Parafrase

Apakah Parafrase Termasuk Plagiat? Batasnya dan Contohnya

Tim Editorial AdeptWriteDiperbarui 7 menit baca

Parafrase yang tidak mencantumkan sumber tetap termasuk plagiat, sebab yang dicuri adalah gagasannya, bukan hanya kata-katanya. Parafrase juga bermasalah bila hanya mengganti beberapa kata (patchwriting), meski sumber disebut. Parafrase aman bila gagasan diungkapkan dengan kalimat dan susunan sendiri, maknanya setia pada sumber, dan sitasinya lengkap.

Jawaban singkat: bergantung pada dua hal

Parafrase tidak otomatis plagiat. Parafrase menjadi plagiat dalam dua keadaan:

  1. Sumbernya tidak disebut. Gagasan, data, atau argumen orang lain yang diungkapkan ulang tanpa sitasi tetap dianggap milik orang lain yang diambil tanpa pengakuan.
  2. Hasilnya hanya tambal sulam. Kalimat sumber masih terlihat jelas, hanya beberapa kata diganti sinonim atau urutan klausa dibalik. Istilah dalam bahasa Inggris untuk ini adalah patchwriting. Meski sumbernya dicantumkan, tulisan seperti ini bermasalah karena bentuk kalimatnya masih milik penulis asli.

Parafrase yang aman memenuhi tiga syarat sekaligus: susunan kalimat dan pilihan katanya benar-benar milikmu, maknanya setia pada sumber, dan sumbernya disebut di dalam teks maupun daftar pustaka.

Mengapa "ganti beberapa kata" tidak cukup

Banyak mahasiswa mengira parafrase berarti mengganti kata dengan sinonim. Padahal yang dinilai pembimbing, penguji, dan editor jurnal adalah dua hal: apakah gagasan itu jelas berasal dari orang lain, dan apakah kalimatnya masih menempel pada kalimat asli.

Aturan perguruan tinggi di Indonesia umumnya memandang plagiat lebih luas daripada menyalin kalimat. Rujukan yang berlaku saat ini adalah Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2021 tentang Integritas Akademik dalam Menghasilkan Karya Ilmiah, yang menggantikan Permendiknas Nomor 17 Tahun 2010 tentang pencegahan plagiat. Peraturan itu mencakup menulis ulang karya orang lain tanpa bahasa sendiri walaupun sumber disebut, dan setiap kampus punya peraturan internal yang bisa berbeda dalam rincian dan sanksinya. Buka pedoman akademik kampusmu dan baca versi yang berlaku sekarang, karena tulisan ini tidak menggantikan aturan resmi itu.

Empat contoh bertingkat: dari plagiat sampai aman

Kalimat sumber di bawah ini rekaan untuk latihan, dari buku fiktif karya Hartono (2022, hlm. 41):

"Mahasiswa yang rutin membuat catatan ringkas setelah setiap perkuliahan cenderung lebih mudah mengingat materi saat menjelang ujian."

Tingkat 1: salinan langsung tanpa sitasi

Mahasiswa yang rutin membuat catatan ringkas setelah setiap perkuliahan cenderung lebih mudah mengingat materi saat menjelang ujian.

Ini plagiat paling jelas: kalimat identik, tanpa tanda kutip, tanpa sumber. Perangkat lunak kemiripan akan menandainya.

Tingkat 2: tambal sulam tanpa sitasi

Mahasiswa yang selalu menulis catatan padat sesudah tiap kuliah biasanya lebih gampang mengingat bahan menjelang ujian.

Hanya beberapa kata yang diganti. Kerangka kalimat sama persis, dan sumber tidak disebut. Ini plagiat dua kali: dari sisi gagasan dan dari sisi bentuk.

Tingkat 3: tambal sulam dengan sitasi

Mahasiswa yang selalu menulis catatan padat sesudah tiap kuliah biasanya lebih gampang mengingat bahan menjelang ujian (Hartono, 2022).

Sumber sudah disebut, tetapi kalimatnya masih tambal sulam. Banyak kampus tetap menolak bentuk ini, atau pembimbing akan meminta ditulis ulang. Pilihannya: kutip langsung dengan tanda petik dan nomor halaman, atau parafrase sungguhan seperti tingkat 4.

Tingkat 4: parafrase yang aman

Menurut Hartono (2022), membiasakan diri meringkas isi kuliah segera setelah kelas selesai membantu mahasiswa mengingat materi ketika ujian mendekat.

Struktur kalimat berubah (dari subjek "mahasiswa" ke "membiasakan diri meringkas"), kata-katanya baru, makna tetap, dan sumbernya jelas. Kesimpulan "catatan ringkas membantu mengingat" tetap milik Hartono, maka sitasi wajib ada.

TingkatBentukSitasiPenilaian umum
1Salinan langsungTidak adaPlagiat
2Tambal sulamTidak adaPlagiat
3Tambal sulamAdaBermasalah, biasanya diminta ditulis ulang
4Parafrase sungguhanAdaAman

Bagaimana perangkat lunak kemiripan membaca parafrase

Alat pemeriksa kemiripan, termasuk yang dipakai kampus, pada dasarnya membandingkan urutan kata dalam tulisanmu dengan basis data dan sumber yang dapat diaksesnya, lalu menandai bagian yang sama atau hampir sama. Beberapa hal yang perlu kamu pahami:

  • Tambal sulam gampang terlihat. Kalau sebagian besar urutan kata masih sama dengan sumber, bagian itu cenderung muncul sebagai kecocokan.
  • Parafrase yang baik sering lolos dari alat, tetapi itu bukan izin. Gagasan yang diambil tanpa sitasi tetap pelanggaran etika meskipun tidak ada satu kalimat pun yang cocok. Pembimbing yang membaca literatur bidangnya bisa mengenali gagasan yang diambil.
  • Persentase bukan vonis. Angka kemiripan hanya menunjukkan seberapa banyak teks cocok dengan sumber yang dibandingkan. Kutipan langsung bertanda petik dan daftar pustaka ikut terhitung. Batas persentase yang dianggap wajar ditentukan oleh kampus atau penerbit, jadi tanyakan batas itu kepada pihak yang menilai tulisanmu. Tidak ada angka universal.
  • Setiap alat punya jangkauan sumber berbeda. Skor nol berarti tidak ditemukan kemiripan di sumber yang dicari alat itu, bukan jaminan bahwa tulisanmu asli.

Cek Plagiarisme di AdeptWrite bekerja dengan cara ini. Alat itu mencari kemiripan dengan sumber terbuka seperti Wikipedia dan jurnal akses terbuka, lalu menampilkan daftar sumber yang diperiksa. Teks minimal 30 kata dan maksimal 6.000 karakter per proses. Hanya beberapa frasa pendek yang khas yang dikirim untuk pencarian, bukan seluruh teksmu. Alat ini bukan pengganti perangkat lunak resmi kampus dan tidak memberi jaminan lolos di sana. Gunakan sebagai pemeriksaan awal.

Cara memparafrase yang benar, langkah demi langkah

  1. Pahami dulu. Baca paragraf sumber sampai kamu bisa menjelaskannya secara lisan tanpa melihat teks.
  2. Tutup sumbernya. Tulis ide intinya dengan kata-katamu sendiri dari ingatan, sebagai catatan.
  3. Ubah bentuk, bukan hanya kata. Pecah kalimat panjang, gabungkan kalimat pendek, ubah kalimat aktif ke pasif atau sebaliknya, dan ubah urutan informasi.
  4. Bandingkan dengan aslinya. Pastikan maknanya tetap sama dan tidak ada urutan lima kata atau lebih yang sama kecuali istilah teknis.
  5. Beri sitasi. Cantumkan penulis dan tahun di dalam teks, lalu masukkan sumbernya ke daftar pustaka. Cara menulisnya ada di panduan sitasi untuk parafrase.
  6. Rapikan ejaan. Periksa kata baku menurut KBBI dan EYD Edisi V, misalnya "praktik" dan "analisis", bukan "praktek" dan "analisa".

Parafrase Online AdeptWrite dapat membantu pada langkah 3. Pilih mode Akademik atau Formal, tempel teks sampai 6.000 karakter, dan periksa kata yang disorot hijau sebagai bagian yang berubah. Hasilnya bahan awal, bukan produk akhir: kamu tetap harus membaca ulang, memastikan makna tidak bergeser, dan menambahkan sitasi. Alat parafrase tidak menghapus kewajiban menyebut sumber.

Kasus yang sering membingungkan

Pengetahuan umum

Fakta yang diketahui luas dan dapat ditemukan di banyak sumber, misalnya "Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945", tidak perlu disitasi. Tetapi analisis, data angka, istilah khusus, dan argumen tertentu dari seorang penulis tetap perlu.

Parafrase dari satu sumber sepanjang paragraf

Kalau satu paragraf seluruhnya mengikuti satu sumber, cantumkan sitasi di awal dengan "Menurut Hartono (2022)" dan ulangi sitasi bila paragraf mencakup poin berbeda dari sumber itu. Paragraf yang seluruhnya berupa ringkasan satu sumber biasanya tanda bahwa kamu belum menambahkan analisismu sendiri.

Mengambil dari skripsi atau makalah orang lain

Skripsi, tesis, dan makalah teman kuliah juga karya yang dilindungi etika akademik. Memparafrase tanpa menyebut sumber dari sana sama saja dengan plagiat. Bila kamu memakai skripsi sebagai sumber, cantumkan dengan format skripsi di daftar pustaka.

Terjemahan

Menerjemahkan paragraf dari jurnal berbahasa Inggris lalu menulisnya tanpa sumber tetap plagiat. Terjemahan adalah bentuk parafrase lintas bahasa. Cantumkan sumber aslinya.

Memakai AI untuk menulis ulang

Mengubah teks dengan alat bantu tidak mengubah kewajiban menyebut sumber gagasan. Banyak kampus juga mulai mengatur penggunaan AI dalam tugas, jadi baca ketentuan mata kuliah atau fakultasmu.

Daftar periksa sebelum mengumpulkan

  • Setiap gagasan, data, atau argumen yang bukan milikku punya sitasi.
  • Tidak ada kalimat yang polanya sama dengan sumber hanya dengan beberapa kata diganti.
  • Kutipan langsung memakai tanda petik, dan untuk kutipan lebih dari 40 kata mengikuti format blok kutipan gaya yang dipakai.
  • Daftar pustaka memuat semua sumber yang kusitasi, dan tidak memuat sumber yang tidak kusitasi.
  • Maknanya tidak bergeser dari sumber (tidak melebih-lebihkan atau menyederhanakan klaim).
  • Sudah kuperiksa dengan alat kemiripan, dan setiap bagian yang cocok sudah kupahami sebabnya.
  • Sudah kubaca pedoman integritas akademik kampus atau penerbit tujuan.

Kesalahan umum

KesalahanMengapa bermasalahPerbaikan
Menganggap sinonim sudah cukupKerangka kalimat masih milik penulis asliUbah struktur dan urutan, bukan hanya kata
Menaruh sitasi hanya di daftar pustakaPembaca tidak tahu bagian mana yang dari sumberTambahkan sitasi di dalam teks
Memparafrase tanpa memahamiMakna sering bergeser atau salahJelaskan dulu dengan lisan
Menggabungkan potongan dari banyak sumber tanpa menyebutnyaDisebut mosaik atau plagiat gabunganSitasi setiap potongan
Mengandalkan angka kemiripan rendahAlat hanya melihat kecocokan kata di sumber yang dijangkaunyaTetap sebutkan sumber gagasan

Hubungan dengan panduan lain

Kalau kamu sedang menyusun skripsi, baca juga cara parafrase agar tidak plagiat dan cara menghindari plagiarisme. Untuk memahami definisinya lebih luas, lihat apa itu plagiarisme. Untuk menulis daftar pustaka, lihat cara menulis daftar pustaka APA 7, dan gunakan Generator Daftar Pustaka untuk membuat format awalnya. Hasil generator tetap perlu dicocokkan dengan pedoman gaya kampusmu.

Coba alatnya

Parafrase Online
Tulis ulang kalimat dalam 7 mode: Standar, Formal, Santai, Akademik, Kreatif, Ringkas, Panjangkan.
Buka alat
Cek Plagiarisme
Cari kemiripan teks dengan sumber terbuka seperti Wikipedia dan jurnal akses terbuka, lengkap dengan daftar sumber yang diperiksa.
Buka alat
Generator Daftar Pustaka
Buat daftar pustaka dan sitasi dalam teks gaya APA 7, MLA 9, Chicago, Harvard, atau IEEE secara otomatis.
Buka alat

Pertanyaan umum

Apakah memparafrase dengan sitasi masih bisa disebut plagiat?

Bisa, bila hasilnya hanya tambal sulam: kalimat sumber masih terlihat dan hanya beberapa kata diganti. Sitasi menyelesaikan masalah pengakuan gagasan, tetapi bentuk kalimat tetap harus milikmu. Jika sulit diubah, kutip langsung dengan tanda petik dan nomor halaman.

Berapa persen kemiripan yang dianggap aman?

Tidak ada angka universal. Batasnya ditetapkan oleh kampus, fakultas, atau penerbit jurnal, dan angka itu hanya petunjuk, bukan vonis. Tanyakan kebijakan pihak yang menilai tulisanmu. Perhatikan juga bahwa kutipan langsung dan daftar pustaka ikut terhitung dalam kemiripan.

Apakah gagasan yang diparafrase tanpa satu kalimat pun sama tetap harus disitasi?

Ya. Sitasi diperlukan untuk gagasan, data, dan argumen, bukan hanya untuk kalimat. Meski perangkat lunak tidak menemukan kecocokan kata, mengambil gagasan orang lain tanpa menyebut sumbernya tetap pelanggaran etika akademik menurut pedoman integritas kampus.

Apakah alat parafrase online membuat tulisan bebas plagiat?

Tidak. Alat parafrase menyusun ulang kalimat, tetapi kewajiban menyebut sumber tetap ada, dan hasilnya perlu kamu baca ulang untuk memastikan makna tidak bergeser. Pakai sebagai bahan awal, tambahkan sitasi, lalu periksa kemiripannya sebagai pemeriksaan tambahan.

Semua panduan