Kata Depan (Preposisi): Fungsi di, ke, dari, pada, untuk, dengan, dan tentang
Kata depan atau preposisi adalah kata yang berdiri di depan kata benda, kata ganti, atau frasa untuk menunjukkan tempat, arah, asal, waktu, tujuan, alat, atau pokok bahasan. Contohnya di, ke, dari, pada, untuk, dengan, dan tentang. Dalam penulisan baku, kata depan di dan ke dipisah dari kata sesudahnya, kecuali pada bentuk tetap seperti kepada dan daripada.
Apa itu kata depan (preposisi)?
Kata depan, yang dalam istilah tata bahasa disebut preposisi, adalah kata yang ditaruh di depan kata benda, kata ganti, atau frasa nomina untuk membentuk frasa preposisional. Frasa itu menjelaskan tempat, arah, asal, waktu, tujuan, alat, penerima, atau pokok bahasan. Pada kalimat "Mahasiswa itu belajar di perpustakaan dengan laptop untuk ujian akhir", ada tiga kata depan dan tiga frasa preposisional: di perpustakaan, dengan laptop, dan untuk ujian akhir.
Dua hal membuat topik ini penting. Pertama, memilih kata depan yang salah mengubah makna atau terdengar janggal: "Saya setuju dengan pendapat itu" benar, sedangkan "Saya setuju pada pendapat itu" terasa kurang lazim. Kedua, penulisan di dan ke sering salah di tugas sekolah, skripsi, dan surat dinas karena orang tidak bisa membedakan kata depan dari awalan.
Rujukan bentuk dan ejaan di sini adalah KBBI dan EYD Edisi V dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen. Contoh kalimat kami tulis sendiri untuk keperluan belajar.
Daftar kata depan dan fungsinya
Tabel berikut merangkum kata depan yang paling sering dipakai.
| Kata depan | Fungsi utama | Contoh |
|---|---|---|
| di | tempat berada | Berkas disimpan di ruang tata usaha. |
| ke | arah, tujuan | Mahasiswa pergi ke kantor akademik. |
| dari | asal, bahan, sumber | Surat itu datang dari fakultas. |
| pada | waktu, orang, hal abstrak | Ujian dilaksanakan pada hari Senin. |
| kepada | penerima orang | Laporan diserahkan kepada ketua panitia. |
| untuk | tujuan, peruntukan | Beasiswa ini untuk mahasiswa berprestasi. |
| bagi | sudut pandang, penerima | Bagi saya, jadwal itu terlalu padat. |
| dengan | alat, cara, teman | Ia menulis dengan pensil. |
| tentang | pokok bahasan | Seminar tentang etika penelitian. |
| terhadap | sasaran sikap atau tindakan | Sikapnya terhadap kritik cukup terbuka. |
| oleh | pelaku dalam kalimat pasif | Naskah ditulis oleh tim redaksi. |
| dalam | di bagian dalam, kurun | Dalam tiga bulan, tesis selesai. |
| antara | di tengah dua hal | Jarak antara kampus dan asrama dekat. |
| sejak, hingga, sampai | batas waktu atau tempat | Kuliah berlangsung sejak pukul 08.00 hingga pukul 10.00. |
| tanpa | ketiadaan | Ia menyelesaikan tugas tanpa bantuan. |
| menurut | sumber pendapat | Menurut dosen, proposal harus direvisi. |
| melalui, lewat | jalur, perantara | Pendaftaran dibuka melalui portal kampus. |
Fungsi tiap kata depan dengan contoh
Di: tempat berada
Di menunjukkan lokasi. Setelah di biasanya muncul kata benda tempat: di rumah, di perpustakaan, di Jakarta, di atas meja. Contoh: "Rapat berlangsung di aula fakultas." Catatan penting: di sebagai kata depan ditulis terpisah dari kata sesudahnya. Pembahasan lengkap ada di panduan penulisan di dan ke, dipisah atau digabung.
Ke: arah dan tujuan
Ke menunjukkan arah gerak atau tujuan: ke kampus, ke Surabaya, ke luar negeri. Contoh: "Rombongan berangkat ke Bandung pagi ini." Seperti di, kata depan ke ditulis terpisah. Bentuk tetap yang bergabung ada, misalnya kemari, tetapi ke mana ditulis terpisah.
Dari: asal dan sumber
Dari menunjukkan titik awal atau asal: dari Medan, dari perpustakaan, dari hasil survei. Ia juga menunjukkan bahan: "Meja ini dibuat dari kayu jati." Dalam makna perbandingan, bentuk yang benar adalah daripada, bukan dari: "Membaca lebih bermanfaat daripada menonton tanpa tujuan." Penjelasan pasangan ini ada di kata yang sering tertukar.
Pada: waktu, orang, dan hal abstrak
Pada dipakai untuk waktu (pada hari Rabu, pada tahun 2025), untuk hal abstrak atau bagian suatu benda (pada bab dua, pada tahap penelitian), dan untuk orang sebagai tempat sifat atau hal melekat (pada diri mahasiswa). Ia tidak dipakai untuk lokasi fisik yang konkret. Kalimat "Buku itu ada pada meja" kurang tepat; yang baku adalah "Buku itu ada di meja".
Kepada: penerima orang
Kepada dipakai ketika sasarannya orang atau lembaga yang menerima sesuatu: "Surat permohonan ditujukan kepada dekan." Bentuk ini ditulis serangkai, bukan ke pada. Dalam kalimat dengan benda mati sebagai sasaran, pakai pada atau terhadap, bukan kepada.
Untuk dan bagi
Untuk menandai tujuan atau peruntukan: "Perangkat ini disediakan untuk peserta pelatihan." Bagi menandai pihak yang mendapat manfaat atau sudut pandang: "Bagi peneliti pemula, mencatat sumber sejak awal sangat membantu." Dalam banyak kalimat keduanya bisa bertukar, tetapi bagi di awal kalimat lebih cocok untuk pernyataan sudut pandang.
Dengan: alat, cara, dan kebersamaan
Dengan punya tiga pemakaian utama: alat (dengan pulpen), cara (dengan hati-hati), dan kebersamaan (dengan teman sekelas). Contoh: "Responden mengisi kuesioner dengan teliti."
Tentang, mengenai, dan perihal
Tentang menyebut pokok bahasan: "Ia menulis esai tentang pengelolaan sampah." Mengenai berfungsi mirip dan lebih resmi. Kata depan ini tidak perlu didahului kata kerja yang sudah memuat makna yang sama, misalnya "membahas tentang", yang termasuk pleonasme. Contoh serupa ada di panduan pleonasme.
Terhadap: sasaran sikap atau tindakan
Terhadap dipakai bila sasarannya hal yang dikenai sikap, pengaruh, atau tindakan: "pengaruh media sosial terhadap prestasi belajar", "tanggapan terhadap usulan". Judul penelitian di perguruan tinggi sering memakai pola "pengaruh X terhadap Y".
Oleh: pelaku pada kalimat pasif
Oleh memperkenalkan pelaku: "Data dianalisis oleh peneliti." Pada kalimat aktif, oleh tidak dipakai: "Peneliti menganalisis data."
Di, ke, dari sebagai kata depan dan sebagai awalan
Inilah sumber kesalahan paling banyak. Cara membedakannya:
| Bentuk | Dipakai sebagai | Cara menulis | Contoh |
|---|---|---|---|
| di + tempat | kata depan | terpisah | di rumah, di sekolah |
| di- + kata kerja | awalan pasif | serangkai | dibaca, dikirim, ditulis |
| ke + tempat | kata depan | terpisah | ke pasar, ke kampus |
| dari + asal | kata depan | terpisah | dari kantor, dari rumah |
Uji sederhananya: jika kata sesudah di adalah kata kerja yang diubah menjadi pasif, di- itu awalan dan ditulis rapat: dibaca, dilaporkan. Jika sesudahnya tempat atau arah, itu kata depan dan ditulis terpisah: di sana, di antara, di samping. Beberapa bentuk tetap seperti kepada dan daripada ditulis serangkai.
Kesalahan yang sering terjadi
| Salah | Benar | Alasan |
|---|---|---|
| dirumah, kesekolah | di rumah, ke sekolah | kata depan dipisah |
| dimana (kata tanya) | di mana | kata tanya ditulis terpisah |
| Rumah dimana saya lahir | Rumah tempat saya lahir | "di mana" bukan penghubung klausa dalam ragam baku |
| Lebih baik dari kemarin | Lebih baik daripada kemarin | perbandingan memakai daripada |
| Berikan kepada meja | Taruh di atas meja | kepada hanya untuk orang atau lembaga |
| membahas tentang | membahas | membahas sudah mengandung makna tentang |
| mengenai tentang | mengenai | dua kata depan bertumpuk |
Perhatikan kesalahan ketiga. Kata tanya di mana sering dipakai sebagai penghubung klausa berpola bahasa Inggris "where". Dalam tulisan baku, gantikan dengan tempat, yang, atau ketika. Contoh: "Kota di mana ia tumbuh sangat ramai" lebih baik ditulis "Kota tempat ia tumbuh sangat ramai".
Dalam tulisan ilmiah: pola kata depan yang baku
Beberapa kata kerja atau kata sifat berpasangan tetap dengan kata depan tertentu. Pakai pasangan ini secara konsisten.
- bergantung pada, bukan bergantung dengan
- berdasarkan, bukan berdasarkan pada
- sesuai dengan, bukan sesuai pada
- berbicara tentang atau mengenai
Untuk pasangan yang meragukan, buka KBBI daring dan lihat contoh pemakaian pada entri kata kerjanya.
Contoh sebelum dan sesudah
Sebelum (kutipan bab pendahuluan skripsi):
Penelitian ini membahas tentang pengaruh media sosial pada prestasi belajar mahasiswa. Data diambil dari kampus dimana peneliti kuliah dan disebarkan kepada kelas yang dipilih secara acak. Hasilnya lebih tinggi dari penelitian sebelumnya.
Sesudah:
Penelitian ini membahas pengaruh media sosial terhadap prestasi belajar mahasiswa. Data diambil di kampus tempat peneliti kuliah dan disebarkan ke kelas yang dipilih secara acak. Hasilnya lebih tinggi daripada penelitian sebelumnya.
Perubahannya: membahas tentang menjadi membahas; pada menjadi terhadap untuk hubungan pengaruh; dimana menjadi di kampus tempat; kepada kelas menjadi ke kelas, karena kelas bukan orang; dari menjadi daripada untuk perbandingan.
Kata depan dalam surat, email, dan dokumen kerja
Surat lamaran, surat dinas, dan email kantor sering memakai kata depan tetap:
- "Sehubungan dengan lowongan yang dipasang di situs perusahaan, saya mengajukan lamaran untuk posisi staf administrasi."
- "Surat ini ditujukan kepada Kepala Bagian Personalia."
- "Mohon konfirmasi atas jadwal wawancara pada hari Kamis pukul 10.00 WIB."
- "Terlampir salinan ijazah dari universitas tempat saya menempuh pendidikan."
Pada ujian bahasa Indonesia atau tes seleksi yang memuat soal kebahasaan, kata depan lazim muncul dalam soal memilih kalimat baku. Pola yang paling sering menjebak: penulisan di dan ke serta pasangan daripada dan dari. Gunakan contoh di sini sebagai latihan pola, bukan sebagai prediksi soal.
Daftar periksa kata depan
- Semua di dan ke yang menunjuk tempat atau arah ditulis terpisah.
- Semua di- pada kata kerja pasif ditulis serangkai.
- Daripada dipakai untuk perbandingan, dari untuk asal.
- Kepada hanya untuk orang atau lembaga.
- Tidak ada "membahas tentang", "mengenai tentang", atau "di mana" sebagai penghubung klausa.
- Pasangan kata kerja dan kata depan sudah dicek ke KBBI atau pedoman institusi.
Memakai alat AdeptWrite untuk memeriksa kata depan
Cek Ejaan & Typo (EYD V) berjalan di browser kamu dan mencocokkan teks dengan daftar pasangan kata baku terverifikasi (KBBI VI dan EYD V) dan sejumlah aturan penulisan; ia belum memeriksa seluruh kosakata. Alat ini membantu menemukan kata tidak baku dan salah ketik. Ia tidak selalu bisa menilai apakah "di" pada suatu kalimat seharusnya awalan atau kata depan, jadi periksa sendiri kasus di dan ke dengan uji di atas.
Cek Grammar Bahasa Indonesia menjalankan pemeriksaan tata bahasa dengan mesin AI dan menandai bagian yang diubah. Satu kali proses menerima maksimal 6.000 karakter. Hasilnya berupa saran, bukan jaminan kebenaran; baca ulang sebelum menerimanya. Bila kalimat kamu penuh kata depan bertumpuk, coba Perbaiki Kalimat untuk mendapat versi yang lebih ringkas, lalu bandingkan dengan teks asli.
Panduan ini ditulis oleh tim AdeptWrite dan terakhir diperbarui pada 2026-11-01. Untuk daftar bentuk baku yang sering dicari, lihat juga daftar kata baku dan tidak baku.
Coba alatnya
Pertanyaan umum
Apa saja contoh kata depan dalam bahasa Indonesia?
Kata depan yang paling sering dipakai adalah di, ke, dari, pada, kepada, untuk, bagi, dengan, tentang, terhadap, oleh, dalam, antara, sejak, hingga, tanpa, menurut, dan melalui. Masing-masing menunjukkan hubungan tertentu, seperti tempat, arah, asal, waktu, tujuan, alat, atau pokok bahasan.
Apa beda di sebagai kata depan dan di- sebagai awalan?
Di sebagai kata depan menunjukkan tempat dan ditulis terpisah, misalnya di rumah. Di- sebagai awalan membentuk kata kerja pasif dan ditulis serangkai, misalnya dibaca atau dikirim. Cara cepat memeriksanya: jika kata sesudahnya adalah kata kerja yang bisa diaktifkan, itu awalan.
Kapan memakai dari dan kapan daripada?
Dari menunjukkan asal atau bahan, misalnya dari Medan atau dari kayu jati. Daripada dipakai untuk perbandingan, misalnya lebih baik daripada kemarin. Dalam tulisan baku, jangan menukar keduanya, dan daripada ditulis serangkai.
Kapan memakai pada dan kapan kepada?
Pada dipakai untuk waktu, bagian suatu hal, dan hal abstrak, misalnya pada hari Senin atau pada bab dua. Kepada dipakai untuk orang atau lembaga yang menerima sesuatu, misalnya kepada dekan. Untuk lokasi fisik, pakai di, bukan pada.
Panduan terkait
- Penulisan Di dan Ke: Kapan Dipisah, Kapan Digabung? — Tulis di dan ke terpisah jika menunjukkan tempat atau arah: di mana, di rumah, ke kantor, ke luar kota. Tulis serangkai …
- Kata yang Sering Tertukar dalam Bahasa Indonesia (dari/daripada, di/pada, adalah/ialah, sangsi/sanksi) — Kata yang sering tertukar dalam bahasa Indonesia umumnya mirip bunyi atau maknanya: dari dan daripada, di dan pada, adal…
- Daftar Kata Baku dan Tidak Baku Menurut KBBI dan EYD V — Kata baku adalah kata yang ejaannya sesuai KBBI dan EYD V; kata tidak baku menyimpang dari keduanya, misalnya aktifitas,…
- Pleonasme: Contoh Kata Mubazir (Naik ke Atas, Para Hadirin Sekalian, Sangat ... Sekali) — Pleonasme adalah pemakaian kata yang berlebihan karena maknanya sudah terkandung dalam kata lain, misalnya "naik ke atas…
- 30 Kesalahan Ejaan Bahasa Indonesia yang Paling Sering Terjadi (dan Perbaikannya) — Kesalahan ejaan yang paling sering terjadi dalam bahasa Indonesia umumnya berpola: praktek (praktik), resiko (risiko), m…