Kalimat Aktif dan Pasif Bahasa Indonesia: di-, ter-, Pasif Persona, dan Cara Mengubahnya
Pada kalimat aktif, subjek melakukan pekerjaan dan verbanya biasanya berawalan meN- (Ibu membaca buku). Pada kalimat pasif, subjek menjadi sasaran pekerjaan: Buku itu dibaca Ibu. Bahasa Indonesia punya tiga bentuk pasif utama, yaitu di-, ter-, dan pasif persona seperti Buku itu saya baca. Panduan ini menjelaskan ketiganya, cara mengubahnya, dan latihan.
Apa beda kalimat aktif dan kalimat pasif?
Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan pekerjaan yang disebut verba. Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan itu. Isi beritanya sama, hanya sudut pandangnya yang berpindah: dari pelaku ke sasaran.
| Aktif | Pasif | |
|---|---|---|
| Subjek | pelaku | sasaran (yang dikenai pekerjaan) |
| Verba | berawalan meN- (membaca) | berawalan di- atau ter-, atau verba dasar setelah pronomina persona |
| Contoh | Ibu membaca surat itu. | Surat itu dibaca Ibu. |
| Contoh lain | Panitia mengumumkan hasil seleksi. | Hasil seleksi diumumkan panitia. |
Perhatikan bahwa pasif dalam bahasa Indonesia tidak memerlukan kata bantu seperti is/was dalam bahasa Inggris. Perubahannya terjadi pada awalan verba dan urutan kata. Karena itu, aturan pasif bahasa Inggris tidak bisa dipindahkan begitu saja; pasif bahasa Inggris dibahas terpisah di panduan Passive Voice Bahasa Inggris.
Ciri kalimat aktif
Kalimat aktif transitif memiliki pola Subjek (pelaku) + Predikat (verba meN-) + Objek. Objek adalah sasaran pekerjaan, dan objek ini yang naik menjadi subjek ketika kalimatnya dipasifkan.
- Adik menulis puisi untuk tugas Bahasa Indonesia.
- Petugas perpustakaan memeriksa kartu anggota setiap pengunjung.
- Rektor melantik pengurus BEM yang baru.
Ada pula kalimat aktif intransitif, yaitu kalimat yang verbanya tidak memerlukan objek, misalnya Adik tidur, Bu Rina berangkat pukul enam, Harga cabai naik. Kalimat jenis ini tidak bisa dipasifkan karena tidak ada objek yang dapat dijadikan subjek baru. Verba berawalan ber- umumnya masuk kelompok ini (berlari, bekerja, bertanya).
Tiga bentuk pasif dalam bahasa Indonesia
Tata bahasa baku membedakan beberapa bentuk pasif. Yang paling sering kamu temui sehari-hari ada tiga.
1. Pasif dengan di-
Ini bentuk yang paling umum. Awalan meN- diganti di-, dan pelaku, kalau disebut, ditaruh setelah verba, dengan atau tanpa kata oleh.
- Aktif: Dosen menilai makalah itu.
- Pasif: Makalah itu dinilai dosen.
- Pasif dengan oleh: Makalah itu dinilai oleh dosen.
Kata oleh tidak wajib, tetapi sering membantu ketika pelakunya berupa frasa panjang: Makalah itu dinilai oleh tim penguji yang ditunjuk fakultas. Kalau pelaku tidak penting atau tidak diketahui, buang saja: Makalah itu dinilai kemarin.
Ingat bahwa di- pada verba ditulis serangkai (dibaca, ditulis, dikirim), sedangkan di sebagai kata depan ditulis terpisah (di rumah, di sekolah). Aturan ini dijelaskan di penulisan di dan ke.
2. Pasif dengan ter-
Awalan ter- membentuk pasif yang berbeda makna dari di-. Ada tiga pemakaian yang umum.
| Makna | Contoh |
|---|---|
| Keadaan yang sudah terjadi, tanpa menyebut pelaku | Pintu itu tertutup rapat. Laporan sudah terkirim. |
| Tidak sengaja | Kunci motor saya terbawa adik. Gelas itu tersenggol dan jatuh. |
| Dapat atau mampu | Tulisan di papan itu masih terbaca dari belakang. Suaranya terdengar jelas. |
Bandingkan Pintu ditutup (ada yang menutupnya, prosesnya sedang atau baru dilakukan) dengan Pintu tertutup (pintunya berada dalam keadaan tertutup). Karena ter- menekankan keadaan atau ketidaksengajaan, pelaku biasanya tidak disebut. Jangan campur dengan ter- pada bentuk tingkat paling seperti terbaik, tertinggi, dan terbesar; itu fungsi yang lain.
Ada juga pasif tak sengaja berpola ke-an, misalnya ketahuan, ketinggalan, dan kedengaran. Bentuk ini menyatakan peristiwa yang dialami subjek, sering tidak diinginkan: Rahasianya ketahuan.
3. Pasif persona
Pasif persona adalah ciri khas bahasa Indonesia. Pelakunya berupa pronomina persona pertama atau kedua (saya, aku, kami, kita, kamu, engkau, Anda), dan verbanya muncul tanpa awalan di- dan tanpa meN-, tepat di belakang pelaku.
- Aktif: Saya membaca buku itu.
- Pasif di-: Buku itu dibaca oleh saya. (kaku, hampir tidak dipakai)
- Pasif persona: Buku itu saya baca.
Karena itu, kalimat seperti Buku itu dibaca oleh saya memang benar secara tata bahasa, tetapi terdengar kaku dan jarang ditemukan dalam tulisan yang baik. Penutur asli hampir selalu memilih pasif persona ketika pelakunya "saya", "kami", atau "kamu".
Contoh lain:
- Laporan itu kami susun semalam suntuk.
- Pesan Bapak sudah saya terima.
- Soal nomor lima kamu kerjakan dulu.
- Proposal ini akan kami ajukan ke dekan minggu depan.
Aturan yang perlu dipegang:
- Pronomina harus langsung di depan verba. Tidak ada kata lain di antara keduanya.
- Kata seperti sudah, belum, akan, tidak, harus, sedang diletakkan sebelum pronomina: tidak saya baca, sudah kami kirim, harus kamu isi.
- Verba memakai bentuk dasar, tanpa awalan: saya baca, bukan saya dibaca dan bukan saya membaca (yang akan kembali menjadi aktif).
- Untuk pelaku orang ketiga (dia, mereka, nama orang) pakailah di-: Surat itu dikirim Pak Hendra, atau dikirimnya kalau pelakunya sudah jelas.
| Salah | Benar | Mengapa |
|---|---|---|
| Buku itu saya dibaca. | Buku itu saya baca. | Pasif persona tidak memakai di-. |
| Buku itu saya sudah baca. | Buku itu sudah saya baca. | Kata aspek mendahului pronomina. |
| Tugas itu kami akan kerjakan. | Tugas itu akan kami kerjakan. | Kata bantu tidak boleh menyela pronomina dan verba. |
| Rapat itu dipimpin saya. | Rapat itu saya pimpin. | Dengan pelaku persona pertama, pakai pasif persona. |
Cara mengubah kalimat aktif menjadi pasif, langkah demi langkah
- Cari subjek, predikat, dan objek. Kalimat harus punya objek.
- Pindahkan objek ke depan menjadi subjek baru.
- Ubah verbanya. Pelaku orang ketiga: ganti meN- dengan di-. Pelaku "saya/kami/kamu": hilangkan meN- dan taruh verba dasar tepat setelah pronomina.
- Letakkan pelaku sesudah verba (pasif di-) atau di depan verba (pasif persona).
- Baca ulang: apakah pelaku perlu disebut? Kalau tidak, hapus.
Contoh bertahap:
Aktif: Kepala sekolah memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi.
Objek yang dinaikkan: penghargaan. Pasif: Penghargaan diberikan kepada siswa berprestasi oleh kepala sekolah.
Verba yang mengandung -kan dan -i juga bisa dipasifkan: menyiapkan menjadi disiapkan, menandatangani menjadi ditandatangani, memperbaiki menjadi diperbaiki. Awalan dasar tetap dipertahankan, hanya meN- yang diganti.
Contoh pengubahan aktif ke pasif
| Aktif | Pasif |
|---|---|
| Mahasiswa mengumpulkan skripsi ke bagian akademik. | Skripsi dikumpulkan mahasiswa ke bagian akademik. |
| Saya membeli tiket kereta di aplikasi. | Tiket kereta saya beli di aplikasi. |
| Kami membahas anggaran dalam rapat RT. | Anggaran kami bahas dalam rapat RT. |
| Dinas Pendidikan menerbitkan surat edaran baru. | Surat edaran baru diterbitkan Dinas Pendidikan. |
| Kamu harus mengisi formulir ini. | Formulir ini harus kamu isi. |
| Petugas mengunci gerbang pukul sepuluh malam. | Gerbang dikunci petugas pukul sepuluh malam. |
Kapan memilih pasif, kapan aktif?
Pasif bukan kesalahan. Pilihlah sesuai tujuan.
Pakai pasif ketika:
- Pelaku tidak diketahui atau tidak penting: Motor itu dicuri semalam.
- Yang dibicarakan adalah sasarannya: Hasil survei dipublikasikan bulan Oktober.
- Kamu menulis laporan atau metode penelitian dengan nada objektif: Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 120 responden. Pola ini lazim di bab metodologi skripsi dan karya ilmiah.
- Kamu ingin menjaga kesantunan dengan tidak menunjuk orang: Berkas kamu belum diterima.
Pakai aktif ketika:
- Pelaku penting dan kamu ingin tulisan lugas dan hidup: Tim kami menyelesaikan prototipe dalam tiga hari.
- Pasif membuat kalimat menjadi panjang dan kabur.
- Kamu menulis email atau surat lamaran kerja yang ingin terdengar bertanggung jawab: Saya mengelola akun media sosial kampus terdengar lebih meyakinkan daripada Akun media sosial kampus dikelola oleh saya.
Kesalahan yang sering muncul
Pasif berlapis dan "dilakukan" yang berlebihan
Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti dengan cara dilakukan wawancara. Kalimat ini memuat dua pasif yang saling bertumpuk. Perbaikinya: Peneliti mengumpulkan data melalui wawancara. Pola "dilakukan", "diadakan", dan "dilaksanakan" kerap membuat kalimat tidak efektif. Contoh perbaikan lain ada di panduan kalimat efektif dan tidak efektif.
Pasif dengan verba yang tidak bisa dipasifkan
Verba intransitif tidak memiliki bentuk pasif. Rapat dibicarakan wajar, tetapi dikerja, diberangkat, atau dipergi tidak lazim. Selain itu, jangan menciptakan bentuk pasif yang tidak ada di KBBI. Kalau ragu, periksa dulu dengan Cek Kata Baku KBBI.
Mencampur pasif di- dengan pronomina
Dokumen itu dikirim saya terdengar janggal. Gunakan Dokumen itu saya kirim.
Menghilangkan objek pada kalimat aktif transitif
Verba transitif membutuhkan objek. Dosen menilai. belum lengkap; tambahkan Dosen menilai makalah mahasiswa.
Salah menulis awalan dan kata depan
Bentuk baku kata tanya adalah di mana (terpisah), bukan dimana, sedangkan di- pada verba harus serangkai. Kesalahan ini mudah lolos saat mengetik cepat. Daftar kesalahan umum lainnya ada di kesalahan ejaan yang sering terjadi.
Latihan mengubah kalimat
Ubahlah kalimat berikut. Jawabannya ada di bawah, jadi cobalah dulu tanpa melihat.
- Panitia mengundang seluruh alumni ke acara reuni.
- Saya menulis esai itu dalam dua hari. (ubah ke pasif persona)
- Pemerintah daerah membangun jembatan baru di desa kami.
- Kamu harus mengumpulkan tugas sebelum pukul lima. (ubah ke pasif persona)
- Hujan deras menutup jalan itu. (ubah ke pasif dengan ter-, ceritakan keadaannya)
- Pak Anwar menyusun jadwal piket setiap bulan.
Jawaban
- Seluruh alumni diundang panitia ke acara reuni.
- Esai itu saya tulis dalam dua hari.
- Jembatan baru dibangun pemerintah daerah di desa kami.
- Tugas harus kamu kumpulkan sebelum pukul lima.
- Jalan itu tertutup hujan deras. (atau: Jalan itu tertutup karena hujan deras)
- Jadwal piket disusun Pak Anwar setiap bulan.
Latihan sebaliknya: pasif menjadi aktif
Ubahlah menjadi kalimat aktif.
- Soal ujian disiapkan oleh guru Bahasa Indonesia.
- Laporan itu sudah kami kirim.
- Surat keputusan ditandatangani oleh direktur.
Jawaban: (1) Guru Bahasa Indonesia menyiapkan soal ujian. (2) Kami sudah mengirim laporan itu. (3) Direktur menandatangani surat keputusan.
Aktif dan pasif dalam konteks sekolah dan kerja
Ujian dan tugas sekolah. Soal tentang kalimat aktif dan pasif muncul di pelajaran Bahasa Indonesia di SMP dan SMA, sering sebagai soal mengubah kalimat atau memilih kalimat pasif dari beberapa pilihan. Kuncinya: lihat awalan verba dan urutan kata. Kalau verbanya meN-, kalimat itu aktif. Kalau verbanya di-, ter-, atau berupa verba dasar yang didahului pronomina persona, kalimat itu pasif.
Skripsi dan karya ilmiah. Pasif dipakai untuk menjaga nada objektif, terutama di bab metode dan hasil: Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Tetapi kalau setiap kalimat dipasifkan, tulisan terasa monoton. Campurkan aktif dan pasif sesuai fokus kalimat. Dalam parafrase kutipan, pola pelaku-sasaran juga bisa berubah; bandingkan di cara parafrase paragraf.
Surat dan email resmi. Pasif membantu menjaga kesantunan (Permohonan Bapak telah kami terima), sedangkan aktif cocok untuk menyatakan komitmen (Kami akan menindaklanjuti permohonan Bapak). Saat melamar kerja, utamakan aktif untuk bagian pengalaman agar peran kamu jelas.
Memakai alat AdeptWrite untuk memeriksa kalimat
AdeptWrite tidak mengubah aturan tata bahasa, tetapi beberapa alat bisa membantu pekerjaan kamu:
- Perbaiki Kalimat merapikan kalimat yang kaku atau berbelit dalam mode Standar atau Formal. Cocok untuk kalimat pasif yang bertumpuk. Hasilnya adalah usulan tulis ulang; baca ulang dan pastikan maknanya tidak bergeser.
- Cek Grammar Bahasa Indonesia memeriksa tata bahasa, ejaan, dan tanda baca, dan perubahannya ditandai. Karena hasilnya dibuat oleh model AI, tetap putuskan sendiri perbaikan mana yang dipakai.
- Cek Ejaan & Typo (EYD V) menandai kata tidak baku dan kesalahan penulisan yang ada di daftar pasangan kata baku terverifikasinya, langsung di browser. Alat ini belum memeriksa seluruh kosakata, jadi bukan pengganti KBBI daring.
- Parafrase Online menulis ulang teks dalam beberapa mode, termasuk Akademik. Batasnya 6.000 karakter per proses.
Batas teks, ketersediaan mode, dan isi alat sewaktu-waktu dapat berubah; yang berlaku adalah keterangan di halaman tiap alat.
Ringkasan cepat
- Aktif: subjek melakukan, verba meN- (Ibu membaca buku).
- Pasif di-: Buku dibaca Ibu; pelaku ketiga, oleh opsional.
- Pasif ter-: keadaan, ketidaksengajaan, atau kemampuan (tertutup, terbawa, terbaca).
- Pasif persona: Buku itu saya baca; pronomina langsung di depan verba dasar.
- Kata aspek dan negasi mendahului pronomina: sudah saya baca.
- Hanya kalimat transitif yang bisa dipasifkan.
- Pilih pasif ketika sasaran lebih penting, aktif ketika pelaku penting.
Coba alatnya
Pertanyaan umum
Apa ciri utama kalimat pasif dalam bahasa Indonesia?
Subjeknya dikenai pekerjaan, bukan melakukannya. Verbanya berawalan di- atau ter-, atau berupa verba dasar yang didahului pronomina persona seperti saya, kami, dan kamu. Contohnya Surat itu dikirim kemarin dan Surat itu sudah saya kirim.
Apa bedanya di- dan ter- pada kalimat pasif?
Di- menyatakan pekerjaan yang dilakukan seseorang, sedangkan ter- menyatakan keadaan, ketidaksengajaan, atau kemampuan. Pintu ditutup berarti ada yang menutupnya. Pintu tertutup berarti pintu itu sedang dalam keadaan tertutup, tanpa menyebut pelaku.
Apa itu pasif persona dan kapan dipakai?
Pasif persona adalah pasif dengan pelaku saya, aku, kami, kita, kamu, atau kamu, dan verba dasar tepat sesudahnya, tanpa di-. Contoh: Buku itu saya baca. Bentuk ini dipilih ketika pelaku persona pertama atau kedua, karena dibaca oleh saya terdengar kaku.
Apakah kalimat pasif boleh dipakai dalam skripsi?
Boleh, dan lazim di bab metode dan hasil, misalnya Data dikumpulkan melalui kuesioner. Namun pasif yang bertumpuk atau memakai dilakukan secara berlebihan membuat kalimat tidak efektif. Gunakan aktif ketika pelaku penting dan kalimat bisa menjadi lebih ringkas.
Panduan terkait
- Kelas Kata Bahasa Indonesia: Verba, Adjektiva, Nomina, Adverbia, dan Kata Tugas — Tata bahasa baku membagi kata bahasa Indonesia ke dalam tujuh kelas: verba, adjektiva, nomina, pronomina, numeralia, adv…
- Pleonasme: Contoh Kata Mubazir (Naik ke Atas, Para Hadirin Sekalian, Sangat ... Sekali) — Pleonasme adalah pemakaian kata yang berlebihan karena maknanya sudah terkandung dalam kata lain, misalnya "naik ke atas…
- Konjungsi (Kata Penghubung): Jenis, Contoh, dan Aturan Tanda Bacanya — Konjungsi atau kata penghubung adalah kata yang menghubungkan kata, frasa, klausa, atau kalimat. Ada empat kelompok utam…