Definisi singkat dan jelas untuk istilah yang sering muncul saat menulis skripsi, surat, dan konten — masing-masing dengan tautan ke alat yang relevan.
Abstrak abstract
Ringkasan padat sebuah karya ilmiah, biasanya 150–250 kata, yang memuat latar belakang singkat, tujuan, metode, hasil utama, dan simpulan. Abstrak ditulis setelah naskah selesai, memakai kalimat lengkap tanpa kutipan atau singkatan yang belum dijelaskan, dan sering disertai 3–5 kata kunci. Pembaca dan mesin pencari jurnal memakai abstrak untuk memutuskan apakah naskah layak dibaca lengkap.
Antonim antonym
Kata yang maknanya berlawanan dengan kata lain, misalnya panas–dingin, naik–turun, hemat–boros. Antonim berguna untuk membangun kontras dalam argumen ("bukan mahal, melainkan terjangkau") dan untuk memperjelas definisi. Dalam tesaurus, antonim biasanya dicantumkan di samping sinonim agar penulis bisa memilih arah makna yang diinginkan.
CTA call to action / ajakan bertindak
Kalimat ajakan yang meminta pembaca melakukan tindakan tertentu setelah membaca: "Daftar sekarang", "Simpan untuk nanti", "Hubungi kami", atau "Coba gratis". CTA yang baik spesifik, memakai kata kerja aktif, dan menjelaskan manfaatnya. CTA dipakai di akhir caption, email pemasaran, halaman web, dan iklan; satu tulisan sebaiknya punya satu CTA utama agar pembaca tidak bingung.
Daftar pustaka bibliography / reference list
Daftar lengkap semua sumber yang disitasi dalam sebuah karya tulis, ditempatkan di bagian akhir dan disusun menurut aturan gaya tertentu (biasanya alfabetis berdasarkan nama belakang penulis). Setiap entri memuat penulis, tahun, judul, dan data penerbitan atau DOI/URL. Daftar pustaka memungkinkan pembaca menelusuri sumber asli dan menjadi bukti bahwa klaim dalam tulisan berdasar.
Diksi word choice
Pilihan kata yang tepat untuk menyampaikan makna dan nada yang diinginkan kepada pembaca tertentu. Diksi yang baik mempertimbangkan ketepatan makna (denotasi dan konotasi), kesesuaian dengan situasi (formal atau santai), dan kelaziman. Misalnya, "meninggal" lebih tepat daripada "mati" dalam berita duka, dan "mengindikasikan" lebih cocok daripada "nunjukin" dalam jurnal.
Ejaan spelling
Kaidah cara menuliskan bunyi bahasa dengan huruf, termasuk pemakaian huruf kapital dan miring, penulisan kata dasar, kata berimbuhan, kata ulang, gabungan kata, kata depan, singkatan, angka, serta tanda baca. Di Indonesia, kaidah ini ditetapkan dalam EYD V. Kesalahan ejaan yang paling sering: kata depan ditulis serangkai, huruf kapital pada nama hari dan bulan terlewat, dan kata serapan mengikuti pelafalan lama.
EYD V Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan Edisi V
Pedoman ejaan resmi Bahasa Indonesia yang berlaku sejak 2022, ditetapkan melalui Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Nomor 0424/I/BS.00.01/2022. EYD V menggantikan PUEBI dan mengatur pemakaian huruf, penulisan kata (termasuk kata depan, imbuhan, dan unsur serapan), serta tanda baca. Nama "EYD" dipakai kembali setelah sebelumnya disebut PUEBI (2015–2022).
Gaya selingkung house style
Aturan penulisan khusus yang ditetapkan oleh sebuah penerbit, jurnal, media, atau perguruan tinggi untuk naskah yang mereka terima, misalnya gaya sitasi yang dipakai, cara menulis judul, ukuran margin, istilah yang dibakukan, dan penulisan angka. Gaya selingkung melengkapi EYD V, bukan menggantikannya. Sebelum mengirim skripsi atau artikel jurnal, selalu baca pedoman penulisan institusi tujuan karena aturannya bisa berbeda satu sama lain.
Headline judul / tajuk
Judul utama sebuah artikel, halaman web, iklan, atau unggahan yang dibaca lebih dulu dan menentukan apakah orang mau membaca isinya. Headline yang efektif jelas, spesifik, dan menjanjikan manfaat atau jawaban — misalnya "Cara Parafrase yang Benar Tanpa Plagiarisme" — bukan sekadar umpan klik. Dalam SEO, headline biasanya menjadi judul halaman (H1) dan memuat kata kunci utama.
Hook kait pembuka
Kalimat atau frasa pembuka yang dirancang untuk menarik perhatian pembaca dalam beberapa detik pertama, sehingga mereka terus membaca atau menonton. Hook bisa berupa pertanyaan, fakta mengejutkan, janji manfaat, atau cerita singkat. Dalam caption media sosial, hook adalah baris pertama sebelum teks terpotong "selengkapnya"; dalam artikel, hook adalah kalimat pembuka paragraf pertama.
Huruf kapital capital letter
Huruf besar yang menurut EYD V dipakai antara lain pada awal kalimat, nama orang, nama geografi, nama hari dan bulan, nama lembaga, serta setiap kata dalam judul buku atau artikel, kecuali kata tugas seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk yang tidak terletak di posisi awal. Nama musim dan nama jenis, misalnya jeruk bali, tetap ditulis dengan huruf kecil.
Imbuhan affix
Bentuk terikat yang ditambahkan pada kata dasar untuk membentuk kata baru: awalan (me-, ber-, di-), akhiran (-kan, -an, -i), sisipan (-el-, -em-), dan gabungan (ke-an, pe-an). Imbuhan selalu ditulis serangkai dengan kata dasarnya, misalnya dibaca dan mengubah. Kesalahan umum adalah menulis awalan di- terpisah ("di baca") atau memakai kata dasar yang keliru ("merubah" dari "rubah").
Kalimat efektif
Kalimat yang menyampaikan gagasan secara tepat dan mudah dipahami pembaca dengan kata sesedikit mungkin. Cirinya: subjek dan predikat jelas, tidak ada kata yang mubazir, bentuk kata sejajar (paralel), logis, dan hemat. Contoh perbaikan: "Para siswa-siswa sedang pada belajar" menjadi "Para siswa sedang belajar". Kalimat efektif adalah syarat utama tulisan akademik dan surat resmi yang baik.
Kalimat majemuk compound / complex sentence
Kalimat yang terdiri atas dua klausa atau lebih. Kalimat majemuk setara menggabungkan klausa yang sederajat dengan konjungsi seperti dan, tetapi, atau atau; kalimat majemuk bertingkat memuat induk kalimat dan anak kalimat yang ditandai karena, ketika, atau jika. Menurut EYD V, anak kalimat yang mendahului induk kalimat diikuti koma: "Karena hujan, acara ditunda."
Kalimat pasif passive sentence
Kalimat yang subjeknya dikenai tindakan, biasanya dengan predikat berawalan di- atau ter-, misalnya "Data dianalisis dengan uji-t", atau dengan pelaku berupa kata ganti di depan verba dasar, misalnya "Buku itu saya baca". Kalimat pasif lazim dalam bagian metode karya ilmiah karena menonjolkan objek penelitian. Jika terlalu sering dipakai, tulisan terasa kaku dan pelakunya menjadi kabur.
Kalimat utama topic sentence
Kalimat yang memuat gagasan pokok sebuah paragraf dan menjadi acuan bagi kalimat-kalimat penjelas di sekitarnya. Kalimat utama bersifat umum, cukup jelas untuk berdiri sendiri, dan biasanya terletak di awal paragraf pada tulisan akademik maupun berita. Cara cepat mengujinya: jika kalimat itu dihapus lalu paragraf kehilangan arah, berarti kalimat tersebut memang kalimat utama paragraf itu.
Kata baku
Kata yang bentuk dan ejaannya sesuai dengan kaidah yang ditetapkan dalam KBBI dan EYD V, misalnya praktik (bukan praktek), risiko (bukan resiko), dan di mana (bukan dimana). Kata baku dipakai dalam ragam resmi seperti skripsi, surat dinas, dan berita. Bentuk tidak baku umumnya lahir dari pelafalan sehari-hari atau ejaan lama, dan tetap lazim dalam percakapan.
Kata depan preposisi / preposition
Kata yang menandai hubungan tempat, arah, atau asal — terutama di, ke, dan dari — dan menurut EYD V ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya: di mana, ke sana, dari rumah. Ini berbeda dari awalan di- yang ditulis serangkai (dibaca). Cara cepat membedakan: jika kata setelahnya menunjukkan tempat atau bisa diganti "ke", itu kata depan.
Kata serapan loanword
Kata yang diambil dari bahasa lain (Arab, Belanda, Inggris, Sanskerta, daerah) dan disesuaikan ejaan serta lafalnya dengan kaidah Bahasa Indonesia. EYD V mengatur pola penyerapannya: activity → aktivitas, analysis → analisis, apotheek → apotek. Banyak kata tidak baku lahir karena serapan mengikuti pelafalan lama, misalnya "aktifitas" dan "analisa".
Kata ulang reduplikasi / reduplication
Kata yang dibentuk dengan mengulang kata dasar, seluruhnya atau sebagian, untuk menyatakan makna jamak, variasi, atau kesalingan, misalnya anak-anak, sayur-mayur, bolak-balik, dan berlari-lari. Menurut EYD V, kata ulang ditulis lengkap dengan tanda hubung. Penulisan dengan angka dua seperti "anak2" hanya lazim dalam catatan pribadi dan tidak baku dalam tulisan resmi, skripsi, maupun surat dinas.
KBBI Kamus Besar Bahasa Indonesia
Kamus resmi Bahasa Indonesia yang disusun Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Edisi terbarunya adalah Edisi VI, tersedia daring di kbbi.kemendikdasmen.go.id. KBBI menjadi rujukan utama untuk menentukan kata baku, kelas kata, makna, dan bentuk serapan yang benar; pemeriksa ejaan AdeptWrite memakai daftar kata baku yang disusun berdasarkan KBBI.
Kerangka tulisan outline
Rencana susunan tulisan yang disusun sebelum menulis: judul, bagian-bagian utama, subbagian, dan poin inti di setiap bagian, sering ditulis dalam bentuk daftar bertingkat. Kerangka memastikan alur argumen logis, tidak ada bagian yang tumpang tindih, dan menulis jadi lebih cepat karena tinggal mengisi. Untuk skripsi, kerangka biasanya mengikuti bab baku: pendahuluan, tinjauan pustaka, metode, hasil dan pembahasan, simpulan.
Keterbacaan readability
Ukuran seberapa mudah sebuah teks dipahami pembaca, dipengaruhi panjang kalimat, panjang kata, dan kepadatan istilah teknis. Rumus seperti Flesch Reading Ease menghasilkan skor dari jumlah kata per kalimat dan suku kata per kata. Untuk Bahasa Indonesia yang kaya imbuhan, skor perlu disesuaikan; alat Skor Keterbacaan AdeptWrite memberi skor Flesch dan versi adaptasi Indonesia beserta tafsirannya.
Konjungsi kata hubung / conjunction
Kata yang menghubungkan kata, frasa, klausa, atau kalimat: dan, tetapi, karena, sehingga, meskipun, oleh karena itu. Konjungsi intrakalimat (seperti tetapi) tidak dipakai di awal kalimat dalam ragam formal; konjungsi antarkalimat (seperti Namun, Selain itu) ditempatkan di awal kalimat dan diikuti tanda koma.
Kutipan langsung direct quotation
Pengambilan teks dari sumber lain persis kata demi kata, ditandai dengan tanda petik (atau ditulis sebagai blok menjorok jika lebih dari sekitar 40 kata) dan disertai sitasi lengkap dengan nomor halaman. Kutipan langsung dipakai ketika rumusan asli penting — definisi resmi, bunyi pasal, pernyataan tokoh. Terlalu banyak kutipan langsung membuat tulisan terasa seperti kliping; sebaiknya diimbangi parafrase.
Meta deskripsi meta description
Ringkasan isi halaman web yang ditulis di tag HTML meta name="description" dan sering ditampilkan mesin pencari di bawah judul hasil pencarian. Panjang yang aman sekitar 120–155 karakter agar tidak terpotong. Google menyatakan meta deskripsi bukan faktor peringkat dan kadang memakai potongan teks lain dari halaman, tetapi deskripsi yang jelas dan menjawab pertanyaan pencari dapat membuat orang lebih tertarik mengeklik.
Nada tone
Sikap penulis terhadap pembaca dan topik yang tercermin dari pilihan kata dan susunan kalimat: formal, hangat, tegas, santai, humoris, atau netral. Nada yang sama bisa dituliskan dalam ragam berbeda; surat lamaran memakai nada hormat dan ragam formal, sedangkan pesan ke teman memakai nada akrab. Alat Ubah Nada mengganti nada tanpa mengubah isi pesan.
Parafrase paraphrase
Pengungkapan kembali suatu tuturan atau tulisan dengan kata-kata dan susunan kalimat yang berbeda tanpa mengubah maknanya. Panjang parafrase biasanya mirip dengan teks aslinya, berbeda dengan ringkasan yang memadatkan. Dalam penulisan akademik, parafrase tetap wajib disertai sitasi ke sumber asli; parafrase tanpa sitasi tetap dihitung sebagai plagiarisme.
Parafrase vs ringkasan paraphrase vs summary
Parafrase menulis ulang seluruh gagasan sumber dengan kata dan struktur sendiri sehingga panjangnya mirip dengan aslinya, sedangkan ringkasan hanya mengambil poin utama sehingga jauh lebih pendek. Kutipan langsung mempertahankan kata persis sama dalam tanda petik. Ketiganya wajib disertai sitasi. Gunakan parafrase untuk menjelaskan satu gagasan secara utuh, ringkasan untuk memetakan isi sumber yang panjang.
Paragraf alinea / paragraph
Satuan tulisan yang mengembangkan satu gagasan pokok melalui sebuah kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas. Paragraf deduktif meletakkan kalimat utama di awal, paragraf induktif di akhir, dan paragraf campuran di awal serta diulang di akhir. Paragraf yang baik memiliki kesatuan (satu gagasan saja) dan kepaduan, yaitu kalimat-kalimat yang tersambung secara logis melalui kata transisi dan pengulangan kata kunci.
Plagiarisme plagiarism
Tindakan mengambil karangan, gagasan, atau data orang lain dan menyajikannya seolah-olah karya sendiri tanpa menyebutkan sumber. Termasuk di dalamnya menyalin kalimat tanpa tanda kutip, mengganti beberapa kata sambil mempertahankan struktur asli (patchwriting), dan memakai ulang tulisan sendiri yang sudah diterbitkan tanpa keterangan (swaplagiat). Sanksinya di kampus bisa sampai pembatalan gelar.
Ragam formal formal register
Variasi bahasa yang dipakai dalam situasi resmi — skripsi, surat dinas, laporan, pidato — dengan ciri kata baku, kalimat lengkap, tanpa singkatan percakapan, dan sapaan yang sopan (Bapak/Ibu, Saudara). Lawannya adalah ragam santai atau cakapan yang memakai kata seperti nggak, banget, dan gue. Mode Formal pada alat AdeptWrite mengubah ragam santai menjadi ragam formal.
Register laras bahasa
Variasi bahasa yang dipilih berdasarkan situasi pemakaian, lawan bicara, dan tujuan — misalnya laras ilmiah, laras hukum, laras jurnalistik, atau laras percakapan. Register menentukan kosakata (istilah teknis atau kata sehari-hari), struktur kalimat, dan tingkat kesopanan. Menulis skripsi dengan register percakapan, atau pesan singkat dengan register hukum, terasa janggal meskipun tata bahasanya benar.
Revisi revision / editing
Proses memperbaiki tulisan setelah draf selesai: menata ulang struktur dan argumen (revisi besar), memperbaiki kalimat dan diksi (penyuntingan), lalu memeriksa ejaan, tanda baca, dan format (penyuntingan akhir). Revisi yang baik dilakukan bertahap dari hal besar ke hal kecil dan, jika mungkin, setelah jeda agar penulis bisa membaca seperti pembaca. Alat pemeriksa membantu tahap akhir, bukan menggantikan tahap pertama.
SEO search engine optimization
Praktik menyusun halaman web agar mudah ditemukan dan dipahami mesin pencari seperti Google: judul dan deskripsi yang jelas, struktur heading yang logis, konten yang benar-benar menjawab pertanyaan pencari, tautan internal, dan halaman yang cepat. SEO yang baik bukan menjejalkan kata kunci, melainkan menulis untuk manusia dengan struktur yang juga bisa dibaca mesin — termasuk mesin pencari berbasis AI.
Singkatan dan akronim abbreviation and acronym
Singkatan adalah bentuk pendek yang dibaca huruf demi huruf atau dibaca utuh, misalnya KTP, dll., dan S.Pd.; akronim adalah gabungan huruf atau suku kata yang dilafalkan sebagai kata, misalnya Bappenas dan tilang. EYD V mengatur titiknya: singkatan umum tiga huruf memakai satu titik (dsb.), singkatan nama lembaga yang terdiri atas huruf awal ditulis kapital tanpa titik (DPR).
Sinonim synonym
Kata yang maknanya sama atau hampir sama dengan kata lain, misalnya cepat dan lekas, kualitas dan mutu. Sinonim jarang bisa saling menggantikan di semua konteks karena berbeda nuansa, register, atau kolokasi: "mati" dan "meninggal" sama maknanya tetapi berbeda kesopanan. Saat memparafrase, pilih sinonim yang cocok dengan konteks, bukan sekadar yang pertama ditemukan.
Sitasi citation
Keterangan singkat di dalam teks yang menunjukkan sumber suatu kutipan, parafrase, atau data, misalnya (Sugiyono, 2019, hlm. 45) pada gaya APA. Sitasi berpasangan dengan entri lengkap di daftar pustaka. Setiap gaya — APA 7, MLA 9, Chicago, Harvard, IEEE — punya format yang berbeda untuk nama penulis, tahun, dan nomor halaman, sehingga penting mengikuti gaya yang diminta institusi.
Tanda baca punctuation
Lambang yang mengatur jeda, intonasi, dan hubungan antarbagian kalimat: titik, koma, titik koma, titik dua, tanda tanya, tanda seru, tanda hubung, tanda pisah, tanda petik, dan tanda kurung. EYD V mengatur pemakaiannya secara rinci — misalnya koma sebelum "tetapi" dan "sedangkan", serta titik setelah singkatan gelar (S.Pd.). Pemakaian tanda baca yang tepat sering menentukan makna kalimat.
Tesaurus thesaurus
Buku atau basis data yang mengelompokkan kata berdasarkan kemiripan makna sehingga penulis bisa menemukan sinonim, kata yang berkaitan, dan antonim. Berbeda dengan kamus yang menjelaskan arti, tesaurus menyajikan pilihan kata. Alat Sinonim & Tesaurus AdeptWrite memakai kumpulan sinonim lokal dan model AI untuk kata yang belum ada.