Sekolah, kuliah & skripsi

Kata Penghubung Antarkalimat dalam Esai: Daftar, Fungsi, Posisi, dan Aturan Koma

Tim Editorial AdeptWriteDiperbarui 7 menit baca

Kata penghubung antarkalimat (konjungsi antarkalimat) menghubungkan satu kalimat dengan kalimat sebelumnya dan ditulis di awal kalimat, misalnya namun, selain itu, oleh karena itu, dan dengan demikian. Menurut EYD Edisi V, konjungsi ini diikuti tanda koma. Pilih berdasarkan hubungan maknanya (pertentangan, tambahan, sebab-akibat, kesimpulan), bukan agar esai terdengar akademik.

Jawaban singkat: apa itu konjungsi antarkalimat?

Konjungsi antarkalimat adalah kata atau frasa yang menghubungkan dua kalimat yang terpisah oleh titik. Ia menunjukkan hubungan makna antara kalimat yang baru dengan kalimat sebelumnya. Contoh: Harga bahan pokok naik. Oleh karena itu, banyak keluarga mengurangi belanja bulanan.

Bedakan dengan konjungsi intrakalimat, yang menghubungkan unsur dalam satu kalimat, seperti dan, tetapi, karena, sehingga, dan sedangkan. Keduanya tercakup dalam pembahasan kelas kata yang lebih luas di konjungsi. Panduan ini fokus pada yang antarkalimat, karena inilah yang paling sering salah tanda baca dan salah pilih dalam esai.

Daftar konjungsi antarkalimat menurut fungsinya

Pilihlah kata dari hubungan yang memang ada di antara dua kalimatmu.

FungsiKonjungsi yang lazimDipakai ketika
Pertentangannamun, akan tetapi, sebaliknya, meskipun demikian, walaupun begituKalimat kedua berlawanan atau membatasi kalimat pertama.
Tambahanselain itu, di samping itu, lagi pula, bahkan, tambahan pulaKalimat kedua menambah informasi yang sejalan.
Sebab-akibatoleh karena itu, oleh sebab itu, akibatnya, dengan demikianKalimat kedua adalah akibat dari kalimat pertama.
Kesimpulanjadi, dengan demikian, singkatnya, kesimpulannyaKalimat kedua merangkum atau menyimpulkan.
Urutanpertama, kedua, selanjutnya, kemudian, setelah itu, akhirnyaMenyusun langkah atau argumen secara berurutan.
Contoh dan penegasanmisalnya, contohnya, dengan kata lain, yaituMemberi ilustrasi atau menjelaskan ulang.
Waktusementara itu, sebelumnya, sesudah ituMenunjukkan hubungan waktu antarperistiwa.

Beberapa catatan penting tentang ejaan dan bentuk baku:

  • di samping itu ditulis terpisah, karena di adalah kata depan. Bentuk disamping itu salah.
  • oleh karena itu dan oleh sebab itu adalah bentuk baku. Bentuk maka dari itu lebih cocok untuk ragam percakapan; dalam esai, pilih oleh karena itu.
  • akan tetapi ditulis dua kata, tetapi namun satu kata dan lebih ringkas.
  • walaupun demikian dan meskipun demikian sama-sama baku, dan boleh dipakai bergantian.

Untuk memastikan sebuah kata atau frasa baku, rujuk KBBI daring yang dikelola Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen (Badan Bahasa), atau cek di Cek Kata Baku KBBI.

Aturan koma: setelah konjungsi antarkalimat

Aturannya sederhana dan konsisten: konjungsi antarkalimat yang berada di awal kalimat diikuti tanda koma. Pedoman ejaan resmi bahasa Indonesia, termasuk EYD Edisi V yang dipublikasikan Badan Bahasa (laman EYD), memuat ketentuan koma sesudah kata atau ungkapan penghubung antarkalimat seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, namun, dan akan tetapi.

SalahBenar
Namun hasilnya belum memuaskan.Namun, hasilnya belum memuaskan.
Oleh karena itu kami menunda penelitian.Oleh karena itu, kami menunda penelitian.
Selain itu pengisian angket dilakukan daring.Selain itu, pengisian angket dilakukan daring.
Dengan demikian hipotesis diterima.Dengan demikian, hipotesis diterima.

Tiga hal yang sering membingungkan:

  1. Koma sebelum konjungsi antarkalimat tidak dipakai, karena konjungsi itu dimulai setelah titik. Yang benar: Hujan turun deras. Namun, acara tetap berlangsung. Bukan: Hujan turun deras, namun, acara tetap berlangsung.
  2. Konjungsi intrakalimat tidak diikuti koma. Pada Ia sudah belajar, tetapi nilainya rendah, koma berada sebelum tetapi (karena memisahkan dua klausa setara), bukan sesudahnya. Pelajari lebih jauh di penggunaan tanda koma.
  3. Konjungsi di tengah kalimat diapit koma. Contoh: Pemerintah daerah, oleh karena itu, perlu menyusun peta jalan. Pola ini sah, tetapi jangan berlebihan karena membuat kalimat tersendat.

Posisi dalam paragraf

Konjungsi antarkalimat paling sering di awal kalimat, tetapi tidak harus selalu ada. Kalimat yang maknanya sudah jelas tanpa konjungsi boleh langsung berjalan. Tiga posisi yang umum:

  • Awal kalimat: Namun, tidak semua responden setuju. Paling lazim dan paling mudah dibaca.
  • Setelah subjek: Hasil survei itu, namun, belum dapat digeneralisasi. Terdengar kaku, hindari kecuali perlu menekankan subjek.
  • Setelah titik koma: Sebagian responden setuju; namun, sebagian lain menolak. Titik koma menghubungkan dua klausa yang erat, lalu konjungsi diikuti koma. Pembahasan tanda ini ada di penggunaan titik koma.

Kalimat pembukaan paragraf umumnya tidak memakai konjungsi antarkalimat, karena belum ada kalimat sebelumnya dalam paragraf itu. Untuk ide pembuka, lihat kalimat pembuka paragraf.

Contoh paragraf dengan konjungsi antarkalimat

Berikut paragraf esai tentang sampah plastik di sekolah. Konjungsi ditandai tebal.

Kantin sekolah menghasilkan sampah plastik dalam jumlah besar setiap hari. Namun, sebagian besar siswa belum terbiasa membawa tempat makan sendiri. Selain itu, tempat sampah terpilah di banyak sekolah belum tersedia, sehingga plastik, kertas, dan sisa makanan tercampur. Oleh karena itu, sekolah perlu menyediakan tempat sampah terpilah dan mengadakan kampanye membawa wadah sendiri. Dengan demikian, kebiasaan siswa dan fasilitas sekolah dapat berubah bersama-sama.

Perhatikan bagaimana tiap konjungsi memberi petunjuk arah bagi pembaca: namun menandai masalah, selain itu menambah masalah kedua, oleh karena itu membuka usul, dan dengan demikian menutup. Perlu dicatat, empat konjungsi dalam lima kalimat itu sudah cukup padat. Menambah lagi hanya membuat paragraf terasa dipaksakan.

Sebelum dan sesudah

Tulisan sering terdengar patah-patah karena kalimat berdiri sendiri tanpa penghubung.

  • Sebelum: Banyak mahasiswa memakai ponsel di kelas. Konsentrasi belajar menurun. Dosen menerapkan aturan simpan ponsel.
  • Sesudah: Banyak mahasiswa memakai ponsel di kelas. Akibatnya, konsentrasi belajar menurun. Oleh karena itu, dosen menerapkan aturan simpan ponsel.

Sebaliknya, penghubung yang tidak sesuai makna menyesatkan pembaca:

  • Salah makna: Penelitian ini memakai metode kuantitatif. Namun, data dikumpulkan lewat angket. Tidak ada pertentangan di sini; angket memang lazim dalam penelitian kuantitatif.
  • Diperbaiki: Penelitian ini memakai metode kuantitatif. Data dikumpulkan lewat angket.

Memilih di antara konjungsi yang mirip

Beberapa pasangan terlihat sepadan, padahal nuansanya berbeda.

  • Namun dan akan tetapi sama-sama menandai pertentangan. Namun lebih ringkas dan paling aman untuk esai. Akan tetapi terasa lebih resmi dan cocok untuk kalimat panjang.
  • Sebaliknya bukan sekadar "namun". Ia dipakai bila dua hal benar-benar berlawanan: Mahasiswa semester awal cenderung menunda tugas. Sebaliknya, mahasiswa semester akhir lebih disiplin.
  • Meskipun demikian mengakui kalimat sebelumnya benar, lalu menyatakan hal yang tetap berlaku: Biaya penelitian terbatas. Meskipun demikian, tim berhasil mengumpulkan data dari tiga kabupaten.
  • Jadi bernada lebih lugas dan sering muncul dalam penjelasan. Dengan demikian lebih resmi dan lazim di bagian simpulan skripsi atau laporan.
  • Akibatnya menekankan dampak yang sudah terjadi, sedangkan oleh karena itu menekankan tindakan yang diambil karena keadaan itu.

Contoh paragraf kedua: argumentasi

Sebagian perusahaan di kota besar mulai menerapkan jam kerja fleksibel. Pegawai mengaku lebih hemat waktu perjalanan. Meskipun demikian, koordinasi tim kadang terhambat karena tidak semua orang daring pada jam yang sama. Sebaliknya, perusahaan yang menetapkan jam inti bersama melaporkan rapat yang lebih tertib. Jadi, jam kerja fleksibel akan efektif bila disertai kesepakatan jam inti.

Paragraf ini sengaja memuat satu kalimat tanpa konjungsi di awal ("Pegawai mengaku…") karena hubungannya sudah jelas dari konteks. Ini cara menjaga ritme agar penghubung tidak mendominasi.

Kesalahan yang paling sering muncul

KesalahanContohPerbaikan
Memulai kalimat dengan konjungsi intrakalimatSehingga nilai siswa meningkat.Gabungkan dengan kalimat sebelumnya: …, sehingga nilai siswa meningkat.
Memulai kalimat dengan "Tetapi" atau "Dan" dalam tulisan formalTetapi hasilnya berbeda.Pakai Namun, atau Akan tetapi,.
Lupa komaOleh karena itu kami…Oleh karena itu, kami…
Salah tulis kata depanDisamping itu,…Di samping itu,…
"Dengan demikian" untuk hubungan yang bukan kesimpulanDengan demikian, ia lahir di Surabaya.Pakai konjungsi sesuai makna, atau hapus.
Terlalu banyak konjungsiSetiap kalimat dibuka konjungsiBiarkan sebagian kalimat berdiri sendiri.
Mengulang konjungsi yang samaSelain itu lima kali berturut-turutVariasikan: di samping itu, lagi pula, atau gabung kalimat.

Soal fragmen: kata seperti karena, sehingga, sedangkan, dan padahal adalah konjungsi intrakalimat. Jika kalimat dibuka dengan salah satunya tanpa induk kalimat, hasilnya potongan kalimat yang tidak utuh. Bentuk ini juga dibahas di kalimat rancu.

Menggunakannya di esai kuliah dan tugas formal

Dalam esai kuliah, skripsi, atau esai beasiswa, konjungsi antarkalimat membantu dosen atau penilai mengikuti alur argumen. Beberapa praktik yang berguna:

  1. Tulis kerangka dulu. Tentukan hubungan antargagasan (sebab, pertentangan, contoh), baru pilih penghubungnya. Panduan cara membuat esai menjelaskan penyusunan kerangka.
  2. Satu gagasan per paragraf. Bila kalimat butuh banyak konjungsi pertentangan, mungkin ada dua gagasan yang sebaiknya dipisah. Lihat cara membuat paragraf.
  3. Baca keras-keras. Jika terdengar seperti daftar kata sambung, kurangi.
  4. Samakan dengan pedoman kampus atau lembaga. Bila pedoman penulisan karya ilmiah di kampusmu mengatur gaya tertentu, ikuti itu.

Alat yang bisa membantu

  • Cek Ejaan & Typo (EYD V) menandai typo dan kata tidak baku, misalnya disamping itu yang seharusnya di samping itu. Alat ini mencocokkan dengan KBBI dan EYD V langsung di browser.
  • Cek Grammar Bahasa Indonesia memeriksa tata bahasa, ejaan, dan tanda baca, termasuk koma yang hilang. Hasilnya saran; keputusan akhir tetap pada penulis.
  • Perbaiki Kalimat merapikan kalimat yang kaku atau berbelit setelah kamu menambahkan penghubung.
  • Generator Paragraf menyusun satu paragraf pembuka, isi, atau penutup dari ide pokokmu, dan bisa dipakai sebagai bahan pembanding cara penghubung dipakai. Tulisanmu sendiri tetap perlu disunting.

Setiap proses di alat-alat ini dibatasi 6.000 karakter per kali jalan.

Daftar periksa sebelum mengumpulkan

  • Setiap konjungsi cocok dengan hubungan maknanya.
  • Konjungsi di awal kalimat sudah diikuti koma.
  • Tidak ada kalimat yang diawali sehingga, karena, atau sedangkan tanpa induk.
  • Di samping itu sudah ditulis terpisah, karena di di sini kata depan.
  • Tidak ada konjungsi yang sama berulang berdekatan.
  • Kalimat tanpa konjungsi tetap jelas tanpa bantuan penghubung.

Coba alatnya

Cek Ejaan & Typo (EYD V)
Temukan typo dan kata tidak baku (dicocokkan dengan KBBI dan EYD V), langsung di browser.
Buka alat
Cek Grammar Bahasa Indonesia
Periksa tata bahasa, ejaan, dan tanda baca: bahasa Indonesia sesuai EYD Edisi V, juga bahasa Inggris dan bahasa lain.
Buka alat
Perbaiki Kalimat
Rapikan kalimat yang kaku, rancu, atau berbelit.
Buka alat
Generator Paragraf
Satu paragraf pembuka, isi, atau penutup—atau paragraf deskripsi, eksposisi, narasi, argumentasi, persuasi—dari ide pokokmu.
Buka alat

Pertanyaan umum

Apakah konjungsi antarkalimat selalu diikuti koma?

Ya, bila diletakkan di awal kalimat, misalnya "Namun," "Oleh karena itu," "Selain itu," dan "Dengan demikian,". Ketentuan ini ada dalam pedoman ejaan resmi (EYD Edisi V). Koma tidak diletakkan sebelum konjungsi itu bila ia mengawali kalimat baru setelah titik.

Bolehkah memulai kalimat dengan "tetapi" atau "dan"?

Dalam tulisan formal sebaiknya dihindari, sebab keduanya termasuk konjungsi intrakalimat. Untuk makna pertentangan di awal kalimat, pakai "namun" atau "akan tetapi". Dalam tulisan santai atau gaya populer, pemakaian itu masih sering dijumpai dan dapat diterima menurut kebutuhan.

Apa beda "oleh karena itu" dan "dengan demikian"?

"Oleh karena itu" menunjukkan akibat atau tindak lanjut dari kalimat sebelumnya. "Dengan demikian" menyimpulkan atau menegaskan hasil dari uraian sebelumnya. Bila kalimat kedua berupa keputusan atau usul, pakai "oleh karena itu"; bila berupa rangkuman, pakai "dengan demikian".

Berapa banyak konjungsi yang sebaiknya ada dalam satu paragraf?

Tidak ada angka baku. Patokannya: pakai konjungsi hanya bila hubungan antarkalimat perlu ditunjukkan. Paragraf yang hampir setiap kalimatnya dibuka konjungsi terasa mekanis. Baca ulang dengan suara keras, lalu hapus penghubung yang tidak mengubah makna.

Semua panduan