Ejaan & tata bahasa

Kata Depan (Preposisi): Fungsi di, ke, dari, pada, untuk, dengan, dan tentang

Tim Editorial AdeptWriteDiperbarui 8 menit baca

Kata depan atau preposisi adalah kata yang berdiri di depan kata benda, kata ganti, atau frasa untuk menunjukkan tempat, arah, asal, waktu, tujuan, alat, atau pokok bahasan. Contohnya di, ke, dari, pada, untuk, dengan, dan tentang. Dalam penulisan baku, kata depan di dan ke dipisah dari kata sesudahnya, kecuali pada bentuk tetap seperti kepada dan daripada.

Apa itu kata depan (preposisi)?

Kata depan, yang dalam istilah tata bahasa disebut preposisi, adalah kata yang ditaruh di depan kata benda, kata ganti, atau frasa nomina untuk membentuk frasa preposisional. Frasa itu menjelaskan tempat, arah, asal, waktu, tujuan, alat, penerima, atau pokok bahasan. Pada kalimat "Mahasiswa itu belajar di perpustakaan dengan laptop untuk ujian akhir", ada tiga kata depan dan tiga frasa preposisional: di perpustakaan, dengan laptop, dan untuk ujian akhir.

Dua hal membuat topik ini penting. Pertama, memilih kata depan yang salah mengubah makna atau terdengar janggal: "Saya setuju dengan pendapat itu" benar, sedangkan "Saya setuju pada pendapat itu" terasa kurang lazim. Kedua, penulisan di dan ke sering salah di tugas sekolah, skripsi, dan surat dinas karena orang tidak bisa membedakan kata depan dari awalan.

Rujukan bentuk dan ejaan di sini adalah KBBI dan EYD Edisi V dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen. Contoh kalimat kami tulis sendiri untuk keperluan belajar.

Daftar kata depan dan fungsinya

Tabel berikut merangkum kata depan yang paling sering dipakai.

Kata depanFungsi utamaContoh
ditempat beradaBerkas disimpan di ruang tata usaha.
kearah, tujuanMahasiswa pergi ke kantor akademik.
dariasal, bahan, sumberSurat itu datang dari fakultas.
padawaktu, orang, hal abstrakUjian dilaksanakan pada hari Senin.
kepadapenerima orangLaporan diserahkan kepada ketua panitia.
untuktujuan, peruntukanBeasiswa ini untuk mahasiswa berprestasi.
bagisudut pandang, penerimaBagi saya, jadwal itu terlalu padat.
denganalat, cara, temanIa menulis dengan pensil.
tentangpokok bahasanSeminar tentang etika penelitian.
terhadapsasaran sikap atau tindakanSikapnya terhadap kritik cukup terbuka.
olehpelaku dalam kalimat pasifNaskah ditulis oleh tim redaksi.
dalamdi bagian dalam, kurunDalam tiga bulan, tesis selesai.
antaradi tengah dua halJarak antara kampus dan asrama dekat.
sejak, hingga, sampaibatas waktu atau tempatKuliah berlangsung sejak pukul 08.00 hingga pukul 10.00.
tanpaketiadaanIa menyelesaikan tugas tanpa bantuan.
menurutsumber pendapatMenurut dosen, proposal harus direvisi.
melalui, lewatjalur, perantaraPendaftaran dibuka melalui portal kampus.

Fungsi tiap kata depan dengan contoh

Di: tempat berada

Di menunjukkan lokasi. Setelah di biasanya muncul kata benda tempat: di rumah, di perpustakaan, di Jakarta, di atas meja. Contoh: "Rapat berlangsung di aula fakultas." Catatan penting: di sebagai kata depan ditulis terpisah dari kata sesudahnya. Pembahasan lengkap ada di panduan penulisan di dan ke, dipisah atau digabung.

Ke: arah dan tujuan

Ke menunjukkan arah gerak atau tujuan: ke kampus, ke Surabaya, ke luar negeri. Contoh: "Rombongan berangkat ke Bandung pagi ini." Seperti di, kata depan ke ditulis terpisah. Bentuk tetap yang bergabung ada, misalnya kemari, tetapi ke mana ditulis terpisah.

Dari: asal dan sumber

Dari menunjukkan titik awal atau asal: dari Medan, dari perpustakaan, dari hasil survei. Ia juga menunjukkan bahan: "Meja ini dibuat dari kayu jati." Dalam makna perbandingan, bentuk yang benar adalah daripada, bukan dari: "Membaca lebih bermanfaat daripada menonton tanpa tujuan." Penjelasan pasangan ini ada di kata yang sering tertukar.

Pada: waktu, orang, dan hal abstrak

Pada dipakai untuk waktu (pada hari Rabu, pada tahun 2025), untuk hal abstrak atau bagian suatu benda (pada bab dua, pada tahap penelitian), dan untuk orang sebagai tempat sifat atau hal melekat (pada diri mahasiswa). Ia tidak dipakai untuk lokasi fisik yang konkret. Kalimat "Buku itu ada pada meja" kurang tepat; yang baku adalah "Buku itu ada di meja".

Kepada: penerima orang

Kepada dipakai ketika sasarannya orang atau lembaga yang menerima sesuatu: "Surat permohonan ditujukan kepada dekan." Bentuk ini ditulis serangkai, bukan ke pada. Dalam kalimat dengan benda mati sebagai sasaran, pakai pada atau terhadap, bukan kepada.

Untuk dan bagi

Untuk menandai tujuan atau peruntukan: "Perangkat ini disediakan untuk peserta pelatihan." Bagi menandai pihak yang mendapat manfaat atau sudut pandang: "Bagi peneliti pemula, mencatat sumber sejak awal sangat membantu." Dalam banyak kalimat keduanya bisa bertukar, tetapi bagi di awal kalimat lebih cocok untuk pernyataan sudut pandang.

Dengan: alat, cara, dan kebersamaan

Dengan punya tiga pemakaian utama: alat (dengan pulpen), cara (dengan hati-hati), dan kebersamaan (dengan teman sekelas). Contoh: "Responden mengisi kuesioner dengan teliti."

Tentang, mengenai, dan perihal

Tentang menyebut pokok bahasan: "Ia menulis esai tentang pengelolaan sampah." Mengenai berfungsi mirip dan lebih resmi. Kata depan ini tidak perlu didahului kata kerja yang sudah memuat makna yang sama, misalnya "membahas tentang", yang termasuk pleonasme. Contoh serupa ada di panduan pleonasme.

Terhadap: sasaran sikap atau tindakan

Terhadap dipakai bila sasarannya hal yang dikenai sikap, pengaruh, atau tindakan: "pengaruh media sosial terhadap prestasi belajar", "tanggapan terhadap usulan". Judul penelitian di perguruan tinggi sering memakai pola "pengaruh X terhadap Y".

Oleh: pelaku pada kalimat pasif

Oleh memperkenalkan pelaku: "Data dianalisis oleh peneliti." Pada kalimat aktif, oleh tidak dipakai: "Peneliti menganalisis data."

Di, ke, dari sebagai kata depan dan sebagai awalan

Inilah sumber kesalahan paling banyak. Cara membedakannya:

BentukDipakai sebagaiCara menulisContoh
di + tempatkata depanterpisahdi rumah, di sekolah
di- + kata kerjaawalan pasifserangkaidibaca, dikirim, ditulis
ke + tempatkata depanterpisahke pasar, ke kampus
dari + asalkata depanterpisahdari kantor, dari rumah

Uji sederhananya: jika kata sesudah di adalah kata kerja yang diubah menjadi pasif, di- itu awalan dan ditulis rapat: dibaca, dilaporkan. Jika sesudahnya tempat atau arah, itu kata depan dan ditulis terpisah: di sana, di antara, di samping. Beberapa bentuk tetap seperti kepada dan daripada ditulis serangkai.

Kesalahan yang sering terjadi

SalahBenarAlasan
dirumah, kesekolahdi rumah, ke sekolahkata depan dipisah
dimana (kata tanya)di manakata tanya ditulis terpisah
Rumah dimana saya lahirRumah tempat saya lahir"di mana" bukan penghubung klausa dalam ragam baku
Lebih baik dari kemarinLebih baik daripada kemarinperbandingan memakai daripada
Berikan kepada mejaTaruh di atas mejakepada hanya untuk orang atau lembaga
membahas tentangmembahasmembahas sudah mengandung makna tentang
mengenai tentangmengenaidua kata depan bertumpuk

Perhatikan kesalahan ketiga. Kata tanya di mana sering dipakai sebagai penghubung klausa berpola bahasa Inggris "where". Dalam tulisan baku, gantikan dengan tempat, yang, atau ketika. Contoh: "Kota di mana ia tumbuh sangat ramai" lebih baik ditulis "Kota tempat ia tumbuh sangat ramai".

Dalam tulisan ilmiah: pola kata depan yang baku

Beberapa kata kerja atau kata sifat berpasangan tetap dengan kata depan tertentu. Pakai pasangan ini secara konsisten.

  • bergantung pada, bukan bergantung dengan
  • berdasarkan, bukan berdasarkan pada
  • sesuai dengan, bukan sesuai pada
  • berbicara tentang atau mengenai

Untuk pasangan yang meragukan, buka KBBI daring dan lihat contoh pemakaian pada entri kata kerjanya.

Contoh sebelum dan sesudah

Sebelum (kutipan bab pendahuluan skripsi):

Penelitian ini membahas tentang pengaruh media sosial pada prestasi belajar mahasiswa. Data diambil dari kampus dimana peneliti kuliah dan disebarkan kepada kelas yang dipilih secara acak. Hasilnya lebih tinggi dari penelitian sebelumnya.

Sesudah:

Penelitian ini membahas pengaruh media sosial terhadap prestasi belajar mahasiswa. Data diambil di kampus tempat peneliti kuliah dan disebarkan ke kelas yang dipilih secara acak. Hasilnya lebih tinggi daripada penelitian sebelumnya.

Perubahannya: membahas tentang menjadi membahas; pada menjadi terhadap untuk hubungan pengaruh; dimana menjadi di kampus tempat; kepada kelas menjadi ke kelas, karena kelas bukan orang; dari menjadi daripada untuk perbandingan.

Kata depan dalam surat, email, dan dokumen kerja

Surat lamaran, surat dinas, dan email kantor sering memakai kata depan tetap:

  • "Sehubungan dengan lowongan yang dipasang di situs perusahaan, saya mengajukan lamaran untuk posisi staf administrasi."
  • "Surat ini ditujukan kepada Kepala Bagian Personalia."
  • "Mohon konfirmasi atas jadwal wawancara pada hari Kamis pukul 10.00 WIB."
  • "Terlampir salinan ijazah dari universitas tempat saya menempuh pendidikan."

Pada ujian bahasa Indonesia atau tes seleksi yang memuat soal kebahasaan, kata depan lazim muncul dalam soal memilih kalimat baku. Pola yang paling sering menjebak: penulisan di dan ke serta pasangan daripada dan dari. Gunakan contoh di sini sebagai latihan pola, bukan sebagai prediksi soal.

Daftar periksa kata depan

  • Semua di dan ke yang menunjuk tempat atau arah ditulis terpisah.
  • Semua di- pada kata kerja pasif ditulis serangkai.
  • Daripada dipakai untuk perbandingan, dari untuk asal.
  • Kepada hanya untuk orang atau lembaga.
  • Tidak ada "membahas tentang", "mengenai tentang", atau "di mana" sebagai penghubung klausa.
  • Pasangan kata kerja dan kata depan sudah dicek ke KBBI atau pedoman institusi.

Memakai alat AdeptWrite untuk memeriksa kata depan

Cek Ejaan & Typo (EYD V) berjalan di browser kamu dan mencocokkan teks dengan daftar pasangan kata baku terverifikasi (KBBI VI dan EYD V) dan sejumlah aturan penulisan; ia belum memeriksa seluruh kosakata. Alat ini membantu menemukan kata tidak baku dan salah ketik. Ia tidak selalu bisa menilai apakah "di" pada suatu kalimat seharusnya awalan atau kata depan, jadi periksa sendiri kasus di dan ke dengan uji di atas.

Cek Grammar Bahasa Indonesia menjalankan pemeriksaan tata bahasa dengan mesin AI dan menandai bagian yang diubah. Satu kali proses menerima maksimal 6.000 karakter. Hasilnya berupa saran, bukan jaminan kebenaran; baca ulang sebelum menerimanya. Bila kalimat kamu penuh kata depan bertumpuk, coba Perbaiki Kalimat untuk mendapat versi yang lebih ringkas, lalu bandingkan dengan teks asli.

Panduan ini ditulis oleh tim AdeptWrite dan terakhir diperbarui pada 2026-11-01. Untuk daftar bentuk baku yang sering dicari, lihat juga daftar kata baku dan tidak baku.

Coba alatnya

Cek Ejaan & Typo (EYD V)
Temukan typo dan kata tidak baku (dicocokkan dengan KBBI dan EYD V), langsung di browser.
Buka alat
Cek Grammar Bahasa Indonesia
Periksa tata bahasa, ejaan, dan tanda baca: bahasa Indonesia sesuai EYD Edisi V, juga bahasa Inggris dan bahasa lain.
Buka alat
Perbaiki Kalimat
Rapikan kalimat yang kaku, rancu, atau berbelit.
Buka alat

Pertanyaan umum

Apa saja contoh kata depan dalam bahasa Indonesia?

Kata depan yang paling sering dipakai adalah di, ke, dari, pada, kepada, untuk, bagi, dengan, tentang, terhadap, oleh, dalam, antara, sejak, hingga, tanpa, menurut, dan melalui. Masing-masing menunjukkan hubungan tertentu, seperti tempat, arah, asal, waktu, tujuan, alat, atau pokok bahasan.

Apa beda di sebagai kata depan dan di- sebagai awalan?

Di sebagai kata depan menunjukkan tempat dan ditulis terpisah, misalnya di rumah. Di- sebagai awalan membentuk kata kerja pasif dan ditulis serangkai, misalnya dibaca atau dikirim. Cara cepat memeriksanya: jika kata sesudahnya adalah kata kerja yang bisa diaktifkan, itu awalan.

Kapan memakai dari dan kapan daripada?

Dari menunjukkan asal atau bahan, misalnya dari Medan atau dari kayu jati. Daripada dipakai untuk perbandingan, misalnya lebih baik daripada kemarin. Dalam tulisan baku, jangan menukar keduanya, dan daripada ditulis serangkai.

Kapan memakai pada dan kapan kepada?

Pada dipakai untuk waktu, bagian suatu hal, dan hal abstrak, misalnya pada hari Senin atau pada bab dua. Kepada dipakai untuk orang atau lembaga yang menerima sesuatu, misalnya kepada dekan. Untuk lokasi fisik, pakai di, bukan pada.

Semua panduan