Ejaan & tata bahasa

Kalimat Rancu (Kontaminasi): Contoh dan Cara Memperbaikinya

Tim Editorial AdeptWriteDiperbarui 7 menit baca

Kalimat rancu adalah kalimat yang susunan atau pilihan katanya kacau sehingga maknanya kabur atau salah dibaca. Penyebab paling sering ada tiga: kontaminasi (dua bentuk benar bercampur, misalnya diperlebarkan), makna ganda, dan logika terbalik. Perbaikannya adalah memilih satu bentuk, menata ulang unsur kalimat, dan membaca ulang dengan mata pembaca.

Jawaban singkat: apa itu kalimat rancu?

Kalimat rancu adalah kalimat yang membuat pembaca ragu akan maksudnya. Kata rancu dalam KBBI berarti kacau atau tidak teratur. Kekacauan itu bisa berada di tingkat kata (dua bentuk bercampur menjadi satu bentuk yang tidak ada), di tingkat susunan (unsur kalimat bertukar tempat atau berebut peran), atau di tingkat makna (kalimat bisa ditafsirkan dua arah, atau isinya tidak masuk akal).

Salah satu jenis yang paling terkenal adalah kontaminasi, yaitu percampuran dua bentuk yang masing-masing sebenarnya benar. Contohnya diperlebarkan, yang lahir dari diperlebar dan dilebarkan. Pembaca biasanya tetap menangkap maksudnya, tetapi bentuk itu tidak baku dan terasa janggal dalam skripsi, surat dinas, atau berita.

Semua contoh di halaman ini rekaan untuk latihan. Ejaan dan pilihan kata mengikuti EYD Edisi V (2022) dan KBBI VI daring dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen. Jika kamu hanya ingin merapikan satu kalimat sekarang, tempel ke Perbaiki Kalimat dan baca bagian akhir halaman ini tentang cara memakainya dengan benar.

Empat jenis kalimat rancu

JenisCiriContoh singkat
KontaminasiDua bentuk benar menyatu menjadi bentuk salahdiperlebarkan, mengenyampingkan
Pengulangan maknaDua bentuk yang bermakna sama ditumpukberulang kali-kali, saling pukul-memukul
Makna gandaKalimat bisa dibaca dengan dua tafsiranKakak ibu yang sakit itu datang.
Logika terbalikSebab, pelaku, atau urutan tidak masuk akalDengan membaca buku, waktu libur dihabiskan.

Jenis 1: Kontaminasi bentuk kata

Kontaminasi terjadi karena penulis ragu di antara dua bentuk yang sama-sama dikenalnya, lalu mengambil sebagian dari masing-masing. Karena kedua bentuk asalnya benar, kesalahan ini sulit tertangkap oleh telinga.

Bentuk rancuSumber percampuranBentuk yang benar
diperlebarkandiperlebar + dilebarkandiperlebar atau dilebarkan
diperkecilkandiperkecil + dikecilkandiperkecil atau dikecilkan
mengenyampingkanmengesampingkan + menyampingkanmengesampingkan atau menyampingkan
menyebabkan terjadinyamenyebabkan + mengakibatkan terjadinyamenyebabkan banjir; atau mengakibatkan banjir
agar supayaagar + supayaagar atau supaya
adalah merupakanadalah + merupakanadalah atau merupakan
terlalu amatterlalu + amatterlalu atau amat

Contoh dalam kalimat:

  • Rancu: Jalan menuju pasar akan diperlebarkan tahun depan.
  • Benar: Jalan menuju pasar akan diperlebar tahun depan. (atau: akan dilebarkan)
  • Rancu: Pengurus mengenyampingkan usulan anggota baru.
  • Benar: Pengurus mengesampingkan usulan anggota baru.
  • Rancu: Ia belajar keras agar supaya lulus ujian masuk universitas.
  • Benar: Ia belajar keras agar lulus ujian masuk universitas.

Perhatikan bahwa diperlebar dan dilebarkan sama-sama sah. Bedanya halus: awalan memper- cenderung menekankan "membuat lebih lebar dari sebelumnya", sedangkan me-...-kan (di sini dilebarkan) lebih umum dan netral. Pilih salah satu dan jangan gabungkan. Jika ragu apakah suatu bentuk ada, periksa di KBBI daring atau ketik kata itu ke Cek Kata Baku KBBI.

Jenis 2: Pengulangan makna dalam satu bentuk

Pada jenis ini penulis menumpuk dua cara untuk menyatakan hal yang sama. Satu cara sudah cukup. Sebagian orang menyebutnya kontaminasi juga, sebagian lagi menyebutnya pleonasme (lihat pleonasme).

Bentuk rancuMasalahPerbaikan
berulang kali-kaliberulang-ulang + berkali-kaliberulang-ulang atau berkali-kali
saling pukul-memukulsaling memukul + pukul-memukulsaling memukul atau pukul-memukul
saling tolong-menolongsaling menolong + tolong-menolongsaling menolong atau tolong-menolong
para hadirin sekalianjamak gandahadirin atau para tamu
naik ke atas, turun ke bawaharah sudah terkandung dalam kata kerjanaik, turun
kembali lagikembali sudah berarti balikkembali, atau datang lagi

Contoh dalam kalimat:

  • Rancu: Kedua kelompok suporter itu saling pukul-memukul di luar stadion.
  • Benar: Kedua kelompok suporter itu saling memukul di luar stadion.
  • Rancu: Panitia sudah menghubungi pemateri berulang kali-kali, tetapi belum ada jawaban.
  • Benar: Panitia sudah menghubungi pemateri berkali-kali, tetapi belum ada jawaban.

Kata ulang berimbuhan seperti tolong-menolong sudah mengandung makna timbal balik. Karena itu kata saling di depannya berlebihan.

Jenis 3: Kalimat bermakna ganda

Di sini kata-katanya benar semua, tetapi susunannya mengizinkan dua tafsiran. Ini berbahaya di surat dinas, perjanjian, dan soal ujian, karena pembaca bisa mengambil makna yang tidak dimaksud.

Kalimat rancuTafsiranPerbaikan
Kakak ibu yang sakit itu datang.Kakak yang sakit, atau ibu yang sakit?Kakak yang sedang sakit itu datang menjenguk ibu. / Kakak dari ibu yang sedang sakit itu datang.
Guru SD yang pandai itu menulis buku pelajaran.Gurunya atau SD-nya?Guru yang pandai di sekolah dasar itu menulis buku pelajaran.
Mahasiswa dan dosen fakultas hukum menerima penghargaan.Hanya dosen atau juga mahasiswa fakultas hukum?Dosen fakultas hukum dan mahasiswa menerima penghargaan. (atau tulis lengkap)
Anak itu memukul adiknya dengan tongkat yang menangis.Siapa yang menangis?Anak itu memukul adiknya yang menangis dengan tongkat.

Kunci memperbaikinya adalah merapatkan keterangan dengan kata yang diterangkannya. Dalam contoh terakhir, anak kalimat yang menangis menempel pada tongkat karena letaknya, padahal maksudnya adik. Pindahkan ke sebelah adiknya, dan kalimat langsung jelas.

Jenis 4: Logika terbalik dan subjek yang salah

Kalimat jenis ini terbaca lancar tetapi isinya tidak masuk akal. Penyebab utamanya adalah subjek yang tidak cocok dengan predikat, terutama pada kalimat yang dibuka dengan frasa dengan atau setelah.

  • Rancu: Dengan membaca buku, waktu libur dihabiskan oleh Rina.
  • Benar: Dengan membaca buku, Rina menghabiskan waktu liburnya.
  • Rancu: Setelah melihat hasil ujian, nilai Bayu ternyata paling tinggi.
  • Benar: Setelah melihat hasil ujian, Bayu mendapati nilainya paling tinggi.

Dalam contoh kedua, yang melihat hasil ujian jelas Bayu, bukan nilai. Kalimat awal menjadikan nilai pelaku yang melihat. Aturan praktisnya: pelaku di anak kalimat pembuka harus sama dengan subjek di induk kalimat.

Masalah serupa muncul pada kalimat tanpa subjek karena kata depan, misalnya Dalam rapat itu memutuskan anggaran baru. Pola ini dibahas lengkap di contoh kalimat efektif dan tidak efektif.

Kenapa kalimat rancu begitu sering muncul?

Ada beberapa pemicu yang bisa dikenali:

  1. Menulis sambil berpikir. Kalimat dimulai sebelum idenya selesai, sehingga di tengah jalan penulis berganti struktur.
  2. Takut salah memilih bentuk. Penulis mencampur dua bentuk "demi aman", misalnya agar supaya.
  3. Meniru bahasa lisan. Dalam percakapan, penekanan dan jeda membantu pendengar. Di tulisan, penekanan itu hilang.
  4. Kalimat terlalu panjang. Makin banyak anak kalimat, makin besar peluang unsur bertabrakan.
  5. Terjemahan harfiah. Susunan bahasa Inggris dipindah mentah ke bahasa Indonesia, misalnya Hal ini adalah sesuatu yang menjadi penting untuk dilakukan.

Daftar periksa: menyunting kalimat rancu langkah demi langkah

  1. Baca kalimat dengan suara pelan. Bagian tempat kamu tersandung biasanya titik masalahnya.
  2. Tandai subjek dan predikat. Jika salah satunya tidak bisa kamu tunjuk, kalimat belum utuh.
  3. Cari pasangan kata yang mirip artinya (agar supaya, adalah merupakan, saling tolong-menolong). Hapus salah satu.
  4. Cari awalan dan akhiran yang menumpuk (memper-...-kan, di-...-kan pada kata yang sama). Cocokkan dengan KBBI.
  5. Cari keterangan yang jauh dari kata yang diterangkannya. Dekatkan.
  6. Tanyakan: "Adakah cara kedua untuk membaca kalimat ini?" Jika ada, tulis ulang.
  7. Pastikan pelaku di kalimat pembuka sama dengan subjek induk kalimat.
  8. Kalau kalimat masih berat, pecah menjadi dua. Satu kalimat boleh panjang, tetapi satu gagasan satu kalimat lebih aman.

Latihan: temukan dan perbaiki

Coba perbaiki dulu sebelum melihat kunci.

  1. Pemerintah desa akan memperbesarkan balai warga.
  2. Para peserta rapat sekalian dimohon mengisi daftar hadir.
  3. Karyawan baru itu sering bertanya kepada kakak sepupu atasan yang cerewet.
  4. Dengan memakai aplikasi itu, pesanan pelanggan dikirim oleh kurir lebih cepat.

Kunci (salah satu jawaban yang mungkin):

  1. Pemerintah desa akan memperbesar balai warga.
  2. Para peserta rapat dimohon mengisi daftar hadir. (atau: Peserta rapat sekalian dimohon ...)
  3. Tentukan dulu siapa yang cerewet, lalu tulis tanpa tafsiran ganda. Jika kakak sepupunya: Karyawan baru itu sering bertanya kepada kakak sepupu atasannya. Kakak sepupu itu orangnya cerewet. Jika atasannya: Atasan yang cerewet itu punya kakak sepupu, dan karyawan baru sering bertanya kepadanya.
  4. Dengan memakai aplikasi itu, kurir mengirim pesanan pelanggan lebih cepat.

Memakai alat AdeptWrite untuk menyunting kalimat rancu

Alat berikut membantu sebagai pembanding. Penilaian akhir tetap di tanganmu sebagai penulis.

  • Perbaiki Kalimat merapikan kalimat yang kaku, rancu, atau berbelit. Tersedia mode Standar dan Formal. Tempel satu kalimat rancu, lalu bandingkan hasilnya dengan daftar periksa di atas. Hasilnya berupa saran tulis ulang, jadi periksa apakah maknanya masih sesuai dengan yang kamu maksud.
  • Cek Grammar memeriksa tata bahasa, ejaan, dan tanda baca. Untuk bahasa Indonesia, acuannya EYD Edisi V. Alat ini tidak menjamin bahwa kalimat bebas dari kerancuan makna.
  • Cek Ejaan berjalan di browser dan mencocokkan kata dengan KBBI dan EYD V. Ia membantu menangkap kata tidak baku, tetapi bukan struktur kalimat.

Alur yang masuk akal untuk skripsi atau laporan: tulis dulu draf utuh, tandai kalimat yang terasa berat, perbaiki dengan daftar periksa, lalu pakai alat sebagai pembanding terakhir. Teks yang kamu tempel dibatasi 6.000 karakter per proses, jadi untuk dokumen panjang kerjakan per bagian.

Kesalahan umum saat memperbaiki

  • Menghapus kata tanpa memeriksa makna. Setelah membuang kata berlebih, baca ulang agar kalimat tidak kehilangan informasi.
  • Menganggap panjang sama dengan rancu. Kalimat panjang yang tertata tetap efektif.
  • Mengganti kata sulit dengan kata yang lebih sulit. Tujuan menyunting adalah kejelasan, bukan kesan akademis.
  • Mengandalkan satu rujukan. Untuk bentuk kata, cek KBBI VI daring; untuk aturan ejaan dan tanda baca, rujuk EYD Edisi V.

Topik terkait yang sering muncul bersamaan: kata penghubung antarkalimat untuk menyambung gagasan tanpa menumpuk konjungsi, dan daftar kata baku dan tidak baku untuk memastikan bentuk kata yang kamu pilih benar.

Coba alatnya

Perbaiki Kalimat
Rapikan kalimat yang kaku, rancu, atau berbelit.
Buka alat
Cek Grammar Bahasa Indonesia
Periksa tata bahasa, ejaan, dan tanda baca: bahasa Indonesia sesuai EYD Edisi V, juga bahasa Inggris dan bahasa lain.
Buka alat
Cek Ejaan & Typo (EYD V)
Temukan typo dan kata tidak baku (dicocokkan dengan KBBI dan EYD V), langsung di browser.
Buka alat
Cek Kata Baku KBBI
Cek apakah sebuah kata baku: bentuk baku yang dicocokkan dengan KBBI, saran ejaan, dan definisi dari Wiktionary.
Buka alat

Pertanyaan umum

Apa bedanya kalimat rancu dengan kalimat tidak efektif?

Kalimat tidak efektif adalah istilah yang lebih luas: semua kalimat yang gagal menyampaikan maksud secara tepat, termasuk yang bertele-tele. Kalimat rancu merujuk pada kekacauan bentuk, susunan, atau makna, seperti kontaminasi dan makna ganda. Kalimat rancu pasti tidak efektif, tetapi tidak semua kalimat tidak efektif itu rancu.

Apa yang dimaksud kontaminasi dalam bahasa Indonesia?

Kontaminasi adalah percampuran dua bentuk yang masing-masing benar sehingga menghasilkan bentuk yang salah, misalnya diperlebarkan dari diperlebar dan dilebarkan. Cara memperbaikinya sederhana: pilih salah satu bentuk asal dan buang yang lain. Bila ragu, cek keberadaan bentuk itu di KBBI daring.

Apakah "agar supaya" termasuk kalimat rancu?

Ya, umumnya dianggap kontaminasi atau pleonasme karena agar dan supaya bermakna sama. Cukup pakai salah satu: "agar lulus" atau "supaya lulus". Hal yang sama berlaku untuk "adalah merupakan" dan "terlalu amat". Dalam tulisan formal seperti skripsi, bentuk ganda ini sebaiknya dihindari.

Bisakah Perbaiki Kalimat menjamin kalimat saya tidak rancu?

Tidak ada alat yang bisa menjamin. Perbaiki Kalimat menawarkan tulis ulang dalam mode Standar atau Formal, dan hasilnya perlu kamu periksa agar maknanya tetap sesuai maksudmu. Anggap hasilnya sebagai pembanding, lalu putuskan sendiri dengan daftar periksa di halaman ini.

Semua panduan