Sekolah, kuliah & skripsi

Cara Menulis Pendahuluan Esai dan Makalah: Rumus, Contoh Sebelum-Sesudah, dan Klise yang Perlu Dihindari

Tim Editorial AdeptWriteDiperbarui 9 menit baca

Pendahuluan yang baik menjawab tiga hal dalam satu atau dua paragraf: apa topiknya, mengapa topik itu penting atau bermasalah, dan apa yang akan dibahas tulisan ini. Mulailah dari fakta atau masalah yang spesifik, bukan dari kalimat umum seperti "Di era globalisasi ini". Tutup dengan rumusan masalah atau tesis, lalu tulis pendahuluan terakhir setelah isi selesai.

Jawaban singkat: pendahuluan harus menjawab tiga pertanyaan

Pendahuluan bukan basa-basi sebelum isi. Fungsinya satu: memberi tahu pembaca, dalam waktu singkat, apa yang sedang dibahas, mengapa itu layak dibaca, dan ke mana tulisan akan bergerak. Untuk esai sekolah atau kuliah, itu biasanya cukup dalam satu paragraf yang terdiri atas empat sampai enam kalimat. Untuk makalah, pendahuluan menjadi satu bab pendek yang memuat latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan. Untuk artikel web, pendahuluan hanyalah dua atau tiga kalimat pertama yang harus langsung menjawab pertanyaan pembaca.

Rumus tiga langkah berikut berlaku untuk hampir semua jenis tulisan:

  1. Pembuka (pancingan). Satu atau dua kalimat yang mengarahkan pembaca ke topik: fakta yang dapat dicek, situasi konkret, pertanyaan yang benar-benar terbuka, atau pernyataan yang layak diperdebatkan.
  2. Penyempit (masalah). Satu atau dua kalimat yang menyempitkan dari topik luas ke masalah yang akan kamu bahas, lengkap dengan alasan masalah itu penting.
  3. Arah (tesis atau rumusan). Satu kalimat yang menyatakan pendapat kamu (esai) atau pertanyaan yang dijawab (makalah), sering disertai penunjuk urutan pembahasan.

Pembaca yang membaca hanya pendahuluan kamu seharusnya sudah paham isi pokok tulisan. Itulah ukuran paling jujur untuk menilai pendahuluan.

Tiga jenis pendahuluan yang paling sering diminta

Pendahuluan esai, makalah, dan artikel web memakai pola yang sama, tetapi bobotnya berbeda.

Jenis tulisanPanjang wajarIsi utamaBagian yang paling menentukan
Esai (tugas sekolah, kuliah, seleksi beasiswa)1 paragraf, 4 sampai 6 kalimatPembuka, masalah, tesisKalimat tesis
Makalah (Bab I Pendahuluan)1 sampai 2 halaman, beberapa subbabLatar belakang, rumusan masalah, tujuan, kadang manfaat dan sistematikaRumusan masalah
Artikel web atau blog2 sampai 4 kalimatJawaban langsung, alasan membaca terusKalimat pertama

Catatan penting untuk makalah dan skripsi: sistematika Bab I berbeda-beda antarprogram studi. Ada yang meminta latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat; ada yang menambah batasan masalah atau metode. Ikuti selalu pedoman penulisan dari fakultas atau dosen pembimbing kamu. Panduan ini membahas cara menulis isinya, bukan menggantikan pedoman kampus. Untuk skripsi secara khusus, lihat cara membuat latar belakang skripsi.

Langkah demi langkah menulis pendahuluan esai

Langkah 1: Tentukan dulu tesis, baru tulis pembuka

Banyak penulis macet karena mencoba menulis kalimat pertama yang "sempurna" sebelum tahu pendapatnya sendiri. Balik urutannya. Tulis satu kalimat tesis dahulu, misalnya:

Kebijakan pembatasan ponsel di kelas lebih efektif bila disertai aturan pemakaian yang disepakati siswa, bukan sekadar larangan dari sekolah.

Setelah tesis ada, pembuka tinggal mencari jalan menuju ke sana. Itu pula alasan banyak penulis berpengalaman menulis pendahuluan terakhir, setelah isi selesai dan mereka tahu persis apa yang akhirnya dibuktikan. Kerangka yang rapi membantu; Generator Outline dapat menyusun kerangka esai dari satu topik sebagai titik awal yang kamu ubah sendiri.

Langkah 2: Pilih pembuka yang spesifik

Pembuka yang kuat spesifik. Beberapa pilihan yang aman untuk tulisan berbahasa Indonesia baku:

  • Fakta yang dapat dicek, disertai sumber atau tahun bila ditulis dalam karya ilmiah.
  • Situasi konkret yang dikenal pembaca, misalnya antrean pendaftaran daring, kelas dengan koneksi internet lemah, atau rapat yang berlarut.
  • Pertanyaan yang sungguh terbuka, bukan pertanyaan yang jawabannya sudah jelas.
  • Pernyataan yang berani, yang nanti kamu pertahankan dalam isi.

Hindari mengutip kamus ("Menurut KBBI, ...") hanya untuk mengisi baris pertama. Definisi baru berguna bila istilah kamu memang diperdebatkan atau dipakai dengan arti khusus. Jangan pula mengarang angka atau kutipan agar pembuka terdengar meyakinkan; angka yang tidak bisa kamu sebutkan sumbernya lebih baik dibuang.

Langkah 3: Sempitkan ke masalah

Dari pembuka, turunkan pembaca ke persoalan yang akan kamu bahas. Jembatannya biasanya satu kalimat yang memuat pertentangan atau celah: "Namun...", "Meskipun demikian...", "Persoalannya...". Di sinilah kamu menjawab pertanyaan pembaca yang tak terucap: lalu kenapa?

Langkah 4: Tutup dengan tesis dan penunjuk arah

Kalimat terakhir pendahuluan adalah tesis. Bila tulisan panjang, tambahkan satu kalimat penunjuk arah: "Tulisan ini membahas tiga hal, yaitu ..., ..., dan ...." Penunjuk arah tidak perlu untuk esai pendek satu halaman; di sana ia hanya mengulang.

Contoh sebelum dan sesudah

Contoh 1: esai tentang ponsel di sekolah

Sebelum:

Di era globalisasi ini, teknologi berkembang dengan sangat pesat. Salah satu teknologi yang berkembang pesat adalah telepon genggam. Telepon genggam memiliki banyak manfaat dan juga dampak negatif. Oleh karena itu, penulis akan membahas tentang ponsel di sekolah.

Masalahnya: kalimat pertama terlalu umum dan bisa ditempel di topik apa pun; "berkembang pesat" diulang; "manfaat dan dampak negatif" tidak memberi arah; tidak ada pendapat.

Sesudah:

Banyak guru mengeluh bahwa siswa lebih sibuk membuka ponsel daripada mencatat pelajaran, dan sebagian sekolah menjawabnya dengan melarang ponsel sepenuhnya. Larangan itu mudah diumumkan, tetapi sulit dijaga, terutama ketika ponsel juga dipakai untuk mencari bahan pelajaran. Esai ini berpendapat bahwa pembatasan ponsel lebih efektif bila siswa ikut menyepakati aturan pemakaiannya, karena aturan yang dipahami lebih mudah ditaati daripada aturan yang hanya diperintahkan.

Pendapat sudah terlihat sejak paragraf pertama, dan pembaca tahu apa yang akan dibuktikan.

Contoh 2: latar belakang makalah

Sebelum:

Pada zaman sekarang ini sampah merupakan masalah yang sangat penting yang harus kita perhatikan bersama. Banyak sekali sampah di mana-mana. Maka dari itu, makalah ini dibuat untuk membahas sampah.

Sesudah:

Sampah rumah tangga yang tidak dipilah akan bercampur sehingga sulit didaur ulang dan lebih cepat memenuhi tempat pembuangan akhir. Sejumlah pemerintah daerah telah mendorong pemilahan dari rumah, tetapi pelaksanaannya di tingkat rukun warga sering terhambat oleh kebiasaan dan keterbatasan wadah. Makalah ini mengkaji hambatan pemilahan sampah di permukiman perkotaan dan langkah yang dapat diambil pengurus lingkungan. Rumusan masalahnya: (1) apa saja hambatan pemilahan sampah rumah tangga di tingkat RW, dan (2) langkah apa yang paling mungkin dijalankan pengurus RW?

Perhatikan bahwa versi sesudah tidak mengutip angka. Bila kamu memakai data (misalnya volume sampah suatu kota), sebutkan sumber dan tahunnya, misalnya dari kementerian atau badan statistik terkait, dan cantumkan di daftar pustaka.

Contoh 3: artikel web

Sebelum:

Banyak orang bertanya-tanya bagaimana cara membuat CV yang baik. Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang CV secara lengkap.

Sesudah:

CV yang baik cukup satu sampai dua halaman, memuat pengalaman yang paling relevan dengan lowongan, dan memakai format yang mudah dibaca mesin penyaring maupun manusia. Berikut urutan bagian yang perlu ada dan kesalahan yang paling sering membuat CV ditolak.

Artikel web menang bila kalimat pertamanya sudah menjawab. Pembaca yang menemukan jawaban di awal akan bertahan membaca contohnya.

Klise pembuka yang perlu dihindari

Beberapa kalimat pembuka begitu sering dipakai sampai kehilangan makna. Pembaca, termasuk dosen dan pengoreksi, cepat mengenalinya.

KliseMengapa lemahPerbaikan
"Di era globalisasi ini, ..."Cocok untuk semua topik, jadi tidak bermakna untuk topik kamuMulai dari fakta atau situasi yang khas pada topik
"Pada zaman sekarang ini, ...""Zaman" dan "sekarang" bermakna sama; tidak menambah informasiSebut waktu atau konteks yang sebenarnya
"Sejak dahulu kala manusia ..."Terlalu jauh dari masalahMulai dekat dengan masalah
"Pendidikan sangat penting bagi kita semua"Kebenaran yang tak diperdebatkanSempitkan: pendidikan yang mana, bagi siapa, dalam hal apa
"Menurut KBBI, ..." sebagai kalimat pertamaPengisi barisPakai definisi hanya bila istilah diperdebatkan
"Penulis akan membahas tentang ...""membahas tentang" berlebihan; "tentang" tidak diperlukan setelah "membahas""Tulisan ini membahas ..."

Dua catatan bahasa dari contoh di atas. Pertama, "membahas tentang" termasuk pleonasme yang sering disebut tidak efisien dalam kaidah kalimat efektif; "membahas" saja sudah lengkap. Kedua, "pesat" sudah mengandung makna cepat, jadi "sangat pesat" bukan kesalahan fatal tetapi kerap memperlemah kalimat. Untuk melatih kepekaan terhadap hal ini, baca contoh kalimat efektif dan tidak efektif.

Kata penghubung dan tanda baca dalam pendahuluan

Pendahuluan memakai beberapa penghubung yang lazim dalam ragam baku:

  • Menyatakan pertentangan: namun, tetapi, akan tetapi, meskipun demikian.
  • Menyatakan sebab atau alasan: karena itu, oleh karena itu, sebab.
  • Menyatakan tujuan: untuk itu, dengan tujuan.
  • Menyatakan penegasan arah: dalam hal ini, khususnya.

Menurut kaidah ejaan yang berlaku, yaitu Ejaan yang Disempurnakan Edisi V (ditetapkan Badan Bahasa pada 2022), penghubung antarkalimat seperti namun, oleh karena itu, dan dengan demikian di awal kalimat diikuti tanda koma. Jangan pula menjadikan penghubung seperti "Selain itu" atau "Oleh karena itu" sebagai kebiasaan di setiap kalimat; pakai hanya bila ada hubungan logis. Rincian pilihan penghubung ada di kata penghubung antarkalimat.

Untuk istilah yang sering salah tulis, rujukan utamanya adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan pedoman EYD V dari Badan Bahasa. Contoh yang sering muncul di pendahuluan: "di mana" ditulis terpisah ketika menjadi kata tanya, "dimana" tanpa spasi bukan bentuk baku; "analisis" bukan "analisa"; "risiko" bukan "resiko".

Pendahuluan makalah dan skripsi: urutan isi

Bila kamu menulis Bab I atau pendahuluan karya ilmiah, urutan yang lazim terlihat seperti ini (sesuaikan dengan pedoman kampus):

  1. Latar belakang: dari konteks umum ke masalah khusus, dengan alasan penelitian atau pembahasan perlu dilakukan, dan celah yang belum terjawab.
  2. Rumusan masalah: satu sampai tiga pertanyaan yang spesifik dan dapat dijawab.
  3. Tujuan: menjawab rumusan masalah satu per satu, dengan nomor yang sama.
  4. Manfaat: teoretis dan praktis, tanpa janji berlebihan.
  5. Batasan masalah atau ruang lingkup, bila dipersyaratkan.

Aturan praktisnya: setiap rumusan masalah harus punya pasangan di tujuan, dan setiap tujuan harus terjawab di kesimpulan. Konsistensi tiga bagian ini yang pertama diperiksa penguji. Penutup bab terakhir dibahas di cara menulis kesimpulan.

Latar belakang yang baik mengalir dari umum ke khusus, mirip corong. Satu paragraf konteks, satu paragraf masalah, satu paragraf celah atau kebutuhan. Hindari menempelkan teori panjang di latar belakang; teori punya tempat sendiri di tinjauan pustaka.

Daftar periksa pendahuluan

Gunakan daftar ini sebelum mengumpulkan tulisan:

  • Kalimat pertama spesifik pada topik ini, bukan bisa dipakai untuk topik lain.
  • Tidak ada klise ("Di era globalisasi", "Pada zaman sekarang").
  • Masalah atau celahnya terlihat jelas dalam satu kalimat.
  • Tesis atau rumusan masalah ada, dan letaknya di akhir pendahuluan.
  • Angka dan kutipan memiliki sumber yang benar-benar kamu baca.
  • Rumusan masalah, tujuan, dan nanti kesimpulan saling berpasangan (untuk makalah).
  • Tidak ada pengulangan kata dalam satu kalimat ("membahas tentang", "agar supaya").
  • Panjangnya proporsional: sekitar 10 sampai 15 persen dari seluruh tulisan, kecuali pedoman menentukan lain.
  • Ejaan, tanda baca, dan huruf kapital sudah diperiksa.

Kesalahan yang sering terjadi

Pendahuluan terlalu panjang dan bertele-tele. Bila baru di halaman kedua pembaca menemukan topik sebenarnya, potong. Mulailah dari titik terdekat dengan masalah.

Menjawab masalah di pendahuluan lalu mengulang di isi. Pendahuluan boleh menyatakan tesis, tetapi bukti dan penjelasannya milik isi.

Menulis pendahuluan seperti daftar isi. "Bab I membahas..., Bab II membahas..., Bab III membahas..." pada esai pendek hanya membuang ruang. Penunjuk arah satu kalimat sudah cukup.

Tidak ada pendapat. Esai yang hanya menyatakan "ada manfaat dan ada dampak negatif" belum punya tesis. Pilih sisi, atau tetapkan kesimpulan yang bisa dipertahankan.

Menyalin kalimat sumber tanpa tanda kutip. Latar belakang sering dibangun dari beberapa artikel. Bila kamu menulis ulang gagasan orang lain, tulis dengan kalimat sendiri dan cantumkan sumbernya; panduan cara menghindari plagiarisme menjelaskan batasnya.

Memakai alat AdeptWrite untuk pendahuluan

Alat berikut membantu proses, tetapi tidak menggantikan pemikiran dan sumber kamu. Semuanya gratis dipakai dengan batas 6.000 karakter per proses.

  • Generator Paragraf punya mode Pembuka yang menyusun satu paragraf pembuka dari ide pokok yang kamu tulis. Anggap hasilnya draf: periksa fakta, ganti klise yang lolos, dan sesuaikan dengan tesis kamu. Mulailah dengan ide pokok yang spesifik, karena masukan yang umum menghasilkan paragraf yang umum juga.
  • Generator Outline menyusun kerangka esai atau skripsi dari satu topik, berguna untuk menentukan urutan sebelum menulis pendahuluan.
  • Perbaiki Kalimat merapikan kalimat yang kaku atau berbelit, misalnya kalimat pertama yang terlalu panjang.
  • Cek Ejaan mencocokkan teks dengan KBBI dan EYD V untuk menemukan typo dan kata tidak baku sebelum kamu mengumpulkan tulisan.
  • Cek Plagiarisme membantu memeriksa apakah ada bagian yang terlalu mirip dengan sumber lain. Skor plagiarisme hanyalah petunjuk untuk ditinjau, bukan putusan; keputusan akhir tetap ada pada dosen atau kampus kamu.

Gunakan alat untuk membantu kamu menulis lebih baik, bukan untuk menyerahkan tulisan yang bukan hasil pemikiran kamu. Aturan tentang bantuan AI dalam tugas berbeda di setiap kampus dan sekolah; tanyakan kebijakan di tempat kamu.

Ringkasan

Pendahuluan yang baik pendek, spesifik, dan jujur: membuka dari titik yang dekat dengan masalah, menyempit ke pertanyaan yang jelas, dan berhenti pada tesis atau rumusan masalah. Tulis terakhir bila perlu, buang klise, dan periksa kesesuaiannya dengan kesimpulan. Setelah itu, rapikan dengan pemeriksa ejaan sebelum kamu kirim.

Coba alatnya

Generator Paragraf
Satu paragraf pembuka, isi, atau penutup—atau paragraf deskripsi, eksposisi, narasi, argumentasi, persuasi—dari ide pokokmu.
Buka alat
Generator Outline (Kerangka Tulisan)
Susun kerangka artikel, esai, skripsi, atau presentasi dari satu topik.
Buka alat
Perbaiki Kalimat
Rapikan kalimat yang kaku, rancu, atau berbelit.
Buka alat
Cek Ejaan & Typo (EYD V)
Temukan typo dan kata tidak baku (dicocokkan dengan KBBI dan EYD V), langsung di browser.
Buka alat
Cek Plagiarisme
Cari kemiripan teks dengan sumber terbuka seperti Wikipedia dan jurnal akses terbuka, lengkap dengan daftar sumber yang diperiksa.
Buka alat

Pertanyaan umum

Berapa panjang pendahuluan esai yang ideal?

Untuk esai pendek, satu paragraf berisi empat sampai enam kalimat sudah cukup. Untuk tulisan panjang, pendahuluan kira-kira 10 sampai 15 persen dari keseluruhan, kecuali pedoman tugas atau kampus menentukan lain. Ukuran sebenarnya adalah apakah pembaca sudah tahu topik, masalah, dan arah tulisan setelah membacanya.

Apakah pendahuluan sebaiknya ditulis lebih dulu atau terakhir?

Keduanya sah. Banyak penulis menulis tesis lebih dulu sebagai pegangan, lalu menulis pendahuluan lengkap setelah isi selesai, ketika mereka tahu persis apa yang dibuktikan. Cara ini mencegah pendahuluan menjanjikan hal yang ternyata tidak dibahas di isi tulisan.

Apakah boleh membuka dengan pertanyaan?

Boleh, asal pertanyaannya sungguh terbuka dan relevan dengan tesis. Hindari pertanyaan yang jawabannya sudah jelas atau terlalu umum. Dalam karya ilmiah, pertanyaan lebih tepat ditempatkan sebagai rumusan masalah di akhir pendahuluan daripada sebagai kalimat pertama.

Apa perbedaan pendahuluan dan latar belakang?

Pendahuluan adalah bab atau bagian pembuka secara keseluruhan. Latar belakang adalah salah satu isinya, yaitu uraian konteks dan alasan masalah penting dibahas. Di samping latar belakang, pendahuluan makalah biasanya memuat rumusan masalah dan tujuan; bagian lain mengikuti pedoman kampus.

Semua panduan