Mengapa kalimat bisa rancu?
Kalimat menjadi rancu ketika subjeknya hilang, pilihan katanya berlebihan, atau satu kalimat memuat terlalu banyak gagasan. Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, kalimat yang baik disebut kalimat efektif: hemat kata, jelas, dan sesuai kaidah.
Contoh kesalahan yang diperbaiki
| Masalah | Contoh | Perbaikan |
|---|---|---|
| Pleonasme | maju ke depan | maju |
| Konjungsi ganda | agar supaya | agar |
| Jamak ganda | para karyawan-karyawan | para karyawan |
| Subjek hilang | Di sekolah ini mengajarkan disiplin. | Sekolah ini mengajarkan disiplin. |
| Kata mubazir | dalam rangka untuk | untuk |
Standar atau Formal?
Standar merapikan struktur dan membuang kata mubazir tanpa memaksa gaya tertentu. Formal melangkah lebih jauh dengan mengganti kata percakapan menjadi baku dan menyusun kalimat lengkap, cocok untuk skripsi, surat dinas, dan proposal.
Perbaiki Kalimat atau Parafrase?
Parafrase Online mengganti kata dan susunan agar teks terdengar berbeda dari sumbernya. Perbaiki Kalimat berfokus pada kejelasan: kalimat yang berbelit dibuat lebih lurus. Jika kamu hanya ingin memendekkan atau memperluas, gunakan Pemendek & Pemanjang Kalimat. Untuk menilai gaya sapaan, Ubah Nada lebih cocok.
Batasan yang perlu kamu tahu
Satu proses menerima hingga 6.000 karakter. AI bisa salah menafsirkan kalimat yang ambigu, jadi jika kalimat asalmu bisa dibaca dua cara, hasilnya mungkin memilih arti yang tidak kamu maksud. Nama diri, angka, dan istilah teknis perlu diperiksa ulang, begitu pula kutipan langsung yang tidak boleh diubah. Jika server AI tidak terjangkau, teks Indonesia diproses kamus luring yang lebih sederhana, dengan pemberitahuan di layar.
Cara menilai hasilnya
Setelah dirapikan, tanyakan tiga hal: apakah subjek dan predikatnya jelas, apakah ada kata yang bisa dibuang tanpa mengubah arti, dan apakah satu kalimat hanya memuat satu gagasan utama. Jika ketiganya terjawab ya, kalimatmu sudah efektif. Untuk latihan, bandingkan hasil mode Standar dan Formal pada kalimat yang sama, lalu pilih yang paling cocok untuk pembacamu. Bacalah juga hasilnya dengan suara pelan untuk menangkap irama kalimat. Kalimat panjang dalam skripsi sering lebih mudah dipahami jika dipecah menjadi dua, apalagi bila memuat banyak anak kalimat.