EYD Edisi V: Apa yang Berubah dari PUEBI, dan Apa yang Tetap?
EYD Edisi V adalah pedoman ejaan resmi bahasa Indonesia yang ditetapkan Badan Bahasa pada 2022 dan menggantikan PUEBI. Perubahannya lebih banyak berupa penataan: kaidah baru seperti monoftong eu, perubahan redaksi, kaidah yang dipindah atau dihapus, dan contoh yang diganti. Aturan dasar seperti di mana, praktik, dan risiko tidak berubah.
Jawaban singkat: apa itu EYD Edisi V?
EYD Edisi V adalah edisi kelima Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, pedoman ejaan resmi yang diterbitkan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa). Pedoman ini ditetapkan Badan Bahasa pada 2022 melalui surat keputusan (tautannya ada di situs resmi) dan berlaku sebagai pengganti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Versi daringnya dapat dibaca gratis di situs resmi ejaan.kemendikdasmen.go.id.
Kalau kamu hanya punya satu menit, ingat tiga hal. Pertama, namanya kembali ke "EYD" dengan angka romawi V. Kedua, isinya bukan ejaan baru yang mengubah cara kamu menulis sehari-hari: sebagian besar perubahan menyangkut redaksi, letak kaidah, dan contoh. Ketiga, kaidah yang paling sering salah di skripsi dan surat kerja, seperti di mana, praktik, dan risiko, tidak berubah.
Riwayat singkat: dari EYD 1972 ke EYD Edisi V
Ejaan bahasa Indonesia berkembang dalam beberapa tahap. Ejaan Republik (Soewandi) menggantikan ejaan lama, lalu Ejaan yang Disempurnakan (EYD) diresmikan pada 1972 dan menyeragamkan ejaan seperti tj menjadi c dan j menjadi y. Pada 2015 EYD diganti oleh PUEBI melalui peraturan menteri pendidikan. Pada 2022 PUEBI diganti oleh EYD Edisi V. Karena itu kamu akan menemukan tiga sebutan di buku dan situs: EYD, PUEBI, dan EYD V. Sumber yang masih menulis "berdasarkan PUEBI" memang sudah ketinggalan zaman, tetapi sebagian besar isinya masih cocok dengan EYD V.
Struktur EYD V di situs resminya terdiri dari empat bagian besar:
- Penggunaan huruf: huruf abjad, vokal, konsonan, gabungan huruf vokal, gabungan huruf konsonan, huruf kapital, huruf miring, dan huruf tebal.
- Penulisan kata: kata dasar, kata turunan, pemenggalan, kata depan, partikel, singkatan dan akronim, angka dan bilangan, kata ganti, serta kata sandang si dan sang.
- Penggunaan tanda baca: titik, koma, titik koma, titik dua, hubung, pisah, tanya, seru, elipsis, petik, petik tunggal, kurung, kurung siku, garis miring, dan apostrof.
- Penulisan unsur serapan: pengantar, serapan umum, dan serapan khusus.
Tujuh jenis perubahan dari PUEBI ke EYD V
Ulasan media pada 2022 menyebut "tujuh perubahan besar". Tujuh itu sebenarnya tujuh jenis perubahan, bukan tujuh aturan menulis yang berbeda. Berikut daftar jenisnya, dilengkapi contoh yang dapat kami periksa pada halaman resmi dan ulasan penerbit yang kami baca.
| No. | Jenis perubahan | Artinya bagi penulis |
|---|---|---|
| 1 | Penambahan kaidah baru | Ada ketentuan yang sebelumnya tidak ada, misalnya monoftong eu |
| 2 | Perubahan kaidah yang sudah ada | Ketentuan lama diubah, misalnya penulisan Maha untuk Tuhan |
| 3 | Perubahan redaksi | Kalimat aturan diubah, aturannya sama |
| 4 | Pemindahan kaidah | Aturan pindah ke pedoman lain |
| 5 | Penghapusan kaidah | Aturan tidak lagi dimuat |
| 6 | Perubahan contoh | Contoh diganti atau ditambah |
| 7 | Perubahan tata cara penyajian | Susunan dan urutan isi dirapikan |
1. Kaidah baru: monoftong eu
Halaman "Gabungan Huruf Vokal" di situs resmi EYD V memuat dua kelompok. Diftong dilambangkan dengan ai, au, ei, dan oi, misalnya pandai, harimau, survei, dan boikot. Monoftong dilambangkan dengan gabungan huruf vokal eu, dengan contoh eurih (awal), seudati (tengah), dan sadeu (akhir). Bagi penulis umum, ini jarang terasa, sebab eu terutama muncul pada kata dari bahasa daerah dan nama.
2. Kaidah yang diubah: contoh Maha
Beberapa ulasan penerbit menyebut penulisan Maha ikut disesuaikan. Yang pasti dan mudah dicek: untuk sebutan Tuhan, Maha ditulis terpisah dan huruf kapital dipakai pada unsur sifatnya, seperti Tuhan Yang Maha Esa dan Yang Maha Pengasih, sedangkan kata biasa seperti mahasiswa dan mahakarya tetap serangkai. Kami tidak dapat memastikan rincian perubahannya dari halaman resmi, jadi untuk dokumen keagamaan, pidato, atau surat resmi, buka bagian huruf kapital di situs EYD V sebelum menulis.
3. Perubahan redaksi: dipakai menjadi digunakan
Contoh yang sering dikutip: PUEBI menulis "tanda titik dipakai pada akhir kalimat pernyataan", sedangkan EYD V memakai kata digunakan. Aturan titiknya sama; yang berganti hanya kata kerja dalam rumusan. Pergantian ini tidak mengharuskan kamu mengubah satu pun kalimat di skripsi.
4. Kaidah dipindah: rincian imbuhan
Ulasan yang sama menyebut penjelasan rinci tentang imbuhan tidak lagi diuraikan panjang di pedoman ejaan dan dirujuk ke Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI). Anggap ini petunjuk, bukan kutipan resmi: untuk ejaan kata turunan seperti dibaca dan kedua, bagian Penulisan Kata di situs EYD V tetap rujukan utamanya.
5. Kaidah dihapus atau dialihkan: bentuk daftar pustaka
Format daftar pustaka (urutan penulis, tahun, judul, tempat terbit) bukan urusan pedoman ejaan. Yang mengaturnya adalah pedoman karya ilmiah dan gaya selingkung kampus atau jurnal. Praktiknya, ikuti buku pedoman fakultas kamu atau gaya seperti APA 7; panduan cara menulis daftar pustaka APA 7 membahasnya.
6. Contoh diganti dan redaksi dirapikan
Pada beberapa bagian, termasuk unsur serapan, rumusan dan contoh ditulis ulang tanpa mengubah hasil akhirnya bagi penulis: activity tetap menjadi aktivitas dan analysis tetap menjadi analisis. Jadi selama kamu memakai bentuk baku KBBI, tulisan kamu tidak perlu dikoreksi karena perubahan contoh.
7. Penyajian isi dirapikan
Isi disusun menjadi empat bagian seperti di atas dan tersedia sebagai situs daring yang bisa dicari per topik. Ini membuat EYD V lebih mudah dirujuk dalam kalimat seperti "sesuai EYD V bagian penulisan kata, kata depan".
Yang tidak berubah: aturan yang paling sering kamu butuhkan
Banyak artikel membuat pembaca mengira semuanya berubah. Berikut yang tetap, dan karenanya aman dipraktikkan:
| Aturan | Contoh benar | Contoh salah |
|---|---|---|
| Kata depan di, ke, dari ditulis terpisah | di mana, ke kantor, dari rumah | dimana, kekantor |
| Serapan baku mengikuti KBBI | praktik, risiko, analisis, aktivitas | praktek, resiko, analisa, aktifitas |
| Nama bulan | Februari, November | Pebruari, Nopember |
| Awalan di- ditulis serangkai dengan kata kerja | dibaca, dimakan | di baca, di makan |
| Huruf kapital pada awal kalimat dan nama diri | Rina tinggal di Bandung. | rina tinggal di bandung. |
Pembahasan lengkapnya ada di panduan penulisan di dan ke dan daftar kata baku dan tidak baku.
Contoh sebelum dan sesudah dalam tulisan nyata
Karena perubahan EYD V lebih banyak di tingkat pedoman, kesalahan yang terlihat di naskah mahasiswa dan pegawai biasanya kesalahan lama. Berikut beberapa kalimat dan perbaikannya.
| Sebelum | Sesudah | Alasan |
|---|---|---|
| Dimana kamu menyimpan berkas skripsi itu? | Di mana kamu menyimpan berkas skripsi itu? | di adalah kata depan, ditulis terpisah |
| Hasil praktek lapangan dilaporkan minggu depan. | Hasil praktik lapangan dilaporkan minggu depan. | bentuk baku praktik |
| Resiko kegagalan sudah dianalisa tim. | Risiko kegagalan sudah dianalisis tim. | risiko dan analisis |
| Rapat ditunda sampai bulan Pebruari. | Rapat ditunda sampai bulan Februari. | nama bulan baku |
| Mahasiswa mengubah judul dengan ijin dosen. | Mahasiswa mengubah judul dengan izin dosen. | izin ditulis dengan z |
Cara menyesuaikan tulisan kamu dengan EYD V
- Pastikan dokumen resmi kamu tidak lagi menyebut "sesuai PUEBI" jika kampus atau kantor sudah memperbarui pedomannya. Jika belum, tanyakan ke bagian akademik atau editor.
- Periksa kata serapan dan kata tidak baku memakai kamus KBBI daring dan daftar kata baku.
- Baca ulang kata depan di, ke, dan dari: apakah menunjukkan tempat atau arah, atau melekat pada kata kerja?
- Cek tanda baca: koma pada perincian, titik dua, dan tanda hubung pada kata ulang.
- Jalankan teks kamu di pemeriksa ejaan sebagai lapis kedua, lalu putuskan sendiri setiap saran.
Memakai alat AdeptWrite untuk memeriksa ejaan EYD V
Cek Ejaan & Typo (EYD V) menandai typo dan kata tidak baku dengan mencocokkannya ke daftar kata baku AdeptWrite yang diperiksa terhadap KBBI VI daring dan EYD V; pemeriksaan berjalan di browser. Batasnya jelas: alat ini mencocokkan pola dan daftar, bukan membaca makna, jadi ia tidak menggantikan kamus atau editor manusia. Untuk kalimat rancu dan tanda baca, coba Cek Grammar Bahasa Indonesia, yang membatasi 6.000 karakter per proses. Untuk mengecek satu kata, buka Cek Kata Baku KBBI atau entri seperti di mana atau dimana.
Skripsi, surat dinas, dan konten: pedoman mana yang dipakai?
Pedoman ejaan hanya salah satu lapis. Untuk skripsi, ikuti buku pedoman penulisan fakultas kamu; di dalamnya biasanya ada gaya selingkung untuk format judul, kutipan, dan daftar pustaka, sementara ejaan kata tetap mengacu ke pedoman resmi. Untuk surat dinas, instansi biasanya punya tata naskah sendiri, tetapi penulisan kata dan tanda bacanya tetap mengikuti ejaan resmi. Untuk blog, caption, dan email kerja, tidak ada sanksi formal, tetapi tulisan yang baku terbaca lebih rapi dan lebih mudah ditemukan lewat pencarian. Jika dosen, redaktur, atau atasan kamu masih menyebut PUEBI, jangan berdebat: kaidah yang kamu butuhkan sehari-hari hampir selalu sama di kedua pedoman.
Cara membaca artikel lama tentang ejaan
Artikel yang terbit sebelum 2022 menyebut PUEBI sebagai pedoman terbaru, sedangkan artikel 2022 sering memakai judul "7 aturan baru" tanpa menjelaskan bahwa tujuh itu adalah jenis perubahan. Gunakan dua pertanyaan untuk menilai sumber: apakah ia mengutip halaman resmi atau nomor keputusan, dan apakah contohnya bisa ditemukan di situs resmi? Jika tidak, perlakukan sebagai petunjuk, lalu cek ulang.
Kesalahan umum seputar EYD V
- Menganggap semua artikel 2022 benar. Banyak berita menyebut contoh tanpa merujuk halaman resmi. Periksa langsung di situs resmi EYD V.
- Mengira EYD V melarang kata yang kini baku di KBBI. Ejaan dan kamus adalah dua rujukan; untuk bentuk kata, KBBI VI daring tetap acuan.
- Menulis "EYD" untuk ejaan 1972. Sebutan yang tepat sekarang EYD Edisi V.
- **Mengganti semua dipakai menjadi digunakan demi EYD V.** Itu hanya perubahan redaksi pada rumusan pedoman, bukan kewajiban gaya bagi penulis.
Sumber resmi yang bisa dicek
- EYD Edisi V, situs resmi Badan Bahasa: seluruh isi pedoman, per bagian.
- Kata depan menurut EYD V.
- Gabungan huruf vokal menurut EYD V.
Jika Badan Bahasa memperbarui pedoman, rujukan resmi selalu menang atas panduan ini. Pelajari juga aturan huruf kapital dan tanda baca EYD V.
Coba alatnya
Pertanyaan umum
Apakah EYD V sama dengan PUEBI?
Bukan. EYD Edisi V ditetapkan Badan Bahasa pada 2022 dan menggantikan PUEBI. Banyak aturan dasar tetap sama, tetapi ada kaidah baru, perubahan redaksi, kaidah yang dipindah atau dihapus, dan contoh yang diganti.
Apakah EYD V mengubah cara menulis di mana?
Tidak. Kata depan di, ke, dan dari tetap ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Karena itu bentuk bakunya di mana, bukan dimana. Halaman resmi EYD V memberi contoh seperti Di mana dia sekarang?.
Apa itu monoftong eu dalam EYD V?
Monoftong adalah bunyi vokal tunggal yang dilambangkan dengan gabungan huruf eu. Halaman resmi EYD V memberi contoh eurih, seudati, dan sadeu. Kaidah ini terutama berguna untuk kata dari bahasa daerah dan nama, bukan untuk tulisan sehari-hari.
Di mana saya bisa membaca EYD V resmi?
Isi lengkap EYD V tersedia gratis di situs resmi Badan Bahasa, ejaan.kemendikdasmen.go.id, dibagi menjadi penggunaan huruf, penulisan kata, penggunaan tanda baca, dan penulisan unsur serapan. Gunakan situs itu sebagai rujukan utama, bukan ringkasan pihak lain.
Panduan terkait
- Penulisan Di dan Ke: Kapan Dipisah, Kapan Digabung? — Tulis di dan ke terpisah jika menunjukkan tempat atau arah: di mana, di rumah, ke kantor, ke luar kota. Tulis serangkai …
- Daftar Kata Baku dan Tidak Baku Menurut KBBI dan EYD V — Kata baku adalah kata yang ejaannya sesuai KBBI dan EYD V; kata tidak baku menyimpang dari keduanya, misalnya aktifitas,…
- Tanda Baca dalam EYD Edisi V: Jenis, Fungsi, dan Aturan Penggunaannya — EYD Edisi V mengatur belasan tanda baca: titik, koma, titik koma, titik dua, tanda hubung, tanda pisah, tanda tanya, tan…
- Aturan Huruf Kapital Menurut EYD Edisi V: Nama, Jabatan, Sapaan, Hari, dan Bulan — Huruf kapital dipakai di awal kalimat dan petikan langsung, pada nama diri (orang, tempat, lembaga, hari, bulan), pada j…