Sekolah, kuliah & skripsi

Cara Menulis Daftar Pustaka APA 7: Buku, Jurnal, Web, Skripsi, dan Laporan

Tim Editorial AdeptWriteDiperbarui 11 menit baca

Daftar pustaka APA 7 disusun menurut abjad nama belakang penulis dengan pola umum: Penulis. (Tahun). Judul. Penerbit. Judul buku dicetak miring, sedangkan pada artikel jurnal yang dimiringkan adalah nama jurnal dan volume. Halaman ini memberi templat dan contoh untuk buku, jurnal ber-DOI, situs web, skripsi, laporan pemerintah, dan penulis bernama tunggal.

Jawaban singkat: pola dasar daftar pustaka APA 7

Dalam gaya APA edisi ketujuh, setiap entri daftar pustaka mengikuti empat pertanyaan: siapa penulisnya, kapan terbit, apa judul karyanya, dan di mana pembaca bisa menemukannya. Polanya:

Penulis. (Tahun). Judul karya. Penerbit. URL atau DOI

Aturan umum yang berlaku untuk semua jenis sumber:

  • Entri diurutkan menurut abjad berdasarkan nama belakang penulis (atau nama lembaga). Jangan diberi nomor atau poin.
  • Baris pertama rata kiri, baris berikutnya menjorok ke dalam sekitar 1,27 cm (0,5 inci). Ini disebut indentasi gantung.
  • Judul buku dan judul artikel ditulis dengan huruf kapital hanya pada kata pertama dan nama diri (sentence case), sedangkan judul jurnal memakai huruf kapital pada tiap kata utama.
  • Nama penulis ditulis nama belakang diikuti inisial, tanpa gelar.
  • DOI dan URL ditulis sebagai tautan lengkap tanpa kata "Diunduh dari" atau "Available at".

Semua nama penulis, judul, DOI, dan alamat web di panduan ini rekaan untuk latihan, bukan sumber nyata. Rujukan aslinya adalah Publication Manual of the American Psychological Association edisi ketujuh. Banyak kampus di Indonesia menerbitkan pedoman sendiri yang mengadaptasinya, misalnya soal penulisan "dkk." atau "dan" untuk penulis kedua. Jika pedoman fakultasmu berbeda dari halaman ini, pedoman fakultas yang menang. Kita bahas titik-titik perbedaan itu di bagian tersendiri.

Sitasi dalam teks dan daftar pustaka harus berpasangan

Daftar pustaka APA hanya memuat sumber yang benar-benar disitasi di dalam tulisan, dan sebaliknya setiap sitasi harus punya entri. Perbedaannya dengan bibliografi dijelaskan di perbedaan daftar pustaka dan bibliografi. Bentuk sitasi dalam teks:

Jumlah penulisDalam kurungNaratif
Satu(Hartono, 2022)Hartono (2022)
Dua(Hartono & Rahmawati, 2022)Hartono dan Rahmawati (2022)
Tiga atau lebih(Hartono dkk., 2022)Hartono dkk. (2022)
Lembaga(Badan Pusat Statistik, 2023)Badan Pusat Statistik (2023)
Tanpa tahun(Suryadi, t.t.)Suryadi (t.t.)

Untuk mengutip langsung, tambahkan nomor halaman dengan "hlm.", misalnya (Hartono, 2022, hlm. 45). Cara menulis sitasi untuk parafrase dibahas lebih rinci di cara menulis sitasi parafrase.

Templat dan contoh per jenis sumber

Buku

Templat: Nama belakang, Inisial. (Tahun). Judul buku: Subjudul (Edisi ke-n). Penerbit.

Contoh:

Rahmawati, S. (2021). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif dan kualitatif (Edisi ke-3). Penerbit Pustaka Nusantara.

Catatan:

  • Tulis edisi hanya jika bukan edisi pertama.
  • Kota penerbit tidak ditulis di APA 7 (berbeda dari APA edisi lama dan dari sebagian pedoman kampus yang masih memintanya).
  • Nama penerbit ditulis tanpa "PT" atau "CV" bila tidak diperlukan; cukup nama yang dikenal pembaca.
  • Untuk buku terjemahan, tambahkan penerjemah dalam kurung setelah judul, misalnya (S. Wibowo, Penerj.), dan tahun terbit asli di akhir entri.

Bab dalam buku suntingan:

Hartono, B. (2020). Literasi digital di sekolah dasar. Dalam A. Pratiwi (Ed.), Pendidikan dasar di era digital (hlm. 45-72). Penerbit Cahaya Ilmu.

Artikel jurnal dengan DOI

Templat: Nama belakang, Inisial., & Nama belakang, Inisial. (Tahun). Judul artikel dalam huruf kapital kalimat. Nama Jurnal, volume(nomor), halaman awal-akhir. https://doi.org/10.12345/contoh

Contoh:

Hartono, B., & Rahmawati, S. (2022). Pengaruh kebiasaan membaca terhadap hasil belajar siswa sekolah menengah. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 14(2), 101-118. https://doi.org/10.12345/jpp.v14i2.0000

Catatan:

  • Volume dan nama jurnal dimiringkan. Nomor terbitan dalam kurung tidak dimiringkan.
  • Rentang halaman memakai tanda hubung panjang (en dash) atau tanda hubung biasa sesuai pedoman kampus; yang penting konsisten.
  • Jika ada DOI, tulis dalam bentuk tautan penuh https://doi.org/... dan tidak perlu memasang tulisan "doi:".
  • Banyak artikel dari jurnal terakreditasi SINTA dan portal Garuda punya DOI, tetapi tidak semua. Bila DOI tidak ada, pakai URL halaman artikel di situs jurnal (bukan tautan unduhan PDF yang bisa kedaluwarsa).
  • Jika artikel punya nomor artikel, bukan halaman, tulis nomor itu sebagai pengganti halaman.

Situs web dan halaman web

Templat (halaman dengan penulis): Nama belakang, Inisial. (Tahun, Bulan Tanggal). Judul halaman. Nama Situs. URL

Templat (penulis lembaga, tanpa nama situs terpisah): Nama Lembaga. (Tahun, Bulan Tanggal). Judul halaman. URL

Contoh:

Badan Pusat Statistik. (2023, 15 Februari). Statistik pendidikan Indonesia 2022. https://www.contoh-bps.example/publikasi/pendidikan-2022

Pratiwi, A. (2024, 3 Maret). Tips membuat jadwal belajar yang realistis. Blog Belajar Bersama. https://www.contoh-blog.example/jadwal-belajar

Catatan:

  • Jika tanggal tidak tersedia, tulis (t.t.).
  • Tanggal akses hanya ditulis bila isi halaman jelas berubah-ubah dan tidak diarsipkan, misalnya halaman statistik yang diperbarui terus. Bentuknya: "Diambil 1 November 2026, dari https://...". Jika pedoman kampus meminta tanggal akses untuk semua tautan, ikuti pedoman itu.
  • Nama situs sama dengan nama penulis (lembaga)? Hilangkan nama situs agar tidak berulang.
  • Bedakan artikel dari situs berita yang mencantumkan nama penulis dengan halaman institusi tanpa penulis. Bila tidak ada nama penulis sama sekali, pindahkan judul ke posisi penulis.

Skripsi, tesis, dan disertasi di repositori

Templat: Nama belakang, Inisial. (Tahun). Judul skripsi [Skripsi, Nama Universitas]. Nama Repositori. URL

Contoh:

Wibowo, D. (2023). Pengaruh media pembelajaran interaktif terhadap minat belajar matematika siswa kelas VII [Skripsi, Universitas Contoh Negeri]. Repositori Universitas Contoh Negeri. https://repository.contoh-univ.example/12345

Catatan:

  • Kata dalam kurung siku diganti sesuai jenis karya: [Skripsi, ...], [Tesis, ...], atau [Disertasi, ...]. Karya yang belum dipublikasikan ditulis [Skripsi tidak dipublikasikan, ...].
  • Untuk skripsi dari repositori kampus, tulis nama repositori sebagai penerbit situsnya.
  • Jangan lupa bahwa skripsi adalah sumber sekunder bagi banyak kajian; dosen pembimbing sering lebih menyukai jurnal. Perbedaan sumber primer dan sekunder dibahas di sumber primer dan sekunder.

Laporan pemerintah atau lembaga

Templat: Nama Lembaga. (Tahun). Judul laporan (Nomor laporan, jika ada). Penerbit jika berbeda dari penulis. URL

Contoh:

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Profil pendidikan nasional 2022 (Laporan Tahunan No. 7). https://www.contoh-kemdik.example/profil-2022

Pemerintah Kabupaten Contoh. (2022). Rencana pembangunan jangka menengah daerah 2022-2026. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. https://www.contoh-kab.example/rpjmd

Catatan:

  • Nama kementerian berganti seiring waktu. Tulis nama lembaga sebagaimana tercantum pada dokumen, bukan nama yang berlaku sekarang.
  • Jika penerbit sama dengan penulis, hilangkan penerbit agar tidak berulang.
  • Undang-undang dan peraturan memiliki format tersendiri; ada panduannya di cara mengutip undang-undang APA 7.

Penulis dengan satu nama (mononim)

Banyak penulis Indonesia hanya memiliki satu nama, misalnya Suryadi atau Hartono. Dalam APA 7, nama tunggal ditulis apa adanya di posisi penulis, tanpa inisial dan tanpa dibalik.

Contoh:

Suryadi. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke-2). Penerbit Contoh Ilmu.

Sitasi dalam teks: (Suryadi, 2019). Untuk penulis dengan dua kata atau lebih tanpa marga, praktik kampus berbeda: sebagian menjadikan kata terakhir sebagai nama belakang, sebagian memakai seluruh nama. Pilih satu aturan dan terapkan ke semua entri, dan di sitasi dalam teks gunakan bagian nama yang sama dengan yang menjadi kunci pengurutan di daftar pustaka.

Dua penulis, tiga penulis, atau lebih

APA 7 memuat hingga 20 penulis dalam daftar pustaka. Di teks, mulai sitasi pertama sumber dengan tiga penulis atau lebih, nama pertama diikuti "dkk." (padanan Indonesia untuk et al.).

Jumlah penulisDaftar pustaka
DuaHartono, B., & Rahmawati, S. (2022). ...
Tiga hingga 20Hartono, B., Rahmawati, S., & Wibowo, D. (2022). ...
Lebih dari 20Tulis 19 penulis pertama, tanda elipsis, lalu penulis terakhir

Pilihan yang bergantung pada kampus: (1) "dan" atau "&" sebelum penulis terakhir; (2) "dkk." atau "et al."; (3) mencantumkan semua penulis di sitasi pertama (pedoman lama) atau langsung "dkk." (APA 7). Contoh lain: sebagian kampus meminta kota penerbit untuk buku. Jangan menebak: buka buku pedoman penulisan fakultas, cari bagian "daftar pustaka", dan ikuti persis.

Kasus khusus yang sering membingungkan

Karya tanpa penulis. Pindahkan judul ke posisi penulis, lalu lanjutkan dengan tahun. Dalam teks, kutip beberapa kata pertama judul dalam tanda petik, misalnya ("Panduan belajar mandiri", 2022). Sebelum memutuskan karya itu tanpa penulis, periksa dulu apakah ada lembaga yang menerbitkannya, karena lembaga bisa menjadi penulis.

Dua karya penulis yang sama pada tahun yang sama. Urutkan menurut judul, lalu beri huruf pada tahun: (Hartono, 2022a) dan (Hartono, 2022b), dengan huruf yang sama di daftar pustaka.

Sumber yang kamu baca dari sumber lain. APA menganjurkan membaca dan mengutip sumber aslinya. Bila tidak mungkin, di teks tulis "(Rahmawati, 2019, dalam Hartono, 2022)" dan masukkan hanya Hartono ke daftar pustaka, karena itulah sumber yang benar-benar kamu baca.

Sumber daring yang berganti alamat. Kalau tautan mati atau pindah, cari versi terbaru, gunakan DOI, atau arsipkan halaman lalu tulis alamat arsipnya bila pedoman kampus mengizinkan. Jangan menulis tautan yang kamu belum pernah buka.

Ejaan dalam judul. Judul sumber ditulis seperti pada aslinya, termasuk bila ejaannya tidak baku. Jangan "membetulkannya" diam-diam; bila perlu beri keterangan [sic] sesuai pedoman. Ejaan kalimatmu sendiri tetap mengikuti EYD Edisi V.

Tabel perbedaan cepat: istilah Inggris dan padanan Indonesia

APA berbahasa InggrisPadanan umum dalam tulisan berbahasa Indonesia
et al.dkk.
p. / pp.hlm.
n.d.t.t. (tanpa tahun)
Ed. / Eds.Ed.
(2nd ed.)(Edisi ke-2)
Trans.Penerj.
Retrieved fromDiambil dari / Diakses dari
InDalam
&& atau dan

Generator Daftar Pustaka memakai kata sambung bahasa Indonesia, yaitu dkk., hlm., dan t.t., ketika kamu bekerja di halaman berbahasa Indonesia. Meski demikian, bentuk yang dipakai kampusmu dapat sedikit berbeda, jadi cocokkan hasilnya.

Contoh daftar pustaka lengkap (campuran sumber)

Berikut contoh urutan entri yang benar, menurut abjad dengan indentasi gantung:

Badan Pusat Statistik. (2023, 15 Februari). Statistik pendidikan Indonesia 2022. https://www.contoh-bps.example/publikasi/pendidikan-2022

Hartono, B., & Rahmawati, S. (2022). Pengaruh kebiasaan membaca terhadap hasil belajar siswa sekolah menengah. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 14(2), 101-118. https://doi.org/10.12345/jpp.v14i2.0000

Rahmawati, S. (2021). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif dan kualitatif (Edisi ke-3). Penerbit Pustaka Nusantara.

Suryadi. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke-2). Penerbit Contoh Ilmu.

Wibowo, D. (2023). Pengaruh media pembelajaran interaktif terhadap minat belajar matematika siswa kelas VII [Skripsi, Universitas Contoh Negeri]. Repositori Universitas Contoh Negeri. https://repository.contoh-univ.example/12345

Perhatikan: lembaga diurutkan menurut huruf pertama namanya ("Badan"), dan dua karya penulis yang sama diurutkan menurut tahun, dari yang terlama.

Kesalahan yang paling sering terjadi

  1. Mengurutkan menurut urutan kemunculan di teks, padahal APA mengurutkan menurut abjad.
  2. Menulis gelar (Prof., Dr., M.Pd.) di nama penulis. Buang gelar.
  3. Memiringkan hal yang salah. Buku: judul dimiringkan. Artikel jurnal: nama jurnal dan volume dimiringkan, judul artikel tidak.
  4. Judul artikel memakai kapital di setiap kata (itu aturan judul jurnal, bukan judul artikel atau buku).
  5. Menulis tautan unduhan PDF sementara alih-alih DOI atau halaman artikel tetap.
  6. Tahun di sitasi tidak sama dengan tahun di daftar.
  7. Daftar pustaka berisi sumber yang tidak pernah dikutip, atau sebaliknya.
  8. Menulis semua nama lengkap padahal APA memakai nama belakang dan inisial.
  9. Mencampur dua gaya, misalnya sebagian entri APA dan sebagian Harvard.
  10. Tidak menyertakan sumber dari AI atau alat sejenis ketika pedoman kampus mengaturnya. Ikuti kebijakan kampus yang berlaku.

Daftar periksa sebelum mengumpulkan

  1. Pedoman kampus atau jurnal sudah dibaca, terutama untuk "dkk.", "dan" atau "&", dan kota penerbit.
  2. Setiap sitasi di teks punya entri, dan sebaliknya.
  3. Entri berurutan abjad dengan indentasi gantung.
  4. Nama penulis berupa nama belakang dan inisial, tanpa gelar.
  5. Judul buku dan nama jurnal dimiringkan sesuai jenis sumbernya.
  6. DOI atau URL ditulis lengkap dan berfungsi saat dibuka.
  7. Tahun, volume, nomor, dan halaman sudah diperiksa terhadap sumber aslinya.
  8. Ejaan judul dan istilah dalam bahasa Indonesia sudah diperiksa.

Memakai AdeptWrite untuk menyusun daftar pustaka

Generator Daftar Pustaka menyusun entri dan sitasi dalam teks dari formulir (jenis sumber, penulis, judul, tahun, wadah, penerbit, volume, nomor, halaman, URL, DOI, tanggal akses). Pilih mode APA 7 untuk gaya yang dibahas di sini. Alat ini berjalan di browser, memakai kata sambung bahasa Indonesia seperti dkk., hlm., dan t.t., dan mendukung juga MLA 9, Chicago, Harvard, dan IEEE. Hasilnya hanya sebaik data yang kamu isi, jadi periksa lagi dan cocokkan dengan pedoman gaya kampusmu sebelum mengumpulkan.

Alat lain yang berguna: Cek Ejaan mencocokkan kata dengan daftar kata baku AdeptWrite (diperiksa terhadap KBBI VI) untuk menemukan typo di judul dan keterangan berbahasa Indonesia, tetapi tidak memeriksa kebenaran data sumber. Bila daftar sumbermu masih satu entri per baris, Urutkan Abjad dapat mengurutkan baris dari A sampai Z; pastikan nama belakang berada di awal tiap baris sebelum mengurutkan. Setelah itu, baca juga cara menghindari plagiarisme, karena sitasi yang benar adalah bagian dari etika menulis.

Coba alatnya

Generator Daftar Pustaka
Buat daftar pustaka dan sitasi dalam teks gaya APA 7, MLA 9, Chicago, Harvard, atau IEEE secara otomatis.
Buka alat
Cek Ejaan & Typo (EYD V)
Temukan typo dan kata tidak baku (dicocokkan dengan KBBI dan EYD V), langsung di browser.
Buka alat
Urutkan Abjad (Sort Lines)
Urutkan baris A–Z, Z–A, atau acak sesuai aturan abjad bahasamu.
Buka alat

Pertanyaan umum

Apakah daftar pustaka APA 7 harus diurutkan menurut abjad?

Ya. Entri diurutkan menurut abjad berdasarkan nama belakang penulis pertama atau nama lembaga, tanpa nomor urut. Jika ada dua karya penulis yang sama, urutkan menurut tahun dari yang terlama. IEEE berbeda: ia memakai nomor menurut urutan kemunculan di teks.

Kapan memakai dkk. dan kapan menulis semua penulis?

Di dalam teks, APA 7 memakai nama penulis pertama diikuti dkk. mulai sumber bertiga atau lebih. Di daftar pustaka, semua penulis hingga 20 orang ditulis. Sebagian kampus punya aturan sendiri, jadi cek buku pedoman fakultasmu lebih dulu.

Bagaimana jika artikel jurnal Indonesia tidak punya DOI?

Tulis URL halaman artikel di situs jurnal atau portal seperti Garuda sebagai pengganti DOI. Pilih alamat yang stabil, bukan tautan unduhan PDF yang bisa kedaluwarsa. Bila artikel punya DOI, DOI selalu didahulukan dan ditulis sebagai tautan https://doi.org/ lengkap.

Apakah Generator Daftar Pustaka menjamin hasil sesuai pedoman kampus?

Tidak. Alat ini menyusun entri APA 7, MLA 9, Chicago, Harvard, atau IEEE dari data yang kamu isi, di browser. Hasilnya perlu kamu cocokkan dengan pedoman gaya kampus atau jurnal, karena sebagian institusi memakai variasi sendiri.

Semua panduan