Tanda Baca dalam EYD Edisi V: Jenis, Fungsi, dan Aturan Penggunaannya
EYD Edisi V mengatur belasan tanda baca: titik, koma, titik koma, titik dua, tanda hubung, tanda pisah, tanda tanya, tanda seru, elipsis, tanda petik, tanda kurung, garis miring, dan apostrof. Panduan ini merangkum fungsi tiap tanda dalam satu tabel, memberi pasangan contoh benar dan salah, lalu menautkan ke panduan rinci per tanda baca.
Jawaban singkat: tanda baca apa saja yang diatur EYD V?
Ejaan yang Disempurnakan (EYD) Edisi V tahun 2022 mengatur pemakaian titik, koma, titik koma, titik dua, tanda hubung, tanda pisah, tanda tanya, tanda seru, elipsis, tanda petik, tanda petik tunggal, tanda kurung, tanda kurung siku, garis miring, dan tanda penyingkat (apostrof). Kaidah-kaidah itu pada dasarnya melanjutkan bab tanda baca dalam PUEBI. Pegangan resminya tersedia di situs ejaan Kemendikdasmen, dan untuk kata tertentu kamu bisa memeriksa KBBI daring.
Inti yang perlu diingat: tanda baca bukan hiasan, melainkan penunjuk cara membaca. Titik dan koma mengatur napas pembaca, titik dua dan titik koma menyusun rincian, tanda petik menandai ucapan orang lain, dan tanda hubung serta tanda pisah menjaga agar kata dan rentang angka tidak salah dibaca. Satu koma yang salah tempat dapat mengubah makna, seperti pada contoh klasik berikut.
- Ibu, dokter itu sudah datang. (Ibu disapa.)
- Ibu dokter itu sudah datang. (Ibu dari dokter, atau dokter perempuan, sudah datang.)
Panduan ini adalah peta. Ia merangkum semua tanda dalam satu tabel, memberi contoh benar dan salah, lalu menautkan ke panduan lain untuk tanda yang butuh pembahasan lebih panjang, misalnya penggunaan tanda koma.
Tabel ringkas: fungsi utama setiap tanda baca
| Tanda | Fungsi utama | Contoh benar |
|---|---|---|
| Titik (.) | Mengakhiri kalimat pernyataan; singkatan nama dan gelar; pemisah ribuan | Rapat dimulai pukul 09.00. / Rp1.500.000 |
| Koma (,) | Perincian, sebelum tetapi, setelah anak kalimat di depan, sapaan, petikan | Saya membeli buku, pena, dan map. |
| Titik koma (;) | Memisahkan kalimat setara yang sudah berkoma; pengganti kata penghubung | Ayah bekerja di Bogor; ibu mengajar di Depok. |
| Titik dua (:) | Memperkenalkan rincian setelah pernyataan lengkap; dialog | Syaratnya sebagai berikut: KTP, ijazah, dan pas foto. |
| Tanda hubung (-) | Kata ulang, awalan dengan huruf kapital, rentang gabungan dengan angka | anak-anak, se-Indonesia, abad ke-20 |
| Tanda pisah (– atau —) | Menyisipkan keterangan, menyatakan rentang | 2020–2026, Jakarta–Bandung |
| Tanda tanya (?) | Mengakhiri kalimat tanya | Kapan sidang skripsimu? |
| Tanda seru (!) | Seruan, perintah, atau perasaan kuat | Tolong, matikan lampu itu! |
| Elipsis (...) | Kalimat terputus; ada bagian yang dihilangkan dari kutipan | Jika kamu terlambat lagi... |
| Tanda petik ("...") | Petikan langsung, judul bagian karangan, istilah khusus | Katanya, "Saya sudah selesai." |
| Petik tunggal ('...') | Petikan di dalam petikan, makna atau terjemahan kata | bandar 'pelabuhan' |
| Kurung ((...)) | Keterangan tambahan, singkatan, nomor rincian | Badan Pusat Statistik (BPS) |
| Kurung siku ([...]) | Tambahan editor dalam kutipan | "Ia pergi [ke Surabaya] kemarin." |
| Garis miring (/) | Nomor surat, tahun ajaran, per, dan/atau | 2025/2026, 60 km/jam |
| Apostrof (') | Menggantikan bagian yang dihilangkan | 'kan, Mei '98 |
Tabel di atas adalah pegangan cepat; butir yang meragukan sebaiknya dicocokkan dengan situs resmi ejaan, karena pedoman memuat pengecualian dan contoh lebih lengkap.
Titik: bukan hanya di akhir kalimat
Titik dipakai pada akhir kalimat pernyataan, pada singkatan nama orang dan gelar, pada singkatan umum yang terdiri atas beberapa huruf, dan sebagai pemisah ribuan.
- Benar: Ia membaca buku itu sampai tamat.
- Benar: A.H. Nasution, Dr. Rina, S.Pd., M.Pd.
- Benar: dll., dsb., dst., yth.
- Benar: Harga tiket Rp1.250.000, naik dari tahun lalu.
Titik tidak dipakai pada singkatan nama lembaga, satuan ukuran, mata uang, dan lambang unsur kimia: UI, BPS, cm, kg, Rp, Fe. Titik juga tidak dipakai di belakang judul karangan, judul bab, nama dan alamat penerima surat, serta tanggal surat. Angka tahun, nomor telepon, dan nomor halaman tidak memakai titik ribuan: tulis tahun 2026, bukan tahun 2.026.
Kesalahan yang sering muncul pada mahasiswa adalah titik ganda setelah singkatan di akhir kalimat. Kalau kalimat berakhir dengan "dan sebagainya", cukup satu titik: Kami membawa tikar, bantal, dsb.
Koma: tanda yang paling sering salah
Koma dipakai untuk memisahkan unsur perincian, sebelum tetapi, melainkan, dan sedangkan, sesudah anak kalimat yang mendahului induk kalimat, sesudah ungkapan penghubung antarkalimat seperti jadi dan oleh karena itu, serta untuk memisahkan sapaan dan petikan langsung.
| Salah | Benar |
|---|---|
| Saya membeli pensil buku dan penghapus. | Saya membeli pensil, buku, dan penghapus. |
| Dia rajin tapi tidak pernah juara. | Dia rajin, tetapi tidak pernah juara. |
| Jika hujan turun kami batal berangkat. | Jika hujan turun, kami batal berangkat. |
| Kami batal berangkat, jika hujan turun. | Kami batal berangkat jika hujan turun. |
| Oleh karena itu mahasiswa wajib hadir. | Oleh karena itu, mahasiswa wajib hadir. |
Aturan koma cukup banyak sehingga pembahasannya ada di panduan tersendiri: penggunaan tanda koma yang benar menurut EYD V. Untuk perincian saja, lihat juga koma sebelum dan dalam perincian.
Titik koma dan titik dua
Titik koma memisahkan kalimat setara dalam satu kalimat majemuk, terutama bila salah satunya sudah memuat koma, dan dapat menggantikan kata penghubung.
- Benar: Pagi hari ia menyiram kebun; siang hari ia membantu di warung; malam hari ia belajar.
- Benar: Peserta datang dari Medan, Sumatera Utara; Makassar, Sulawesi Selatan; dan Jayapura, Papua.
Titik dua dipakai sesudah pernyataan lengkap yang diikuti rincian atau penjelasan, dan pada naskah drama atau dialog setelah nama pembicara. Titik dua tidak dipakai jika rincian itu merupakan bagian yang melengkapi kalimat.
| Salah | Benar |
|---|---|
| Syarat pendaftaran adalah: KTP, ijazah, dan pas foto. | Syarat pendaftaran adalah KTP, ijazah, dan pas foto. |
| Kita memerlukan: kertas, pena, dan tinta. | Kita memerlukan kertas, pena, dan tinta. |
Ujian sederhananya: hapus tanda titik dua. Kalau kalimat sebelum tanda itu masih utuh dan bermakna, titik dua boleh dipakai. Kalau kalimat terasa menggantung, titik dua tidak perlu.
Tanda hubung dan tanda pisah: dua tanda yang sering tertukar
Tanda hubung (-) lebih pendek dan dipakai tanpa spasi untuk menyambung unsur kata: kata ulang (buku-buku, sayur-mayur), awalan atau akhiran dengan huruf kapital atau angka (se-Indonesia, pan-Afrika, ke-2). Ia juga dipakai di akhir baris untuk memenggal kata.
Tanda pisah (– atau —) lebih panjang. Ia menyisipkan keterangan yang bukan bagian utama kalimat, dan menyatakan rentang tanpa spasi.
- Benar: Kemerdekaan itu, saya yakin, pasti tercapai. / Kemerdekaan itu—saya yakin—pasti tercapai.
- Benar: tahun 2020–2026; halaman 15–27; rute Jakarta–Bandung
- Kurang tepat: tahun 2020 - 2026 (hubung bertemu spasi)
Di keyboard, tanda pisah tidak punya tombol sendiri pada tata letak umum. Di Windows, tahan Alt dan ketik 0150 untuk tanda pisah pendek atau 0151 untuk yang panjang; di Microsoft Word, dua tanda hubung di antara dua kata sering diubah otomatis. Dalam naskah akademik, keputusan memakai tanda pisah panjang atau pendek biasanya ikut pedoman penulisan kampus.
Tanda tanya, tanda seru, dan elipsis
Tanda tanya mengakhiri kalimat tanya langsung. Tanda tanya tidak dipakai pada kalimat tanya tidak langsung: Dosen bertanya apakah kami sudah membaca bab dua. (tanpa tanda tanya). Tanda tanya dalam tanda kurung untuk menyatakan keraguan, seperti "ia lahir pada 1890 (?)", sebaiknya dihindari dalam tulisan ilmiah.
Tanda seru dipakai setelah ungkapan atau pernyataan berupa seruan, perintah, atau perasaan yang kuat. Dalam surat dinas, makalah, dan skripsi, tanda seru hampir tidak diperlukan. Satu saja sudah cukup; !!! tidak baku.
Elipsis terdiri atas tiga titik berurutan. Ia menandai kalimat yang terputus-putus atau bagian yang dihilangkan dalam kutipan. Jika bagian yang hilang mencakup akhir kalimat, ditambahkan satu titik lagi sehingga menjadi empat titik. Spasi mengikuti pedoman: tanpa spasi di antara titik, dan satu spasi sebelum atau sesudah menyesuaikan posisi kata.
Tanda petik, kurung, dan garis miring
Tanda petik ganda mengapit petikan langsung, judul puisi, artikel, atau bab yang menjadi bagian buku, dan istilah yang kurang dikenal atau bermakna khusus. Tanda baca akhir kalimat petikan diletakkan di dalam tanda petik bila bagian itu berupa kalimat lengkap: Dosen berkata, "Kumpulkan draf besok." Judul buku utuh tidak diapit tanda petik, melainkan dicetak miring.
Tanda petik tunggal dipakai untuk petikan di dalam petikan dan untuk makna atau terjemahan: Ia berkata, "Kalimat 'sudah dikirim' itu belum benar."
Tanda kurung mengapit keterangan tambahan, singkatan yang dijelaskan, dan angka atau huruf rincian dalam kalimat. Tanda kurung siku mengapit tambahan penulis atau penyunting dalam kutipan, misalnya "Dia [Ahmad] menyerahkan berkasnya."
Garis miring dipakai pada nomor surat (012/KM/UNM/2026), alamat, tahun ajaran (2025/2026), dan sebagai pengganti kata per (60 km/jam) atau atau (dan/atau). Tanpa spasi di kedua sisinya. Perincian lengkap ada di panduan tanda kurung dan kurung siku dan tanda tanya dan tanda seru.
Apostrof dan penyingkatan
Apostrof menggantikan bagian yang dihilangkan: Mei '98, 'kan untuk bukan. Dalam tulisan formal, penyingkatan semacam itu jarang diperlukan. Perhatikan bahwa ma'af tidak sesuai ejaan baku; tulis maaf. Bentuk baku yang memakai atau tidak memakai apostrof bisa dicek di KBBI, misalnya Al-Qur'an (dengan apostrof) tetapi takwa dan maaf (tanpa apostrof). Pembahasan lanjut ada di panduan tanda apostrof.
Contoh sebelum dan sesudah: satu paragraf dirapikan
Sebelum:
Dalam rapat kemarin Pak Hendra berkata "kita harus selesaikan laporan sebelum 15 Januari 2027". Peserta yang hadir adalah: Rina, Dedi dan Maya. Namun Maya terlambat jadi rapat dimulai pukul 9:30.
Sesudah:
Dalam rapat kemarin, Pak Hendra berkata, "Kita harus selesaikan laporan sebelum 15 Januari 2027." Peserta yang hadir adalah Rina, Dedi, dan Maya. Namun, Maya terlambat sehingga rapat dimulai pukul 09.30.
Perubahan yang dilakukan: koma sebelum petikan langsung, huruf kapital di awal petikan, titik di dalam tanda petik, penghapusan titik dua yang tidak diperlukan, koma sebelum dan pada perincian, koma sesudah Namun, serta penulisan jam dengan titik (09.30), bukan titik dua.
Tanda baca di pesan singkat, surel, dan tulisan formal
Gaya tanda baca berbeda menurut ragam tulisan. Di pesan singkat atau komentar media sosial, orang sering menghilangkan koma dan titik, dan itu wajar. Di surel kerja, skripsi, proposal, dan surat dinas, kaidah EYD berlaku penuh. Kebiasaan yang bagus: tulis draf dengan cepat, lalu sisihkan satu putaran khusus untuk tanda baca, terpisah dari putaran memeriksa isi dan ejaan kata.
Kesalahan tanda baca yang paling sering terjadi
- Spasi sebelum tanda baca. Tanda titik, koma, titik dua, tanda tanya, dan tanda seru menempel pada kata sebelumnya dan diikuti satu spasi. Saya datang , lalu pulang. salah.
- Dua tanda baca berurutan. Kenapa dia tidak datang?? atau Selesai.. tidak baku.
- Tanda petik di tempat salah. Titik di luar tanda petik pada kalimat petikan lengkap, misalnya "Saya setuju"., perlu dirapikan menjadi "Saya setuju."
- Titik dua sebelum rincian yang langsung menyambung. Lihat tabel di bagian titik dua.
- Koma tidak muncul setelah anak kalimat di depan. Karena hujan deras kami menunda perjalanan seharusnya Karena hujan deras, kami menunda perjalanan.
- Tanda hubung dipakai sebagai tanda pisah pada rentang tahun atau halaman.
- Jam ditulis dengan titik dua. Penulisan baku memakai titik: pukul 13.30.
Daftar periksa sebelum mengumpulkan tulisan
- Setiap kalimat diakhiri titik, tanda tanya, atau tanda seru, tanpa spasi sebelumnya?
- Perincian memakai koma, dengan koma sebelum dan di unsur terakhir?
- Koma dipasang sebelum tetapi, melainkan, dan sedangkan, serta sesudah anak kalimat di depan?
- Titik dua hanya muncul sesudah pernyataan yang lengkap?
- Rentang angka memakai tanda pisah tanpa spasi, bukan tanda hubung bersama spasi?
- Petikan langsung diawali koma atau titik dua dan huruf kapital, dengan tanda petik berpasangan?
- Singkatan lembaga dan satuan ditulis tanpa titik, singkatan gelar dengan titik?
- Jam ditulis dengan titik (09.30) dan ribuan dengan titik (1.500), desimal dengan koma (3,5)?
Memeriksa tanda baca dengan alat
Tanda baca sulit dilihat saat kamu membaca tulisan sendiri, karena mata sudah hafal kalimatnya. Tempelkan teks ke Cek Grammar Bahasa Indonesia untuk memeriksa tata bahasa, ejaan, dan tanda baca sesuai EYD Edisi V, dan ke Cek Ejaan & Typo (EYD V) untuk menemukan typo dan kata tidak baku yang dicocokkan dengan KBBI dan EYD V. Kedua alat membantu menandai sebagian masalah, tetapi tidak menjamin setiap koma sudah tepat: apakah anak kalimat berada di depan atau di belakang, atau apakah suatu keterangan bersifat tambahan, adalah keputusan yang bergantung pada konteks dan tetap perlu kamu pertimbangkan sendiri. Jika kalimatmu terlalu berbelit sehingga tanda baca sulit ditentukan, coba rapikan dengan Perbaiki Kalimat lalu periksa ulang hasilnya.
Rangkuman di atas bukan pengganti teks resmi. Ejaan dapat diperbarui, jadi untuk dokumen formal seperti skripsi, surat dinas, atau naskah penerbitan, cocokkan butir yang meragukan dengan situs resmi ejaan dan pedoman penulisan lembaga tujuanmu. Panduan lanjutan yang berkaitan adalah aturan huruf kapital menurut EYD V dan kesalahan ejaan yang sering terjadi.
Coba alatnya
Pertanyaan umum
Berapa jenis tanda baca dalam EYD Edisi V?
EYD V mengatur belasan tanda baca: titik, koma, titik koma, titik dua, tanda hubung, tanda pisah, tanda tanya, tanda seru, elipsis, tanda petik, petik tunggal, tanda kurung, kurung siku, garis miring, dan apostrof. Daftar lengkap dengan contoh resmi ada di situs ejaan Kemendikdasmen, jadi cocokkan di sana bila perlu angka pasti.
Apa beda tanda hubung dan tanda pisah?
Tanda hubung (-) pendek dan menyambung unsur kata, misalnya kata ulang buku-buku atau se-Indonesia. Tanda pisah (–) lebih panjang dan dipakai untuk menyisipkan keterangan atau menyatakan rentang seperti 2020–2026, tanpa spasi. Keduanya tidak dapat saling menggantikan dalam tulisan formal.
Apakah titik dua boleh dipakai sebelum rincian?
Boleh, asalkan kalimat sebelumnya sudah lengkap, misalnya "Syaratnya sebagai berikut: KTP, ijazah, dan pas foto." Jika rincian langsung melengkapi kalimat, seperti "Kita memerlukan kertas, pena, dan tinta", titik dua tidak dipakai. Uji dengan menghapus tanda itu dan melihat apakah kalimatnya masih utuh.
Apakah jam ditulis dengan titik atau titik dua?
Menurut kaidah ejaan, jam ditulis dengan titik, misalnya pukul 13.30 atau 09.00, bukan 13:30. Titik dua dipakai untuk rasio, dialog, atau perincian. Format digital seperti jam di layar ponsel boleh memakai titik dua, tetapi dalam surat dan karya tulis ikuti penulisan dengan titik.
Panduan terkait
- Penggunaan Tanda Koma yang Benar Menurut EYD V: Aturan dan Contoh — Koma dipakai di antara unsur perincian, sebelum tetapi, melainkan, dan sedangkan, setelah anak kalimat yang mendahului i…
- Aturan Huruf Kapital Menurut EYD Edisi V: Nama, Jabatan, Sapaan, Hari, dan Bulan — Huruf kapital dipakai di awal kalimat dan petikan langsung, pada nama diri (orang, tempat, lembaga, hari, bulan), pada j…
- EYD Edisi V: Apa yang Berubah dari PUEBI, dan Apa yang Tetap? — EYD Edisi V adalah pedoman ejaan resmi bahasa Indonesia yang ditetapkan Badan Bahasa pada 2022 dan menggantikan PUEBI. P…
- 30 Kesalahan Ejaan Bahasa Indonesia yang Paling Sering Terjadi (dan Perbaikannya) — Kesalahan ejaan yang paling sering terjadi dalam bahasa Indonesia umumnya berpola: praktek (praktik), resiko (risiko), m…