Caption yang baik itu seperti apa?
Caption yang baik menjawab tiga hal dalam dua baris pertama: ini tentang apa, kenapa audiens peduli, dan apa yang diminta dari mereka. Di Instagram dan TikTok, sebagian besar caption terpotong setelah beberapa baris, jadi kalimat pembuka paling menentukan. Alat ini membantu menyusun draf, sedangkan keputusan akhir tetap milikmu.
Perbedaan tiap mode
| Mode | Gaya | Cocok untuk |
|---|---|---|
| 1 sampai 3 kalimat hangat dan visual, 1 sampai 3 emoji, ajakan ringan | Foto produk, kegiatan, kafe, portofolio | |
| TikTok | Sangat singkat (sekitar 150 karakter), hook di depan, bahasa santai, 0 sampai 2 emoji | Video pendek, tren, behind the scenes |
| Profesional dan berisi, 2 sampai 4 kalimat pendek, emoji seminimal mungkin, satu pelajaran atau pertanyaan | Pengumuman kerja, proyek, pelajaran karier |
Cara memberi deskripsi yang menghasilkan caption bagus
Semakin konkret deskripsimu, semakin pas hasilnya. Sebutkan produk atau kegiatan, tempat, waktu, dan ajakan yang kamu mau, misalnya "pesan lewat DM" atau "daftar sebelum 20 November". Karena alat hanya memakai isi deskripsimu, harga, diskon, dan klaim khasiat harus kamu tulis sendiri bila ingin muncul, dan harus benar.
Lanjutkan ke hashtag dan bio
Setelah captionnya jadi, buat daftar tag yang lebih lengkap dengan Generator Hashtag, lalu rapikan profilmu dengan Generator Bio. Bila captionmu panjang, cek ejaan dan kata bakunya dengan Cek Ejaan. Untuk judul atau hook artikel, coba Generator Judul.
Contoh pola yang bisa kamu minta
Untuk jualan, ceritakan produk, keunggulan yang benar, dan cara memesan. Untuk acara, sebutkan nama, tanggal, tempat, dan cara mendaftar. Untuk LinkedIn, ceritakan satu pelajaran dari proyek atau pengalaman kerja. Dengan bahan sekonkret itu, tiga varian yang keluar biasanya sudah berbeda sudut dan mudah dibandingkan.
Batas yang perlu kamu tahu
Setiap proses menerima hingga 6.000 karakter input. Hasil dibuat AI, sehingga bisa meleset dari gaya merekmu atau memakai emoji yang tidak kamu suka. Alat ini tidak menjanjikan jangkauan, like, atau penjualan, dan tidak mengetahui algoritma platform. Baca ulang, cocokkan dengan fakta, dan patuhi aturan iklan serta endorsement bila captionmu berisi promosi berbayar.