Apa yang dihitung alat ini?
Alat memecah teks menjadi kata, mengecilkan huruf, lalu menghitung kemunculan tiap kata. Hasilnya tabel dengan tiga kolom: kata, jumlah, dan persentase dari total kata. Alat menghitung kata tunggal, bukan frasa atau kata majemuk dua kata, sehingga "kata baku" dihitung sebagai "kata" dan "baku" secara terpisah.
Apa itu kata tugas dan mengapa disembunyikan?
Kata tugas adalah kata fungsi seperti "yang", "dan", "di", "untuk", dan "dengan". Kata-kata itu paling sering muncul di hampir semua teks, sehingga menutupi kata bermakna. Alat memakai daftar 50 kata fungsi bahasa Indonesia yang umum. Daftar ini ringkas, jadi sebagian kata tugas lain mungkin masih muncul. Matikan opsi bila kamu ingin melihat semuanya.
| Opsi | Efek |
|---|---|
| Kata tugas disembunyikan | Tabel hanya memuat kata bermakna; jumlah yang disembunyikan ditampilkan |
| Kata tugas ditampilkan | Semua kata dihitung |
Cara membaca hasil
Kata yang persentasenya menonjol layak diperiksa. Kata kunci artikel wajar muncul sering, sedangkan kata umum seperti "dapat" atau "merupakan" yang terlalu sering biasanya tanda kalimat bertele-tele. Untuk mengganti kata, buka Sinonim; untuk merapikan kalimat, pakai Perbaiki Kalimat.
Catatan penting
Alat tidak mengenali bentuk dasar, jadi "membaca", "dibaca", dan "bacaan" dihitung terpisah. Tabel menampilkan paling banyak 150 baris. Untuk jumlah kata total, kalimat, dan karakter, buka Penghitung Kata.
Contoh penerapan
Mahasiswa yang menyunting bab pembahasan bisa menempelkan teksnya dan melihat apakah kata seperti "penelitian" atau "dapat" muncul puluhan kali. Penulis artikel bisa memeriksa apakah kata kunci utama muncul wajar. Guru bisa menempelkan teks bacaan untuk melihat kosakata yang paling sering. Gunakan angka sebagai petunjuk, bukan aturan.
Tips menyunting dari hasil frekuensi
Urutkan perhatianmu dari kata teratas. Jika kata yang sama muncul di setiap kalimat, ganti sebagian dengan kata ganti atau sinonim yang tepat konteks. Jangan mengganti istilah teknis atau kata kunci hanya demi variasi, karena konsistensi istilah penting dalam tulisan ilmiah. Pada naskah panjang, periksa per bab agar pola pengulangan lebih terlihat.
Batasan
Frekuensi kata bukan ukuran mutu tulisan. Alat juga tidak membuat awan kata; fitur itu belum tersedia.