50+ Contoh Kalimat Efektif dan Tidak Efektif (Lengkap dengan Perbaikannya)
Kalimat efektif adalah kalimat yang pesannya sampai ke pembaca tepat seperti yang dimaksud penulis. Ia memenuhi lima syarat: kesatuan, kepaduan, kesejajaran, kehematan, dan kelogisan. Halaman ini memuat puluhan pasangan kalimat tidak efektif dan perbaikannya dari skripsi, surat dinas, dan berita, ditambah daftar periksa untuk menyunting tulisanmu sendiri.
Jawaban singkat: apa itu kalimat efektif?
Kalimat efektif adalah kalimat yang mampu menyampaikan gagasan penulis secara tepat, sehingga pembaca menangkap maksud yang sama tanpa harus menebak. Dalam pelajaran bahasa Indonesia, kalimat efektif dinilai dengan lima syarat:
- Kesatuan: satu kalimat memuat satu gagasan pokok dengan unsur yang lengkap (subjek dan predikat jelas).
- Kepaduan: unsur-unsur kalimat saling berkaitan, tidak berantakan, dan tidak ada kata yang menggantung.
- Kesejajaran: gagasan yang setara ditulis dengan bentuk kata yang setara.
- Kehematan: tidak ada kata yang berlebihan, tetapi makna tidak berkurang.
- Kelogisan: isi kalimat masuk akal dan sesuai dengan penalaran.
Sebagian buku ajar menambahkan syarat lain seperti ketegasan, variasi, dan kecermatan. Untuk keperluan menyunting skripsi, surat dinas, dan berita, kelima syarat di atas sudah cukup untuk menangkap sebagian besar kesalahan. Semua kalimat contoh di halaman ini rekaan untuk latihan. Ejaan dan pilihan kata mengikuti EYD Edisi V (2022) dan KBBI VI daring yang diterbitkan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen.
Kalau kamu hanya ingin memeriksa satu kalimat sekarang, salin ke Perbaiki Kalimat, lalu bandingkan hasilnya dengan syarat di bawah. Cara memakainya dijelaskan di bagian akhir.
Ringkasan lima syarat dalam satu tabel
| Syarat | Pertanyaan pemeriksa | Gejala kalimat tidak efektif |
|---|---|---|
| Kesatuan | Apakah ada subjek dan predikat yang jelas? | Subjek hilang, kalimat tanpa predikat, dua gagasan dijejalkan |
| Kepaduan | Apakah unsur-unsurnya terhubung rapi? | Kata penghubung berlebih, urutan kata kacau, kalimat bertele-tele |
| Kesejajaran | Apakah bentuk kata setara? | Campuran kata kerja berimbuhan dan tanpa imbuhan dalam satu rincian |
| Kehematan | Adakah kata yang bisa dibuang tanpa mengubah makna? | Pleonasme, pengulangan subjek, "adalah merupakan" |
| Kelogisan | Apakah isinya masuk akal? | Hubungan sebab-akibat terbalik, pelaku salah, makna ganda |
Syarat 1: Kesatuan (10 pasangan contoh)
Kesatuan terganggu ketika kalimat tidak punya subjek, tidak punya predikat, atau mencampur dua gagasan yang tidak berhubungan. Kesalahan paling umum di tulisan ilmiah adalah subjek yang hilang karena kalimat dibuka dengan kata depan.
Subjek hilang setelah kata depan
Pola ini begini: kalimat dibuka dengan "Dalam", "Pada", "Di", "Untuk", atau "Bagi", lalu langsung diikuti predikat. Kata depan membuat frasa itu menjadi keterangan, sehingga tidak ada lagi yang bisa menjadi subjek. Ada dua cara memperbaikinya: buang kata depan agar frasa itu menjadi subjek, atau tambahkan subjek baru.
| No. | Tidak efektif | Efektif |
|---|---|---|
| 1 | Dalam rapat itu membahas anggaran tahun depan. | Rapat itu membahas anggaran tahun depan. / Dalam rapat itu, peserta membahas anggaran tahun depan. |
| 2 | Pada penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jam belajar. | Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jam belajar. |
| 3 | Di kantor kelurahan menerima pengaduan warga setiap hari. | Kantor kelurahan menerima pengaduan warga setiap hari. |
| 4 | Bagi mahasiswa semester akhir diwajibkan mengisi formulir yudisium. | Mahasiswa semester akhir diwajibkan mengisi formulir yudisium. |
| 5 | Untuk pembayaran dilakukan paling lambat tanggal 10 setiap bulan. | Pembayaran dilakukan paling lambat tanggal 10 setiap bulan. |
Kalimat nomor 1 punya dua perbaikan yang sah: menjadikan "rapat itu" subjek, atau mempertahankannya sebagai keterangan dan menambahkan subjek "peserta".
Predikat hilang atau kalimat menggantung
| No. | Tidak efektif | Efektif |
|---|---|---|
| 6 | Kepala sekolah yang baru saja dilantik bulan lalu di aula kabupaten. | Kepala sekolah yang baru dilantik bulan lalu itu mengumumkan program baru. |
| 7 | Hasil survei kepuasan pelanggan yang dilakukan oleh tim pemasaran. | Hasil survei kepuasan pelanggan yang dilakukan tim pemasaran menunjukkan peningkatan. |
| 8 | Karena hujan deras sejak pagi, sehingga jalan menuju kampus terendam. | Karena hujan deras sejak pagi, jalan menuju kampus terendam. |
Kalimat nomor 8 memakai "karena" dan "sehingga" bersamaan. Itu membuat anak kalimat tidak punya induk yang jelas. Pilih salah satu.
Dua gagasan dijejalkan dalam satu kalimat
| No. | Tidak efektif | Efektif |
|---|---|---|
| 9 | Perpustakaan kampus buka sampai pukul 20.00 dan harga kopi di kantin naik. | Perpustakaan kampus buka sampai pukul 20.00. Harga kopi di kantin naik. |
| 10 | Skripsi ini membahas pengelolaan sampah di Kota Malang dan penulis lahir di Blitar. | Skripsi ini membahas pengelolaan sampah di Kota Malang. |
Pada nomor 10, kelahiran penulis tidak relevan dengan pokok kalimat. Penyunting yang baik bertanya: apakah informasi ini mendukung gagasan utama? Kalau tidak, buang atau pindahkan.
Syarat 2: Kepaduan (9 pasangan contoh)
Kepaduan berarti unsur-unsur kalimat membentuk satu kesatuan yang kokoh. Penyebab ketidakpaduan yang sering muncul: kata penghubung dipakai ganda, kata depan salah, dan kalimat yang terlalu panjang sampai pembaca lupa di mana ia mulai.
| No. | Tidak efektif | Efektif |
|---|---|---|
| 11 | Meskipun sudah belajar semalaman, tetapi nilainya tetap rendah. | Meskipun sudah belajar semalaman, nilainya tetap rendah. |
| 12 | Walaupun hujan, namun acara tetap berlangsung. | Walaupun hujan, acara tetap berlangsung. |
| 13 | Karena macet, maka saya terlambat. | Karena macet, saya terlambat. / Macet, maka saya terlambat. |
| 14 | Ibu menjelaskan tentang cara mengisi formulir pendaftaran. | Ibu menjelaskan cara mengisi formulir pendaftaran. |
| 15 | Panitia membicarakan tentang jadwal ujian. | Panitia membicarakan jadwal ujian. |
| 16 | Dia mengatakan bahwasanya tugas dikumpulkan besok. | Dia mengatakan bahwa tugas dikumpulkan besok. |
| 17 | Hal ini disebabkan oleh karena kurangnya pengawasan. | Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengawasan. / Hal ini terjadi karena kurangnya pengawasan. |
| 18 | Mahasiswa dilarang untuk merokok di dalam gedung. | Mahasiswa dilarang merokok di dalam gedung. |
| 19 | Surat itu dikirim kepada kami tertanggal 3 Maret 2026. | Surat tertanggal 3 Maret 2026 itu dikirim kepada kami. |
Catatan tentang pasangan di atas:
- Nomor 11 sampai 13 adalah pasangan konjungsi ganda. Konjungsi bertingkat seperti meskipun, walaupun, dan karena sudah menghubungkan anak kalimat dengan induknya, sehingga tetapi, namun, dan maka tidak diperlukan. Pada nomor 13, urutan "Macet, maka saya terlambat" tetap benar karena tidak ada karena di sana. Penjelasan lengkap tentang kata penghubung ada di panduan konjungsi.
- Nomor 14 dan 15: kata tentang sering berlebihan setelah kata kerja yang sudah menerima objek langsung. Sebaliknya, setelah kata kerja yang membutuhkan kata depan, misalnya "berbicara tentang", kata itu tetap dipakai.
- Nomor 17: "disebabkan oleh karena" mencampur dua pola. Pilih "disebabkan oleh" atau "karena".
- Nomor 18: kata untuk setelah "dilarang" dan "berusaha" biasanya bisa dibuang. Cara cepat memeriksanya: baca kalimat tanpa kata itu, dan lihat apakah maknanya tetap utuh.
- Nomor 19: kata keterangan harus ditaruh dekat kata yang diterangkannya. "Tertanggal" menerangkan surat, bukan pengiriman.
Untuk memeriksa pemakaian kata depan lebih jauh, buka panduan kata depan (preposisi).
Syarat 3: Kesejajaran (8 pasangan contoh)
Kesejajaran (paralelisme) menuntut bahwa unsur-unsur yang setara dalam rincian, daftar, atau perbandingan memakai bentuk yang sama. Kalau satu butir diawali kata kerja berimbuhan me-, butir lain juga. Kalau satu butir kata benda, yang lain pun kata benda.
| No. | Tidak efektif | Efektif |
|---|---|---|
| 20 | Kegiatan kami meliputi membersihkan sungai, penanaman pohon, dan mengadakan penyuluhan. | Kegiatan kami meliputi pembersihan sungai, penanaman pohon, dan penyuluhan. |
| 21 | Tugas sekretaris adalah mencatat notulen, pengarsipan surat, dan menyiapkan ruang rapat. | Tugas sekretaris adalah mencatat notulen, mengarsipkan surat, dan menyiapkan ruang rapat. |
| 22 | Pelamar harus berpendidikan minimal S1, berpengalaman dua tahun, dan bisa komunikasi dengan baik. | Pelamar harus berpendidikan minimal S1, berpengalaman dua tahun, dan mampu berkomunikasi dengan baik. |
| 23 | Harapan kami adalah agar pelayanan meningkat dan mutu produk ditingkatkan. | Harapan kami adalah pelayanan meningkat dan mutu produk terjaga. |
| 24 | Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis faktor penyebab, (2) pengaruh terhadap prestasi, dan (3) untuk memberi rekomendasi. | Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis faktor penyebab, (2) mengukur pengaruhnya terhadap prestasi, dan (3) memberi rekomendasi. |
| 25 | Tempat parkir ini untuk mobil, sepeda motor, dan bagi sepeda. | Tempat parkir ini untuk mobil, sepeda motor, dan sepeda. |
| 26 | Baik di kota maupun pedesaan, listrik sudah merata. | Baik di kota maupun di desa, listrik sudah merata. |
| 27 | Pekerjaan itu tidak hanya melelahkan, tetapi juga banyak risikonya. | Pekerjaan itu tidak hanya melelahkan, tetapi juga berisiko. |
Pasangan nomor 24 adalah kesalahan klasik di bab I skripsi, yaitu tujuan penelitian yang butirnya bercampur antara kata kerja dan kata benda. Di tulisan berbahasa Indonesia, butir tujuan paling aman diawali kata kerja aktif yang setara. Bandingkan juga dengan contoh pada panduan cara menulis pendahuluan.
Pasangan korelatif seperti baik ... maupun, tidak hanya ... tetapi juga, dan bukan ... melainkan menuntut bentuk yang sama di kedua sisi. Nomor 26 dan 27 memperlihatkan hal itu.
Syarat 4: Kehematan (13 pasangan contoh)
Kehematan tidak berarti kalimat harus pendek. Kehematan berarti setiap kata punya tugas. Kata yang tidak menambah makna layak dibuang. Sumber pemborosan yang paling sering adalah pleonasme (kata yang maknanya sudah terkandung dalam kata lain), subjek yang diulang, dan kata sambung berlapis. Pembahasan khusus ada di panduan pleonasme.
Pleonasme
| No. | Tidak efektif | Efektif |
|---|---|---|
| 28 | Para hadirin dipersilakan duduk kembali. | Hadirin dipersilakan duduk kembali. |
| 29 | Dia naik ke atas panggung untuk menerima piala. | Dia naik ke panggung untuk menerima piala. |
| 30 | Harga cabai turun ke bawah pekan ini. | Harga cabai turun pekan ini. |
| 31 | Kami saling tolong-menolong satu sama lain. | Kami saling menolong. |
| 32 | Banyak para mahasiswa yang hadir di seminar. | Banyak mahasiswa yang hadir di seminar. |
| 33 | Dia adalah merupakan lulusan terbaik tahun ini. | Dia lulusan terbaik tahun ini. / Dia adalah lulusan terbaik tahun ini. |
| 34 | Berbagai macam kendala ditemui di lapangan. | Berbagai kendala ditemui di lapangan. |
| 35 | Seluruh karyawan-karyawan wajib mengikuti pelatihan. | Seluruh karyawan wajib mengikuti pelatihan. |
| 36 | Hasil akhir daripada penelitian ini disajikan pada bab IV. | Hasil penelitian ini disajikan pada bab IV. |
Beberapa catatan:
- Para sudah menyatakan jamak, jadi "para hadirin" dan "banyak para mahasiswa" berlebihan. Dalam tulisan resmi, pilih bentuk yang hemat.
- Adalah dan merupakan tidak dipakai berdampingan. Pilih salah satu atau bahkan tanpa keduanya bila kalimatnya tetap jelas.
- Daripada adalah kata pembanding, bukan penanda milik. Pada pasangan 36 ia salah tempat dan berlebihan.
- Kata ulang seperti karyawan-karyawan tidak diperlukan bila ada penanda jamak lain seperti seluruh, semua, atau banyak.
Pengulangan subjek dan kata yang tidak perlu
| No. | Tidak efektif | Efektif |
|---|---|---|
| 37 | Peneliti mengambil sampel dengan teknik acak, peneliti kemudian mewawancarai responden. | Peneliti mengambil sampel secara acak, lalu mewawancarai responden. |
| 38 | Rapat dimulai pada pukul 09.00 pagi. | Rapat dimulai pukul 09.00. |
| 39 | Acara tersebut berlangsung selama tiga hari lamanya. | Acara tersebut berlangsung tiga hari. |
| 40 | Mari kita bersama-sama membersihkan lingkungan kita. | Mari kita bersihkan lingkungan kita. |
Pada pasangan 38, "pukul 09.00 pagi" memuat dua keterangan waktu. Pada sistem 24 jam, "09.00" sudah cukup. Kalau memakai sistem 12 jam, tulis "pukul 9 pagi" saja.
Syarat 5: Kelogisan (7 pasangan contoh)
Kalimat bisa lengkap, rapi, dan hemat, tetapi tetap tidak masuk akal. Kelogisan menuntut pelaku, tindakan, dan akibat yang berhubungan secara nalar.
| No. | Tidak efektif | Efektif |
|---|---|---|
| 41 | Mobil yang ditabrak pengendara motor itu masuk jurang. | Pengendara motor itu menabrak mobil, lalu mobilnya masuk jurang. |
| 42 | Sambil mengerjakan soal, bel berbunyi. | Saat siswa mengerjakan soal, bel berbunyi. |
| 43 | Dengan membaca buku itu, dapat menambah wawasan. | Dengan membaca buku itu, kita dapat menambah wawasan. |
| 44 | Hadiah dibagikan kepada pemenang yang tidak hadir. | Hadiah dibagikan kepada pemenang yang hadir. |
| 45 | Anak dosen yang pintar itu juara olimpiade. | Anak yang pintar dari dosen itu juara olimpiade. (atau: Dosen yang pintar itu, anaknya juara olimpiade.) |
| 46 | Karena harga naik, para pedagang menurunkan dagangannya. | Karena harga naik, para pedagang menaikkan harga dagangannya. |
| 47 | Jenazah dimakamkan setelah dua jam meninggal. | Jenazah dimakamkan dua jam setelah korban meninggal. |
Pasangan 41 dan 45 adalah contoh makna ganda (ambiguitas). Kalimat nomor 45 bisa dibaca "anak yang pintar" atau "dosen yang pintar". Tulisan ilmiah tidak boleh memberi pembaca dua pilihan tafsir tanpa petunjuk.
Kasus nyata: skripsi, surat dinas, dan berita
Kesalahan di atas tidak muncul secara acak. Setiap ragam tulisan punya kecenderungan sendiri.
Skripsi dan karya tulis ilmiah
| Tidak efektif | Efektif |
|---|---|
| Pada bab ini membahas tentang metode penelitian yang digunakan. | Bab ini membahas metode penelitian yang digunakan. |
| Data yang telah terkumpul tersebut kemudian dianalisis dan hasilnya dapat dilihat pada tabel berikut ini. | Data yang terkumpul dianalisis, dan hasilnya tampak pada tabel berikut. |
| Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh. | Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh. |
| Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah itu dipengaruhi oleh faktor X atau tidak. | Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh faktor X. |
| Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 120 responden. | Sampel penelitian ini 120 responden. |
Pola "berdasarkan ... menunjukkan" adalah bentuk khas yang menghilangkan subjek. Perbaikan: buang "berdasarkan" agar "hasil penelitian" menjadi subjek. Ejaan kata baku di skripsi, misalnya analisis, risiko, dan aktivitas, dibahas di daftar kata baku dan tidak baku.
Surat dinas dan surat resmi
| Tidak efektif | Efektif |
|---|---|
| Sehubungan dengan hal tersebut di atas, dengan ini kami memberitahukan kepada Bapak bahwa kegiatan akan diundur. | Kami memberitahukan bahwa kegiatan diundur. |
| Mengingat bahwa waktu yang sudah mendesak, maka kami mohon agar supaya segera dikirimkan. | Karena waktu sudah mendesak, kami mohon agar berkas segera dikirim. |
| Demikian surat ini kami buat dengan sebenar-benarnya, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. | Demikian surat ini kami sampaikan. Terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu. |
Tekanan untuk terdengar resmi membuat penulis surat menumpuk frasa formal. Kalimat yang resmi tidak sama dengan kalimat yang panjang. Format dan susunan lengkap surat ada di panduan lain, misalnya contoh surat dinas.
Berita
| Tidak efektif | Efektif |
|---|---|
| Kebakaran yang terjadi di Pasar Induk, Selasa (3/11/2026) malam, menyebabkan puluhan kios yang berada di lantai dua hangus terbakar. | Kebakaran di Pasar Induk, Selasa (3/11/2026) malam, menghanguskan puluhan kios di lantai dua. |
| Para korban luka-luka dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan medis. | Korban luka dilarikan ke rumah sakit terdekat. |
Bahasa berita menuntut kehematan karena ruang terbatas.
Kesalahan yang paling sering terjadi
- Kalimat dibuka kata depan tanpa subjek ("Dalam penelitian ini menggunakan metode ..."). Ini kesalahan nomor satu pada tulisan mahasiswa.
- Konjungsi ganda: meskipun ... tetapi, karena ... maka tanpa jeda, agar supaya, sehingga ... maka.
- Pleonasme: naik ke atas, turun ke bawah, para ... -para, adalah merupakan, saling ... satu sama lain.
- Rincian tidak sejajar: gabungan kata kerja dan kata benda dalam satu daftar.
- Kata "dari" dan "daripada" salah tempat, misalnya "hasil daripada" atau "rumah dari ayah saya" yang sebenarnya cukup "rumah ayah saya".
- Kalimat terlalu panjang: lebih dari satu gagasan, dihubungkan dengan "yang ... yang ... yang".
- Kata tidak baku yang lolos pengecekan, seperti sekedar (baku: sekadar), merubah (baku: mengubah), atau nampak (baku: tampak). Periksa dengan KBBI VI daring.
Catatan tentang nomor 7: bentuk baku tiga kata itu mengacu pada KBBI. Karena KBBI daring dapat berubah antarpembaruan, cocokkan ulang bila kamu menulis untuk lomba atau jurnal yang ketat.
Daftar periksa menyunting kalimat efektif
Gunakan urutan ini setiap kali menyunting satu kalimat:
- Temukan predikat. Lalu tanyakan: siapa atau apa yang melakukannya? Itulah subjek. Kalau tidak ada, perbaiki.
- Hapus kata depan di awal kalimat bila itu yang menutupi subjek.
- Cari konjungsi ganda dan buang salah satunya.
- Cari kata yang bisa dihapus tanpa mengubah makna (tentang, untuk, daripada, para, adalah merupakan).
- Periksa rincian: apakah semua butir berbentuk sama?
- Baca ulang: adakah dua tafsir yang mungkin? Adakah sebab-akibat yang terbalik?
- Periksa ejaan dan tanda baca, terutama koma sebelum tetapi, namun, dan sedangkan, serta penulisan di dan ke. Lihat penulisan di dan ke untuk aturannya.
Cara memakai alat AdeptWrite untuk melatih dan menyunting kalimat
AdeptWrite tidak menggantikan penilaian penulis, tetapi alat berikut membantu:
- Perbaiki Kalimat merapikan kalimat yang kaku, rancu, atau berbelit. Ada dua mode: Standar dan Formal. Tempel salah satu kalimat tidak efektif dari halaman ini, lalu bandingkan hasilnya dengan perbaikan di tabel. Hasilnya dibuat oleh model AI, jadi bacalah ulang: periksa bahwa maknanya tidak berubah dan subjeknya masih ada. Batas teks per sekali jalan 6.000 karakter.
- Cek Grammar memeriksa tata bahasa, ejaan, dan tanda baca. Untuk bahasa Indonesia, acuannya EYD Edisi V. Alat ini tidak menjamin bahwa setiap kalimat efektif; ia membantu menandai kesalahan, dan keputusan akhir tetap di tanganmu.
- Cek Ejaan berjalan langsung di browser dan mencocokkan kata dengan daftar kata baku AdeptWrite (diperiksa terhadap KBBI VI) dan beberapa aturan EYD V untuk menemukan typo dan kata tidak baku. Alat ini memeriksa ejaan kata, bukan struktur kalimat.
Alur kerja yang masuk akal untuk skripsi: tulis dulu tanpa menahan diri, tandai kalimat yang berbelit, perbaiki dengan daftar periksa di atas, lalu pakai Perbaiki Kalimat sebagai pembanding, bukan pengganti. Setelah itu jalankan Cek Ejaan pada seluruh bab. Sumber yang kamu pakai tetap harus disitasi; lihat cara menghindari plagiarisme.
Coba alatnya
Pertanyaan umum
Apa saja syarat kalimat efektif?
Lima syarat yang paling sering diajarkan adalah kesatuan, kepaduan, kesejajaran, kehematan, dan kelogisan. Sebagian buku menambahkan ketegasan, variasi, dan kecermatan. Untuk menyunting tulisan, periksa lebih dulu apakah subjek dan predikat jelas, lalu buang kata berlebih dan konjungsi ganda.
Mengapa kalimat yang dibuka dengan "Dalam" atau "Pada" sering dianggap salah?
Kata depan membuat frasa sesudahnya menjadi keterangan, bukan subjek. Jika tidak ada subjek lain, kalimat kehilangan pelaku. Perbaikannya: hilangkan kata depan agar frasa itu menjadi subjek, atau tambahkan subjek sendiri, misalnya "Dalam rapat itu, peserta membahas ...".
Apakah kalimat efektif harus pendek?
Tidak. Kalimat panjang tetap efektif bila subjek dan predikatnya jelas, anak kalimat tertata, dan tidak ada kata berlebih. Yang perlu dihindari adalah kalimat yang membuat pembaca membaca dua kali untuk menangkap siapa melakukan apa. Jika begitu, pecah menjadi dua kalimat.
Bisakah Perbaiki Kalimat menjamin kalimatku efektif?
Tidak ada alat yang bisa menjamin. Perbaiki Kalimat merapikan kalimat yang kaku atau berbelit dalam mode Standar atau Formal, tetapi hasilnya dibuat oleh model AI. Selalu baca ulang untuk memastikan makna asli tetap sama dan unsur kalimat lengkap sebelum memakainya.
Panduan terkait
- Daftar Kata Baku dan Tidak Baku Menurut KBBI dan EYD V — Kata baku adalah kata yang ejaannya sesuai KBBI dan EYD V; kata tidak baku menyimpang dari keduanya, misalnya aktifitas,…
- Pleonasme: Contoh Kata Mubazir (Naik ke Atas, Para Hadirin Sekalian, Sangat ... Sekali) — Pleonasme adalah pemakaian kata yang berlebihan karena maknanya sudah terkandung dalam kata lain, misalnya "naik ke atas…
- Kata Penghubung Antarkalimat dalam Esai: Daftar, Fungsi, Posisi, dan Aturan Koma — Kata penghubung antarkalimat (konjungsi antarkalimat) menghubungkan satu kalimat dengan kalimat sebelumnya dan ditulis d…
- Penulisan Di dan Ke: Kapan Dipisah, Kapan Digabung? — Tulis di dan ke terpisah jika menunjukkan tempat atau arah: di mana, di rumah, ke kantor, ke luar kota. Tulis serangkai …
- Cara Menulis Pendahuluan Esai dan Makalah: Rumus, Contoh Sebelum-Sesudah, dan Klise yang Perlu Dihindari — Pendahuluan yang baik menjawab tiga hal dalam satu atau dua paragraf: apa topiknya, mengapa topik itu penting atau berma…