Parafrase

Cara Parafrase Paragraf Langkah demi Langkah (dengan Contoh)

Tim Editorial AdeptWriteDiperbarui 8 menit baca

Untuk memparafrase paragraf, temukan kalimat utama dan kalimat penjelasnya, tutup sumbernya, lalu tulis ulang gagasannya dari catatan poin dengan susunan kalimatmu sendiri. Sesudah itu periksa makna, istilah, dan kata baku, lalu cantumkan sitasi. Mengganti sinonim saja tidak cukup. Alat parafrase boleh jadi bahan awal, tetapi keputusan akhir ada di tanganmu.

Jawaban singkat: enam langkah

Parafrase paragraf yang benar bukan mengganti kata satu per satu, melainkan memahami gagasannya lalu menuliskannya kembali dengan susunanmu sendiri. Urutan kerjanya:

  1. Baca sampai paham, lalu cari kalimat utama dan kalimat penjelas.
  2. Catat gagasan dalam poin pendek dengan kata-katamu sendiri.
  3. Tutup sumbernya, lalu tulis paragraf baru dari catatan itu.
  4. Cocokkan dengan sumber: apakah makna, angka, dan tingkat kepastiannya tetap sama?
  5. Rapikan bahasa: kata baku, istilah teknis, tanda baca, dan kata sambung.
  6. Cantumkan sitasi di teks dan di daftar pustaka.

Sisanya di panduan ini adalah satu contoh lengkap yang bisa kamu tiru, termasuk cara memakai mode Standar dan Akademik di Parafrase Online sebagai pembanding, bukan pengganti proses berpikirmu. Semua sumber dan nama penulis di sini rekaan untuk latihan.

Paragraf sumber untuk latihan

Anggap kamu sedang menulis bab kajian pustaka tentang minat baca, dan menemukan paragraf ini dalam sebuah buku (Wulandari, 2021, rekaan):

Kebiasaan membaca di kalangan pelajar dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah ketersediaan bahan bacaan di rumah dan di sekolah. Selain itu, dorongan dari orang tua dan guru juga berperan penting. Tanpa dukungan tersebut, minat baca anak cenderung menurun seiring bertambahnya usia.

Langkah 1: temukan kalimat utama dan kalimat penjelas

Paragraf yang baik punya satu gagasan pokok. Kalimat utama memuat gagasan itu, kalimat penjelas mengembangkannya dengan alasan, contoh, atau data.

KalimatPeranIsi
1Kalimat utamaKebiasaan membaca pelajar dipengaruhi banyak faktor
2PenjelasFaktor pertama: bahan bacaan tersedia di rumah dan sekolah
3PenjelasFaktor lain: dorongan orang tua dan guru
4Penjelas (akibat)Tanpa dukungan, minat baca cenderung turun seiring usia

Di sini kalimat utama berada di awal (paragraf deduktif). Kalau kalimat utama ada di akhir atau tersebar, tandai dulu sebelum menulis ulang. Kalau ini masih membingungkan, baca panduan kalimat utama.

Perhatikan juga tingkat kepastian. Sumber berkata "banyak faktor" dan "salah satunya", bukan "satu-satunya". Kata seperti "cenderung" menandakan kecenderungan, bukan hukum pasti. Parafrase yang menghapus kata-kata penahan seperti ini mengubah makna.

Langkah 2: buat catatan poin

Tulis gagasan sebagai poin pendek, tanpa menyalin kalimat sumber:

  • faktor yang memengaruhi kebiasaan baca pelajar: banyak
  • salah satunya: buku dan bacaan tersedia di rumah dan sekolah
  • faktor lain: orang tua dan guru mendorong
  • kalau dukungan tidak ada: minat baca cenderung turun saat anak bertambah usia

Catatan ini yang menjadi bahan tulisanmu. Karena kamu menulis dari poin, struktur kalimat sumber tidak ikut terbawa.

Langkah 3: tulis ulang dengan sumber tertutup

Tutup bukunya (atau jendela PDF-nya), lalu susun paragraf dari catatan. Boleh mengubah urutan, menggabungkan kalimat, atau membuka dengan sudut yang berbeda.

Contoh hasil yang terlalu dekat dengan sumber (patchwriting):

Kebiasaan membaca di kalangan siswa dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Satu di antaranya adalah tersedianya bahan bacaan di rumah dan di sekolah. Di samping itu, dorongan dari orang tua dan guru juga berperan penting. Tanpa dukungan itu, minat baca anak cenderung menurun seiring bertambahnya usia.

Hanya beberapa kata diganti (pelajar → siswa, banyak → sejumlah, selain itu → di samping itu, tersebut → itu, dan sebagainya). Urutan dan bentuk kalimat identik. Pemeriksa kemiripan maupun dosen pembimbing akan langsung melihatnya, dan meskipun sumber disebut, banyak pedoman kampus menganggap ini parafrase yang gagal. Pembahasan batasnya ada di apakah parafrase termasuk plagiat.

Contoh hasil dari catatan poin:

Wulandari (2021) menjelaskan bahwa kebiasaan membaca pelajar terbentuk oleh banyak hal, di antaranya tersedianya buku di rumah dan sekolah serta dorongan dari orang tua dan guru. Bila dukungan itu tidak ada, minat baca anak cenderung berkurang ketika usianya bertambah.

Perbedaannya: empat kalimat menjadi dua, gagasan dikelompokkan dengan "di antaranya... serta...", sumber disebut di awal, dan kata penahan ("banyak hal", "di antaranya", "cenderung") tetap ada.

Langkah 4: cocokkan dengan sumber

Letakkan hasilmu di samping sumber dan periksa lima hal:

PeriksaPertanyaanHasil pada contoh
MaknaApakah klaimnya sama?Ya, tidak ada klaim baru
CakupanApakah "salah satunya" berubah menjadi "satu-satunya"?Tidak, tetap "di antaranya"
Angka dan namaApakah data, tahun, dan istilah tetap sama?Tidak ada angka; nama dan tahun sesuai
KepastianApakah "cenderung" tetap "cenderung"?Ya
KemiripanAdakah rangkaian lima sampai enam kata berurutan yang sama persis?Tidak ada

Kalau ada rangkaian kata yang sama persis dan memang tidak bisa diganti, misalnya nama lembaga atau istilah teknis, itu wajar. Kalau kalimat panjang dari sumber terpaksa kamu pertahankan, ubah menjadi kutipan langsung dengan tanda petik dan nomor halaman.

Langkah 5: pakai alat parafrase sebagai pembanding

Bagian ini opsional, tetapi berguna kalau kamu buntu. Tempel paragraf sumber ke Parafrase Online dan jalankan dua mode secara bergantian. Berikut gambaran hasil yang masuk akal; ini ilustrasi, bukan keluaran pasti, karena hasil AI bisa berbeda tiap proses.

Mode Standar cenderung mengganti kata dan merapikan susunan:

Banyak faktor memengaruhi kebiasaan membaca pelajar. Salah satunya ialah adanya bahan bacaan di rumah dan sekolah. Dukungan orang tua dan guru pun sangat berpengaruh. Tanpa dukungan itu, minat baca anak cenderung menurun seiring pertambahan usia.

Mode Akademik cenderung memakai diksi ilmiah dan kalimat yang lebih objektif:

Kebiasaan membaca pada pelajar dipengaruhi berbagai faktor, antara lain ketersediaan bahan bacaan di lingkungan rumah dan sekolah serta dukungan orang tua dan guru. Ketiadaan dukungan tersebut cenderung menurunkan minat baca seiring bertambahnya usia.

Cara membacanya:

  • Mode Standar di atas masih mengikuti urutan empat kalimat sumber. Sebagai bahan awal boleh, sebagai hasil akhir belum cukup: kamu perlu menyusun ulang sendiri.
  • Mode Akademik lebih jauh dari sumber (menggabungkan kalimat, "antara lain", "ketiadaan"), tetapi periksa apakah nuansa "salah satunya" tetap terjaga. Di contoh ini "antara lain" menjaganya.
  • Kata yang diganti ditandai di hasil, jadi kamu bisa memeriksanya satu per satu. Klik kata untuk melihat sinonim lain.
  • Alat tidak tahu sumbermu dan tidak menambahkan sitasi. Teks di kolom input diproses di server AI untuk menghasilkan tulisan; baca kebijakan privasi sebelum menempelkan teks yang rahasia.

Panjang teks yang bisa diproses sekali jalan tertera di halaman alat dan bergantung pada paket. Paragraf biasa muat dengan nyaman. Untuk bab yang panjang, kerjakan paragraf demi paragraf, sambil memeriksa makna per paragraf.

Langkah 6: rapikan bahasa dan tambahkan sitasi

Setelah isi benar, periksa bentuk tulisannya dengan kaidah bahasa Indonesia:

  • Kata baku. Cek kata ke KBBI atau pakai Cek Kata Baku KBBI. Contoh yang sering lolos: memengaruhi (bukan mempengaruhi), praktik (bukan praktek), analisis (bukan analisa), risiko (bukan resiko), aktif (bukan aktip).
  • Ejaan dan tanda baca. Rujukannya Ejaan Bahasa Indonesia (EYD Edisi V). Cek Ejaan mencocokkan teks dengan data kata baku langsung di browser. Alat ini membantu menemukan kata tidak baku dan salah ketik, tetapi tidak menilai apakah kalimatmu efektif.
  • Istilah teknis. Jangan mengganti istilah yang punya makna baku dengan sinonim. "Variabel bebas" tidak sama dengan "peubah mandiri" bagi pembimbing yang meminta istilah tertentu. "Hipotesis", "populasi", atau "sampel" dibiarkan apa adanya.
  • Kata sambung. Karena kalimat digabung, pastikan hubungan antarkalimat jelas: "sehingga", "bila", "serta". Lihat kata penghubung antarkalimat.
  • Sitasi. Dalam APA 7, tulis (Wulandari, 2021) atau Wulandari (2021) di dalam teks, lalu lengkapi daftar pustaka. Aturannya ada di cara menulis sitasi parafrase, dan Generator Daftar Pustaka membantu menyusun entrinya. Kampus punya pedoman sendiri, jadi cocokkan dengan buku panduan jurusanmu.

Versi akhir paragraf contoh, sudah memakai sitasi:

Menurut Wulandari (2021), kebiasaan membaca pelajar terbentuk oleh banyak hal, di antaranya tersedianya buku di rumah dan sekolah serta dorongan dari orang tua dan guru. Bila dukungan itu tidak ada, minat baca anak cenderung berkurang ketika usianya bertambah.

Daftar periksa sebelum paragraf dikirim

  • Aku bisa menjelaskan isi paragraf ini tanpa melihat sumber.
  • Susunan kalimatku berbeda dari sumber, bukan hanya kata-katanya.
  • Tidak ada klaim, angka, atau kata "pasti" yang ditambahkan.
  • Kata-kata penahan seperti "cenderung" dan "salah satunya" tetap terjaga.
  • Istilah teknis tidak diganti sinonim.
  • Semua kata baku sesuai KBBI dan tanda baca sesuai EYD V.
  • Sitasi ada di dalam teks dan di daftar pustaka.
  • Bila menggunakan alat parafrase, hasilnya sudah kubaca dan kuedit sendiri.

Kesalahan yang sering terjadi

KesalahanAkibatPerbaikan
Menyalin kalimat, hanya mengganti sinonimTetap terdeteksi mirip; dianggap patchwritingTulis dari catatan poin, ubah susunan
Menghapus kata penahan ("cenderung", "sebagian")Klaim menjadi lebih kuat dari sumberPertahankan tingkat kepastian
Mengganti istilah teknisMakna bergeser, pembimbing menolakBiarkan istilah baku, jelaskan sekali
Menempel hasil alat tanpa dibacaKalimat janggal atau makna melesetBaca per kalimat dan bandingkan dengan sumber
Lupa sitasi karena merasa "sudah kutulis ulang"Gagasan tetap milik orang lainSitasi di setiap parafrase
Memparafrase terjemahan tanpa menyebut sumber asliSumber tidak jelasSebut karya asli dan penerjemahnya sesuai pedoman

Setelah selesai: cek kemiripan dengan hati-hati

Banyak kampus meminta laporan kemiripan dari perangkat tertentu. Cek Plagiarisme AdeptWrite memberi perkiraan kemiripan dengan sumber terbuka (dan web pada paket tertentu), tetapi skor rendah tidak membuktikan tulisanmu orisinal, dan skor tinggi tidak otomatis berarti plagiat. Batas kemiripan yang diterima ditentukan kampus atau jurnalmu, jadi tanyakan ke pembimbing alih-alih mengejar angka tertentu. Panduan yang lebih luas ada di cara parafrase agar tidak plagiat.

Aturan kampus, jurnal, dan edisi pedoman sitasi bisa berubah, sehingga yang berlaku adalah versi terbaru dari lembaga yang menerbitkannya.

Coba alatnya

Parafrase Online
Tulis ulang kalimat dalam 7 mode: Standar, Formal, Santai, Akademik, Kreatif, Ringkas, Panjangkan.
Buka alat
Cek Ejaan & Typo (EYD V)
Temukan typo dan kata tidak baku (dicocokkan dengan KBBI dan EYD V), langsung di browser.
Buka alat
Cek Kata Baku KBBI
Cek apakah sebuah kata baku: bentuk baku yang dicocokkan dengan KBBI, saran ejaan, dan definisi dari Wiktionary.
Buka alat
Cek Plagiarisme
Cari kemiripan teks dengan sumber terbuka seperti Wikipedia dan jurnal akses terbuka, lengkap dengan daftar sumber yang diperiksa.
Buka alat
Generator Daftar Pustaka
Buat daftar pustaka dan sitasi dalam teks gaya APA 7, MLA 9, Chicago, Harvard, atau IEEE secara otomatis.
Buka alat

Pertanyaan umum

Berapa kata yang harus diubah agar paragraf dianggap parafrase?

Tidak ada angka persentase yang berlaku umum. Yang dinilai adalah apakah susunan kalimat dan cara mengungkapkannya benar-benar milikmu, maknanya setia pada sumber, dan sumbernya disebut. Mengganti sepuluh kata dengan sinonim pada kalimat yang strukturnya sama tetap bermasalah. Tanyakan batas kemiripan ke kampusmu.

Bolehkah memparafrase paragraf langsung dengan alat tanpa menulis ulang?

Sebagai bahan awal boleh, tetapi jangan jadikan hasil akhir. Baca hasilnya, periksa makna dan istilah, ubah susunan yang masih mengikuti sumber, dan tetap cantumkan sitasi. Alat tidak mengetahui sumbermu dan bisa menggeser makna, sehingga tanggung jawab tetap ada padamu sebagai penulis.

Apakah paragraf hasil parafrase tetap perlu sitasi?

Ya. Parafrase mengubah kata-katanya, bukan asal gagasannya. Dalam APA 7, tulis nama belakang penulis dan tahun, misalnya (Wulandari, 2021), lalu masukkan sumber ke daftar pustaka. Nomor halaman tidak wajib untuk parafrase, tetapi sebagian kampus memintanya, jadi ikuti pedoman jurusan.

Apa bedanya parafrase dan ringkasan dalam mengerjakan paragraf?

Parafrase mengungkapkan ulang seluruh gagasan dengan panjang yang kurang lebih sama, sedangkan ringkasan memadatkan hanya inti gagasan sehingga jauh lebih pendek. Keduanya tetap memerlukan sitasi. Kalau kamu hanya butuh intinya, ringkas dulu, lalu parafrase bagian yang ingin dijelaskan lebih rinci.

Semua panduan