Sekolah, kuliah & skripsi

Cara Menulis Kesimpulan dan Penutup: Esai, Makalah, dan BAB V Skripsi

Tim Editorial AdeptWriteDiperbarui 9 menit baca

Kesimpulan menjawab rumusan masalah atau menegaskan tesis dengan kalimat baru, tanpa menambah data atau argumen baru. Di BAB V skripsi, kesimpulan berisi jawaban penelitian, sedangkan saran berisi anjuran yang diturunkan dari temuan. Mulailah dengan jawaban, tutup dengan implikasi singkat, dan hindari menyalin ulang pendahuluan atau menutup dengan klise.

Jawaban singkat: kesimpulan adalah jawaban, bukan ringkasan ulang

Kesimpulan yang baik menjawab pertanyaan yang diajukan di awal. Bila pendahuluan menjanjikan "tulisan ini membahas mengapa A", kesimpulan harus menyatakan "jadi, A terjadi karena ini dan itu". Ia bukan tempat memperkenalkan data baru, bukan pula tempat menyalin ulang paragraf pembuka dengan kata-kata yang diubah sedikit.

Tiga ciri kesimpulan yang kuat:

  1. Menjawab. Isinya langsung merujuk rumusan masalah atau tesis.
  2. Menyatukan. Poin-poin dari isi dirangkai menjadi satu kesimpulan, bukan sekadar disebutkan berderet.
  3. Berhenti pada waktunya. Satu paragraf pendek untuk esai, beberapa paragraf bernomor atau berurutan untuk skripsi. Setelah jawaban dan implikasinya tersampaikan, tulisan selesai.

Kesimpulan juga cermin pendahuluan. Bila kamu belum membacanya, lihat cara menulis pendahuluan: keduanya harus saling mengunci.

Kesimpulan dan saran: bedanya di BAB V skripsi

Banyak mahasiswa mencampur keduanya. Pada skripsi, BAB V (Penutup) lazim terdiri atas dua bagian, kesimpulan dan saran, meskipun pedoman tiap kampus dan program studi dapat berbeda dalam penamaan serta urutan. Selalu cocokkan dengan buku pedoman fakultas kamu.

AspekKesimpulanSaran
FungsiMenjawab rumusan masalah dan tujuan penelitianMenganjurkan tindakan atau penelitian lanjutan
Sumber isiTemuan dan pembahasan di BAB IVTemuan, keterbatasan penelitian, dan konteks praktis
Bentuk kalimatPernyataan fakta hasil penelitianKalimat anjuran: "disarankan", "sebaiknya", "perlu"
Ditujukan kepadaPembaca dan pengujiPihak yang disebut jelas: sekolah, perusahaan, pembuat kebijakan, peneliti berikutnya
Boleh memuat hal baru?TidakBoleh berupa gagasan tindak lanjut, selama bertumpu pada temuan

Prinsip yang menyelamatkan banyak skripsi: jumlah butir kesimpulan sama dengan jumlah rumusan masalah, dan urutannya sama. Bila Bab I punya tiga rumusan masalah, kesimpulan memuat tiga jawaban yang bisa dipetakan satu per satu. Penguji sering memeriksa kesesuaian ini lebih dulu.

Contoh pasangan rumusan masalah, kesimpulan, dan saran

Misalkan penelitian tentang pemakaian media sosial untuk belajar di sebuah SMA (contoh rekaan untuk ilustrasi):

Rumusan masalah:

  1. Bagaimana pola pemakaian media sosial siswa untuk belajar?
  2. Apakah ada hubungan antara pemakaian itu dan keaktifan siswa di kelas?

Kesimpulan (BAB V):

  1. Siswa memakai media sosial terutama untuk bertukar materi dan bertanya kepada teman; pemakaian untuk mengakses materi resmi dari guru masih jarang.
  2. Pemakaian media sosial untuk belajar berhubungan positif dengan keaktifan siswa di kelas pada sampel penelitian ini.

Saran:

  1. Bagi guru: disarankan menyediakan kanal resmi untuk materi agar pemakaian untuk belajar tidak hanya bergantung pada percakapan antarsiswa.
  2. Bagi peneliti berikutnya: perlu diteliti dengan sampel lebih besar dan metode yang menguji hubungan sebab-akibat, karena penelitian ini terbatas pada satu sekolah.

Perhatikan bahwa kesimpulan memakai kalimat pernyataan dan menyebut batas ("pada sampel penelitian ini"), sedangkan saran memakai kalimat anjuran dan menyebut pihak sasaran. Angka hasil uji, bila ada, dicantumkan sesuai BAB IV; jangan membulatkan atau menambah angka baru di BAB V.

Cara menulis kesimpulan esai, langkah demi langkah

Esai sekolah dan kuliah umumnya menutup dengan satu paragraf. Caranya:

  1. Tuliskan kembali tesis kamu dengan kata-kata baru. Jangan menyalin kalimat dari pendahuluan; bahasa yang sama persis terkesan malas.
  2. Rangkum alasan utama dalam satu kalimat, bukan satu kalimat per paragraf isi.
  3. Tambahkan implikasi atau makna: apa artinya bagi pembaca, sekolah, atau masyarakat yang kamu bicarakan.
  4. Tutup dengan kalimat yang tegas. Boleh berupa ajakan yang realistis, pertanyaan reflektif yang menyambung ke tesis, atau pernyataan sikap.

Contoh sebelum dan sesudah

Sebelum:

Kesimpulannya, ponsel di sekolah memiliki banyak manfaat dan juga dampak negatif. Ponsel dapat membantu belajar tetapi juga dapat mengganggu. Jadi, kita harus bijak menggunakan ponsel. Demikian esai yang saya buat, semoga bermanfaat. Terima kasih.

Masalahnya: pernyataan paling aman dan paling umum; tidak merujuk tesis; menutup dengan "semoga bermanfaat. Terima kasih" yang cocok untuk pidato, bukan esai; tidak ada implikasi.

Sesudah:

Dengan demikian, larangan total terhadap ponsel di sekolah bukan satu-satunya jalan. Aturan yang disusun bersama siswa, yang menentukan kapan ponsel boleh dipakai dan untuk apa, lebih mungkin ditaati karena siswa memahami alasannya. Bila sekolah ingin pembelajaran yang tenang tanpa mengorbankan akses ke bahan belajar, langkah pertama yang masuk akal adalah mengajak siswa menyusun aturan itu.

Versi sesudah menjawab tesis, menyatukan alasan, dan berhenti pada langkah yang bisa dilakukan.

Contoh kedua: esai opini

Sebelum:

Itulah pembahasan tentang sampah plastik. Sampah plastik sangat berbahaya bagi lingkungan. Mari kita jaga lingkungan kita bersama-sama demi masa depan anak cucu kita.

Sesudah:

Sampah plastik sulit diurai, tetapi persoalan yang paling dekat dengan warga bukan jenis plastiknya, melainkan kebiasaan membuangnya tanpa dipilah. Karena itu, upaya paling realistis di tingkat lingkungan adalah menyediakan wadah pilah yang mudah dijangkau dan jadwal angkut yang jelas. Tanpa dua hal itu, ajakan menjaga lingkungan akan tetap menjadi slogan.

Ajakan boleh ada, tetapi harus spesifik dan berpijak pada isi esai, bukan slogan generik.

Kata penghubung penutup yang baku

Penghubung berikut lazim dipakai membuka kesimpulan dalam ragam baku. Semuanya ditulis dengan huruf kapital di awal kalimat dan diikuti tanda koma, sesuai pedoman Ejaan yang Disempurnakan Edisi V yang ditetapkan Badan Bahasa pada 2022.

PenghubungPemakaianContoh
Dengan demikian,Menyimpulkan dari uraian sebelumnyaDengan demikian, hipotesis pertama diterima.
Oleh karena itu,Menyatakan akibat atau tindakan yang mengikuti alasanOleh karena itu, sekolah perlu menyusun aturan bersama siswa.
Berdasarkan hasil penelitian,Membuka kesimpulan skripsiBerdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ...
Secara keseluruhan,Merangkum gambaran umumSecara keseluruhan, temuan menunjukkan ...
Singkatnya,Merangkum dengan ringkas dalam esai santai atau artikelSingkatnya, aturan yang dipahami lebih mudah ditaati.
Pada akhirnya,Menunjuk hasil akhir dari prosesPada akhirnya, keputusan ada pada sekolah.

Beberapa catatan bahasa:

  • "Kesimpulannya" dan "Kesimpulan:" dipakai sebagai kalimat pembuka oleh banyak penulis, dan sah. Namun tidak perlu ditulis bila judul bagian sudah "Kesimpulan".
  • "Jadi," di awal kalimat umumnya dihindari dalam tulisan ilmiah karena terkesan lisan; padanan bakunya "Dengan demikian,".
  • "Demikian" sebagai penutup surat ("Demikian surat ini kami sampaikan") adalah konvensi surat resmi, bukan esai atau skripsi.
  • "Dapat disimpulkan bahwa" baku dan umum dalam karya ilmiah. Kata "bahwa" setelah "disimpulkan" boleh dipertahankan karena memperjelas anak kalimat.
  • Hindari "Sebagai penutup, penulis ingin mengucapkan terima kasih" di dalam isi; ucapan terima kasih punya tempat khusus, yaitu kata pengantar atau lembar ucapan terima kasih bila pedoman kampus mengaturnya.

Daftar penghubung yang lebih lengkap, termasuk penghubung antarkalimat di bagian isi, ada di kata penghubung antarkalimat.

Pola kesimpulan untuk berbagai tulisan

Makalah

Kesimpulan makalah biasanya satu sampai tiga paragraf: jawaban setiap rumusan masalah, lalu satu kalimat makna. Makalah tidak selalu memuat saran; ikuti ketentuan dosen. Rumusan masalahnya bisa kamu cek kembali di cara membuat makalah.

Skripsi, tesis, dan laporan penelitian

Kesimpulan memakai kalimat pernyataan berbasis temuan, dengan jumlah butir sama dengan rumusan masalah. Sebutkan batas penelitian di saran atau di kalimat kesimpulan itu sendiri, misalnya sampel dan lokasi. Jangan menyimpulkan lebih dari yang dibuktikan data; penelitian korelasional tidak boleh menyimpulkan sebab-akibat. Bila kamu masih menyusun keseluruhan skripsi, cara menulis skripsi memetakan seluruh babnya, dan cara menulis abstrak skripsi menunjukkan bagaimana jawaban yang sama diringkas untuk abstrak.

Artikel web dan blog

Kesimpulan artikel web berupa ringkasan satu paragraf dan satu langkah berikutnya yang konkret: tautan ke panduan lanjutan, alat yang bisa dipakai, atau daftar tindakan. Pembaca web memindai halaman, sehingga bagian akhir sebaiknya memuat jawaban inti dalam dua atau tiga kalimat.

Pidato dan esai lisan

Ragam lisan boleh memakai "Hadirin sekalian" dan ucapan terima kasih. Ragam tulis ilmiah tidak.

Daftar periksa kesimpulan

  • Menjawab rumusan masalah atau tesis secara langsung.
  • Tidak memuat data, kutipan, atau argumen baru.
  • Kalimatnya baru, bukan salinan pendahuluan.
  • Jumlah dan urutan butir kesimpulan sama dengan rumusan masalah (skripsi dan makalah).
  • Saran terpisah dari kesimpulan, berbentuk anjuran, dan menyebut pihak sasaran.
  • Tidak menyimpulkan melampaui bukti; keterbatasan disebut bila relevan.
  • Tidak ditutup dengan klise ("semoga bermanfaat", "demi masa depan anak cucu").
  • Penghubung penutup baku dan diikuti koma.
  • Panjangnya proporsional dengan tulisan.
  • Ejaan dan tanda baca sudah diperiksa.

Kesalahan yang sering terjadi

Mengulang pendahuluan. Menyalin latar belakang dengan sinonim membuat penutup tampak kosong. Gantilah dengan jawaban dan makna.

Menambah data baru. Angka baru di BAB V tanpa pembahasan di BAB IV akan dipertanyakan penguji. Pindahkan ke pembahasan atau hapus.

Saran yang tidak terkait temuan. "Sebaiknya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan" terlalu umum dan tidak turun dari penelitian. Saran terbaik menunjuk pihak tertentu dan bertumpu pada temuan.

Kesimpulan terlalu panjang. Bila kesimpulan lebih panjang dari pembahasan satu subbab, kemungkinan ia merangkum ulang semuanya. Pilih jawaban inti.

Menyimpulkan hal yang tidak diuji. Hindari pernyataan seperti "terbukti sangat efektif" bila datanya hanya menunjukkan kecenderungan pada sampel kecil. Pakai verba yang sesuai: "menunjukkan", "mengindikasikan", "berhubungan dengan".

Menutup dengan ucapan pidato. "Demikian, semoga bermanfaat, terima kasih" tidak lazim dalam esai atau skripsi.

Memakai alat AdeptWrite untuk kesimpulan

Alat-alat berikut membantu menyusun dan merapikan, bukan menggantikan penarikan kesimpulan yang harus berasal dari data dan pemikiran kamu. Batas masukan per proses adalah 6.000 karakter.

  • Generator Paragraf punya mode Penutup untuk menyusun satu paragraf penutup dari ide pokok kamu. Tulis ide pokok yang berisi jawaban penelitian atau tesis, lalu periksa hasilnya: pastikan tidak ada klaim yang tidak didukung temuan kamu.
  • Peringkas Teks membantu meringkas pembahasan kamu sendiri menjadi poin inti sebagai bahan menulis kesimpulan. Hasil ringkasan perlu kamu cek ulang terhadap isi.
  • Perbaiki Kalimat merapikan kalimat kesimpulan yang berbelit, terutama kalimat yang memuat tiga klausa sekaligus.
  • Cek Grammar memeriksa tata bahasa, ejaan, dan tanda baca bahasa Indonesia berdasarkan EYD Edisi V, sehingga koma setelah penghubung seperti "Dengan demikian" dan huruf kapital ikut diperiksa.
  • Cek Ejaan mencocokkan kata dengan KBBI untuk menemukan bentuk tidak baku.

Gunakan setiap hasil sebagai bahan yang kamu baca dan putuskan sendiri. Kebijakan pemakaian alat bantu dalam tugas dan skripsi ditentukan oleh sekolah atau kampus kamu, jadi periksa aturannya sebelum mengumpulkan.

Ringkasan

Kesimpulan adalah jawaban: merujuk tesis atau rumusan masalah, ditulis dengan kalimat baru, tanpa data baru, dan berhenti setelah makna tersampaikan. Pada skripsi, pisahkan kesimpulan (jawaban temuan) dari saran (anjuran dari temuan), samakan jumlahnya dengan rumusan masalah, dan pakai penghubung baku seperti "Dengan demikian,". Setelah selesai, baca bersama pendahuluan untuk memastikan keduanya saling menjawab.

Coba alatnya

Generator Paragraf
Satu paragraf pembuka, isi, atau penutup—atau paragraf deskripsi, eksposisi, narasi, argumentasi, persuasi—dari ide pokokmu.
Buka alat
Peringkas Teks Online
Ringkas artikel atau teks panjang menjadi poin inti.
Buka alat
Perbaiki Kalimat
Rapikan kalimat yang kaku, rancu, atau berbelit.
Buka alat
Cek Grammar Bahasa Indonesia
Periksa tata bahasa, ejaan, dan tanda baca: bahasa Indonesia sesuai EYD Edisi V, juga bahasa Inggris dan bahasa lain.
Buka alat
Cek Ejaan & Typo (EYD V)
Temukan typo dan kata tidak baku (dicocokkan dengan KBBI dan EYD V), langsung di browser.
Buka alat

Pertanyaan umum

Apa beda kesimpulan dan saran dalam skripsi?

Kesimpulan menjawab rumusan masalah berdasarkan temuan penelitian dan ditulis sebagai pernyataan. Saran berisi anjuran kepada pihak tertentu, seperti sekolah, perusahaan, atau peneliti berikutnya, dan ditulis sebagai kalimat anjuran. Keduanya bersumber dari temuan, tetapi fungsinya berbeda. Cek selalu pedoman fakultas kamu.

Apakah kesimpulan boleh memuat informasi baru?

Tidak. Kesimpulan hanya menyatukan dan menjawab hal yang sudah dibahas di isi. Data, kutipan, atau argumen baru sebaiknya dipindahkan ke bagian pembahasan, atau dibuang. Satu-satunya hal yang boleh baru adalah implikasi atau langkah lanjutan yang berpijak pada isi tulisan.

Berapa panjang kesimpulan esai yang baik?

Untuk esai pendek, satu paragraf berisi tiga sampai lima kalimat biasanya cukup. Untuk makalah, satu sampai tiga paragraf. Kesimpulan skripsi bergantung pada jumlah rumusan masalah, sebab setiap rumusan perlu satu jawaban. Ukuran terbaiknya: jawaban sudah lengkap dan tidak ada pengulangan.

Haruskah kesimpulan diawali kata "Kesimpulannya" atau "Jadi"?

Tidak wajib. Bila bagiannya sudah berjudul Kesimpulan, kata itu tidak perlu diulang. Dalam tulisan ilmiah, "Dengan demikian," atau "Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa" lebih lazim daripada "Jadi,", yang terkesan lisan. Jangan lupa koma setelah penghubung di awal kalimat.

Semua panduan