Konjungsi (Kata Penghubung): Jenis, Contoh, dan Aturan Tanda Bacanya
Konjungsi atau kata penghubung adalah kata yang menghubungkan kata, frasa, klausa, atau kalimat. Ada empat kelompok utama: koordinatif (dan, atau, tetapi), subordinatif (karena, jika, meskipun), korelatif (baik ... maupun) dan antarkalimat (namun, oleh karena itu). Tiap kelompok punya aturan koma sendiri, dan kesalahan yang paling sering muncul adalah memakai dua konjungsi sekaligus dalam satu kalimat.
Apa itu konjungsi?
Konjungsi adalah kata yang bertugas menghubungkan dua satuan bahasa: kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, atau kalimat dengan kalimat. Dalam pelajaran bahasa Indonesia di sekolah, konjungsi sering disebut kata penghubung. Contoh paling sederhana ada pada kalimat "Ayah membaca koran, sedangkan Ibu memasak." Kata sedangkan menghubungkan dua klausa yang berbeda tetapi berpasangan.
Konjungsi tidak punya makna sendiri seperti kata benda atau kata kerja. Maknanya muncul dari hubungan yang dibangunnya: penambahan, pilihan, pertentangan, sebab, akibat, syarat, tujuan, atau waktu. Karena itu, memilih konjungsi yang keliru sama dengan mengubah logika kalimat. "Dia belajar giat karena lulus ujian" berbeda jauh dari "Dia belajar giat sehingga lulus ujian".
Pembagian jenis konjungsi di bawah ini mengikuti pendekatan yang lazim dipakai di buku tata bahasa baku bahasa Indonesia. Untuk bentuk kata dan ejaan, rujukan kita adalah KBBI dan EYD Edisi V yang diterbitkan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen. Tabel dan contoh di panduan ini kami susun sendiri sebagai bahan belajar, bukan kutipan dari buku tertentu.
Empat jenis konjungsi
| Jenis | Fungsi | Contoh kata |
|---|---|---|
| Koordinatif | Menghubungkan unsur yang setara kedudukannya | dan, atau, tetapi, melainkan, serta, lalu, sedangkan |
| Subordinatif | Menghubungkan klausa inti dengan klausa bawahan | karena, sebab, jika, kalau, apabila, agar, supaya, meskipun, walaupun, sehingga, ketika, sebelum, setelah, bahwa |
| Korelatif | Berpasangan, menghubungkan dua unsur | baik ... maupun, tidak hanya ... tetapi juga, bukan ... melainkan, entah ... entah |
| Antarkalimat | Menghubungkan kalimat dengan kalimat sebelumnya | namun, akan tetapi, oleh karena itu, dengan demikian, selain itu, sebaliknya, kemudian |
Konjungsi koordinatif
Konjungsi koordinatif menghubungkan dua unsur yang kedudukannya sama, misalnya dua kata benda atau dua klausa yang masing-masing bisa berdiri sendiri.
- Penambahan: dan, serta. "Rina dan Budi mendaftar beasiswa." "Dosen serta mahasiswa hadir dalam seminar."
- Pilihan: atau. "Kamu mau kuliah di Bandung atau di Yogyakarta?"
- Pertentangan: tetapi, melainkan, sedangkan. "Nilainya bagus, tetapi ia tidak puas." "Ia bukan malas, melainkan kelelahan."
- Urutan: lalu. "Ia membuka laptop, lalu mengetik bab pendahuluan."
Perhatikan perbedaan tetapi dan melainkan. Tetapi dipakai ketika dua bagian sama-sama benar. Melainkan dipakai setelah kalimat negatif untuk meralat: "Ia bukan mahasiswa baru, melainkan mahasiswa semester tujuh." Kalimat "Ia bukan mahasiswa baru, tetapi mahasiswa semester tujuh" terdengar wajar dalam percakapan, tetapi dalam tulisan formal melainkan lebih tepat.
Konjungsi subordinatif
Konjungsi subordinatif memasang klausa bawahan (anak kalimat) pada klausa inti (induk kalimat). Klausa bawahan tidak bisa berdiri sendiri. Hubungan yang dibangunnya cukup beragam:
| Hubungan | Konjungsi | Contoh |
|---|---|---|
| Sebab | karena, sebab | Rapat ditunda karena dosen pembimbing sakit. |
| Akibat | sehingga, sampai | Hujan turun deras sehingga jalan tergenang. |
| Syarat | jika, kalau, apabila, bila, asalkan | Apabila berkas lengkap, pendaftaran dapat diproses. |
| Tujuan | agar, supaya, untuk | Ia menyalin data dua kali agar tidak hilang. |
| Pertentangan (konsesi) | meskipun, walaupun, biarpun | Meskipun lelah, ia menyelesaikan laporan. |
| Waktu | ketika, sewaktu, sebelum, setelah, sesudah, sejak | Setelah sidang selesai, mahasiswa menerima revisi. |
| Isi | bahwa | Dosen menyampaikan bahwa batas unggah diperpanjang. |
Konjungsi korelatif
Konjungsi korelatif terdiri atas dua bagian yang dipasang di dua posisi berbeda. Kedua bagian harus selalu hadir bersama dan unsur yang dihubungkan harus sejajar bentuknya.
- baik ... maupun: "Baik mahasiswa maupun dosen wajib mengisi survei."
- tidak hanya ... tetapi juga: "Laporan itu tidak hanya lengkap, tetapi juga mudah dibaca."
- bukan ... melainkan: "Masalahnya bukan pada data, melainkan pada metode."
- entah ... entah: "Entah lulus entah tidak, ia sudah berusaha."
Kesalahan umum pada korelatif adalah menghilangkan salah satu pasangan: "Baik mahasiswa dan dosen wajib hadir." Pasangan baik adalah maupun, bukan dan.
Konjungsi antarkalimat
Konjungsi antarkalimat berada di awal kalimat dan menghubungkannya dengan kalimat sebelumnya. Setelahnya selalu ada tanda koma.
- Pertentangan: Namun, Akan tetapi, Sebaliknya, Meskipun demikian.
- Sebab-akibat: Oleh karena itu, Oleh sebab itu, Dengan demikian, Akibatnya.
- Tambahan: Selain itu, Lagi pula, Di samping itu.
- Urutan: Kemudian, Sesudah itu, Selanjutnya.
Contoh: "Data kuesioner sudah terkumpul. Namun, sebagian responden tidak mengisi bagian terakhir. Oleh karena itu, peneliti menambah sampel." Daftar lebih lengkap untuk esai ada di panduan kata penghubung antarkalimat.
Aturan tanda baca di sekitar konjungsi
Aturan koma di bawah ini mengikuti kaidah koma dalam pedoman ejaan yang berlaku. Untuk rincian lengkap dan teks resminya, rujuk EYD Edisi V dari Badan Bahasa. Panduan khusus kami tentang penggunaan tanda koma membahas semua kasus koma, dan tanda baca dalam EYD V membahas tanda baca lain.
- Koma sebelum konjungsi pertentangan. Pakai koma sebelum tetapi, melainkan, dan sedangkan. "Ia rajin, tetapi sering lupa membawa kartu mahasiswa."
- Koma dalam rincian. Dalam rincian tiga unsur atau lebih, koma ditaruh di antara unsur, termasuk sebelum dan atau serta yang terakhir. "Mahasiswa membawa KTM, fotokopi ijazah, dan surat pengantar."
- Tanpa koma untuk dua unsur sederhana. "Dosen dan mahasiswa hadir." Tidak ada koma di antara dua kata yang dihubungkan dan.
- Anak kalimat di depan, beri koma. "Karena hujan deras, kegiatan dibatalkan."
- Anak kalimat di belakang, tanpa koma. "Kegiatan dibatalkan karena hujan deras."
- Konjungsi antarkalimat diikuti koma. "Namun, hasilnya belum memuaskan." "Oleh karena itu, kami mengulang percobaan."
Satu hal yang sering luput: konjungsi antarkalimat memakai huruf kapital hanya karena berada di awal kalimat, dan koma ditaruh setelah konjungsi, bukan sebelumnya. Penulisan "Namun hasilnya buruk" tanpa koma tergolong salah dalam tulisan formal, begitu pula ", namun, hasilnya buruk".
Kesalahan yang paling sering terjadi
1. Dua konjungsi dalam satu hubungan
Klausa bawahan dan klausa inti sudah dihubungkan oleh satu konjungsi. Menambahkan konjungsi kedua membuat kalimat boros dan melanggar logika tata bahasa. Berikut pasangan yang sering muncul.
| Salah | Benar |
|---|---|
| Walaupun hujan, tetapi ia tetap berangkat. | Walaupun hujan, ia tetap berangkat. / Hujan, tetapi ia tetap berangkat. |
| Karena sibuk, maka ia lupa membalas pesan. | Karena sibuk, ia lupa membalas pesan. |
| Meskipun nilainya tinggi, namun ia tidak sombong. | Meskipun nilainya tinggi, ia tidak sombong. |
| Agar supaya lulus, ia belajar setiap malam. | Agar lulus, ia belajar setiap malam. |
| Apabila berkas lengkap, maka pendaftaran diproses. | Apabila berkas lengkap, pendaftaran diproses. |
Dalam tulisan sekolah, kata maka sebagai penanda kalimat inti masih sering dijumpai, dan banyak guru menandainya sebagai pemborosan. Untuk skripsi, ikuti pedoman penulisan kampus dan arahan dosen pembimbing.
2. Memulai kalimat dengan konjungsi koordinatif atau subordinatif yang menggantung
Kalimat yang diawali dan, atau, tetapi, sedangkan, atau sehingga tanpa klausa inti biasanya terbaca sebagai kalimat tidak lengkap. Contoh: "Sehingga banyak peserta terlambat." Kalimat ini hanya berisi akibat tanpa sebab. Solusinya, gabungkan dengan kalimat sebelumnya: "Jalan menuju kampus macet total sehingga banyak peserta terlambat."
Untuk pertentangan di awal kalimat, pakai konjungsi antarkalimat seperti Namun atau Akan tetapi, bukan Tetapi. Dalam pedoman penulisan akademik, tetapi di awal kalimat biasanya dihindari; periksa juga aturan kampus atau penerbit kamu.
3. "Namun" di tengah kalimat dan di awal klausa
Namun pada dasarnya konjungsi antarkalimat. Pola "Ia pintar, namun malas" sangat umum dalam tulisan sehari-hari, tetapi banyak pengajar dan penyunting menilainya kurang tepat dalam ragam formal karena namun diperlakukan seperti tetapi. Dua perbaikan yang aman:
- Pisah menjadi dua kalimat: "Ia pintar. Namun, ia malas."
- Pakai konjungsi koordinatif: "Ia pintar, tetapi malas."
Kesalahan yang lebih jelas terjadi ketika namun dipasangkan dengan meskipun atau walaupun dalam satu kalimat: "Meskipun sudah belajar, namun ia gagal." Salah satunya harus dibuang. Cek KBBI daring untuk melihat cara kamus mencatat namun, lalu ikuti pedoman institusi kamu bila ada aturan yang lebih ketat.
4. Menaruh koma sebelum anak kalimat yang mengikuti induk
"Ia terlambat, karena macet." Bila anak kalimat mengikuti induk, koma tidak diperlukan: "Ia terlambat karena macet." Koma baru dipakai sebelum konjungsi pertentangan seperti sedangkan dan tetapi, yang menghubungkan dua klausa setara.
5. Korelatif yang tidak sejajar
"Proposal itu tidak hanya mahal, tetapi juga membuat waktu pengerjaan lama." Bagian pertama berupa kata sifat, bagian kedua berupa klausa. Sejajarkan: "Proposal itu tidak hanya mahal, tetapi juga lama dikerjakan."
Contoh sebelum dan sesudah
Sebelum (paragraf latar belakang skripsi):
Banyak mahasiswa mengalami kesulitan menulis karena kurang latihan, maka mereka sering menunda. Meskipun kampus sudah menyediakan pelatihan, namun peminatnya sedikit. Sehingga angka kelulusan tepat waktu belum meningkat.
Sesudah:
Banyak mahasiswa mengalami kesulitan menulis karena kurang latihan, sehingga mereka sering menunda. Meskipun kampus sudah menyediakan pelatihan, peminatnya sedikit. Akibatnya, angka kelulusan tepat waktu belum meningkat.
Perubahannya: maka diganti sehingga karena hubungannya akibat; namun dibuang karena sudah ada meskipun; Sehingga di awal kalimat diganti konjungsi antarkalimat Akibatnya yang diikuti koma. Angka kelulusan di contoh ini hanya ilustrasi kalimat, bukan data.
Cara memilih konjungsi yang tepat
- Tulis hubungan yang ingin kamu sampaikan dalam satu kata: tambah, pilih, lawan, sebab, akibat, syarat, tujuan, waktu.
- Cocokkan dengan tabel jenis di atas.
- Tanyakan: apakah dua bagian setara (koordinatif) atau satu bagian bergantung pada yang lain (subordinatif)?
- Pastikan hanya ada satu konjungsi untuk satu hubungan.
- Baca keras-keras. Jika tidak ada jeda napas di tempat koma, koma itu mungkin tidak perlu.
Daftar periksa sebelum mengumpulkan tulisan
- Tidak ada pasangan walaupun ... tetapi, karena ... maka, meskipun ... namun.
- Setiap kalimat berawal dengan klausa inti atau konjungsi antarkalimat, bukan sehingga, sedangkan, atau dan.
- Koma ada sebelum tetapi, melainkan, dan sedangkan.
- Konjungsi antarkalimat diikuti koma.
- Korelatif lengkap: baik ... maupun, tidak hanya ... tetapi juga.
- Rincian tiga unsur memakai koma sebelum dan terakhir.
Memakai alat AdeptWrite untuk memeriksa konjungsi
Cek Grammar Bahasa Indonesia memeriksa tata bahasa dan tanda baca lewat mesin AI. Hasilnya berupa koreksi dengan bagian yang diubah ditandai, dan satu kali proses menerima maksimal 6.000 karakter. Alat ini membantu menemukan koma yang hilang atau konjungsi ganda, tetapi tidak menjamin menangkap semua kasus, jadi bacalah ulang hasilnya sebelum menerimanya.
Cek Ejaan & Typo (EYD V) berjalan di browser kamu dan mencocokkan teks dengan daftar pasangan kata baku terverifikasi (KBBI VI dan EYD V) dan sejumlah aturan penulisan; ia belum memeriksa seluruh kosakata. Alat ini menandai kata tidak baku dan salah ketik, tetapi tidak menilai apakah kamu memilih konjungsi yang tepat. Untuk kalimat yang kaku atau berbelit, coba Perbaiki Kalimat dan bandingkan hasilnya dengan kalimat asli. Gunakan semuanya sebagai pembantu menyunting, bukan pengganti membaca ulang tulisan sendiri.
Bila ragu pada bentuk baku suatu konjungsi, misalnya sehingga, apabila, atau walaupun, periksa juga daftar kata baku dan tidak baku. Panduan ini ditulis oleh tim AdeptWrite dan terakhir diperbarui pada 2026-11-01.
Coba alatnya
Pertanyaan umum
Apa perbedaan konjungsi koordinatif dan subordinatif?
Konjungsi koordinatif menghubungkan dua unsur yang kedudukannya setara, misalnya dan, atau, dan tetapi. Konjungsi subordinatif menghubungkan klausa inti dengan klausa bawahan yang tidak bisa berdiri sendiri, misalnya karena, jika, dan meskipun. Setelah konjungsi subordinatif, klausa bawahan bergantung pada klausa inti.
Apakah boleh memulai kalimat dengan "namun"?
Boleh. Namun termasuk konjungsi antarkalimat, jadi tempat yang lazim memang di awal kalimat dan diikuti koma: "Namun, hasilnya belum memuaskan." Yang perlu dihindari adalah memasangkannya dengan meskipun atau walaupun dalam satu kalimat, misalnya "Meskipun sudah belajar, namun ia gagal."
Apakah "walaupun ... tetapi" dalam satu kalimat salah?
Dalam ragam baku, pasangan itu dianggap berlebihan karena walaupun sudah menandai pertentangan. Cukup pakai salah satu: "Walaupun hujan, ia tetap berangkat" atau "Hujan, tetapi ia tetap berangkat." Pola serupa adalah karena ... maka dan meskipun ... namun.
Kapan harus memakai koma sebelum konjungsi?
Pakai koma sebelum tetapi, melainkan, dan sedangkan. Pakai juga koma dalam rincian tiga unsur atau lebih, termasuk sebelum dan terakhir. Jangan beri koma sebelum anak kalimat yang mengikuti induk kalimat, dan jangan beri koma di antara dua kata yang dihubungkan dan.
Panduan terkait
- Kata Penghubung Antarkalimat dalam Esai: Daftar, Fungsi, Posisi, dan Aturan Koma — Kata penghubung antarkalimat (konjungsi antarkalimat) menghubungkan satu kalimat dengan kalimat sebelumnya dan ditulis d…
- Penggunaan Tanda Koma yang Benar Menurut EYD V: Aturan dan Contoh — Koma dipakai di antara unsur perincian, sebelum tetapi, melainkan, dan sedangkan, setelah anak kalimat yang mendahului i…
- Tanda Baca dalam EYD Edisi V: Jenis, Fungsi, dan Aturan Penggunaannya — EYD Edisi V mengatur belasan tanda baca: titik, koma, titik koma, titik dua, tanda hubung, tanda pisah, tanda tanya, tan…
- 50+ Contoh Kalimat Efektif dan Tidak Efektif (Lengkap dengan Perbaikannya) — Kalimat efektif adalah kalimat yang pesannya sampai ke pembaca tepat seperti yang dimaksud penulis. Ia memenuhi lima sya…