Cara Parafrase Skripsi agar Lolos Turnitin (Tanpa Mengubah Makna)
Parafrase skripsi yang aman dari sorotan Turnitin lahir dari sintesis, bukan dari mengganti kata. Baca tiga sumber, catat gagasannya, lalu tulis satu paragraf yang membandingkan dan menyimpulkannya dengan susunanmu sendiri, istilah teknis tetap, dan sitasi APA 7 di tiap klaim. Persentase kemiripan yang diterima ditentukan kampusmu, bukan angka nasional.
Jawaban singkat
Cara paling andal agar parafrase skripsi tidak bermasalah di Turnitin adalah berhenti mengejar angka, lalu menulis dengan cara yang membuat kemiripan rendah terjadi dengan sendirinya: sintesis. Kamu tidak menulis ulang satu sumber kalimat demi kalimat, melainkan membaca beberapa sumber, mengelompokkan gagasannya, lalu menulis paragraf yang menyatakan apa yang disepakati, apa yang berbeda, dan apa artinya bagi penelitianmu. Sumber disebut dengan sitasi APA 7, istilah teknis dibiarkan apa adanya, dan kalimatnya benar-benar kalimatmu.
Panduan ini fokus pada BAB II (kajian pustaka) dan BAB III (metodologi), dua bab yang paling sering ditandai pemeriksa kemiripan. Semua sumber, nama penulis, tahun, dan teks contoh di sini rekaan untuk latihan, termasuk yang tampak seperti rujukan buku metodologi.
Satu catatan jujur sejak awal: tidak ada ambang persentase kemiripan yang berlaku nasional. Setiap perguruan tinggi, fakultas, bahkan program studi bisa menetapkan batasnya sendiri, ada yang meminta laporan dengan pengecualian tertentu, dan ada yang menilai sebaran kecocokannya, bukan angka totalnya. Panduan ini tidak mengutip satu angka pun sebagai "batas aman". Cari aturan tertulis dari kampusmu: buku pedoman skripsi, surat edaran perpustakaan, atau ketentuan unit penjaminan mutu.
Mengapa mengganti sinonim tidak menyelamatkan skripsi
Banyak mahasiswa memparafrase dengan mengganti kata satu per satu. Ada tiga masalahnya.
- Strukturnya tetap sama. Pemeriksa kemiripan membandingkan urutan kata, dan dosen pembimbing membandingkan cara berpikir. Kalimat yang kata-katanya diganti tetapi susunannya identik tetap terlihat sebagai tulisan orang lain. Banyak pedoman akademik menyebutnya parafrase yang gagal atau patchwriting.
- Maknanya bisa bergeser. Mengganti "korelasi" dengan "hubungan" atau "signifikan" dengan "penting" mengubah klaim ilmiah.
- Tidak ada kontribusi. BAB II yang hanya berisi parafrase satu-satu per sumber terbaca sebagai ringkasan buku, bukan kajian pustaka.
Pembahasan batas antara parafrase yang sah dan yang bermasalah ada di apakah parafrase termasuk plagiat. Langkah dasarnya ada di cara parafrase paragraf.
BAB II: sintesis tiga sumber menjadi satu paragraf
Misalkan topikmu adalah pengaruh penggunaan media sosial terhadap konsentrasi belajar mahasiswa. Kamu menemukan tiga sumber (semua rekaan):
Sumber A (Pratama, 2020): "Mahasiswa yang menggunakan media sosial lebih dari empat jam sehari menunjukkan penurunan skor konsentrasi belajar dibandingkan kelompok lainnya."
Sumber B (Lestari & Hidayat, 2022): "Intensitas penggunaan media sosial tidak berhubungan secara signifikan dengan prestasi akademik, tetapi berhubungan dengan kualitas tidur."
Sumber C (Nugroho, 2023): "Kemampuan mengatur notifikasi dan jadwal penggunaan memoderasi dampak negatif media sosial terhadap konsentrasi."
Langkah 1: bangun matriks sintesis
Sebelum menulis, buat tabel sederhana. Satu baris untuk satu gagasan, satu kolom untuk satu sumber.
| Gagasan | Pratama (2020) | Lestari & Hidayat (2022) | Nugroho (2023) |
|---|---|---|---|
| Durasi dan konsentrasi | Durasi tinggi, skor konsentrasi turun | Tidak diteliti | Dampak negatif dimoderasi pengaturan |
| Prestasi akademik | Tidak diteliti | Tidak berhubungan signifikan | Tidak diteliti |
| Faktor lain | Tidak disebut | Kualitas tidur terkait | Notifikasi dan jadwal |
Dari tabel terlihat pola: bukti tentang konsentrasi cukup konsisten, bukti tentang prestasi tidak, dan ada variabel pengatur. Itulah isi paragrafmu.
Langkah 2: tulis paragraf dengan kalimat sintesis
Cara yang salah (satu sumber per kalimat):
Pratama (2020) menyatakan bahwa mahasiswa yang memakai media sosial lebih dari empat jam sehari mengalami penurunan konsentrasi belajar. Lestari dan Hidayat (2022) menyatakan bahwa media sosial tidak berhubungan signifikan dengan prestasi akademik tetapi dengan kualitas tidur. Nugroho (2023) menyatakan bahwa pengaturan notifikasi memoderasi dampak negatif media sosial.
Tidak ada kata yang salah, tetapi tidak ada analisis. Tiap kalimat masih sangat dekat dengan sumbernya, sehingga kecocokan teks lebih mudah muncul.
Cara yang benar (sintesis):
Temuan tentang dampak media sosial pada mahasiswa tampak lebih konsisten untuk konsentrasi daripada untuk prestasi. Durasi pemakaian yang panjang dikaitkan dengan menurunnya konsentrasi belajar (Pratama, 2020), sementara hubungan dengan prestasi akademik tidak terbukti signifikan, dan yang terkait justru kualitas tidur (Lestari & Hidayat, 2022). Dampak negatif tersebut juga tidak berlaku sama bagi semua orang, karena kemampuan mengelola notifikasi dan jadwal pemakaian terbukti meredamnya (Nugroho, 2023). Dengan demikian, penelitian ini memosisikan pengelolaan pemakaian, bukan sekadar durasi, sebagai variabel yang perlu diperhatikan.
Perhatikan ciri sintesisnya:
- Kalimat pertama menyatakan pola, bukan isi sumber.
- Satu kalimat memuat dua sumber dengan sitasi di akhir klausa masing-masing.
- Ada kata penghubung yang menunjukkan hubungan (sementara, justru, dengan demikian). Baca juga kata penghubung antarkalimat.
- Kalimat terakhir menghubungkan kajian pustaka dengan penelitianmu. Bagian ini tidak ada di sumber mana pun, sehingga otomatis orisinal.
Paragraf ini ditulis dari matriks, bukan dari kalimat sumber, dan itulah sebabnya kemiripannya rendah secara alami.
Menjaga istilah teknis
Istilah teknis, nama teori, nama instrumen, dan nama variabel tidak boleh diganti sinonim. "Teori kognitif sosial", "validitas konstruk", "regresi linear berganda", atau "Skala Likert" adalah nama baku. Mengubahnya menjadi kata lain membuat pembimbing dan penguji bingung. Pemeriksa kemiripan memang akan menandainya sebagai kecocokan, tetapi kecocokan istilah baku adalah hal yang wajar.
Cara aman:
- Tulis istilah persis seperti di sumber, lalu jelaskan sekali dengan kalimatmu sendiri pada pemakaian pertama.
- Untuk istilah asing, tulis padanannya dan istilah aslinya dalam kurung sekali, mengikuti pedoman kampus.
- Cetak miring istilah asing yang belum diserap, sesuai EYD Edisi V.
- Jangan memparafrase definisi operasional secara bebas; definisinya harus tetap setia pada rujukan.
BAB III: memparafrase metodologi tanpa kehilangan ketepatan
BAB III sering ditandai karena banyak kalimat metodologi memang berbentuk standar: "Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional." Kamu tidak perlu mencari sinonim untuk kalimat seperti ini. Yang perlu kamu lakukan:
- Tulis keputusan penelitianmu sendiri. Siapa respondennya, berapa jumlahnya, kapan dan di mana pengambilan datanya, bagaimana kamu memilih sampel. Rincian ini unik untuk penelitianmu.
- Parafrase hanya rujukan metodenya. Misalnya rumus ukuran sampel atau prosedur uji, dengan sitasi.
- Jangan menyalin deskripsi instrumen dari skripsi lain. Jelaskan instrumenmu: berapa butir, skala apa, bagaimana validitas dan reliabilitas diuji, dan siapa pembuat instrumen aslinya.
Contoh sebelum dan sesudah:
Sebelum (terlalu dekat dengan rujukan): Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Hartono, 2019).
Sesudah: Sampel dipilih secara purposive, yaitu dengan menetapkan kriteria tertentu terlebih dahulu (Hartono, 2019). Dalam penelitian ini, kriterianya adalah mahasiswa aktif semester lima ke atas yang sedang menempuh mata kuliah metodologi penelitian.
Kalimat pertama merujuk pada metode; kalimat kedua adalah isi penelitianmu sendiri. Hanya yang pertama perlu sitasi.
Mengutip dengan APA 7
Kebanyakan kampus di Indonesia menerapkan APA, tetapi edisi dan detailnya mengikuti buku pedoman masing-masing. Periksa dulu apakah kampusmu memakai APA 7 atau pedoman internal.
Pola dasar untuk parafrase:
- Satu penulis: (Pratama, 2020)
- Dua penulis: (Lestari & Hidayat, 2022)
- Tiga penulis atau lebih: (Nugroho et al., 2023); banyak kampus Indonesia memakai dkk. sebagai gantinya, jadi ikuti pedomanmu
- Beberapa sumber sekaligus: (Lestari & Hidayat, 2022; Pratama, 2020), diurutkan abjad
- Narasi: Pratama (2020) menemukan bahwa...
Nomor halaman tidak diwajibkan APA untuk parafrase, tetapi dianjurkan bila kamu merujuk bagian tertentu dari sumber yang panjang dan beberapa pembimbing memintanya. Kutipan langsung memerlukan tanda kutip dan nomor halaman. Pedoman resmi APA tentang parafrase ada di APA Style: Paraphrasing. Untuk menyusun daftar pustakanya, Generator Daftar Pustaka mendukung format APA 7, tetapi periksa hasilnya terhadap pedoman kampus. Panduan lanjutan: cara menulis sitasi parafrase dan perbedaan daftar pustaka dan bibliografi.
Membaca laporan kemiripan Turnitin
Banyak kampus di Indonesia memakai Turnitin atau perangkat sejenis di perpustakaan atau unit penjaminan mutu. Laporan yang kamu terima biasanya memuat persentase kemiripan, teks yang disorot warna, dan daftar sumber yang cocok. Beberapa hal yang perlu kamu pahami (selalu cocokkan dengan dokumentasi Turnitin versi terbaru dan pengaturan kampusmu, karena administrator bisa mengubahnya):
1. Persentase bukan vonis plagiat. Angka itu hanya menyatakan seberapa banyak teksmu cocok dengan basis data pembanding. Kecocokan bisa berasal dari daftar pustaka, kutipan langsung, frasa umum, atau judul instrumen. Kecocokan tinggi tidak otomatis plagiat, dan kecocokan rendah tidak membuktikan keaslian.
2. Warna menandai kisaran. Pada tampilan standar laporan, ikon kemiripan berwarna biru untuk nol persen, hijau untuk kisaran rendah, lalu kuning, oranye, dan merah seiring naiknya persentase. Warna itu penanda visual dari Turnitin, bukan batas lulus. Batas lulus ditetapkan kampusmu.
3. Sorotan warna pada teks menunjukkan sumber yang cocok. Setiap sumber diberi warna dan nomor. Klik untuk melihat bagian mana yang mirip. Pelajari tiap sorotan, jangan hanya melihat total.
4. Pengecualian mengubah angka. Pemeriksa biasanya bisa dikonfigurasi untuk mengecualikan daftar pustaka, teks kutipan, atau kecocokan sangat pendek. Kampus yang berbeda memakai pengaturan yang berbeda, sehingga angka dari dua kampus tidak bisa dibandingkan langsung. Tanyakan ke pengelola apa yang dikecualikan.
5. Skripsi lamamu juga bisa jadi pembanding. Bila kamu pernah mengumpulkan makalah atau proposal ke sistem yang sama, kecocokan dengan tulisanmu sendiri bisa muncul. Tanyakan prosedur kampus soal ini.
Setelah membaca laporan, urutkan temuan:
| Jenis kecocokan | Tindakan |
|---|---|
| Kutipan langsung dengan tanda kutip dan sitasi | Biasanya wajar; pastikan tidak berlebihan |
| Frasa baku, nama lembaga, judul instrumen | Biarkan |
| Kalimat panjang yang sama dengan sumber | Tulis ulang dari catatan, tambahkan sitasi |
| Paragraf mirip tanpa sitasi | Tulis ulang secara sintesis dan beri sitasi |
| Kecocokan dari daftar pustaka | Periksa apakah kampus mengecualikannya |
Intinya: tujuannya sintesis yang orisinal, bukan skor yang lebih rendah. Mengubah kata-kata hanya untuk menurunkan angka sambil mempertahankan struktur adalah kebiasaan yang justru memancing kecurigaan pembimbing.
Memakai alat AdeptWrite dengan jujur
Beberapa bantuan yang realistis:
- Parafrase Online punya tujuh mode, termasuk Akademik. Pakai sebagai bahan awal atau pembanding setelah kamu menulis versimu sendiri, bukan sebagai pengganti proses sintesis. Alat tidak mengetahui sumber, tujuan penelitianmu, atau mana istilah yang tidak boleh berubah, jadi baca hasilnya per kalimat dan bandingkan dengan sumber.
- Cek Plagiarisme memberi perkiraan kemiripan teksmu dengan sumber terbuka seperti Wikipedia dan jurnal akses terbuka, lengkap dengan daftar sumber yang diperiksa. Teks minimal 30 kata dan maksimal 6.000 karakter per proses. Ini bukan setara Turnitin: basis datanya berbeda, sehingga angkanya tidak bisa menggantikan laporan kampus. Kecocokan nol berarti tidak ditemukan tumpang tindih pada sumber yang diperiksa, bukan bukti keaslian.
- Cek Ejaan mencocokkan kata dengan daftar kata baku AdeptWrite yang diperiksa terhadap KBBI VI dan EYD V. Pakai setelah isi selesai, terutama untuk kata tidak baku, lalu lihat kata tidak baku dalam skripsi.
Daftar periksa sebelum mengumpulkan BAB II dan III
- Setiap paragraf kajian pustaka membandingkan atau menyimpulkan, bukan hanya meringkas satu sumber.
- Ada kalimat yang menghubungkan kajian dengan penelitianku.
- Istilah teknis dan nama teori sama persis dengan rujukan.
- Setiap klaim yang bukan pemikiranku punya sitasi APA 7 (atau gaya yang diminta kampus).
- Kutipan langsung ditandai tanda kutip dan halaman, dan jumlahnya sedikit.
- Setiap sitasi di teks muncul di daftar pustaka, dan sebaliknya.
- Deskripsi metodologi memuat data penelitianku, bukan salinan skripsi lain.
- Aku sudah membaca aturan kemiripan kampus, bukan memakai angka dari teman.
- Hasil alat bantu apa pun sudah kubaca, kuedit, dan kubandingkan dengan sumber.
Kesalahan yang sering terjadi
| Kesalahan | Akibat | Perbaikan |
|---|---|---|
| Mengganti sinonim tanpa mengubah struktur | Tetap terbaca sebagai salinan | Tulis dari matriks sintesis |
| Satu sumber per kalimat | BAB II menjadi ringkasan buku | Gabungkan sumber dalam satu kalimat pola |
| Mengganti istilah teknis | Makna bergeser | Pertahankan istilah, jelaskan sekali |
| Menyalin metodologi skripsi kakak tingkat | Kecocokan tinggi dan tidak sesuai penelitianmu | Tulis keputusan penelitianmu |
| Percaya angka dari satu alat | Rasa aman palsu | Pakai alat sebagai gambaran, ikuti laporan kampus |
| Mengejar persentase | Kualitas tulisan turun | Kejar sintesis dan sitasi yang rapi |
| Memparafrase terjemahan tanpa menyebut sumber asli | Sumber tidak jelas | Sebut karya asli dan penerjemahnya sesuai pedoman |
Aturan kampus, edisi APA, dan fitur Turnitin dapat berubah, sehingga yang berlaku adalah versi terbaru dari lembaga yang bersangkutan. Untuk dasar-dasar parafrase, baca juga cara parafrase agar tidak plagiat.
Coba alatnya
Pertanyaan umum
Berapa persen kemiripan Turnitin yang aman untuk skripsi?
Tidak ada angka nasional. Setiap kampus, fakultas, atau program studi menetapkan batasnya sendiri dan juga pengaturan pengecualiannya, sehingga angka dari kampus lain tidak berlaku. Cari ketentuan tertulis di buku pedoman skripsi atau tanyakan ke perpustakaan dan dosen pembimbing. Perhatikan juga sumber kecocokannya, bukan hanya total persentase.
Apakah memparafrase dengan alat otomatis cukup agar lolos Turnitin?
Tidak bisa dijamin. Alat parafrase boleh dipakai sebagai bahan awal, tetapi hasilnya bisa memelihara struktur sumber atau menggeser makna istilah. Tulis sintesismu sendiri dari catatan, baca hasil alat per kalimat, dan tetap cantumkan sitasi. Tujuannya tulisan yang orisinal dan jujur, bukan sekadar skor yang rendah.
Apakah Cek Plagiarisme AdeptWrite sama dengan Turnitin?
Tidak. Cek Plagiarisme memberi perkiraan kemiripan dengan sumber terbuka seperti Wikipedia dan jurnal akses terbuka, dan menampilkan sumber yang diperiksa. Basis datanya berbeda dari Turnitin, sehingga hasilnya tidak bisa menggantikan laporan kampus. Kecocokan nol hanya berarti tidak ada tumpang tindih pada sumber yang diperiksa.
Haruskah kutipan langsung dan daftar pustaka dihitung dalam kemiripan?
Itu tergantung pengaturan laporan di kampusmu. Pemeriksa kemiripan sering bisa dikonfigurasi untuk mengecualikan daftar pustaka dan teks kutipan, tetapi tidak semua kampus mengaktifkannya. Tanyakan ke pengelola Turnitin di kampus bagian mana yang dikecualikan, lalu baca sorotan per sumber, bukan hanya angka total.
Panduan terkait
- Cara Parafrase yang Benar agar Tidak Plagiat (+ Contoh) — Parafrase yang benar menyampaikan gagasan sumber dengan kata dan susunan kalimatmu sendiri, tanpa mengubah makna, lalu t…
- Cara Parafrase Paragraf Langkah demi Langkah (dengan Contoh) — Untuk memparafrase paragraf, temukan kalimat utama dan kalimat penjelasnya, tutup sumbernya, lalu tulis ulang gagasannya…
- Apakah Parafrase Termasuk Plagiat? Batasnya dan Contohnya — Parafrase yang tidak mencantumkan sumber tetap termasuk plagiat, sebab yang dicuri adalah gagasannya, bukan hanya kata-k…
- Cara Menulis Sitasi untuk Parafrase (APA 7, MLA, Chicago) — Sitasi parafrase dalam APA 7 cukup memuat nama belakang penulis dan tahun, misalnya (Hartono, 2022), atau "Menurut Harto…
- Perbedaan Daftar Pustaka, Daftar Referensi, dan Bibliografi — Daftar pustaka adalah istilah umum di kampus Indonesia untuk daftar sumber di akhir karya tulis. Daftar referensi (refer…