Sekolah, kuliah & skripsi

Cara Membuat Makalah yang Baik dan Benar: Sistematika, Contoh Tiap Bagian, dan Format

Tim Editorial AdeptWriteDiperbarui 11 menit baca

Makalah yang baik disusun dengan urutan tetap: halaman sampul, kata pengantar, daftar isi, BAB I Pendahuluan, BAB II Pembahasan, BAB III Penutup, dan daftar pustaka. Mulailah dari rumusan masalah yang sempit, kerjakan isi dari sumber yang benar-benar dibaca, lalu tulis pendahuluan dan kesimpulan yang saling berpasangan. Format akhir selalu mengikuti aturan dosen atau guru kamu.

Jawaban singkat: makalah adalah jawaban tertulis atas satu masalah

Makalah adalah karya tulis yang membahas satu masalah atau topik tertentu secara runtut, berdasarkan sumber yang dapat ditelusuri. Di sekolah menengah, makalah biasanya tugas kelompok untuk satu mata pelajaran. Di perguruan tinggi, makalah menjadi tugas mata kuliah yang sering dipresentasikan di kelas. Skalanya lebih kecil daripada skripsi, tetapi logikanya sama: ada masalah, ada pembahasan, ada kesimpulan, dan ada sumber.

Urutan bagian yang paling lazim di Indonesia adalah:

  1. Halaman sampul (cover)
  2. Kata pengantar
  3. Daftar isi
  4. BAB I Pendahuluan
  5. BAB II Pembahasan
  6. BAB III Penutup
  7. Daftar pustaka
  8. Lampiran, bila diperlukan

Catatan penting: tidak ada satu format makalah yang berlaku untuk semua kelas dan kampus. Ada dosen yang meminta tiga bab seperti di atas, ada yang meminta lima bab dengan tinjauan pustaka dan metode, ada pula yang hanya meminta pendahuluan, isi, dan penutup tanpa kata pengantar. Panduan ini memberi pola umum yang aman, lalu menunjukkan bagian mana yang boleh kamu sesuaikan. Bila ada pedoman tertulis dari guru, dosen, atau fakultas, pedoman itulah yang menang.

Sebelum menulis: tentukan topik dan rumusan masalah

Makalah yang buruk hampir selalu bermula dari topik yang terlalu luas. "Pencemaran lingkungan" bukan topik makalah, melainkan bidang. Sempitkan sampai ia bisa dijawab dalam belasan halaman.

Terlalu luasCukup sempit untuk makalah
Pencemaran lingkunganDampak pembuangan limbah rumah tangga ke sungai di permukiman padat
Pendidikan karakterPeran guru wali kelas dalam membiasakan disiplin di SMP
Media sosialPengaruh media sosial terhadap pola belajar mahasiswa tingkat pertama
KorupsiPeran pengawasan masyarakat dalam mencegah korupsi dana desa

Setelah topik sempit, ubah menjadi satu sampai tiga pertanyaan (rumusan masalah). Rumusan yang baik dimulai dengan kata tanya seperti bagaimana, apa saja, atau mengapa, dan dapat dijawab dengan sumber yang tersedia. Jika kamu memakai Generator Outline untuk mencari ide, anggap hasilnya bahan awal yang harus kamu sempitkan dan periksa sendiri.

Lalu kumpulkan sumber sebelum menulis. Untuk tugas kuliah, utamakan buku teks, artikel jurnal, dan publikasi lembaga resmi. Untuk data, rujukan umum di Indonesia adalah Badan Pusat Statistik (BPS) dan kementerian terkait. Bedakan sumber primer dan sekunder sejak awal, karena itu memengaruhi cara kamu mengutip.

Bagian 1: halaman sampul

Sampul memuat identitas makalah. Susunan yang umum, dari atas ke bawah:

  • Judul makalah, huruf kapital, ditengahkan
  • Keterangan tugas, misalnya "Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah ..." atau "mata pelajaran ..."
  • Nama dosen atau guru pengampu
  • Logo sekolah atau universitas (bila diminta)
  • Nama penyusun beserta NIM atau NIS (untuk kelompok: daftar nama)
  • Nama program studi, fakultas, institusi, kota, dan tahun

Judul yang baik spesifik, tidak berupa kalimat panjang, dan menyebut topik tanpa menjawab seluruh isi.

Bagian 2: kata pengantar

Kata pengantar adalah halaman ucapan syukur dan terima kasih yang singkat, ditutup dengan kesadaran bahwa makalah belum sempurna. Panjangnya satu halaman. Sebagian dosen tidak menilainya, tetapi ada sekolah dan kampus yang mewajibkannya.

Contoh isi yang ringkas:

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselesaikannya makalah berjudul "Peran Pengawasan Masyarakat dalam Pencegahan Korupsi Dana Desa" ini. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Anti-Korupsi. Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu dan semua pihak yang membantu penyusunan makalah ini. Penulis menyadari makalah ini masih memiliki kekurangan, sehingga kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan.

Di bawahnya tulis kota, tanggal, dan nama penyusun ("Penulis" atau "Tim Penulis"). Jangan menyalin kata pengantar makalah lain; satu kalimat yang menyebut judul dan tujuan makalah kamu sudah cukup membuatnya orisinal.

Bagian 3: daftar isi

Daftar isi memuat judul bab dan subbab beserta nomor halamannya. Cara paling aman adalah membuatnya otomatis di pengolah kata dengan gaya judul (Heading 1, Heading 2), supaya nomor halaman selalu cocok setelah kamu mengubah isi. Rincian langkahnya ada di cara membuat daftar isi otomatis.

Pastikan tiga hal: judul di daftar isi sama persis dengan judul di dalam isi, tingkat subbab konsisten (misalnya A, B, C lalu 1, 2, 3), dan nomor halaman diperbarui sebelum dicetak atau dikirim. Halaman sampul, kata pengantar, dan daftar isi biasanya diberi nomor huruf romawi kecil (i, ii, iii); BAB I dan seterusnya memakai angka Arab. Beberapa kampus mengatur ini berbeda, jadi cek pedomannya.

Bagian 4: BAB I Pendahuluan

BAB I menjawab pertanyaan "mengapa makalah ini perlu ada". Isi yang lazim:

A. Latar belakang

Satu sampai tiga paragraf yang bergerak dari konteks umum ke masalah khusus. Strukturnya sama dengan cara menulis pendahuluan: konteks, masalah, lalu alasan topik ini dibahas.

Contoh sebelum:

Pada zaman sekarang ini korupsi merupakan masalah yang sangat penting. Banyak sekali korupsi di Indonesia. Maka dari itu makalah ini membahas tentang korupsi.

Contoh sesudah:

Dana desa dimaksudkan untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan di tingkat desa, sehingga pengelolaannya perlu terbuka bagi warga. Namun, laporan penggunaan dana sering hanya sampai ke aparat desa, sementara warga tidak tahu apa yang dibangun dan berapa biayanya. Karena itu, pengawasan oleh masyarakat menjadi salah satu cara yang layak dikaji untuk mencegah penyimpangan. Makalah ini membahas bentuk pengawasan masyarakat atas dana desa dan hambatannya.

Versi sesudah tidak memuat angka. Itu disengaja: bila kamu ingin menambahkan angka, ambil dari publikasi resmi yang benar-benar kamu buka, sebutkan lembaga dan tahunnya, lalu masukkan ke daftar pustaka. Angka yang tidak punya sumber lebih baik dibuang.

B. Rumusan masalah

Tulis sebagai pertanyaan bernomor:

  1. Bagaimana bentuk pengawasan masyarakat terhadap penggunaan dana desa?
  2. Apa saja hambatan yang dihadapi masyarakat dalam mengawasi dana desa?

C. Tujuan penulisan

Tujuan mencerminkan rumusan masalah satu per satu, dengan urutan yang sama:

  1. Mendeskripsikan bentuk pengawasan masyarakat terhadap penggunaan dana desa.
  2. Mengidentifikasi hambatan yang dihadapi masyarakat dalam mengawasi dana desa.

Aturan praktis: jumlah rumusan masalah sama dengan jumlah tujuan, dan nanti sama dengan jumlah jawaban di kesimpulan. Konsistensi ini yang paling cepat diperiksa pembaca. Bila dosen meminta juga manfaat penulisan atau batasan masalah, tambahkan sebagai poin D dan E.

Bagian 5: BAB II Pembahasan

BAB II adalah inti. Susun subbab mengikuti rumusan masalah, bukan mengikuti urutan sumber yang kebetulan kamu temukan. Bila rumusan masalah ada dua, biasanya ada dua subbab utama, ditambah satu subbab landasan teori atau pengertian bila perlu.

Kerangka contoh untuk topik di atas:

SubbabIsi
A. Pengertian dan dasar pengelolaan dana desaDefinisi istilah, dasar aturan yang kamu rujuk, siapa pelaku utamanya
B. Bentuk pengawasan masyarakatForum musyawarah desa, akses informasi, pelaporan, dan lainnya, masing-masing dengan sumber
C. Hambatan pengawasanHambatan yang ditemukan di sumber, disertai contoh
D. Analisis penulisKeterkaitan B dan C, serta pendapat penulis yang berpijak pada sumber

Beberapa kaidah menulis BAB II:

  • Satu paragraf, satu gagasan. Awali dengan kalimat utama, lalu bukti. Lihat cara membuat paragraf dan kalimat utama.
  • Setiap klaim yang bukan pengetahuan umum memerlukan sumber. Gunakan kutipan dalam teks, misalnya (Nama Belakang, tahun). Panduan sitasi parafrase menjelaskan cara menulis ulang gagasan dengan kalimat sendiri.
  • Jangan menempel kutipan panjang. Makalah yang isinya sebagian besar kutipan langsung tampak seperti kumpulan salinan. Parafrasekan, kutip langsung hanya untuk definisi atau rumusan yang memang perlu dipertahankan kata per kata.
  • Bedakan fakta dan pendapat. Pendapat penulis boleh ada, terutama di subbab analisis, tetapi tandai dengan jelas.
  • Gunakan kata penghubung yang bermakna. Rujuk kata penghubung antarkalimat agar alur antarparagraf tidak patah.

Pada makalah kelompok, bagi tugas per subbab boleh, tetapi satu orang sebaiknya membaca ulang seluruh naskah untuk menyamakan istilah dan format kutipan.

Bagian 6: BAB III Penutup

BAB III biasanya terdiri atas dua bagian: kesimpulan dan saran.

Kesimpulan menjawab rumusan masalah satu per satu dalam kalimat ringkas, tanpa memperkenalkan hal baru dan tanpa kutipan baru.

Pengawasan masyarakat terhadap dana desa dapat dilakukan melalui forum musyawarah desa, akses terhadap informasi anggaran, dan jalur pengaduan. Hambatan utamanya adalah terbatasnya keterbukaan informasi dan rendahnya pemahaman warga mengenai cara membaca laporan anggaran.

Saran ditujukan kepada pihak yang jelas (pemerintah desa, warga, pembaca, peneliti berikutnya) dan berasal dari temuan di BAB II, bukan harapan umum. Hindari saran seperti "semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua". Rincian lebih lanjut ada di cara menulis kesimpulan.

Bagian 7: daftar pustaka

Daftar pustaka memuat semua sumber yang kamu kutip di dalam teks, dan hanya itu. Urutkan menurut abjad nama belakang penulis, dengan gaya yang konsisten. Di banyak kampus gaya yang diminta adalah APA edisi ke-7, tetapi ada juga yang memakai Harvard, IEEE, atau gaya internal fakultas. Tanyakan gaya mana yang dipakai di kelas kamu.

Contoh pola APA 7 untuk buku dan artikel jurnal (isi hanya sebagai ilustrasi format):

Penulis, A. B. (Tahun). Judul buku dengan huruf miring. Penerbit.

Penulis, A. B., & Penulis, C. D. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, volume(nomor), halaman. alamat DOI

Setiap kutipan dalam teks harus punya pasangan di daftar pustaka, dan sebaliknya. Untuk menghemat waktu, Generator Daftar Pustaka menyusun entri dalam gaya APA 7, MLA 9, Chicago, Harvard, atau IEEE dari data yang kamu masukkan. Tetap cocokkan hasilnya dengan sumber aslinya, terutama nama penulis, tahun, dan judul. Panduan khusus ada di cara menulis daftar pustaka APA 7. Bila dosen meminta catatan kaki, lihat cara membuat catatan kaki.

Format yang bisa kamu sesuaikan

Tabel berikut berisi pengaturan yang sering dipakai pada makalah. Anggap sebagai titik awal, bukan aturan resmi; ganti dengan ketentuan dosen atau kampus kamu.

ElemenPengaturan umumCatatan
Ukuran kertasA4Sebagian tugas sekolah memakai F4
Jenis hurufTimes New Roman 12 ptAda kampus yang meminta Arial atau Calibri
Spasi1,5 untuk isiKutipan panjang dan daftar pustaka sering 1 spasi
MarginKiri 4 cm, atas 3 cm, kanan 3 cm, bawah 3 cmMargin kiri lebih lebar untuk penjilidan; banyak kampus memakai 3 cm
Perataan teksRata kiri-kanan (justify) atau rata kiriIkuti pedoman
Nomor halamanRomawi kecil untuk bagian awal, angka Arab untuk isiLetak nomor berbeda antarkampus
Judul babHuruf kapital, tebal, ditengahkanSubbab rata kiri
ParagrafAwal paragraf menjorok atau diberi jarakPilih satu dan konsisten

Untuk ejaan, rujukan resmi adalah Ejaan yang Disempurnakan Edisi V (EYD V) dari Badan Bahasa dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Hal yang sering terlewat di makalah: awalan di- dan kata depan di (di rumah, dibaca), penulisan angka dan bilangan, serta huruf kapital pada nama bab. Untuk bahasa baku di karya ilmiah, bacalah kata tidak baku dalam skripsi, yang berlaku juga untuk makalah.

Kesalahan yang sering terjadi pada makalah

Topik terlalu luas. Hasilnya makalah yang hanya menyentuh permukaan. Sempitkan sebelum menulis.

Menyalin dari internet tanpa sumber. Bahan dari blog atau situs tanpa penulis jelas sebaiknya tidak menjadi rujukan utama makalah akademik. Gunakan sumber yang bisa dipertanggungjawabkan, dan tulis ulang dengan kalimat kamu sendiri. Pahami batasnya lewat cara menghindari plagiarisme.

Rumusan masalah, tujuan, dan kesimpulan tidak sejalan. Rumusan dua, tujuan tiga, kesimpulan membahas hal lain. Cocokkan ketiganya sebelum mengumpulkan.

Bahasa tidak baku dan kalimat bertele-tele. Waspadai pleonasme seperti "membahas tentang" dan "agar supaya". Lihat pleonasme.

Daftar periksa sebelum dikumpulkan

  • Topik cukup sempit dan terlihat jelas dari judul.
  • Format sampul, margin, huruf, dan spasi sesuai pedoman dosen atau guru.
  • Daftar isi dibuat otomatis dan nomor halamannya sudah diperbarui.
  • Rumusan masalah, tujuan, dan kesimpulan berpasangan satu per satu.
  • Setiap data dan klaim penting punya kutipan dalam teks.
  • Semua kutipan dalam teks ada di daftar pustaka, dan sebaliknya.
  • Tidak ada paragraf yang disalin; teks sudah diparafrase dan diberi sumber.
  • Ejaan dan tanda baca sudah diperiksa terhadap EYD V dan KBBI.
  • Nama penyusun, NIM atau NIS, dan nama dosen di sampul benar.

Memakai alat AdeptWrite untuk makalah

Alat berikut gratis dengan batas 6.000 karakter per proses, jadi untuk makalah panjang olah per bagian. Hasilnya bahan yang harus kamu baca dan putuskan sendiri.

  • Generator Outline menyusun kerangka tulisan dari satu topik; pilih mode Esai atau Skripsi sebagai titik awal, lalu sesuaikan dengan rumusan masalah kamu.
  • Generator Paragraf punya mode Pembuka, Isi, dan Penutup untuk menyusun draf satu paragraf dari ide pokok. Periksa fakta dan tulis ulang agar sesuai dengan sumber kamu.
  • Parafrase Online dengan mode Akademik membantu menulis ulang kalimat dari sumber. Parafrase tidak menggantikan sitasi: sumber tetap harus dicantumkan.
  • Generator Daftar Pustaka membuat entri daftar pustaka dan sitasi dalam teks sesuai gaya yang kamu pilih.
  • Cek Ejaan mencocokkan teks dengan KBBI dan EYD V untuk menemukan typo dan kata tidak baku.
  • Cek Plagiarisme mencari kemiripan teks dengan sumber terbuka dan menampilkan daftar sumber yang diperiksa. Hasilnya petunjuk untuk ditinjau, bukan putusan; keputusan akhir ada pada dosen dan kampus kamu.

Kebijakan penggunaan alat bantu, termasuk AI, berbeda di tiap sekolah dan kampus. Tanyakan aturannya sebelum memakai.

Ringkasan

Makalah yang baik lahir dari topik yang sempit, rumusan masalah yang jelas, dan sumber yang benar-benar dibaca. Sesuaikan format dengan pedoman dosen, dan sisakan satu hari terakhir untuk memeriksa ejaan, sitasi, dan kemiripan teks.

Coba alatnya

Generator Outline (Kerangka Tulisan)
Susun kerangka artikel, esai, skripsi, atau presentasi dari satu topik.
Buka alat
Generator Paragraf
Satu paragraf pembuka, isi, atau penutup—atau paragraf deskripsi, eksposisi, narasi, argumentasi, persuasi—dari ide pokokmu.
Buka alat
Parafrase Online
Tulis ulang kalimat dalam 7 mode: Standar, Formal, Santai, Akademik, Kreatif, Ringkas, Panjangkan.
Buka alat
Generator Daftar Pustaka
Buat daftar pustaka dan sitasi dalam teks gaya APA 7, MLA 9, Chicago, Harvard, atau IEEE secara otomatis.
Buka alat
Cek Ejaan & Typo (EYD V)
Temukan typo dan kata tidak baku (dicocokkan dengan KBBI dan EYD V), langsung di browser.
Buka alat
Cek Plagiarisme
Cari kemiripan teks dengan sumber terbuka seperti Wikipedia dan jurnal akses terbuka, lengkap dengan daftar sumber yang diperiksa.
Buka alat

Pertanyaan umum

Berapa halaman makalah yang ideal?

Tidak ada angka baku. Tugas sekolah biasanya sepuluh halaman atau kurang, tugas kuliah sering sepuluh sampai dua puluh halaman, tetapi yang menentukan adalah instruksi guru atau dosen. Lebih baik makalah ringkas yang menjawab rumusan masalah daripada panjang karena diisi pengulangan.

Apa beda makalah dan paper atau jurnal?

Makalah umumnya tugas pembelajaran di kelas dengan sistematika sendiri, sedangkan artikel jurnal ditulis untuk diterbitkan dan mengikuti templat penerbit, dengan bagian seperti abstrak, metode, hasil, dan pembahasan. Istilah paper kadang dipakai untuk keduanya, jadi pastikan format yang diminta pengampu mata kuliah.

Apakah kata pengantar wajib ada di makalah?

Tidak selalu. Banyak guru dan dosen mewajibkannya, sebagian lain tidak menilainya atau malah melarang halaman tambahan. Cek pedoman tugas. Bila diminta, cukup satu halaman berisi ucapan syukur, tujuan makalah, terima kasih, dan permohonan kritik.

Boleh memakai sumber dari internet untuk makalah?

Boleh, asal sumbernya dapat dipertanggungjawabkan, seperti jurnal, buku, situs lembaga resmi, atau laporan pemerintah. Catat penulis, tahun, judul, dan alamat tautan, tulis ulang dengan kalimat sendiri, dan cantumkan di daftar pustaka. Hindari menyalin utuh dari situs tanpa penulis jelas.

Semua panduan