatur kampus masing-masing. Bagian akademik fakultasmu tempat bertanya.
Panduan terkait
Pelajari definisi dan jenisnya di apa itu plagiarisme, batas parafrase di apakah parafrase termasuk plagiat, dan alur kerja menulis daftar pustaka di cara menulis daftar pustaka APA 7.
Coba alatnya
Pertanyaan umum
Bagaimana cara menghindari plagiarisme saat menulis skripsi?
Catat sumber sejak membaca, beri tanda petik pada setiap salinan, parafrase dengan susunan sendiri, dan pasang sitasi saat menulis. Sebut tulisanmu sendiri yang pernah dinilai atau diterbitkan, ungkapkan penggunaan AI bila diwajibkan, lalu periksa kemiripan dan daftar pustaka sebelum dikumpulkan.
Apakah memakai tulisan saya sendiri yang lama termasuk plagiat?
Bisa. Permendikbudristek 39/2021 memasukkan pengambilan karya atau gagasan milik sendiri yang telah diterbitkan tanpa menyebut sumber ke dalam plagiat. Sebut tulisan lama itu, dan minta izin dosen atau pembimbing bila tugasnya sudah pernah dinilai.
Perlukah menyebut penggunaan AI dalam skripsi?
Itu bergantung pada aturan kampus, fakultas, atau dosenmu. Tanyakan dulu apakah AI boleh dipakai. Bila diwajibkan atau kamu memakainya untuk bagian yang berarti, tulis pernyataan singkat: alat apa, kapan, untuk apa, dan bahwa isi serta sumber sudah kamu periksa sendiri.
Apakah hasil cek plagiarisme 0 persen berarti aman?
Belum tentu. Angka itu hanya berarti alat tidak menemukan kemiripan di sumber yang dijangkaunya. Gagasan yang diambil tanpa sitasi tetap pelanggaran meski tidak ada kalimat yang cocok. Gunakan alat sebagai pemeriksaan awal, bukan jaminan.
Panduan terkait
- Apa Itu Plagiarisme? Pengertian, Jenis, dan Contohnya — Plagiarisme (plagiat) adalah mengambil karya atau gagasan orang lain lalu menyajikannya seolah-olah milik sendiri, tanpa…
- Cara Parafrase yang Benar agar Tidak Plagiat (+ Contoh) — Parafrase yang benar menyampaikan gagasan sumber dengan kata dan susunan kalimatmu sendiri, tanpa mengubah makna, lalu t…
- Apakah Parafrase Termasuk Plagiat? Batasnya dan Contohnya — Parafrase yang tidak mencantumkan sumber tetap termasuk plagiat, sebab yang dicuri adalah gagasannya, bukan hanya kata-k…
- Cara Menulis Sitasi untuk Parafrase (APA 7, MLA, Chicago) — Sitasi parafrase dalam APA 7 cukup memuat nama belakang penulis dan tahun, misalnya (Hartono, 2022), atau "Menurut Harto…
- Apakah Memakai ChatGPT Termasuk Plagiat? Batas, Aturan, dan Cara Mengungkapkannya — Memakai ChatGPT tidak otomatis plagiat, tetapi menyerahkan teks buatan AI sebagai tulisan sendiri bisa melanggar aturan …