Sekolah, kuliah & skripsi

Cara Membuat Latar Belakang Skripsi: Pola Piramida Terbalik, Gap Penelitian, dan Contoh

Tim Editorial AdeptWriteDiperbarui 10 menit baca

Latar belakang skripsi disusun seperti piramida terbalik: mulai dari fenomena umum, menyempit ke masalah yang nyata, menunjukkan gap penelitian lewat data dan jurnal yang dikutip benar, lalu berakhir pada rumusan masalah. Setiap paragraf punya satu tugas, dan setiap klaim penting punya sumber. Ikuti pedoman penulisan skripsi fakultas kamu untuk urutan subbab.

Jawaban singkat: latar belakang adalah argumen mengapa penelitian kamu perlu ada

Latar belakang adalah subbab pertama BAB I skripsi. Tugasnya bukan memperkenalkan topik secara santai, melainkan meyakinkan pembaca bahwa ada masalah nyata, bahwa masalah itu belum terjawab, dan bahwa penelitian kamu mengisi kekosongan itu. Penguji membaca latar belakang untuk menilai satu hal: apakah penelitian ini layak dilakukan.

Pola yang paling banyak dipakai dan paling mudah dipertahankan adalah piramida terbalik: dimulai dari lingkup paling luas, lalu menyempit tahap demi tahap sampai tepat pada pertanyaan penelitian kamu.

TahapPertanyaan yang dijawabIsi
1. Fenomena umumTopik ini ada di wilayah apa?Konteks luas yang diakui pembaca
2. Masalah nyataApa yang tidak berjalan sebagaimana mestinya?Data, kondisi lapangan, atau temuan yang menunjukkan masalah
3. Penelitian terdahuluApa yang sudah dikerjakan orang lain?Ringkasan sumber yang relevan, dengan sitasi
4. Gap penelitianApa yang belum terjawab?Celah dalam objek, variabel, lokasi, waktu, atau metode
5. Posisi penelitianApa yang akan kamu lakukan?Kalimat yang menyatakan penelitian ini mengisi gap tersebut
6. TransisiPertanyaan apa yang akan dijawab?Jembatan ke rumusan masalah

Catatan penting: sistematika BAB I berbeda antarfakultas dan program studi. Sebagian kampus meminta subbab Latar Belakang, Identifikasi Masalah, Batasan Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan, dan Manfaat; sebagian lain lebih ringkas. Panjang latar belakang pun berbeda, umumnya beberapa halaman. Panduan ini mengajarkan cara menulis isinya, sedangkan format dan urutan subbab mengikuti pedoman penulisan skripsi di fakultas kamu dan arahan dosen pembimbing.

Sebelum menulis: siapkan bahan

Latar belakang yang kuat tidak ditulis dari kepala. Siapkan dulu empat hal:

  1. Judul atau topik kerja. Belum final tidak apa-apa. Lihat contoh judul skripsi atau coba Generator Judul Skripsi & Outline untuk melihat pola judul, lalu pilih sendiri yang sesuai bidang kamu.
  2. Data yang mendukung adanya masalah. Dari lembaga resmi, laporan instansi, atau observasi awal kamu.
  3. Lima sampai sepuluh jurnal atau buku yang relevan. Baca, catat apa yang diteliti, di mana, kapan, dengan metode apa, dan apa temuannya.
  4. Pernyataan gap satu kalimat. Bila belum bisa menulisnya, kamu belum siap menulis latar belakang.

Format pernyataan gap yang berguna: "Penelitian sebelumnya meneliti X pada Y, tetapi belum meneliti X pada Z" atau "belum menguji hubungan antara A dan B". Gap bisa berupa perbedaan objek, variabel, lokasi, periode waktu, populasi, atau metode. Gap harus nyata: jangan mengklaim "belum ada penelitian sama sekali" kecuali kamu sudah menelusuri jurnal dengan teliti.

Struktur paragraf demi paragraf

Latar belakang yang rapi biasanya terdiri atas empat sampai tujuh paragraf. Berikut pembagian tugasnya.

Paragraf 1: fenomena umum

Mulai dari konteks luas yang dikenal pembaca, tetapi bukan klise. Hindari "Di era globalisasi ini" atau "Pada zaman sekarang". Mulailah dari kondisi spesifik pada bidang kamu. Pelajari alasannya di panduan cara menulis pendahuluan.

Paragraf 2 dan 3: masalah dan datanya

Persempit ke masalah yang kamu amati, lalu tunjukkan bukti. Bukti bisa berupa statistik, laporan, atau temuan yang dapat ditelusuri. Beberapa sumber data yang lazim dirujuk mahasiswa Indonesia:

  • Badan Pusat Statistik (BPS) untuk data kependudukan, ketenagakerjaan, pendidikan, ekonomi, dan sosial, termasuk publikasi seperti Statistik Indonesia dan hasil survei nasional.
  • Kementerian dan lembaga terkait, misalnya data pendidikan, kesehatan, atau perdagangan dari situs resmi masing-masing.
  • Artikel jurnal terakreditasi yang melaporkan kondisi di bidang kamu.
  • Data instansi tempat penelitian, seperti laporan tahunan sekolah, perusahaan, atau puskesmas, yang dicantumkan dengan izin dan keterangan sumber.

Aturan emas untuk data: sebut sumber, tahun, dan ukuran yang tepat, dan jangan membulatkan atau mengarang angka. Bila kamu tidak menemukan angka resmi, jangan menulis "sekitar sekian persen". Tulis kondisi secara kualitatif dan rujuk sumber yang memang menjelaskannya, atau gunakan hasil observasi awal kamu sendiri dengan keterangan jelas.

Pola kalimat untuk data resmi: sebut lembaga dan tahun di awal, lalu angka persis seperti di tabel yang kamu buka, lengkap dengan satuannya. Contoh polanya: "Menurut Badan Pusat Statistik (tahun terbit), tingkat pengangguran terbuka pada lulusan perguruan tinggi tercatat sebesar sekian persen." Pada skripsi sungguhan, kata "sekian" diganti angka dari publikasi yang kamu baca, dan entri BPS dicantumkan di daftar pustaka. Jangan menyalin angka dari berita atau blog yang tidak menyebut sumber aslinya.

Paragraf 4: penelitian terdahulu

Ringkas dua sampai empat penelitian yang paling dekat dengan topik kamu. Tulis dengan kalimat sendiri, sebutkan penulis dan tahun, dan tuliskan temuan yang relevan, bukan seluruh isi artikel. Di sini cara mengutip menentukan mutu: lihat cara menulis sitasi parafrase dan cara menghindari plagiarisme. Untuk gaya penulisan daftar pustakanya, rujuk cara menulis daftar pustaka APA 7 bila fakultas kamu memakai gaya itu.

Paragraf 5: gap penelitian

Satu paragraf pendek yang menyatakan celah dengan tegas. Inilah paragraf yang paling sering dicari penguji.

Paragraf 6: posisi dan transisi ke rumusan masalah

Tutup dengan kalimat yang menjelaskan apa yang kamu lakukan dan mengantar ke rumusan masalah. Contoh kalimat transisi: "Berdasarkan uraian tersebut, peneliti tertarik meneliti ... dengan judul ...". Rumusan masalah lalu muncul sebagai subbab berikutnya, dalam bentuk pertanyaan.

Contoh sebelum dan sesudah

Contoh paragraf pembuka

Sebelum:

Pada zaman sekarang ini media sosial sangat berkembang pesat dan digunakan oleh banyak orang. Banyak mahasiswa yang menggunakan media sosial. Oleh karena itu penulis ingin meneliti tentang media sosial.

Masalahnya: kalimat umum yang bisa dipakai untuk seribu skripsi, "berkembang pesat" tidak punya sumber, dan loncatan ke "ingin meneliti" tidak punya alasan.

Sesudah:

Mahasiswa tingkat pertama menghadapi perubahan pola belajar yang besar ketika berpindah dari sekolah menengah ke perguruan tinggi, termasuk tuntutan belajar mandiri dan mengatur waktu sendiri. Pada saat yang sama, ponsel dan media sosial menjadi bagian dari rutinitas harian mereka, termasuk saat belajar. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana intensitas penggunaan media sosial berkaitan dengan kebiasaan belajar mereka.

Contoh paragraf gap dan transisi

Sejumlah penelitian terdahulu telah mengkaji hubungan penggunaan media sosial dengan prestasi akademik pada mahasiswa secara umum. Namun, kajian yang secara khusus memusatkan perhatian pada kebiasaan belajar mahasiswa tingkat pertama di program studi pendidikan masih terbatas. Berdasarkan uraian tersebut, peneliti tertarik menelaah hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan kebiasaan belajar mahasiswa tingkat pertama Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, sehingga penelitian ini berjudul "Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan Kebiasaan Belajar Mahasiswa Tingkat Pertama".

Contoh di atas fiktif dan hanya memperlihatkan bentuk argumen. Pada skripsi sungguhan, pernyataan "masih terbatas" harus didukung penelusuran jurnal yang kamu tunjukkan lewat sitasi, bukan kesan.

Dari latar belakang ke rumusan masalah

Latar belakang berakhir ketika pembaca bisa menebak pertanyaan penelitian kamu. Rumusan masalah kemudian menuliskannya dengan eksplisit.

BagianContoh
Gap di latar belakangHubungan media sosial dengan kebiasaan belajar mahasiswa tingkat pertama belum banyak dikaji
Rumusan masalahAdakah hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dan kebiasaan belajar mahasiswa tingkat pertama?
TujuanMengetahui hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dan kebiasaan belajar mahasiswa tingkat pertama
Hipotesis (untuk penelitian kuantitatif)Terdapat hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dan kebiasaan belajar

Perhatikan kata kuncinya konsisten dari awal sampai akhir: istilah yang sama muncul di latar belakang, rumusan, tujuan, dan nanti di kesimpulan. Jika istilah berubah-ubah, penguji akan menganggap penelitian kamu belum fokus. Untuk bab penutup, lihat cara menulis kesimpulan. Gambaran skripsi secara keseluruhan ada di cara menulis skripsi.

Bila skripsi kamu kualitatif, rumusannya biasanya berbunyi bagaimana atau mengapa, bukan adakah hubungan. Rumuskan sesuai pendekatan penelitian yang telah disepakati dengan pembimbing.

Kesalahan yang sering terjadi

Latar belakang seperti makalah umum. Terlalu banyak teori dan definisi di awal. Teori punya tempat di tinjauan pustaka; latar belakang berfokus pada masalah dan celahnya.

Data tanpa sumber atau tanpa tahun. "Menurut data, jumlah pengguna meningkat." Data apa, dari mana, tahun berapa? Tanpa itu, klaim tak dapat dicek.

Mengutip dari sumber kedua. Bila kamu hanya membaca kutipan sebuah studi dalam artikel lain, cantumkan sumber yang benar-benar kamu baca, dan beri tahu bahwa itu kutipan dari sumber lain bila gaya sitasi kamu mengaturnya. Cari sumber aslinya bila memungkinkan.

Gap yang dibuat-buat. "Belum ada yang meneliti ini" tanpa penelusuran. Lakukan pencarian di portal jurnal yang tersedia di kampus, lalu tuliskan batasannya dengan jujur, misalnya "sepanjang penelusuran peneliti".

Terlalu panjang, tidak mengalir. Paragraf berpindah topik tanpa penghubung. Gunakan kata penghubung antarkalimat secara tepat, dan satu paragraf untuk satu gagasan.

Bahasa tidak baku. Skripsi memakai ragam baku. Periksa kata seperti analisis (bukan analisa), risiko (bukan resiko), objek, aktivitas, dan kualitas, serta penulisan di sebagai awalan atau kata depan. Daftar bantu ada di kata tidak baku dalam skripsi.

Menyalin latar belakang skripsi lain. Banyak kampus memeriksa kemiripan teks. Pola boleh ditiru, kalimat tidak. Tulis dari data dan sumber kamu sendiri.

Daftar periksa latar belakang skripsi

  • Paragraf pertama spesifik pada bidang dan konteks penelitian kamu, tanpa klise.
  • Masalah ditunjukkan dengan data atau temuan yang bersumber (lembaga, tahun, dan ukuran yang tepat).
  • Ada ringkasan penelitian terdahulu yang relevan, ditulis dengan kalimat sendiri dan disitasi.
  • Gap penelitian dinyatakan dalam satu atau dua kalimat yang tegas dan jujur.
  • Posisi penelitian kamu jelas: apa yang berbeda atau baru.
  • Kalimat transisi mengantar langsung ke rumusan masalah.
  • Istilah kunci konsisten dengan judul, rumusan masalah, dan tujuan.
  • Semua sitasi dalam teks ada di daftar pustaka.
  • Tidak ada teori panjang yang seharusnya masuk BAB II.
  • Ejaan baku sudah diperiksa, dan kemiripan teks sudah ditinjau.

Memakai alat AdeptWrite untuk latar belakang skripsi

Alat-alat ini gratis dengan batas 6.000 karakter per proses; untuk latar belakang yang panjang, olah per paragraf. Mereka membantu proses, tetapi gagasan, data, dan sumber tetap tanggung jawab kamu.

  • Generator Judul Skripsi & Outline memberi ide judul dan kerangka bab sebagai bahan diskusi dengan pembimbing.
  • Generator Paragraf dengan mode Pembuka dan Argumentasi dapat menyusun draf paragraf dari ide pokok yang kamu tulis. Masukkan data nyata kamu, lalu sunting hasilnya agar sesuai dengan sumber.
  • Parafrase Online dengan mode Akademik membantu menulis ulang kalimat dari jurnal. Setelah diparafrase, sumbernya tetap harus disitasi.
  • Generator Daftar Pustaka menyusun entri dan sitasi dalam teks gaya APA 7, MLA 9, Chicago, Harvard, atau IEEE. Cocokkan dengan sumber aslinya.
  • Cek Ejaan mencocokkan teks dengan KBBI dan EYD V untuk menemukan typo dan kata tidak baku.
  • Cek Plagiarisme mencari kemiripan dengan sumber terbuka dan menampilkan sumber yang diperiksa. Skornya petunjuk untuk ditinjau, bukan putusan, dan pemeriksaan resmi kampus kamu bisa memakai pangkalan data yang berbeda.

Aturan penggunaan alat bantu, termasuk AI, berbeda antarkampus. Tanyakan pada pembimbing atau pedoman fakultas sebelum memakainya, dan pastikan setiap kalimat di skripsi bisa kamu jelaskan di depan penguji.

Ringkasan

Latar belakang skripsi yang baik bergerak dari konteks umum ke masalah, dari masalah ke bukti, dari bukti ke gap, dan dari gap ke rumusan masalah. Setiap klaim penting punya sumber, setiap paragraf punya satu tugas, dan istilah kunci konsisten sampai kesimpulan. Mulailah dengan pernyataan gap satu kalimat, tulis latar belakang sesudah bahan jurnal terkumpul, lalu konsultasikan dengan dosen pembimbing sebelum menjilid.

Coba alatnya

Generator Judul Skripsi & Outline
Ide judul dan kerangka bab untuk skripsi.
Buka alat
Generator Paragraf
Satu paragraf pembuka, isi, atau penutup—atau paragraf deskripsi, eksposisi, narasi, argumentasi, persuasi—dari ide pokokmu.
Buka alat
Parafrase Online
Tulis ulang kalimat dalam 7 mode: Standar, Formal, Santai, Akademik, Kreatif, Ringkas, Panjangkan.
Buka alat
Generator Daftar Pustaka
Buat daftar pustaka dan sitasi dalam teks gaya APA 7, MLA 9, Chicago, Harvard, atau IEEE secara otomatis.
Buka alat
Cek Ejaan & Typo (EYD V)
Temukan typo dan kata tidak baku (dicocokkan dengan KBBI dan EYD V), langsung di browser.
Buka alat
Cek Plagiarisme
Cari kemiripan teks dengan sumber terbuka seperti Wikipedia dan jurnal akses terbuka, lengkap dengan daftar sumber yang diperiksa.
Buka alat

Pertanyaan umum

Berapa halaman latar belakang skripsi yang ideal?

Tidak ada angka tunggal. Banyak skripsi memiliki latar belakang beberapa halaman, tetapi pedoman fakultas dan arahan pembimbing yang menentukan. Ukuran sebenarnya: pembaca sudah tahu masalahnya, melihat buktinya, memahami gap, dan siap membaca rumusan masalah tanpa kebingungan.

Apakah latar belakang harus memuat data statistik?

Tidak selalu, tetapi untuk penelitian yang masalahnya dapat diukur, data dari lembaga resmi seperti BPS atau instansi terkait memperkuat argumen. Sebut lembaga, tahun, dan ukuran yang tepat. Bila data tidak ada, gunakan temuan jurnal atau hasil observasi awal yang dijelaskan jujur.

Apa beda latar belakang dan tinjauan pustaka?

Latar belakang menjelaskan mengapa penelitian perlu dilakukan: masalah, data, dan gap. Tinjauan pustaka membahas teori dan penelitian terdahulu secara lebih lengkap untuk menjadi landasan analisis. Latar belakang hanya mengutip secukupnya, supaya argumen pentingnya penelitian tetap mengalir.

Apakah latar belakang boleh diubah setelah proposal diseminarkan?

Biasanya boleh, bahkan sering diperlukan setelah masukan penguji atau perubahan fokus penelitian. Pastikan judul, rumusan masalah, tujuan, dan kesimpulan ikut disesuaikan agar tetap konsisten, dan konsultasikan perubahan besar dengan dosen pembimbing.

Semua panduan