Apa yang diperiksa Cek Ejaan?
Cek Ejaan menjalankan tiga jenis pemeriksaan pada teks bahasa Indonesia: pasangan kata baku dan tidak baku, aturan penulisan mekanis, dan penulisan kata depan di serta ke. Semuanya dijalankan di browser, dengan alasan yang bisa kamu baca di setiap temuan.
Kata baku yang paling sering salah
| Tidak baku | Baku | Alasan |
|---|---|---|
| praktek | praktik | Serapan dari practice |
| resiko | risiko | Serapan dari risk |
| analisa | analisis | Akhiran -ysis menjadi -isis |
| apotik | apotek | Serapan dari Belanda apotheek |
| nasehat | nasihat | Serapan dari Arab |
| ijin | izin | Serapan dari Arab, z diserap sebagai z |
| merubah | mengubah | Kata dasarnya ubah |
| silahkan | silakan | Kata dasarnya sila |
| karir | karier | Serapan dari Belanda carrière |
| aktifitas | aktivitas | Akhiran -ity menjadi -itas |
Daftar lengkap dan alasan tiap kata ada di kumpulan entri kata baku kami. Selalu cocokkan keputusan akhir dengan KBBI Daring dan EYD Edisi V.
Di dan ke: kata depan atau awalan?
Kesalahan paling umum di tugas kuliah dan email kantor adalah dimana, disini, atau kesana. Sebagai kata depan, di dan ke ditulis terpisah: di mana, di sini, ke sana. Sebagai awalan pada kata kerja, di tetap rapat: dimakan, dilakukan. Alat ini menandai bentuk kata depan yang salah rapat dan menyarankan pemisahan.
Yang belum dilakukan alat ini
Kami ingin jujur: alat ini tidak memeriksa setiap kata dalam kamus. Typo acak seperti mengerjakna hanya tertangkap jika pola kesalahannya masuk dalam aturan yang ada. Untuk tata bahasa dan kalimat rancu, gunakan Cek Grammar, yang memakai AI dan perlu kamu tinjau hasilnya. Untuk memeriksa satu kata secara khusus, buka Cek Kata Baku KBBI.
Tips sebelum mengumpulkan tulisan
- Jalankan Cek Grammar untuk merapikan kalimat.
- Jalankan Cek Ejaan untuk memastikan kata baku.
- Cek nama diri, singkatan, dan istilah asing secara manual; huruf miring untuk istilah asing tetap perlu kamu atur sendiri.
- Baca keras-keras sekali lagi.
Siapa yang paling terbantu?
Mahasiswa yang menyusun skripsi, pelamar CPNS dan pekerja yang menulis surat dinas, serta guru yang mengoreksi karangan murid sering tersandung pada pasangan kata yang sama. Dengan alasan di setiap temuan, kamu tidak hanya memperbaiki satu kata tetapi juga mengingat kaidahnya untuk tulisan berikutnya.