Ejaan & tata bahasa

Kata yang Sering Tertukar dalam Bahasa Indonesia (dari/daripada, di/pada, adalah/ialah, sangsi/sanksi)

Tim Editorial AdeptWriteDiperbarui 10 menit baca

Kata yang sering tertukar dalam bahasa Indonesia umumnya mirip bunyi atau maknanya: dari dan daripada, di dan pada, adalah dan ialah, masing-masing dan tiap-tiap, sangsi dan sanksi. Panduan ini memberi aturan satu kalimat untuk tiap pasangan, contoh benar dan salah, tabel rujukan, serta daftar periksa untuk skripsi, surat, dan email kerja.

Jawaban singkat: pasangan mana yang paling sering tertukar?

Lima pasangan yang layak diperiksa lebih dulu di tulisan mahasiswa dan pekerja kantor adalah dari/daripada, di/pada, adalah/ialah, masing-masing/tiap-tiap, dan sangsi/sanksi. Aturan pendeknya:

  1. Dari menunjukkan asal; daripada menunjukkan perbandingan.
  2. Di dipakai untuk tempat; pada untuk orang, waktu, dan hal abstrak.
  3. Adalah menghubungkan subjek dengan keterangan berupa nomina; ialah dipakai untuk menjelaskan atau merinci.
  4. Masing-masing dapat berdiri sendiri; tiap-tiap harus diikuti nomina.
  5. Sangsi berarti ragu-ragu; sanksi berarti hukuman atau tindakan penegak aturan.

Rujukan makna di panduan ini adalah KBBI daring dan kaidah ejaan dari situs ejaan Kemendikdasmen. Kata yang tertukar karena ejaannya (misalnya praktik dan praktek) dibahas di panduan lain; di sini fokusnya pada kata yang benar-benar ada di kamus tetapi dipakai di tempat yang salah.

Mengapa kata-kata ini tertukar?

Ada tiga penyebab yang berulang.

  • Bunyi dan bentuk mirip. Sangsi dan sanksi, intensif dan insentif, analisis dan analis hanya berbeda satu-dua huruf.
  • Pengaruh bahasa lisan dan bahasa asing. "Rumah di mana saya tinggal" meniru pola kalimat "the house where I live".
  • Pemakaian yang meluas lalu terasa wajar. Kalimat yang sering dibaca di media sosial terdengar benar meskipun tidak sesuai kaidah bahasa baku.

Tulisan akademik, surat lamaran, dan email kerja memakai ragam baku, jadi pasangan di bawah layak diperiksa sebelum dikirim. Bila ada perbedaan, KBBI daring-lah rujukan akhirnya.

Tabel rujukan cepat

PasanganAturan satu kalimatContoh benar
dari / daripadadari = asal; daripada = perbandinganHadiah ini dari ayah. Lebih baik jujur daripada berbohong.
di / padadi = tempat; pada = orang, waktu, hal abstrakBuku itu di meja. Surat itu ada pada saya.
kepada / terhadapkepada = penerima; terhadap = sikap atau pengaruhKirim berkas kepada panitia. Sikapnya terhadap kritik baik.
adalah / ialahadalah + nomina; ialah + penjelasanJakarta adalah ibu kota. Tujuannya ialah mengetahui pengaruh...
bukan / tidakbukan = nomina; tidak = verba dan adjektivaIa bukan dosen. Ia tidak hadir.
kita / kamikita = termasuk lawan bicara; kami = tidak termasukKita belajar bersama (kamu dan saya).
masing-masing / tiap-tiapmasing-masing berdiri sendiri; tiap-tiap + nominaMereka membawa bekal masing-masing.
sangsi / sanksisangsi = ragu; sanksi = hukumanAku tidak sangsi. Pelanggar dikenai sanksi.
memengaruhi / berpengaruh terhadaptransitif tanpa kata depan / intransitif + terhadapHujan memengaruhi panen. Hujan berpengaruh terhadap panen.
efektif / efisienefektif = tepat sasaran; efisien = hemat usahaMetode ini efektif dan efisien.
intensif / insentifintensif = giat; insentif = tambahan imbalanBelajar intensif; insentif bulanan.
adaptasi / adopsiadaptasi = penyesuaian; adopsi = pengambilanIa beradaptasi. Mereka mengadopsi usul itu.
analisis / analisanalisis = proses; analis = orangAnalis menulis analisis data.
mengubah / mengganti / menukarjadi lain / pasang yang baru / saling beriIa mengubah jadwal.

Kelompok 1: kata depan dan kata penghubung

Dari dan daripada

Dari menunjukkan titik asal, bahan, atau pemilik. Daripada dipakai untuk membandingkan, atau berarti "bukannya" di awal kalimat. Kesalahan yang lazim adalah memakai daripada sebagai kata depan asal agar terdengar resmi.

  • Salah: Hadiah daripada ayah saya sudah sampai.
  • Benar: Hadiah dari ayah saya sudah sampai.
  • Benar: Nilainya lebih tinggi daripada semester lalu.
  • Benar: Daripada menyontek, lebih baik belajar sungguh-sungguh.

Perhatikan juga penulisannya: daripada satu kata, bukan "dari pada". Dua kata terpisah "dari pada" hanya muncul bila dari dan pada memang berdiri sendiri-sendiri, misalnya "Jadwal berubah dari pada hari Senin menjadi hari Rabu".

Di dan pada

Di menunjukkan tempat. Pada dipakai di depan orang, waktu, atau hal abstrak. Karena itu "di saya" dan "di tahun 2024" terdengar janggal dalam ragam baku.

  • Salah: Buku itu ada di saya.
  • Benar: Buku itu ada pada saya.
  • Benar: Buku itu ada di rumah saya.
  • Salah: Seminar diadakan di tanggal 14 Agustus.
  • Benar: Seminar diadakan pada tanggal 14 Agustus.

Aturan penulisan di sebagai kata depan (dipisah) dan sebagai awalan (digabung) dibahas di penulisan di dan ke. Entri kata baku yang terkait: di mana atau dimana, di atas atau diatas, dan di dalam atau didalam.

Kepada dan terhadap

Kepada dipakai untuk penerima atau tujuan yang berupa orang. Terhadap dipakai untuk sikap, hubungan, atau pengaruh atas sesuatu.

  • Benar: Surat permohonan ditujukan kepada Kepala Dinas.
  • Benar: Siswa memiliki minat tinggi terhadap pelajaran sains.
  • Salah: Hasil ini berpengaruh kepada nilai akhir.
  • Benar: Hasil ini berpengaruh terhadap nilai akhir.

Antara dan antar

Antara adalah kata depan yang menyatakan ruang di tengah dua hal: antara Medan dan Padang. Antar- adalah bentuk terikat yang ditulis serangkai dengan kata di belakangnya: antarkota, antarbangsa, antarkelas. Setelah antara dipakai dan, bukan dengan, untuk dua pihak: "perbedaan antara teori dan praktik".

Di mana dan tempat

Di mana adalah kata tanya tempat, bukan kata penghubung antarklausa. Kalimat "Rumah di mana saya tinggal" meniru bahasa asing.

  • Salah: Kota di mana saya lahir sangat ramai.
  • Benar: Kota tempat saya lahir sangat ramai.
  • Benar: Di mana kamu menyimpan berkas itu?

Kelompok 2: kata ganti dan penunjuk jumlah

Kita dan kami

Kita mencakup lawan bicara; kami tidak. Di email kerja ini penting: "Kita akan menyelesaikan laporan" mengajak penerima ikut bekerja, sedangkan "Kami akan menyelesaikan laporan" hanya menyatakan tim penulis.

  • Benar (tim penulis ke klien): Kami telah mengirim penawaran terbaru.
  • Benar (rapat bersama): Kita perlu menetapkan tenggat hari ini.

Masing-masing, tiap-tiap, dan setiap

Tiap-tiap sama seperti setiap: harus diikuti nomina. Masing-masing dapat berdiri sendiri sebagai kata ganti atau diletakkan sesudah nomina.

  • Salah: Tiap-tiap membawa laptop. (tidak ada nomina)
  • Benar: Tiap-tiap peserta membawa laptop.
  • Benar: Setiap peserta membawa laptop.
  • Benar: Para peserta membawa laptop masing-masing.
  • Kurang rapi: Masing-masing para peserta membawa laptop. (para sudah menyatakan jamak)

Kelompok 3: kata penghubung predikat dan negasi

Adalah dan ialah

Adalah menghubungkan subjek dengan keterangan berupa nomina: "Jakarta adalah ibu kota Indonesia." Umumnya adalah tidak dipasang di depan kata sifat atau kata kerja. Ialah biasanya dipilih ketika bagian kedua memberi penjelasan, misalnya definisi atau rincian.

  • Salah: Rumah itu adalah besar.
  • Benar: Rumah itu besar.
  • Benar: Tujuan penelitian ini ialah menganalisis pengaruh disiplin terhadap kinerja pegawai.

Dalam praktik penulisan ilmiah, kedua bentuk sering bertukar tanpa menimbulkan salah paham. Yang perlu dihindari adalah memakai adalah di depan kata sifat atau kata kerja, dan memakainya secara berlebihan padahal kalimat sudah jelas tanpa kopula.

Bukan dan tidak

Bukan menyangkal nomina atau pernyataan; tidak menyangkal kata kerja dan kata sifat.

  • Benar: Ia bukan mahasiswa baru.
  • Benar: Ia tidak datang kuliah.
  • Salah: Ia tidak mahasiswa baru.
  • Salah: Ia bukan datang kuliah. (kecuali membantah pernyataan: "Ia bukan datang untuk kuliah, melainkan untuk rapat.")

Karena dan sebab; "karena ... maka"

Karena dan sebab sama-sama menyatakan alasan, tetapi karena lebih lazim di awal klausa. Bagian "karena ..., maka ..." memasang dua konjungsi dalam satu kalimat, dan pemakaian ganda seperti itu sering dianggap berlebihan sehingga salah satunya sebaiknya dihapus. Bandingkan: "Karena hujan, maka acara ditunda" dengan "Karena hujan, acara ditunda." Pembahasan lebih lengkap ada di konjungsi dan kalimat rancu.

Kelompok 4: kata yang bunyinya mirip, maknanya berbeda

Sangsi dan sanksi

Pasangan ini sering salah di berita dan tulisan hukum. Sangsi berarti ragu-ragu atau khawatir. Sanksi berarti tindakan atau hukuman yang dijatuhkan untuk menegakkan aturan.

  • Salah: Perusahaan itu dikenai sangsi administratif.
  • Benar: Perusahaan itu dikenai sanksi administratif.
  • Benar: Saya tidak sangsi bahwa tim ini mampu menyelesaikan tugas.

Efektif dan efisien

Efektif berarti mencapai tujuan atau berhasil guna. Efisien berarti mencapai tujuan dengan hemat waktu, tenaga, atau biaya. Sebuah cara bisa efektif tetapi boros, atau efisien tetapi tidak mencapai tujuan. Lihat juga efektivitas atau efektifitas untuk ejaan turunannya.

  • Benar: Metode ini efektif karena nilai ujian siswa meningkat.
  • Benar: Metode ini efisien karena hanya memerlukan satu jam latihan.

Intensif dan insentif

Intensif berarti giat, sungguh-sungguh, atau mendalam. Insentif berarti imbalan tambahan atau pendorong. Dalam email kerja, "program intensif" dan "insentif karyawan" tidak dapat ditukar.

  • Salah: Perusahaan memberi intensif kepada pegawai berprestasi.
  • Benar: Perusahaan memberi insentif kepada pegawai berprestasi.
  • Benar: Ia mengikuti kursus bahasa Inggris secara intensif.

Adaptasi dan adopsi

Adaptasi adalah penyesuaian diri atau sesuatu terhadap lingkungan baru. Adopsi adalah pengambilan atau penerimaan, seperti mengangkat anak atau menerima gagasan.

  • Benar: Mahasiswa baru perlu beradaptasi dengan sistem kuliah daring.
  • Benar: Sekolah mengadopsi kurikulum baru mulai semester ini.

Analisis dan analis

Analisis adalah penyelidikan atau uraian suatu hal; analis adalah orang yang melakukannya. Ejaan analisis (bukan analisa) dijelaskan di analisis atau analisa.

  • Benar: Analis data menyusun analisis tren penjualan.

Mengubah, mengganti, dan menukar

Mengubah membuat sesuatu menjadi lain: mengubah jadwal. Mengganti memasang yang baru sebagai pengganti: mengganti ban. Menukar adalah saling memberikan: menukar uang dolar dengan rupiah. Bentuk merubah tidak baku; lihat mengubah atau merubah.

  • Benar: Panitia mengubah jadwal sidang menjadi hari Kamis.
  • Benar: Teknisi mengganti kabel yang rusak.
  • Benar: Mereka menukar buku catatan.

Kelompok 5: kata kerja yang sering salah pasangan

Memengaruhi dan berpengaruh terhadap

Memengaruhi adalah kata kerja transitif yang langsung diikuti objek. Berpengaruh adalah kata kerja tak transitif yang memerlukan terhadap atau pada. Jangan mencampur keduanya, dan ingat peluluhan p: memengaruhi, bukan mempengaruhi.

  • Salah: Cuaca memengaruhi terhadap hasil panen.
  • Benar: Cuaca memengaruhi hasil panen.
  • Benar: Cuaca berpengaruh terhadap hasil panen.

Pola peluluhan ini dibahas di peluluhan KPST.

Contoh sebelum dan sesudah dalam paragraf

Paragraf skripsi

Sebelum: "Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh daripada disiplin kerja di kantor yang tidak efisien terhadap kinerja. Kota di mana penelitian dilakukan adalah ramai. Masing-masing para responden diberi intensif."

Sesudah: "Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja. Penelitian dilakukan di kota yang ramai. Setiap responden diberi insentif."

Catatan perbaikan: daripada dibuang karena bukan perbandingan, di mana diganti kalimat langsung, adalah dihapus di depan kata sifat, masing-masing para diganti setiap, dan intensif menjadi insentif. Kata "efisien" dibuang karena tidak terkait dengan klaim penelitian.

Email kerja

Sebelum: "Kita akan segera mengirim dokumen daripada klien. Mohon konfirmasi jika ada sangsi dari pihak Bapak."

Sesudah: "Kami akan segera mengirim dokumen dari klien. Mohon konfirmasi jika ada keraguan dari pihak Bapak."

Di sini sangsi diganti keraguan karena maksudnya bukan hukuman; bentuk yang lebih tepat memang kata lain.

Cara melatih kepekaan agar tidak tertukar lagi

Menghafal puluhan pasangan memang melelahkan, jadi gunakan tiga kebiasaan sederhana. Pertama, baca keras-keras kalimat yang kamu ragukan; telinga sering menangkap kejanggalan seperti "adalah besar" atau "tiap-tiap membawa". Kedua, ganti dengan sinonim atau tanda tanya: bila sangsi tidak bisa diganti ragu, kemungkinan besar maksudmu sanksi. Ketiga, buat catatan pribadi dari kesalahan yang pernah ditandai dosen atau atasan; biasanya seseorang mengulang pola yang sama berkali-kali, sehingga lima pasangan yang paling sering kamu salahkan cukup untuk menghapus sebagian besar koreksi. Simpan catatan itu dalam format dua kolom (salah dan benar) dan tinjau sebelum mengumpulkan draf berikutnya.

Daftar periksa sebelum mengumpulkan

  • Setiap daripada dipakai untuk membandingkan, bukan sebagai pengganti dari?
  • Di dipakai untuk tempat, dan pada untuk orang, waktu, serta hal abstrak?
  • Tidak ada adalah di depan kata sifat atau kata kerja?
  • Tidak ada tiap-tiap atau setiap tanpa nomina sesudahnya?
  • Sangsi hanya muncul bila maksudnya ragu, dan sanksi hanya untuk hukuman?
  • Perbedaan efektif/efisien dan intensif/insentif sudah sesuai dengan maksud?
  • Kita dan kami sudah dipilih sesuai siapa yang diajak bicara?
  • Tidak ada pasangan konjungsi ganda seperti "karena ... maka"?

Memeriksa dengan alat AdeptWrite

Alat tidak menggantikan pemahaman, tetapi mempercepat pemeriksaan. Cek Ejaan & Typo (EYD V) menandai typo dan kata tidak baku dengan mencocokkannya terhadap KBBI dan EYD V, langsung di browser. Alat itu berguna untuk bentuk seperti merubah atau analisa, tetapi pasangan yang keduanya sama-sama kata baku, misalnya sangsi dan sanksi, tergantung pada konteks kalimat, sehingga keputusan akhir tetap ada padamu. Cek Grammar Bahasa Indonesia memeriksa tata bahasa, ejaan, dan tanda baca secara lebih luas dan dapat menunjukkan kalimat yang perlu dibaca ulang. Untuk memastikan satu kata, pakai Cek Kata Baku KBBI, dan bila kalimatmu terasa kaku, Perbaiki Kalimat dapat menawarkan versi yang lebih rapi untuk kamu tinjau sendiri. Daftar kata baku dan tidak baku yang lebih lengkap ada di daftar kata baku dan tidak baku dan kesalahan ejaan yang sering terjadi.

Coba alatnya

Cek Ejaan & Typo (EYD V)
Temukan typo dan kata tidak baku (dicocokkan dengan KBBI dan EYD V), langsung di browser.
Buka alat
Cek Kata Baku KBBI
Cek apakah sebuah kata baku: bentuk baku yang dicocokkan dengan KBBI, saran ejaan, dan definisi dari Wiktionary.
Buka alat
Cek Grammar Bahasa Indonesia
Periksa tata bahasa, ejaan, dan tanda baca: bahasa Indonesia sesuai EYD Edisi V, juga bahasa Inggris dan bahasa lain.
Buka alat
Perbaiki Kalimat
Rapikan kalimat yang kaku, rancu, atau berbelit.
Buka alat

Pertanyaan umum

Apa beda dari dan daripada?

Dari menunjukkan asal, bahan, atau pemilik, misalnya "hadiah dari ayah". Daripada dipakai untuk perbandingan atau berarti "bukannya", misalnya "lebih baik jujur daripada berbohong". Memakai daripada sebagai pengganti dari agar terdengar resmi adalah kesalahan yang lazim.

Kapan memakai di dan kapan pada?

Pakai di untuk tempat, seperti di rumah atau di kampus. Pakai pada untuk orang, waktu, dan hal abstrak, seperti pada saya, pada tanggal 14 Agustus, atau pada tahap awal. Karena itu "buku ada di saya" dan "diadakan di tanggal 14" sebaiknya diganti pada.

Apa beda sangsi dan sanksi?

Sangsi berarti ragu-ragu atau khawatir, sedangkan sanksi berarti hukuman atau tindakan untuk menegakkan aturan. Kalimat "dikenai sangsi administratif" salah; yang benar "dikenai sanksi administratif". Keduanya kata baku di KBBI, tetapi maknanya berbeda.

Bolehkah masing-masing dan tiap-tiap dipakai bergantian?

Tidak selalu. Tiap-tiap, seperti setiap, harus diikuti nomina: tiap-tiap peserta. Masing-masing bisa berdiri sendiri atau diletakkan sesudah nomina: peserta membawa bekal masing-masing. Hindari "masing-masing para peserta" karena kata para sudah menunjukkan jamak.

Semua panduan