30 Kesalahan Ejaan Bahasa Indonesia yang Paling Sering Terjadi (dan Perbaikannya)
Kesalahan ejaan yang paling sering terjadi dalam bahasa Indonesia umumnya berpola: praktek (praktik), resiko (risiko), merubah (mengubah), dimana (di mana), analisa (analisis), dan jaman (zaman). Panduan ini membahas 30 kesalahan, bentuk bakunya menurut KBBI dan EYD Edisi V, alasannya, serta cara memeriksanya dengan Cek Ejaan.
Jawaban singkat
Kesalahan ejaan dalam bahasa Indonesia jarang acak. Hampir semuanya masuk ke empat pola: kata serapan yang ejaannya berubah (praktek, resiko, analisa), awalan yang salah dipasang (merubah), kata depan yang digabung (dimana, disini), dan singkatan chat yang terbawa ke tulisan resmi (yg, dgn, tdk). Kalau kamu hafal polanya, tiga puluh kesalahan di bawah ini bisa kamu kenali tanpa membuka kamus setiap kali.
Rujukan ejaan yang dipakai di sini adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi VI daring dan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) Edisi V dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Setiap butir ditautkan ke halaman kata baku di AdeptWrite yang disusun berdasarkan kedua rujukan itu. Urutan dalam daftar adalah pengelompokan berdasarkan pola kesalahan, bukan peringkat hasil survei.
Mengapa kesalahan ini mudah lolos
Ada tiga sebab yang berulang.
- Bunyi dan tulisan berbeda. Kita mengucapkan "praktek" dan "resiko" dengan jelas, sehingga tangan menulis apa yang terdengar.
- Ejaan lama masih terbawa. Kata seperti "obyek", "jaman", atau "Nopember" dulu lazim, lalu berubah mengikuti ejaan resmi. Buku lama, spanduk, dan nama dokumen kantor masih memakai bentuk lama.
- Pemeriksa otomatis tidak selalu menolong. Kata seperti "merubah" atau "analisa" sering dianggap benar karena sangat umum dipakai, bukan karena baku.
Kesalahan semacam ini bukan soal kecerdasan. Dosen pembimbing dan penyeleksi berkas hanya perlu satu-dua temuan untuk mengira sebuah tulisan belum diperiksa.
Kelompok 1: kata serapan dari bahasa asing (butir 1-14)
Serapan paling sering salah karena kita menulis dari ejaan asalnya atau dari cara orang mengucapkannya.
| No. | Salah | Benar | Alasan singkat | Entri |
|---|---|---|---|---|
| 1 | praktek | praktik | KBBI mencatat "praktik" sebagai bentuk baku | praktik atau praktek |
| 2 | resiko | risiko | Ejaan baku memakai huruf i pada suku pertama | risiko atau resiko |
| 3 | analisa | analisis | Akhiran -ysis diserap menjadi -isis | analisis atau analisa |
| 4 | jaman | zaman | Serapan Arab "zamān", huruf z dipertahankan | zaman atau jaman |
| 5 | aktifitas | aktivitas | Akhiran -itas menuntut huruf v | aktivitas atau aktifitas |
| 6 | kreatifitas | kreativitas | Pola sama dengan aktivitas | kreativitas atau kreatifitas |
| 7 | efektifitas | efektivitas | Pola sama dengan aktivitas | efektivitas atau efektifitas |
| 8 | nasehat | nasihat | Serapan Arab, KBBI mencatat huruf i | nasihat atau nasehat |
| 9 | hakekat | hakikat | Serapan Arab, KBBI mencatat huruf i | hakikat atau hakekat |
| 10 | ijin | izin | Serapan Arab "iżn", huruf z | izin atau ijin |
| 11 | karir | karier | Serapan Belanda "carrière" | karier atau karir |
| 12 | sistim | sistem | Vokal e pada suku kedua dipertahankan | sistem atau sistim |
| 13 | faham | paham | Bunyi f pada kata ini diserap menjadi p | paham atau faham |
| 14 | obyek | objek | "Obyek" adalah ejaan lama | objek atau obyek |
Pola yang bisa dipegang. Akhiran -ity dalam bahasa Inggris menjadi -itas dan huruf f pada kata dasar berubah menjadi v: aktif menjadi aktivitas, kreatif menjadi kreativitas, efektif menjadi efektivitas. Satu aturan ini sudah menutup tiga kesalahan sekaligus.
Contoh sebelum dan sesudah dalam kalimat skripsi:
Sebelum: Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas praktek kerja lapangan terhadap kreatifitas mahasiswa. Analisa data dilakukan dengan mempertimbangkan resiko bias.
Sesudah: Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas praktik kerja lapangan terhadap kreativitas mahasiswa. Analisis data dilakukan dengan mempertimbangkan risiko bias.
Lima kata diperbaiki dalam dua kalimat. Tidak ada satu pun yang mengubah makna, tetapi kelimanya mengubah kesan tulisan.
Kelompok 2: kesalahan awalan dan bentuk kata (butir 15-20)
| No. | Salah | Benar | Alasan singkat | Entri |
|---|---|---|---|---|
| 15 | merubah | mengubah | Kata dasarnya "ubah"; me- + vokal menjadi meng- | mengubah atau merubah |
| 16 | silahkan | silakan | Kata dasarnya "sila" + -kan, bukan "silah" | silakan atau silahkan |
| 17 | sekedar | sekadar | Dari kata dasar "kadar", bukan "kedar" | sekadar atau sekedar |
| 18 | himbau | imbau | KBBI mencatat "imbau" (mengimbau, imbauan) | imbau atau himbau |
| 19 | seksama | saksama | KBBI mencatat huruf a pada suku pertama | saksama atau seksama |
| 20 | hutang | utang | KBBI menetapkan "utang" (berutang, piutang) | utang atau hutang |
Mengapa "merubah" paling licin. Orang menambahkan awalan me- langsung pada "ubah" dan jadilah "merubah", yang terdengar wajar. Padahal bentuk itu seolah berasal dari kata dasar "rubah" (nama hewan). Ingat rumusnya: me- + ubah = mengubah, sama seperti me- + ambil = mengambil. Hal yang sama berlaku pada turunannya: mengubah, perubahan, berubah, pengubah.
Contoh: "Pemerintah merubah jadwal libur" menjadi "Pemerintah mengubah jadwal libur".
Kelompok 3: huruf yang salah pasang (butir 21-30)
| No. | Salah | Benar | Alasan singkat | Entri |
|---|---|---|---|---|
| 21 | standart | standar | Huruf d di akhir tidak dipertahankan | standar atau standart |
| 22 | antri | antre | KBBI menetapkan "antre" (mengantre, antrean) | antre atau antri |
| 23 | kwalitas | kualitas | Gugus "qu" diserap menjadi "ku" | kualitas atau kwalitas |
| 24 | nafas | napas | Serapan Arab yang menjadi "napas" | napas atau nafas |
| 25 | ekstrim | ekstrem | Serapan "extreme", huruf e | ekstrem atau ekstrim |
| 26 | tehnik | teknik | Gugus "ch" diserap menjadi "k" | teknik atau tehnik |
| 27 | frekwensi | frekuensi | Gugus "qu" diserap menjadi "ku" | frekuensi atau frekwensi |
| 28 | propinsi | provinsi | Serapan Belanda, huruf v dipertahankan | provinsi atau propinsi |
| 29 | nomer | nomor | Serapan Belanda "nummer", ejaan "nomor" | nomor atau nomer |
| 30 | dimana | di mana | Kata depan "di" ditulis terpisah | di mana atau dimana |
Beberapa pola untuk dihafal:
- qu menjadi ku: kualitas, frekuensi, kuota, kuorum, kuitansi (bukan kwalitas, frekwensi, kwitansi). Lihat juga kuitansi atau kwitansi.
- ch menjadi k: teknik, teknologi (bukan tehnik, tekhnologi). Lihat teknologi atau tekhnologi.
- f dan v tidak boleh tertukar menjadi p: provinsi (bukan propinsi), November (bukan Nopember), Februari (bukan Pebruari). Lihat November atau Nopember dan Februari atau Pebruari.
Kesalahan "di" yang paling sering: kata depan atau awalan
Butir 30, "dimana", mewakili kesalahan yang sangat lazim dalam tulisan sehari-hari: kata depan di dan ke digabung dengan kata di belakangnya. Aturan EYD V-nya sederhana:
- Kata depan (menunjukkan tempat) ditulis terpisah: di mana, di sini, di sana, di atas, di bawah, di dalam, ke sini.
- Awalan di- pada kata kerja pasif ditulis serangkai: dibaca, ditulis, dikirim, diperiksa.
Uji cepatnya: kalau kata sesudahnya bisa diganti dengan nama tempat, itu kata depan dan ditulis terpisah. Bandingkan "Buku itu ada di atas meja" (tempat, terpisah) dengan "Buku itu dibaca semalam" (kata kerja pasif, serangkai).
Contoh sebelum dan sesudah:
Sebelum: Dokumennya disimpan didalam lemari, bukan diatas meja. Datang kesini besok.
Sesudah: Dokumennya disimpan di dalam lemari, bukan di atas meja. Datang ke sini besok.
Entri yang bisa dibuka: di sini atau disini, di atas atau diatas, di dalam atau didalam. Pembahasan lebih panjang ada di panduan di dan ke: dipisah atau digabung.
Satu catatan hati-hati tentang "di mana". Kata ini sah sebagai kata tanya tempat ("Di mana kamu menyimpan berkasnya?"). Yang sering dikoreksi editor adalah pemakaiannya sebagai penghubung anak kalimat ("Kota di mana saya tinggal..."), karena strukturnya terasa meniru bahasa lain dan biasanya bisa diganti dengan "tempat", "yang", atau kalimat yang disusun ulang. Itu soal keefektifan kalimat, bukan semata ejaan.
Singkatan chat yang terbawa ke tulisan resmi
Bukan salah ejaan dalam arti sempit, tetapi sering muncul dalam email, laporan, dan chat dengan dosen:
Untuk pesan WhatsApp ke teman, tidak ada masalah. Untuk surat lamaran, email ke dosen, dan skripsi, tulis lengkap. Contoh konteks resmi ada di panduan kata tidak baku dalam skripsi.
Bentuk lain yang juga sering salah
Di luar tiga puluh butir, beberapa kata ini juga sering kita temui dalam draf:
- jadwal, bukan jadual: jadwal atau jadual
- cabai, bukan cabe (ragam cakapan): cabai atau cabe
- lembap, bukan lembab: lembap atau lembab
- telanjur, bukan terlanjur: telanjur atau terlanjur
- salat, bukan sholat atau shalat: salat atau sholat
- Ramadan, bukan Ramadhan: Ramadan atau Ramadhan
- Februari dengan huruf kapital: Februari huruf kapital
Daftar yang lebih lengkap tersedia di daftar kata baku dan tidak baku.
Cara memeriksa tulisan sendiri
Daftar di atas berguna untuk dibaca, tetapi kebiasaan memeriksa jauh lebih berguna. Urutan kerja yang realistis untuk skripsi, laporan, atau surat lamaran:
- Selesaikan isi dulu, ejaan belakangan. Memeriksa ejaan sambil menulis memecah konsentrasi.
- Jalankan pengecekan otomatis. Tempel teks ke Cek Ejaan. Alat ini mencocokkan kata dengan daftar kata baku AdeptWrite dan beberapa aturan EYD V langsung di browser, lalu menandai typo serta kata tidak baku. Untuk satu kata yang masih ragu, Cek KBBI lebih cepat.
- Putuskan sendiri tiap tandaan. Pemeriksa ejaan tidak mengerti maksudmu. Nama orang, istilah teknis, kutipan langsung, dan kata asing yang dicetak miring boleh sengaja dibiarkan. Baca setiap saran sebelum menerimanya.
- Cari ulang pola favoritmu. Setiap penulis punya tiga atau empat kesalahan langganan. Setelah ketemu, gunakan pencarian di editor (Ctrl+F) untuk menelusuri seluruh dokumen, misalnya cari "dimana", "analisa", dan "merubah".
- Baca keras-keras satu kali. Kesalahan tanda baca dan kata ganda sering baru terdengar saat dibaca.
Cek Ejaan tidak menilai apakah kalimatmu efektif. Untuk itu pakai Cek Grammar, alat berbasis AI yang memproses sampai 6.000 karakter per proses (periksa dokumen panjang per subbab), atau minta orang lain membaca.
Kapan kamu perlu ekstra teliti
| Situasi | Yang perlu dijaga |
|---|---|
| Skripsi dan tugas akhir | Ikuti pedoman penulisan kampus; kebanyakan merujuk KBBI dan EYD, dan dosen pembimbing menilai konsistensi |
| Surat lamaran dan email kerja | Nama perusahaan, jabatan, dan tanggal; satu typo di baris pembuka bisa mengubah kesan |
| Dokumen resmi dan laporan kantor | Nomor surat, nama bulan, dan istilah teknis |
| Konten media sosial dan blog | Bebas menyesuaikan gaya, tetapi konsisten, apalagi bila untuk merek |
Kesalahan yang paling sering menjebak
- Menganggap "sering dipakai" berarti baku. "Merubah" dan "analisa" ada di mana-mana, tetapi bukan bentuk baku menurut KBBI.
- Memperbaiki sebagian. Menulis "efektivitas" di satu halaman dan "efektifitas" di halaman lain terlihat lebih ceroboh daripada konsisten dengan satu bentuk.
- Mengoreksi nama diri. Nama orang, lembaga, dan merek (misalnya nama kampus yang memakai ejaan lama) ditulis sesuai aslinya.
- Menerima semua saran alat. Alat bisa keliru pada istilah teknis dan kutipan.
Panduan ini berdasarkan KBBI VI daring dan EYD Edisi V. Kamus dan ejaan dapat diperbarui, sehingga rujukan terakhir adalah situs resmi Badan Bahasa.
Coba alatnya
Pertanyaan umum
Mana yang benar, praktek atau praktik?
Yang baku adalah praktik. KBBI mencatat "praktik" sebagai bentuk bakunya, sedangkan "praktek" tidak baku. Bentuk turunannya mengikuti: mempraktikkan, praktikum, dan praktisi. Untuk skripsi atau surat resmi, gunakan "praktik" secara konsisten, termasuk di judul dan daftar isi.
Apakah merubah salah dan harus diganti mengubah?
Ya, dalam tulisan baku bentuk yang benar adalah mengubah. Kata dasarnya "ubah", dan awalan me- yang bertemu vokal menjadi meng-. Bentuk "merubah" terkesan berasal dari kata "rubah" yang berarti hewan. Dalam obrolan santai orang sering memakainya, tetapi dalam skripsi dan surat resmi sebaiknya dihindari.
Kapan di ditulis terpisah dan kapan digabung?
Tulis terpisah bila "di" menunjukkan tempat: di mana, di sini, di atas, di rumah. Tulis serangkai bila "di-" adalah awalan kata kerja pasif: dibaca, ditulis, dikirim. Ujinya: jika kata di belakangnya bisa diganti nama tempat, tulis terpisah. Aturan ini ada di EYD Edisi V.
Apakah Cek Ejaan menjamin tulisan saya bebas salah?
Tidak. Cek Ejaan mencocokkan kata dengan daftar kata baku AdeptWrite (diperiksa terhadap KBBI VI) dan beberapa aturan EYD V untuk menemukan typo dan kata tidak baku, tetapi tidak menilai maksud kalimat. Nama, istilah teknis, dan kutipan bisa ikut ditandai. Baca tiap saran, putuskan sendiri, dan tetap baca ulang naskahmu sebelum dikirim atau dikumpulkan.
Panduan terkait
- Daftar Kata Baku dan Tidak Baku Menurut KBBI dan EYD V — Kata baku adalah kata yang ejaannya sesuai KBBI dan EYD V; kata tidak baku menyimpang dari keduanya, misalnya aktifitas,…
- Penulisan Di dan Ke: Kapan Dipisah, Kapan Digabung? — Tulis di dan ke terpisah jika menunjukkan tempat atau arah: di mana, di rumah, ke kantor, ke luar kota. Tulis serangkai …
- EYD Edisi V: Apa yang Berubah dari PUEBI, dan Apa yang Tetap? — EYD Edisi V adalah pedoman ejaan resmi bahasa Indonesia yang ditetapkan Badan Bahasa pada 2022 dan menggantikan PUEBI. P…
- Pleonasme: Contoh Kata Mubazir (Naik ke Atas, Para Hadirin Sekalian, Sangat ... Sekali) — Pleonasme adalah pemakaian kata yang berlebihan karena maknanya sudah terkandung dalam kata lain, misalnya "naik ke atas…