Cara Membuat Catatan Kaki (Footnote) yang Benar: Contoh, Ibid., dan Langkah di Word
Catatan kaki adalah keterangan bernomor di bagian bawah halaman yang memuat sumber kutipan atau penjelasan tambahan. Di Word, letakkan kursor setelah kata yang dirujuk lalu tekan Ctrl+Alt+F. Fakultas hukum dan jurusan sejarah di Indonesia masih banyak memakainya, sedangkan APA 7 memakai sitasi nama-tahun di dalam teks. Ikuti dulu pedoman kampusmu.
Jawaban singkat: apa itu catatan kaki dan kapan dipakai
Catatan kaki (footnote) adalah keterangan yang ditaruh di bagian bawah halaman yang sama dengan teks yang dirujuk. Penanda di teks berupa angka kecil di atas garis (superskrip), misalnya ¹, dan keterangannya muncul di kaki halaman dengan angka yang sama. Isinya bisa dua macam:
- Catatan sumber: menunjukkan dari mana kutipan atau data diambil.
- Catatan isi: penjelasan tambahan yang kalau dimasukkan ke paragraf akan memutus alur, misalnya definisi singkat, pengecualian, atau rujukan silang.
Di Indonesia, catatan kaki paling sering kamu temui di skripsi dan tesis ilmu hukum, sejarah, dan sebagian bidang humaniora, juga di buku-buku terbitan lama. Fakultas ilmu sosial dan eksakta lebih sering memakai sitasi nama-tahun dalam kurung seperti APA, sehingga catatan kaki hanya dipakai untuk catatan isi. Karena itu langkah pertama selalu sama: buka buku pedoman penulisan fakultas atau program studimu. Pedoman itulah yang menentukan apakah catatan kaki wajib, boleh, atau dilarang, dan bagaimana bentuknya.
Catatan kaki, catatan akhir, dan sitasi dalam teks
| Hal | Catatan kaki | Catatan akhir | Sitasi nama-tahun (APA) |
|---|---|---|---|
| Letak | Bawah halaman yang sama | Akhir bab atau akhir tulisan | Dalam kurung di kalimat |
| Penanda | Angka superskrip | Angka superskrip | (Nama, tahun, hlm.) |
| Muatan umum | Sumber dan penjelasan | Sumber dan penjelasan | Hanya rujukan sumber |
| Lazim di | Hukum, sejarah, humaniora | Buku, bab suntingan | Psikologi, pendidikan, sosial, eksakta |
| Perlu daftar pustaka? | Ya, hampir selalu | Ya | Ya |
Satu hal yang sering salah paham: catatan kaki tidak menggantikan daftar pustaka. Catatan kaki memuat rujukan lengkap saat sumber pertama kali muncul, tetapi daftar pustaka di akhir tetap diwajibkan oleh hampir semua kampus. Perbedaan keduanya dibahas di perbedaan daftar pustaka dan bibliografi.
Pola penulisan catatan kaki untuk sumber Indonesia
Pola di bawah umum dipakai pada skripsi hukum dan sejarah di Indonesia. Variasinya antarkampus cukup besar (urutan nama, tanda baca, kota penerbit), jadi anggap ini contoh bentuk, bukan satu-satunya yang benar. Semua nama penulis, judul, dan penerbit pada contoh rekaan.
Berbeda dengan daftar pustaka, nama penulis di catatan kaki umumnya ditulis dengan urutan biasa (nama depan dahulu), karena catatan kaki tidak diurutkan menurut abjad. Di daftar pustaka, nama dibalik agar bisa diurutkan.
Buku
¹ Budi Hartono, Hukum Perlindungan Konsumen di Era Digital (Jakarta: Penerbit Contoh Ilmu, 2021), hlm. 45.
Urutan umumnya: nama penulis, judul (miring), kota penerbit, penerbit, tahun, lalu halaman dengan singkatan hlm. (bukan "p." atau "pp." yang berasal dari bahasa Inggris).
Artikel jurnal
² Siti Rahmawati, "Peran Arsip dalam Penulisan Sejarah Lokal," Jurnal Sejarah Nusantara 12, no. 2 (2020): 101.
Peraturan perundang-undangan
Peraturan bukan karya dengan penulis, jadi rujukannya memakai nama peraturan. Dalam catatan kaki tulis jenis, nomor, tahun, dan judul resminya:
³ Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Pasal 2.
Cara mengutip peraturan dengan gaya APA dibahas di cara mengutip undang-undang APA 7. Untuk putusan pengadilan, tulis jenis putusan, nomor perkara, pengadilan, dan tanggal putusan sesuai pedoman fakultasmu. Putusan Mahkamah Agung dapat dicari lewat direktori putusannya.
Arsip dan dokumen sejarah
⁴ "Surat Residen Surabaya kepada Gubernur Jenderal," 12 Maret 1925, Arsip Nasional Republik Indonesia, Jakarta, inventaris contoh no. 17.
Untuk sumber arsip, catat lembaga penyimpan, nomor inventaris atau koleksi, dan tanggal dokumen. Apa itu sumber primer dan mengapa arsip termasuk di dalamnya dibahas di sumber primer dan sekunder.
Situs web
⁵ Badan Pusat Statistik, "Contoh Judul Publikasi," diakses 1 November 2026, https://www.bps.go.id/.
Gunakan alamat halaman yang stabil dan tanggal akses ketika isi halaman bisa berubah. Pola web gaya APA ada di cara mengutip website APA 7.
Ibid., Op. cit., dan Loc. cit.: artinya dan kapan dipakai
Tradisi catatan kaki lama memakai singkatan Latin agar rujukan berulang tidak perlu ditulis penuh. Ketiganya sering membingungkan:
| Singkatan | Asal | Arti | Dipakai untuk |
|---|---|---|---|
| Ibid. | ibidem | "di tempat yang sama" | Sumber yang sama dengan catatan tepat sebelumnya, halaman boleh berbeda |
| Op. cit. | opere citato | "dalam karya yang telah dikutip" | Karya yang sudah disebut penuh sebelumnya, tetapi ada catatan lain di antaranya, dengan halaman berbeda |
| Loc. cit. | loco citato | "di tempat yang telah dikutip" | Halaman yang persis sama dengan yang sudah disebut sebelumnya, ada catatan lain di antaranya |
Contoh deretan catatan kaki gaya lama:
⁶ Budi Hartono, Hukum Perlindungan Konsumen di Era Digital (Jakarta: Penerbit Contoh Ilmu, 2021), hlm. 45.
⁷ Ibid., hlm. 52.
⁸ Siti Rahmawati, "Peran Arsip dalam Penulisan Sejarah Lokal," Jurnal Sejarah Nusantara 12, no. 2 (2020): 101.
⁹ Hartono, Op. cit., hlm. 60.
¹⁰ Rahmawati, Loc. cit.
Perhatikan bahwa Ibid. hanya sah bila catatan tepat di atasnya merujuk sumber yang sama. Begitu ada sumber lain di antaranya, Ibid. berubah menjadi salah. Itulah kelemahan utamanya: kalau kamu menambah atau menghapus satu catatan, rangkaian Ibid. bisa kacau, dan pembaca harus menelusuri ke atas untuk tahu sumbernya.
Karena itu, panduan gaya modern (misalnya Chicago Manual of Style edisi ke-17 dan seterusnya) menganjurkan bentuk pendek: nama belakang penulis, judul singkat, dan halaman, misalnya "Hartono, Hukum Perlindungan Konsumen, 52." Bentuk ini tidak bergantung pada urutan catatan. Sebagian kampus di Indonesia sudah beralih ke bentuk pendek atau ke sitasi nama-tahun, sebagian masih mewajibkan Ibid. dan Op. cit. Aturan umum: pakai yang diminta pedomanmu, dan jangan campur. Arti singkatan lain seperti dkk. dan et al. dibahas di arti dkk., et al., dan ibid.
Cara membuat catatan kaki di Microsoft Word
Nama menu dapat sedikit berbeda menurut versi dan bahasa tampilan Word, tetapi alurnya sama:
- Ketik kalimat yang memuat kutipan atau klaim yang perlu dirujuk.
- Letakkan kursor tepat setelah tanda baca penutup kalimat atau kutipan (angka catatan diletakkan setelah tanda baca, bukan sebelumnya).
- Buka tab Referensi, lalu klik Sisipkan Catatan Kaki. Pintasan di Windows: Ctrl+Alt+F.
- Word memindahkan kursor ke kaki halaman. Ketik keterangannya di sana.
- Klik dua kali angka di kaki halaman untuk kembali ke teks.
Beberapa pengaturan yang sering dibutuhkan:
- Catatan akhir: tab Referensi, Sisipkan Catatan Akhir (Ctrl+Alt+D).
- Format angka dan penomoran: buka peluncur dialog di grup Catatan Kaki untuk memilih format angka, memulai ulang penomoran tiap bab, atau melanjutkannya.
- Ukuran huruf: pedoman kampus biasanya meminta catatan kaki lebih kecil dari teks utama, misalnya 10 pt dengan spasi tunggal. Ubah lewat gaya Teks Catatan Kaki (Footnote Text) agar semua catatan berubah sekaligus.
- Pindah catatan: bila kamu memindahkan paragraf, Word menomori ulang catatan otomatis. Itu alasan utama memakai fitur bawaan, bukan mengetik angka superskrip sendiri.
Di Google Docs, buka Sisipkan > Catatan kaki atau tekan Ctrl+Alt+F. Google Docs hanya mendukung catatan kaki, tidak catatan akhir.
Kesalahan yang paling sering terjadi
- Mengetik angka superskrip dan keterangannya manual. Penomoran rusak begitu ada yang disisipkan.
- Memakai Ibid. setelah catatan yang berbeda sumber. Ibid. hanya merujuk catatan tepat di atasnya.
- Menulis "p." atau "pp." untuk halaman. Dalam bahasa Indonesia pakai hlm.
- Mencampur gaya: sebagian catatan kaki gaya hukum, sebagian sitasi nama-tahun dalam kurung.
- Menaruh angka sebelum tanda baca. Letakkan setelah koma atau titik.
- Menjadikan catatan kaki tempat menyimpan paragraf panjang. Bila penjelasan lebih dari beberapa kalimat, masukkan ke teks utama atau lampiran.
- Tidak menyertakan daftar pustaka. Hampir semua kampus tetap memintanya.
- Lupa menulis halaman pada kutipan langsung maupun parafrase yang spesifik.
- Ejaan nama dan judul tidak konsisten antara catatan kaki dan daftar pustaka.
Daftar periksa sebelum dikumpulkan
- Buku pedoman fakultas atau prodi sudah dibaca: apakah catatan kaki wajib, dan memakai Ibid. atau bentuk pendek?
- Semua catatan dibuat dengan fitur bawaan Word atau Google Docs.
- Catatan pertama untuk setiap sumber memuat rujukan lengkap.
- Catatan berulang memakai bentuk yang sama di seluruh tulisan.
- Halaman ditulis dengan hlm. dan angka halamannya sudah dicek ke sumber.
- Nomor catatan diletakkan setelah tanda baca.
- Setiap sumber di catatan kaki ada di daftar pustaka (bila pedoman memintanya).
- Ejaan dan tanda baca sudah diperiksa.
Memakai AdeptWrite untuk catatan kaki dan sumbernya
Generator Daftar Pustaka menyusun entri daftar pustaka dan kutipan dalam teks dari data sumbermu, dengan pilihan APA 7, MLA 9, Chicago, Harvard, dan IEEE. Ia berjalan di browser dan memakai kata penghubung bahasa Indonesia seperti dkk. dan hlm. Alat ini tidak membuat catatan kaki bergaya hukum Indonesia secara khusus, tetapi data yang kamu isi (penulis, judul, penerbit, tahun) bisa kamu susun ulang menjadi catatan kaki sesuai pedoman kampus. Periksa hasilnya terhadap pedoman gaya sebelum mengumpulkan.
Cek Ejaan mencocokkan kata dengan KBBI dan EYD Edisi V untuk menemukan typo di isi catatan kaki, tetapi tidak memeriksa kebenaran data sumber. Bila catatan kakimu memparafrasekan sumber, baca juga cara menulis sitasi parafrase agar rujukannya tidak terlewat.
Coba alatnya
Pertanyaan umum
Apakah catatan kaki wajib ada di skripsi?
Tergantung pedoman fakultas atau program studimu. Skripsi hukum dan sejarah sering mewajibkannya, sedangkan banyak program lain memakai sitasi nama-tahun seperti APA. Baca buku pedoman penulisan kampusmu dan ikuti gaya yang diminta secara konsisten dari awal sampai akhir.
Apa beda Ibid., Op. cit., dan Loc. cit.?
Ibid. berarti sumber yang sama dengan catatan tepat di atasnya. Op. cit. merujuk karya yang sudah disebut penuh sebelumnya, dengan halaman berbeda. Loc. cit. merujuk halaman yang persis sama dengan rujukan sebelumnya. Gaya modern cenderung menggantinya dengan bentuk pendek.
Bagaimana cara membuat catatan kaki di Word?
Letakkan kursor setelah kata atau tanda baca yang dirujuk, buka tab Referensi, lalu klik Sisipkan Catatan Kaki atau tekan Ctrl+Alt+F. Ketik keterangan di kaki halaman. Word menomori ulang otomatis bila ada catatan yang disisipkan atau dipindah.
Apakah catatan kaki menggantikan daftar pustaka?
Pada umumnya tidak. Catatan kaki merujuk sumber pada titik tertentu di teks, sedangkan daftar pustaka mengumpulkan semua sumber di akhir. Sebagian besar kampus di Indonesia tetap meminta daftar pustaka, jadi periksa pedomanmu untuk memastikan.
Panduan terkait
- Cara Menulis Daftar Pustaka APA 7: Buku, Jurnal, Web, Skripsi, dan Laporan — Daftar pustaka APA 7 disusun menurut abjad nama belakang penulis dengan pola umum: Penulis. (Tahun). Judul. Penerbit. Ju…
- Perbedaan Daftar Pustaka, Daftar Referensi, dan Bibliografi — Daftar pustaka adalah istilah umum di kampus Indonesia untuk daftar sumber di akhir karya tulis. Daftar referensi (refer…
- Cara Menulis Sitasi untuk Parafrase (APA 7, MLA, Chicago) — Sitasi parafrase dalam APA 7 cukup memuat nama belakang penulis dan tahun, misalnya (Hartono, 2022), atau "Menurut Harto…