Cara Parafrase yang Benar agar Tidak Plagiat (+ Contoh)
Parafrase yang benar menyampaikan gagasan sumber dengan kata dan susunan kalimatmu sendiri, tanpa mengubah makna, lalu tetap menyebut sumbernya. Baca sampai paham, tutup sumber, tulis dari ingatan, bandingkan, dan sitasi. Panduan ini memberi contoh tiap teknik dari paragraf skripsi, cara Turnitin melaporkan kemiripan, serta latihan dengan kunci jawaban.
Jawaban singkat
Parafrase yang benar berarti menyampaikan gagasan sumber dengan kata dan susunan kalimatmu sendiri, tanpa mengubah makna, lalu tetap menyebut sumbernya. Caranya: baca sampai paham, tutup sumber, tulis ulang dari ingatan, bandingkan dengan aslinya, dan cantumkan sitasi. Mengganti beberapa kata dengan sinonim saja belum cukup, karena struktur kalimat yang sama masih terbaca sebagai salinan. Sitasi tetap wajib walaupun kalimatnya sudah berbeda total.
Lima langkah parafrase yang aman
- Baca sampai paham. Kalau kamu belum bisa menjelaskan isinya dengan lisan, jangan mulai menulis.
- Tutup sumbernya. Menulis sambil menatap kalimat asli hampir pasti menghasilkan struktur yang sama.
- Tulis ulang dari ingatan. Tulis gagasan intinya sebagaimana kamu menjelaskannya kepada teman satu angkatan.
- Bandingkan dengan aslinya. Periksa tiga hal: maknanya tetap sama, istilah teknis tidak berubah, dan susunan kalimatnya tidak lagi sejajar dengan aslinya.
- Cantumkan sitasi. Tulis penulis, tahun, dan halaman sesuai gaya yang diminta kampusmu, lalu masukkan ke daftar pustaka.
Sisa panduan ini membahas langkah 3 dan 4 secara rinci: teknik apa saja yang tersedia dalam bahasa Indonesia, kapan teknik itu berbahaya, dan bagaimana menguji hasilnya.
Contoh yang dipakai di panduan ini
Semua teknik di bawah memakai satu paragraf latar belakang skripsi. Paragraf, nama penulis, dan tahunnya adalah contoh rekaan untuk latihan, bukan kutipan dari sumber yang nyata.
Penggunaan media sosial secara berlebihan oleh remaja menyebabkan konsentrasi belajar mereka di sekolah menurun. Remaja yang menghabiskan waktu lama di media sosial cenderung mudah terdistraksi sehingga prestasi akademiknya turun. (Rahman, 2021, hlm. 14)
Yang tidak boleh dilakukan: tambal sulam kata
Ini hasil yang paling sering muncul ketika orang hanya mengganti kata:
Pemakaian media sosial yang berlebihan oleh remaja mengakibatkan konsentrasi belajar mereka di sekolah berkurang. Remaja yang menghabiskan waktu lama di media sosial cenderung mudah terganggu sehingga prestasi akademiknya turun.
Susunan kalimatnya identik; hanya penggunaan, menyebabkan, menurun, dan terdistraksi yang diganti. Praktik ini dikenal sebagai patchwriting (tambal sulam), dan dosen pembimbing maupun perangkat lunak pemeriksa kemiripan sama-sama mudah mengenalinya. Teknik berikut membantu menghindarinya.
Teknik 1: pemadanan sinonim yang diperiksa
Sinonim berguna, tetapi hanya sebagai pelengkap. Dua kata yang tampak mirip sering berbeda nuansa, ragam, atau ruang lingkupnya. Periksa pilihanmu di KBBI VI daring dan, kalau tersedia, di tesaurus seperti Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia.
| Kata asli | Pengganti yang aman | Pengganti yang berisiko | Mengapa |
|---|---|---|---|
| menyebabkan | mengakibatkan, menimbulkan | memicu | memicu menyiratkan pemantik awal, bukan penyebab langsung |
| remaja | anak usia sekolah menengah (jika sumbernya memang itu) | anak muda | rentang usianya berbeda |
| signifikan | bermakna secara statistik (jika memang uji statistik) | penting | dalam skripsi kuantitatif signifikan adalah istilah teknis |
| menurun | berkurang, melemah | anjlok | anjlok ragam cakapan dan terlalu kuat |
Aturan praktisnya: ganti sinonim hanya pada kata umum, bukan pada istilah teknis. Pilih juga kata yang baku. Hindari "memperbaiki" kalimat dengan bentuk gaul seperti banget atau bikin. Kalau ragu soal ejaan, lihat daftar kata baku dan tidak baku. Alat Sinonim & Tesaurus bisa memberi kandidat kata, tetapi kamu tetap yang memutuskan mana yang tepat.
Teknik 2: ubah kalimat aktif menjadi pasif (dan sebaliknya)
Bahasa Indonesia punya pasif yang produktif, yaitu pasif dengan awalan di- dan pasif persona (saya kerjakan, kami analisis). Teknik ini mengubah subjek dan objek, sehingga susunan kalimat ikut berubah.
| Aktif | Pasif |
|---|---|
| Guru memberikan tugas kelompok untuk meningkatkan kerja sama siswa. | Tugas kelompok diberikan guru untuk meningkatkan kerja sama siswa. |
| Peneliti mewawancarai sepuluh informan. | Sepuluh informan diwawancarai oleh peneliti. |
| Kami mengolah data dengan SPSS. | Data diolah dengan SPSS. |
Dua catatan penting. Pertama, bila pelakunya pronomina saya, kami, atau kamu, pakai pasif persona: tugas itu saya kerjakan, bukan tugas itu dikerjakan oleh saya. Kedua, bagian metode skripsi memang lazim memakai pasif karena fokusnya pada proses, tetapi pasif yang berlebihan membuat tulisan berat. Panduan kalimat aktif dan pasif membahas aturannya lebih lengkap.
Teknik 3: nominalisasi dengan -an dan pe-an
Nominalisasi mengubah kata kerja menjadi kata benda sehingga seluruh kalimat bisa disusun ulang. Imbuhan yang paling produktif adalah pe-an, -an, dan ke-an.
| Bentuk kerja | Bentuk benda |
|---|---|
| menggunakan | penggunaan |
| menurun | penurunan |
| mempengaruhi (baku: memengaruhi) | pengaruh |
| meningkat | peningkatan |
| belajar | pembelajaran |
Penerapan pada contoh kita:
- Asli: Remaja menggunakan media sosial secara berlebihan, sehingga konsentrasi belajarnya menurun.
- Parafrase: Penurunan konsentrasi belajar pada remaja berkaitan dengan intensitas penggunaan media sosial.
Hati-hati: kalimat yang terlalu banyak kata benda turunan terdengar kaku (pelaksanaan pengerjaan penyusunan laporan). Satu atau dua nominalisasi per kalimat sudah cukup.
Teknik 4: pecah atau gabungkan kalimat majemuk
Kalimat majemuk memuat beberapa klausa. Kamu bisa memecahnya menjadi dua kalimat, atau sebaliknya menggabungkan dua kalimat pendek.
- Asli: Mahasiswa yang bekerja paruh waktu sering kesulitan membagi waktu sehingga tugas kuliahnya terbengkalai dan nilainya menurun.
- Dipecah: Mahasiswa yang bekerja paruh waktu sering kesulitan membagi waktu. Akibatnya, tugas kuliah terbengkalai dan nilai pun menurun.
Saat memecah, tambahkan kata penghubung antarkalimat seperti akibatnya, selain itu, atau namun, dan beri tanda koma setelahnya. Saat menggabungkan, pilih konjungsi yang sesuai hubungan logisnya (sebab, akibat, pertentangan). Hubungan antargagasan tidak boleh bergeser: karena tidak sama dengan sehingga.
Teknik 5: pindahkan urutan klausa
Anak kalimat boleh dipindah ke depan atau ke belakang.
- Asli: Karena akses ke buku bermutu terbatas, minat baca masyarakat rendah.
- Pindah: Minat baca masyarakat rendah, antara lain karena akses ke buku bermutu terbatas.
Perhatikan koma: anak kalimat di depan diikuti koma, anak kalimat di belakang umumnya tanpa koma. Teknik ini lemah bila dipakai sendirian; padukan dengan teknik lain.
Gabungan: dari kalimat asli sampai parafrase yang layak
Sekarang paragraf contoh kita diparafrase dengan tiga teknik sekaligus: nominalisasi, pemecahan kalimat, dan sinonim pada kata umum.
Rahman (2021, hlm. 14) menjelaskan bahwa penurunan konsentrasi belajar remaja di sekolah berkaitan dengan intensitas penggunaan media sosial. Remaja yang lama bermain media sosial lebih mudah teralihkan perhatiannya. Akibatnya, hasil belajar mereka ikut menurun.
Uji dengan tiga pertanyaan. Apakah maknanya sama? Ya, karena hubungan antara media sosial, konsentrasi, dan prestasi tetap dipertahankan. Apakah istilah kuncinya utuh? Ya: konsentrasi belajar dan media sosial. Apakah susunannya berbeda? Ya, urutan klausa, bentuk kata, dan pemisahan kalimat berubah. Satu kehati-hatian: berkaitan dengan lebih lemah daripada menyebabkan. Kalau sumber menyatakan sebab-akibat, parafrasemu tidak boleh melemahkannya menjadi sekadar kaitan.
Apa yang jangan diubah
- Istilah teknis dan nama. Parafrasemu boleh menjelaskan istilah, tetapi regresi linear, validitas, atau teori belajar sosial tidak diganti sinonim.
- Angka, tanggal, dan satuan. Salin dengan teliti; periksa lagi setelah menulis.
- Kata baku. Jangan menukar kata baku dengan bentuk tidak baku demi terlihat berbeda.
- Definisi dan bunyi pasal. Rumusan hukum dan definisi resmi sebaiknya dikutip langsung dengan tanda petik, bukan diparafrase.
- Kekuatan klaim. Mungkin, cenderung, dan terbukti memberi tingkat kepastian yang berbeda.
Mengapa sitasi tetap wajib
Peraturan nasional tentang pencegahan plagiat di perguruan tinggi, misalnya Permendiknas Nomor 17 Tahun 2010 yang kemudian diatur lagi dalam Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2021 tentang integritas akademik, menganggap pengambilan gagasan tanpa menyebut sumber sebagai pelanggaran. Periksa teks yang berlaku saat ini dan pedoman kampusmu. Parafrase yang tidak disitasi tetap plagiat walau kalimatnya 100 persen berbeda. Pelajari bentuk sitasinya di cara menulis sitasi parafrase. Banyak kampus memakai APA 7 dengan penyesuaian, misalnya hlm. untuk halaman. Ikuti buku pedoman penulisan fakultasmu.
Kalau kamu bingung batas antara parafrase, ringkasan, dan kutipan, baca perbedaan ringkasan dan parafrase serta apakah parafrase termasuk plagiat.
Bagaimana Turnitin melaporkan kemiripan
Kampus yang memakai Turnitin biasanya meminta mahasiswa atau dosen mengunggah naskah, lalu sistem membuat laporan kemiripan (similarity report). Laporan itu menunjukkan persentase teks yang cocok dengan sumber di basis datanya dan menandai bagian yang cocok dengan warna dan nomor sumber. Beberapa hal perlu kamu pahami:
- Persentase bukan vonis. Angka itu hanya menunjukkan seberapa banyak teks yang cocok, termasuk kutipan langsung bertanda petik dan daftar pustaka yang benar.
- Pengaturan bisa berbeda. Pengampu dapat mengecualikan kutipan, daftar pustaka, atau kecocokan pendek, sehingga angka dua kampus tidak selalu sebanding.
- Batas yang dipakai ditentukan kampus. AdeptWrite tidak mencantumkan angka batas umum, karena tiap perguruan tinggi, fakultas, atau program menetapkan sendiri. Cari angkanya di buku pedoman skripsi atau tanyakan ke perpustakaan atau dosen pembimbing.
- Kemiripan rendah tidak berarti aman. Mencuri gagasan tanpa menyebut sumber tetap pelanggaran meskipun tidak ada kalimat yang sama.
Untuk panduan khusus skripsi dan Turnitin, lihat cara parafrase skripsi agar lolos Turnitin.
Memparafrase sumber berbahasa Inggris
Banyak skripsi mengutip jurnal internasional. Di sini ada dua langkah, bukan satu: menerjemahkan lalu memparafrase. Terjemahan harfiah yang ditempel begitu saja sering menghasilkan kalimat kaku dan struktur Inggris yang terbawa (misalnya pasif berlebihan). Pahami dulu maksud kalimat aslinya, tulis ulang dalam susunan Indonesia yang wajar, dan sebutkan sumbernya dengan nama penulis aslinya. Jangan menyebut terjemahan sebagai kutipan langsung kecuali kamu menandainya sebagai terjemahan sendiri. Istilah teknis sebaiknya memakai padanan yang lazim di bidangmu; kalau belum ada, pertahankan istilah aslinya dengan cetak miring pada pemakaian pertama.
Contoh lain: bidang hukum dan pendidikan
Teknik yang sama berlaku di bidang lain. Misalnya, kalimat rekaan berikut dari skripsi pendidikan:
- Asli: Guru yang memberikan umpan balik secara rutin membantu siswa memahami kesalahan mereka sehingga hasil belajar meningkat.
- Parafrase: Umpan balik yang diberikan guru secara rutin membuat siswa lebih mudah menyadari kekeliruannya. Dengan begitu, hasil belajar pun membaik.
Yang terjadi: pasif (umpan balik yang diberikan guru), pemecahan kalimat (dengan begitu), dan sinonim pada kata umum (kesalahan menjadi kekeliruan, meningkat menjadi membaik). Maknanya tetap, istilah umpan balik dan hasil belajar utuh. Sedangkan pada skripsi hukum, bunyi pasal atau putusan sebaiknya dikutip persis dengan tanda petik dan nomor pasalnya, lalu penjelasannya yang diparafrase.
Kesalahan umum saat memparafrase
- Mengganti kata tanpa mengubah struktur. Hasilnya patchwriting.
- Mengubah makna. Parafrase yang "lebih indah" tetapi menggeser klaim sumber adalah salah kutip.
- Lupa sitasi di akhir paragraf yang panjang. Setiap ide pinjaman perlu penanda sumber.
- Memparafrase tanpa memahami. Hasilnya kalimat janggal yang tidak bisa kamu pertanggungjawabkan saat sidang.
- Menyalin dari terjemahan mesin. Terjemahan dari jurnal berbahasa Inggris tetap harus diparafrase dan disitasi.
- Menukar istilah teknis dengan sinonim.
Latihan dengan kunci jawaban
Kerjakan dulu tanpa melihat kunci. Jawaban lain mungkin sama benarnya selama makna dan sumbernya tetap.
Soal 1. Ubah ke bentuk pasif, lalu nominalisasi: Pemerintah daerah membangun jembatan itu untuk memperlancar distribusi hasil panen.
Soal 2. Pecah kalimat ini menjadi dua: Siswa yang kurang tidur sering terlambat sehingga pelajaran pertama terlewat dan nilainya tidak maksimal.
Soal 3. Parafrase berikut tergolong patchwriting. Jelaskan alasannya dan perbaiki. Asli: Rendahnya minat baca masyarakat dipengaruhi oleh terbatasnya akses terhadap buku bacaan yang berkualitas. Parafrase: Rendahnya minat membaca masyarakat dipengaruhi oleh terbatasnya akses terhadap buku bacaan bermutu.
Kunci jawaban
- Pasif: Jembatan itu dibangun oleh pemerintah daerah untuk memperlancar distribusi hasil panen. Nominalisasi: Pembangunan jembatan oleh pemerintah daerah bertujuan memperlancar distribusi hasil panen.
- Siswa yang kurang tidur sering terlambat. Akibatnya, pelajaran pertama terlewat dan nilai mereka tidak maksimal.
- Strukturnya identik dan hanya berkualitas diganti bermutu, serta minat baca menjadi minat membaca. Perbaikan: Sulitnya memperoleh buku bermutu membuat masyarakat kurang berminat membaca (Penulis, tahun). Susunan berubah, maknanya terjaga, sitasi ditambahkan.
Memakai alat AdeptWrite dengan jujur
- Parafrase Online menulis ulang teks dalam tujuh mode: Standar, Formal, Santai, Akademik, Kreatif, Ringkas, dan Panjangkan. Untuk tulisan ilmiah pilih Akademik. Alat ini berbasis AI dan memproses sampai 6.000 karakter per proses. Anggap hasilnya draf: periksa maknanya, pastikan istilah teknis tidak berubah, dan tambahkan sitasi. Parafrase otomatis tidak menggantikan pemahamanmu dan tidak membuat sumber tidak perlu disebut.
- Cek Plagiarisme membandingkan teksmu dengan sumber terbuka dan menampilkan sumber yang benar-benar dicari beserta bagian yang cocok. Teks minimal 30 kata dan maksimal 6.000 karakter. Skor adalah kata yang cocok dibagi seluruh kata. Skor 0 persen berarti tidak ada kecocokan di sumber yang dicari, bukan jaminan keaslian, dan alat ini bukan Turnitin serta tidak menjangkau basis data tertutup kampus.
- Cek Ejaan & Typo membantu memastikan hasil parafrasemu memakai kata baku.
Daftar periksa akhir
- Maknanya sama dengan sumber, dan kekuatan klaimnya tidak berubah.
- Istilah teknis, nama, dan angka utuh.
- Susunan kalimat tidak lagi sejajar dengan sumber.
- Tidak ada rangkaian kata yang sama persis lebih dari beberapa kata, kecuali istilah dan kutipan bertanda petik.
- Sitasi ada di dalam teks dan di daftar pustaka.
- Kata baku dan tanda baca sudah diperiksa.
- Kamu bisa menjelaskan isinya tanpa melihat teks.
Coba alatnya
Pertanyaan umum
Apakah parafrase yang sudah diubah total masih perlu sitasi?
Ya. Parafrase mengubah kata dan susunan kalimat, bukan asal gagasannya. Gagasan, data, atau temuan orang lain tetap harus disebut sumbernya dengan sitasi di dalam teks dan entri daftar pustaka, sesuai gaya yang diminta kampusmu, misalnya APA 7. Tanpa sitasi, parafrase tetap dianggap plagiat.
Berapa persen kemiripan Turnitin yang aman?
Tidak ada angka umum. Setiap kampus, fakultas, atau program menetapkan batasnya sendiri dan bisa mengecualikan kutipan atau daftar pustaka dari laporan. Cari angka yang berlaku di buku pedoman skripsi kampusmu atau tanyakan ke dosen pembimbing dan perpustakaan, lalu perlakukan persentase sebagai petunjuk, bukan vonis.
Cukupkah mengganti kata dengan sinonim?
Tidak. Jika susunan kalimat tetap sama, hasilnya patchwriting dan masih mudah dikenali sebagai salinan. Kombinasikan sinonim yang sudah diperiksa di KBBI dengan perubahan struktur: aktif ke pasif, nominalisasi, pemecahan kalimat majemuk, atau pemindahan klausa, dan jangan menukar istilah teknis.
Bolehkah memakai alat parafrase online untuk skripsi?
Boleh sebagai alat bantu draf, selama kamu memeriksa makna, istilah teknis, dan kata bakunya, lalu menambahkan sitasi. Cek juga aturan kampus tentang bantuan alat otomatis. Alat apa pun tidak menggantikan pemahamanmu, dan tanggung jawab atas isi skripsi tetap ada padamu.
Panduan terkait
- Apakah Parafrase Termasuk Plagiat? Batasnya dan Contohnya — Parafrase yang tidak mencantumkan sumber tetap termasuk plagiat, sebab yang dicuri adalah gagasannya, bukan hanya kata-k…
- Cara Parafrase Skripsi agar Lolos Turnitin (Tanpa Mengubah Makna) — Parafrase skripsi yang aman dari sorotan Turnitin lahir dari sintesis, bukan dari mengganti kata. Baca tiga sumber, cata…
- Cara Menulis Sitasi untuk Parafrase (APA 7, MLA, Chicago) — Sitasi parafrase dalam APA 7 cukup memuat nama belakang penulis dan tahun, misalnya (Hartono, 2022), atau "Menurut Harto…
- Perbedaan Ringkasan, Parafrase, dan Kutipan (Kapan Memakai yang Mana) — Ringkasan memendekkan isi sumber menjadi gagasan pokoknya. Parafrase menulis ulang satu gagasan dengan panjang yang kura…
- Cara Menghindari Plagiarisme dalam Skripsi dan Makalah — Plagiarisme paling mudah dicegah di awal, bukan diperbaiki di akhir. Catat sumber sejak membaca, parafrase dengan susuna…