50 Kata Tidak Baku yang Sering Muncul di Skripsi (dan Penggantinya)
Kata tidak baku di skripsi paling sering berupa serapan yang salah ejaan, seperti analisa (baku: analisis), praktek (praktik), sistim (sistem), dan merubah (mengubah). Daftar 50 pasangan di bawah dikelompokkan menurut bab tempat kata itu biasa muncul, dengan alasan singkat dan cara memeriksanya memakai KBBI, EYD Edisi V, dan Cek Ejaan.
Jawaban singkat: kata tidak baku apa yang paling sering lolos di skripsi?
Lima yang paling sering terlihat di draf mahasiswa adalah analisa (baku: analisis), praktek (praktik), sistim (sistem), merubah (mengubah), dan resiko (risiko). Skripsi memakai ragam bahasa baku, jadi dosen pembimbing dan penguji hampir selalu menandai kata-kata ini. Rujukan yang dipakai adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Ejaan yang Disempurnakan Edisi V (EYD V, 2022) dari Badan Bahasa.
Daftar di bawah berisi 50 pasangan. Sebagian besar bukan salah ketik, melainkan kata yang terdengar benar karena sering dipakai dalam percakapan. Pasangan yang punya entri sendiri di kamus kata baku AdeptWrite ditautkan, lengkap dengan alasan dan contoh kalimat.
Mengapa kesalahan ini berulang di skripsi?
Ada empat penyebab utama, dan memahaminya membantumu menebak kata lain yang belum ada di daftar.
- Serapan yang tidak disesuaikan. Kata dari bahasa asing diserap dengan pola tetap: akhiran -ic menjadi -ik, -ity menjadi -itas, -ive menjadi -if, -ysis menjadi -isis. Itulah sebabnya aktifitas seharusnya aktivitas dan analisa seharusnya analisis.
- Konsonan yang dipertahankan dari ejaan asing. Kw menjadi ku (kualitas, bukan kwalitas) dan ph atau th mengikuti pola bahasa Indonesia (teknik, bukan tehnik).
- Bunyi yang ditulis menurut lafal. Nopember, jadual, dan nomer mengikuti ucapan sehari-hari.
- Peluluhan yang terlewat. Awalan meN- meluluhkan k, p, t, s di awal kata dasar: memengaruhi, bukan mempengaruhi.
Perlu dicatat: tidak semua orang sepakat tentang beberapa pasangan di lapangan, dan KBBI diperbarui dari waktu ke waktu. Bila kamu menemukan perbedaan dengan KBBI daring, KBBI-lah yang menjadi rujukan akhir.
Bab I: Pendahuluan dan latar belakang
Bab pertama biasanya penuh kata serapan karena penulis menjelaskan istilah dan fenomena.
| Tidak baku | Baku | Catatan |
|---|---|---|
| analisa | analisis | Serapan analysis; berlaku juga untuk sintesis dan hipotesis |
| aktifitas | aktivitas | Akhiran -ity menjadi -itas |
| resiko | risiko | Tidak ada huruf e pada suku pertama |
| jaman | zaman | Serapan dari bahasa Arab zaman |
| propinsi | provinsi | Penting untuk skripsi yang menyebut lokasi penelitian |
| obyek | objek | Huruf j, bukan y |
| subyek | subjek | Pola yang sama dengan objek |
| azas | asas | KBBI mengarahkan azas ke asas |
| hakekat | hakikat | Sering muncul di latar belakang filosofis |
| kwalitas | kualitas | Kw- diganti ku- |
Contoh sebelum dan sesudah: "Resiko penggunaan media sosial pada jaman sekarang perlu dianalisa." Perbaikan: "Risiko penggunaan media sosial pada zaman sekarang perlu dianalisis."
Bab II: Tinjauan pustaka dan landasan teori
| Tidak baku | Baku | Catatan |
|---|---|---|
| sistim | sistem | Vokal e dipertahankan |
| tehnik, tekhnik | teknik | Tanpa huruf h |
| tehnologi, tekhnologi | teknologi | Tanpa huruf h |
| kreatifitas | kreativitas | -ity menjadi -itas, bukan -ifitas |
| efektifitas | efektivitas | Huruf v dipertahankan |
| standart | standar | Tidak ada t di akhir |
| faham | paham | Bentuk baku yang dicatat KBBI untuk "pengertian" adalah paham |
| hirarki | hierarki | Ada huruf e setelah i |
| sintesa | sintesis | Pola -isis |
| hipotesa | hipotesis | Pola -isis, penting untuk bab landasan teori |
| mempengaruhi | memengaruhi | Peluluhan p setelah meN- |
| menterjemahkan | menerjemahkan | Peluluhan t setelah meN- |
Contoh: "Teori ini faham bahwa efektifitas sistim ditentukan oleh tehnik yang dipakai." Perbaikan: "Teori ini berpandangan bahwa efektivitas sistem ditentukan oleh teknik yang dipakai." Perhatikan bahwa perbaikan tidak sekadar mengganti ejaan; kata faham di sini juga diganti karena maknanya meleset.
Bab III: Metodologi penelitian
Bab metode memuat banyak istilah teknis dan angka, dua sumber kesalahan sekaligus.
| Tidak baku | Baku | Catatan |
|---|---|---|
| metoda | metode | Dipakai di judul subbab dan hampir tiap paragraf |
| kuisioner | kuesioner | Serapan dari bahasa Prancis |
| survey | survei | Ejaan Indonesia memakai i |
| prosentase | persentase | Dari per + sen |
| frekwensi | frekuensi | Kw- menjadi ku- |
| kwantitatif | kuantitatif | Pasangan dengan kualitatif |
| kwalitatif | kualitatif | Pasangan dengan kuantitatif |
| jadual | jadwal | Untuk jadwal penelitian |
| nomer | nomor | Untuk nomor responden atau butir soal |
| nopember | November | Nama bulan ditulis dengan huruf kapital |
Contoh: "Kuisioner disebar pada bulan Nopember dengan metoda kwantitatif, lalu prosentase jawaban dihitung." Perbaikan: "Kuesioner disebarkan pada bulan November dengan metode kuantitatif, lalu persentase jawaban dihitung." Untuk bulan lain, lihat panduan penulisan nama bulan yang benar.
Bab IV: Hasil dan pembahasan
| Tidak baku | Baku | Catatan |
|---|---|---|
| respon | respons | Banyak dipakai untuk "tanggapan responden" |
| ekstrim | ekstrem | Muncul saat membahas nilai tertinggi dan terendah |
| trend | tren | Sering dipakai untuk menjelaskan grafik |
| komplit | komplet | Berlaku untuk data yang lengkap |
| konsekwen | konsekuen | Kw- menjadi ku- di tengah kata juga berlaku |
| dimana | di mana | Kata tanya ditulis terpisah; jangan dipakai untuk menyambung klausa |
Contoh: "Respon responden sangat positif, dimana tren menunjukkan nilai ekstrim pada kelompok kedua." Perbaikan: "Respons responden sangat positif; tren menunjukkan nilai ekstrem pada kelompok kedua." Pada contoh ini, dimana dibuang sepenuhnya karena kalimat lebih jelas tanpa kata tanya yang dipaksakan sebagai penghubung.
Bab V, kata pengantar, dan lampiran
| Tidak baku | Baku | Catatan |
|---|---|---|
| merubah | mengubah | Kata dasar ubah; merubah berarti lain |
| sekedar | sekadar | Sering muncul di kesimpulan |
| seksama | saksama | Dipakai untuk "dengan saksama" |
| himbau | imbau | Tanpa huruf h di awal |
| ijin | izin | Wajib benar pada lampiran surat izin penelitian |
| nasehat | nasihat | Muncul di ucapan terima kasih kepada pembimbing |
| karir | karier | Untuk saran bagi lulusan |
| silahkan | silakan | Tanpa huruf h |
Contoh kata pengantar: "Penulis berterima kasih atas nasehat dan ijin yang diberikan." Perbaikan: "Penulis berterima kasih atas nasihat dan izin yang diberikan."
Kata yang menyusup di semua bab
Empat pasangan terakhir tidak terikat bab, tetapi sering muncul di draf yang ditulis tergesa-gesa atau disalin dari chat:
| Tidak baku | Baku | Catatan |
|---|---|---|
| diatas | di atas | Kata depan ditulis terpisah dari kata keterangan tempat |
| disini | di sini | Aturan yang sama |
| yg | yang | Singkatan chat tidak dipakai di tulisan ilmiah |
| dgn | dengan | Singkatan chat tidak dipakai di tulisan ilmiah |
Aturan penulisan di dan ke dibahas lengkap di panduan di dan ke: dipisah atau digabung.
Cara memeriksa naskahmu sebelum bimbingan
Daftar 50 kata ini bukan seluruh kosakata tidak baku. Memeriksa naskah secara sistematis lebih aman daripada mengandalkan hafalan.
- Tempel satu bab ke Cek Ejaan. Alat ini mencocokkan teks dengan kamus bahasa Indonesia dan pasangan baku-tidak baku, lalu menandai kandidat kesalahan beserta alasan. Alat ini membantu menemukan typo dan kata tidak baku yang dikenalnya, tetapi belum tentu menangkap semua kesalahan, dan tidak menilai isi atau struktur tulisanmu.
- Periksa kata yang ditandai di KBBI daring. Cari kata itu di kbbi.kemendikdasmen.go.id; bila ada petunjuk "tidak baku" atau kata itu mengarah ke entri lain, ikuti.
- Cari ulang satu kata di seluruh berkas. Misalnya cari analisa di semua bab, lalu ganti satu per satu. Jangan memakai ganti-semua tanpa membaca, karena menganalisa harus menjadi menganalisis, bukan menganalisisis.
- Baca ulang dengan keras. Beberapa kesalahan tidak terlihat oleh mata tetapi terasa saat dibaca.
- Periksa tanda baca dan huruf kapital. Panduan kesalahan ejaan yang sering terjadi merangkum kesalahan di luar daftar ini.
Daftar lengkap pasangan baku dan tidak baku yang lain ada di panduan daftar kata baku dan tidak baku. Perubahan yang dibawa EYD Edisi V dijelaskan di panduan EYD Edisi V.
Kesalahan saat memperbaiki kata tidak baku
| Kesalahan | Penjelasan |
|---|---|
| Mengganti satu kata tetapi lupa turunannya | Analisa menjadi analisis, maka menganalisa menjadi menganalisis dan dianalisa menjadi dianalisis |
| Menganggap semua kata asing harus diubah | Istilah teknis asing yang belum diserap dicetak miring, bukan diganti |
| Menyalin kata baku dari satu sumber saja | Periksa KBBI, bukan hanya blog atau grup chat |
| Mengubah kutipan langsung | Kutipan langsung ditulis persis seperti aslinya, termasuk bila aslinya tidak baku; tambahkan [sic] hanya bila pedoman kampus menganjurkannya |
| Mengabaikan nama diri | Nama orang, lembaga, dan judul sumber tidak diubah ke bentuk baku |
Terakhir, ingat bahwa menyunting ejaan tidak sama dengan menyusun ulang kalimat. Bila kalimat yang rancu menjadi masalah utamamu, pelajari kalimat efektif dan, bila perlu, pakai Perbaiki Kalimat sebagai bahan perbandingan, lalu putuskan sendiri hasil akhirnya.
Coba alatnya
Pertanyaan umum
Apakah kata tidak baku di skripsi mengurangi nilai?
Pedoman penilaian tiap kampus berbeda, tetapi skripsi ditulis dalam ragam bahasa baku sehingga pembimbing dan penguji biasanya meminta kata tidak baku diperbaiki sebelum naskah disetujui. Cara paling aman adalah memeriksa naskah dengan KBBI dan EYD V sebelum bimbingan atau sidang.
Mana yang jadi rujukan, KBBI atau EYD V?
Keduanya saling melengkapi. KBBI menentukan bentuk kata dan maknanya, sedangkan EYD V mengatur cara menuliskannya, misalnya huruf kapital, tanda baca, dan penulisan di dan ke. Jika ada perbedaan dengan blog atau buku lama, ikuti KBBI daring dan pedoman EYD Edisi V dari Badan Bahasa.
Bagaimana jika dosen memakai kata yang berbeda dari KBBI?
Sampaikan dengan sopan dan tunjukkan entri KBBI atau pasal EYD V yang kamu pakai. Jika dosen tetap meminta bentuk tertentu, ikuti saja untuk skripsimu, karena dosen pembimbing yang menyetujui naskah. Simpan catatan perbedaan itu agar tulisan berikutnya konsisten.
Apakah Cek Ejaan menangkap semua kata tidak baku?
Tidak. Cek Ejaan mencocokkan teks dengan kamus yang dimilikinya dan daftar pasangan baku-tidak baku, lalu menandai kandidat kesalahan beserta alasan. Kata yang belum ada di datanya bisa lolos. Anggap hasilnya sebagai bantuan awal, lalu periksa kata yang meragukan di KBBI daring.
Panduan terkait
- Daftar Kata Baku dan Tidak Baku Menurut KBBI dan EYD V — Kata baku adalah kata yang ejaannya sesuai KBBI dan EYD V; kata tidak baku menyimpang dari keduanya, misalnya aktifitas,…
- 30 Kesalahan Ejaan Bahasa Indonesia yang Paling Sering Terjadi (dan Perbaikannya) — Kesalahan ejaan yang paling sering terjadi dalam bahasa Indonesia umumnya berpola: praktek (praktik), resiko (risiko), m…
- Penulisan Di dan Ke: Kapan Dipisah, Kapan Digabung? — Tulis di dan ke terpisah jika menunjukkan tempat atau arah: di mana, di rumah, ke kantor, ke luar kota. Tulis serangkai …
- EYD Edisi V: Apa yang Berubah dari PUEBI, dan Apa yang Tetap? — EYD Edisi V adalah pedoman ejaan resmi bahasa Indonesia yang ditetapkan Badan Bahasa pada 2022 dan menggantikan PUEBI. P…
- Pleonasme: Contoh Kata Mubazir (Naik ke Atas, Para Hadirin Sekalian, Sangat ... Sekali) — Pleonasme adalah pemakaian kata yang berlebihan karena maknanya sudah terkandung dalam kata lain, misalnya "naik ke atas…