Kelas Kata Bahasa Indonesia: Verba, Adjektiva, Nomina, Adverbia, dan Kata Tugas
Tata bahasa baku membagi kata bahasa Indonesia ke dalam tujuh kelas: verba, adjektiva, nomina, pronomina, numeralia, adverbia, dan kata tugas. Kelas sebuah kata ditentukan oleh perilakunya dalam kalimat, bukan artinya. Panduan ini memberi ciri, uji sederhana, contoh, perbedaan dengan parts of speech bahasa Inggris, dan latihan yang bisa langsung dicoba.
Apa itu kelas kata?
Kelas kata adalah golongan kata yang berperilaku sama dalam kalimat. Ada kata yang bisa diingkari dengan tidak, ada yang diingkari dengan bukan, ada yang bisa diberi sangat, ada yang tidak bisa diberi apa pun. Dari perilaku itulah ahli bahasa mengelompokkan kata.
Rujukan yang paling umum dipakai di sekolah dan perguruan tinggi adalah Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (TBBBI) karya Hasan Alwi dan kawan-kawan, terbitan Balai Pustaka. Buku itu membagi kata menjadi tujuh kelas: verba, adjektiva, nomina, pronomina, numeralia, adverbia, dan kata tugas. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) juga mencantumkan kelas kata di tiap entri dengan singkatan, misalnya n untuk nomina dan v untuk verba. Daftar singkatannya ada di KBBI daring.
Sebagian buku pelajaran memakai istilah lama: kata kerja, kata sifat, kata benda, kata ganti, kata bilangan, kata keterangan, dan kata tugas. Istilahnya berbeda, maknanya sama. Pelajaran di sekolah dan tata bahasa universitas kadang menyebut jumlah kelas yang berbeda karena cara pengelompokannya berbeda; panduan ini mengikuti pembagian TBBBI.
Tabel ringkas tujuh kelas kata
| Kelas | Istilah sekolah | Contoh | Ciri utama |
|---|---|---|---|
| Verba | kata kerja | membaca, tidur, berlari, dikirim | menjadi inti predikat; bisa diingkari dengan tidak |
| Adjektiva | kata sifat | tinggi, bersih, cantik, murah | menerangkan nomina; bisa diberi sangat, lebih, paling |
| Nomina | kata benda | meja, sekolah, kejujuran, Bandung | bisa diingkari dengan bukan; bisa diikuti adjektiva |
| Pronomina | kata ganti | saya, dia, ini, siapa | menggantikan nomina |
| Numeralia | kata bilangan | satu, kedua, setengah, beberapa | menjawab pertanyaan berapa |
| Adverbia | kata keterangan | sangat, sudah, hampir, mungkin | menerangkan verba, adjektiva, atau seluruh kalimat |
| Kata tugas | kata depan, kata sambung, dan lain-lain | di, dan, karena, wah, si | tidak punya makna sendiri yang tegas; menghubungkan atau menegaskan |
Verba (kata kerja)
Verba menyatakan perbuatan, proses, atau keadaan, dan biasanya menjadi inti predikat.
- Perbuatan: membaca, menulis, berlari, memasak
- Proses: tumbuh, meleleh, memerah
- Keadaan: tidur, duduk, tinggal
Uji verba:
- Bisa diingkari dengan tidak: tidak membaca, tidak tidur.
- Bisa diberi kata aspek: sedang membaca, sudah berangkat, akan menulis.
- Biasanya tidak bisa diberi sangat atau paling (sangat membaca tidak lazim; pengecualian ada pada verba perasaan, misalnya sangat menyukai).
- Banyak verba berawalan meN-, ber-, atau di-, tetapi verba dasar seperti tidur, makan, duduk tidak berawalan.
Verba juga dikelompokkan menurut kebutuhan akan objek: verba transitif (menulis surat), intransitif (tidur), dan semitransitif. Hubungan ini penting untuk bentuk pasif; baca kalimat aktif dan pasif.
Adjektiva (kata sifat)
Adjektiva menyatakan sifat, keadaan, atau mutu: tinggi, bersih, cantik, murah, lelah, rajin. Adjektiva dapat menerangkan nomina (rumah besar) dan dapat juga menjadi predikat sendiri tanpa kata kerja bantu: Rumah itu besar.
Uji adjektiva:
- Bisa diberi penguat: sangat tinggi, agak mahal, terlalu panjang.
- Bisa dibandingkan: lebih bersih, paling rajin, setinggi pohon, setinggi-tingginya.
- Bisa diingkari dengan tidak: tidak murah.
- Bisa membentuk tingkat paling dengan ter-: terbaik, termahal.
Kata yang lolos uji 1 dan 2 hampir pasti adjektiva. Perhatikan bahwa dalam bahasa Inggris, kalimat "The house is big" butuh is. Dalam bahasa Indonesia Rumah itu besar sudah lengkap.
Nomina (kata benda)
Nomina menamai orang, binatang, benda, tempat, konsep, dan peristiwa: guru, kucing, meja, Surabaya, kejujuran, pernikahan. Nomina dibagi menjadi nomina bernyawa dan tak bernyawa, konkret dan abstrak, umum dan khusus (nama diri).
Uji nomina:
- Bisa diingkari dengan bukan, tidak dengan tidak: Itu bukan meja (bukan Itu tidak meja).
- Bisa diikuti adjektiva atau frasa dengan yang: meja besar, guru yang sabar.
- Bisa didahului kata penggolong atau numeralia: dua ekor kucing, tiga buah meja.
- Bisa menjadi subjek dan objek.
Banyak nomina dibentuk dari kata lain dengan imbuhan: pe-an (pembangunan), ke-an (kejujuran), pe- (penulis), -an (tulisan). Aturan imbuhan dibahas di panduan imbuhan bahasa Indonesia.
Pronomina (kata ganti)
Pronomina menggantikan nomina. Ada tiga jenis utama:
| Jenis | Contoh |
|---|---|
| Pronomina persona | saya, aku, kamu, kamu, dia, ia, kami, kita, mereka |
| Pronomina penunjuk | ini, itu, sini, situ, begini, begitu |
| Pronomina penanya | siapa, apa, mengapa, mana, kapan, bagaimana |
Catatan: kami tidak mencakup lawan bicara, sedangkan kita mencakup lawan bicara. Perbedaan inklusif dan eksklusif ini tidak ada dalam bahasa Inggris (we untuk keduanya). Pronomina persona pertama dan kedua juga berperan dalam pasif persona, misalnya Buku itu saya baca.
Uji pronomina: kata itu bisa mengganti frasa nomina tanpa mengubah struktur kalimat. Rina membeli buku itu menjadi Dia membelinya.
Numeralia (kata bilangan)
Numeralia menyatakan jumlah atau urutan, dan menjawab pertanyaan berapa.
- Pokok: satu, dua, sepuluh, seratus
- Tingkat: kesatu, kedua, ketiga
- Kolektif: berdua, bertiga, ketiganya
- Pecahan: setengah, seperempat
- Taktentu: beberapa, banyak, sedikit, semua
Numeralia biasanya bergabung dengan kata penggolong di depan nomina: seorang mahasiswa, dua buah apel, tiga ekor kambing. Penulisan angka dan bilangan diatur dalam EYD Edisi V; contoh dan aturannya ada di panduan penulisan angka dan bilangan.
Adverbia (kata keterangan)
Adverbia menerangkan verba, adjektiva, atau seluruh kalimat. Contoh: sangat, amat, sudah, sedang, akan, hampir, selalu, jarang, mungkin, barangkali, sekali.
- Pada verba: Dia sudah berangkat. Ibu selalu memasak pagi.
- Pada adjektiva: Soal itu sangat sulit. Hasilnya bagus sekali.
- Pada kalimat: Mungkin besok hujan.
Uji adverbia: kata itu tidak bisa menjadi inti predikat sendiri, bisa dilesapkan tanpa merusak struktur kalimat, dan posisinya relatif bebas (Besok mungkin hujan, Mungkin besok hujan).
Kata tugas
Kata tugas adalah kelas yang tidak punya makna leksikal yang tegas; tugasnya menghubungkan atau menandai hubungan antarunsur kalimat. TBBBI membaginya menjadi beberapa subkelas.
| Subkelas | Fungsi | Contoh |
|---|---|---|
| Preposisi (kata depan) | menandai hubungan nomina dengan unsur lain | di, ke, dari, pada, untuk, dengan, tentang |
| Konjungtor (kata sambung) | menghubungkan kata, frasa, klausa, atau kalimat | dan, atau, tetapi, karena, jika, meskipun |
| Interjeksi (kata seru) | menyatakan perasaan | wah, aduh, astaga, hai |
| Artikula | menyertai nomina | si (si kecil), sang (sang juara), kaum |
| Partikel penegas | menegaskan | -kah, -lah, pun |
Dua subkelas terpenting dalam penulisan adalah preposisi dan konjungsi, karena paling sering salah tempat. Panduan khusus ada di kata depan dan konjungsi. Ingat juga bahwa di sebagai preposisi ditulis terpisah (di kantor), sedangkan di- sebagai awalan verba ditulis serangkai (dikirim).
Cara menentukan kelas kata: alur singkat
Gunakan urutan ini ketika ragu. Cukup jawab pertanyaan satu per satu.
- Apakah kata itu menghubungkan atau menandai hubungan, dan tidak bisa berdiri sebagai inti frasa? Itu kata tugas.
- Apakah kata itu bisa diingkari dengan bukan? Itu nomina (atau pronomina).
- Apakah kata itu menjawab berapa? Itu numeralia.
- Apakah kata itu bisa diberi sangat atau lebih? Itu adjektiva.
- Apakah kata itu bisa diingkari dengan tidak dan diberi sedang atau sudah? Itu verba.
- Apakah kata itu menerangkan verba, adjektiva, atau kalimat dan boleh dipindah posisinya? Itu adverbia.
Uji ini bertujuan sebagai alat bantu. Kata yang sama bisa berpindah kelas bergantung pada kalimatnya, jadi selalu uji kata dalam kalimat, bukan sendirian.
Satu kata, banyak kelas
Kelas kata ditentukan oleh fungsi di kalimat, dan imbuhan sering mengubahnya.
| Kata dasar | Bentuk turunan | Kelas |
|---|---|---|
| tulis | menulis | verba |
| tulis | tulisan, penulis | nomina |
| tulis | tertulis | verba atau adjektiva, bergantung kalimat (Kata-kata itu tertulis di dinding) |
| besar | membesar | verba |
| besar | kebesaran | nomina |
| lari | berlari | verba |
| lari | pelari, pelarian | nomina |
Hati-hati: imbuhan bukan penentu mutlak. Berani dan bersih berawalan ber-, tetapi keduanya adjektiva. Selalu cek perilaku kata dalam kalimat dengan uji di atas.
Pasangan lain yang sering ditanyakan: kunci adalah nomina (kunci rumah) dan mengunci adalah verba; makan adalah verba dan makanan adalah nomina.
Perbedaan dengan parts of speech bahasa Inggris
Banyak orang mengira kelas kata Indonesia sama dengan parts of speech bahasa Inggris. Tidak sepenuhnya.
| Hal | Bahasa Inggris | Bahasa Indonesia |
|---|---|---|
| Artikel | a, an, the | tidak ada; hanya artikula seperti si dan sang |
| Verba be | wajib: is big | adjektiva langsung jadi predikat: besar |
| Verba | berubah bentuk menurut waktu dan subjek | bentuk tetap; waktu ditandai adverbia (sudah, akan) |
| Jamak | -s pada nomina | pengulangan atau numeralia: buku-buku, tiga buku |
| Penggolong | hampir tidak ada | seekor, sebuah, seorang |
| Kata sifat atau keterangan | sering dibedakan dengan -ly | tidak ada perubahan bentuk: cepat untuk keduanya |
Contoh: dalam bahasa Inggris, "He runs quickly" memakai adverbia berakhiran -ly. Dalam bahasa Indonesia Dia berlari cepat memakai kata yang sama dengan adjektiva larinya cepat. Kelas kata dalam bahasa Indonesia juga tidak menandai kala, sehingga Kemarin dia makan nasi, Sekarang dia makan nasi, dan Besok dia makan nasi memakai verba yang persis sama. Kalau kamu juga belajar tenses bahasa Inggris, sadari bahwa bahasa Indonesia menandai waktu dengan kata keterangan, bukan dengan bentuk verba.
Contoh analisis kalimat
Kemarin adik saya yang paling kecil membaca tiga buku cerita di perpustakaan.
| Kata | Kelas |
|---|---|
| kemarin | adverbia (keterangan waktu) |
| adik | nomina |
| saya | pronomina |
| yang | kata tugas (konjungtor, penanda klausa) |
| paling | adverbia |
| kecil | adjektiva |
| membaca | verba |
| tiga | numeralia |
| buku | nomina |
| cerita | nomina |
| di | kata tugas (preposisi) |
| perpustakaan | nomina |
Dalam praktik, sebagian ahli bisa membuat penggolongan yang sedikit berbeda untuk kata tertentu. Karena itu, bila dalam tugas sekolah atau tes ada pilihan jawaban yang membingungkan, ikuti buku pegangan yang dipakai kelas atau dosen kamu.
Kesalahan yang sering muncul
Mengingkari dengan tidak dan bukan secara terbalik
Dia tidak guru salah; yang benar Dia bukan guru. Sebaliknya, Dia bukan pergi kurang tepat; yang benar Dia tidak pergi. Aturan: bukan untuk nomina dan pronomina, tidak untuk verba dan adjektiva.
Pleonasme: dua kata dengan makna yang sama
Sangat bagus sekali, paling terbaik, dan agar supaya memuat dua kata dengan fungsi serupa. Pilih salah satu: sangat bagus atau bagus sekali; terbaik atau paling baik; agar atau supaya. Lebih banyak contohnya ada di panduan pleonasme.
Menulis kata tugas dengan salah
Bentuk baku kata tanya adalah di mana (terpisah), tetapi dimana masih sering muncul; begitu juga disana yang seharusnya di sana. Preposisi ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, sedangkan awalan di- ditulis serangkai dengan verba.
Memakai kata yang bukan kelasnya
Dia sangat cinta padaku kurang tepat, sebab cinta adalah nomina. Bentuk yang lebih baik: Dia sangat mencintaiku (verba) atau Cintanya padaku sangat besar (nomina dengan adjektiva).
Menganggap imbuhan selalu menentukan kelas
Berani adalah adjektiva meskipun berawalan ber-. Gunakan uji sangat dan tidak sebelum memutuskan.
Latihan menentukan kelas kata
Tentukan kelas setiap kata yang dicetak tebal.
- Anak itu sangat rajin.
- Dia membeli dua buku di toko.
- Aduh, kakiku terkilir!
- Pintu itu tertutup rapat.
- Saya belum makan karena sibuk.
Jawaban
- sangat adverbia (menerangkan adjektiva rajin)
- dia pronomina; dua numeralia; toko nomina
- aduh kata tugas (interjeksi)
- tertutup verba pasif (menyatakan keadaan)
- karena kata tugas (konjungtor)
Kelas kata untuk ujian, skripsi, dan pekerjaan
Pelajaran sekolah dan tes. Pembahasan kelas kata muncul di pelajaran Bahasa Indonesia, dan pengenalannya membantu menjawab soal tata bahasa serta tes kemampuan verbal. Pola yang sering ditanyakan: menentukan kelas kata yang digarisbawahi, mengubah kata dasar menjadi kelas lain dengan imbuhan, atau memilih kalimat yang kelas katanya tepat.
Menulis skripsi dan karya ilmiah. Pengenalan kelas kata membantu kamu menghindari kalimat yang rancu. Misalnya, nomina yang terlalu banyak (pelaksanaan pengembangan pembelajaran) membuat kalimat berat. Ubah sebagian menjadi verba: Guru mengembangkan pembelajaran. Gaya seperti ini lebih ringkas dan lebih mudah dipahami penguji.
Menulis di tempat kerja. Pilih verba yang kuat daripada nomina yang diturunkan darinya. Kami melakukan pengecekan terhadap data lebih bertele-tele daripada Kami mengecek data.
Memakai alat AdeptWrite untuk memeriksa kata
- Cek Kata Baku KBBI memeriksa apakah sebuah kata baku, menampilkan saran ejaan, dan memberi definisi dari Wiktionary. Alat ini tidak mengklaim melabeli kelas kata; untuk label kelas kata tiap entri, buka KBBI daring.
- Cek Ejaan & Typo (EYD V) menandai bentuk tidak baku yang ada di daftar pasangan kata baku terverifikasinya, serta kata depan di dan ke yang salah tulis, langsung di browser. Alat ini belum memeriksa seluruh kosakata.
- Cek Grammar Bahasa Indonesia memeriksa tata bahasa, ejaan, dan tanda baca dengan bantuan AI, dan perubahannya ditandai. Hasilnya berupa saran; keputusan akhir tetap di tangan kamu.
- Perbaiki Kalimat membantu merapikan kalimat yang penuh nomina atau berbelit. Baca ulang hasilnya sebelum dipakai.
Batas teks dan mode alat dapat berubah; yang berlaku adalah keterangan di halaman tiap alat.
Ringkasan cepat
- Ada tujuh kelas menurut TBBBI: verba, adjektiva, nomina, pronomina, numeralia, adverbia, dan kata tugas.
- Uji dengan tidak (verba, adjektiva), bukan (nomina), sangat (adjektiva), berapa (numeralia).
- Kelas kata ditentukan oleh fungsi dalam kalimat, bukan oleh arti atau imbuhan semata.
- Bahasa Indonesia tidak memiliki artikel a/an/the, tidak mengubah verba menurut waktu, dan tidak memerlukan verba be sebelum adjektiva.
- Pilih verba aktif daripada rangkaian nomina agar kalimat ringkas.
Coba alatnya
Pertanyaan umum
Ada berapa kelas kata dalam bahasa Indonesia?
Menurut Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia ada tujuh: verba, adjektiva, nomina, pronomina, numeralia, adverbia, dan kata tugas. Buku pelajaran tertentu memakai pembagian atau istilah yang berbeda, misalnya kata kerja, kata sifat, dan kata benda, jadi ikuti buku pegangan di kelas atau kampus kamu.
Bagaimana cara membedakan nomina dan adjektiva dengan cepat?
Coba ingkari dengan bukan dan beri sangat. Nomina bisa diingkari dengan bukan (bukan meja). Adjektiva bisa diberi sangat atau lebih (sangat tinggi) dan diingkari dengan tidak. Uji kata di dalam kalimat, sebab beberapa kata bisa berpindah kelas.
Apakah bahasa Indonesia punya kata sandang seperti a, an, dan the?
Tidak ada padanan langsung. Bahasa Indonesia hanya memiliki artikula seperti si dan sang, yang menyertai nama atau sebutan tertentu, misalnya si kecil dan sang juara. Kata yang dimaksud dalam bahasa Inggris sebagai the sering cukup diungkapkan dengan itu atau konteks.
Apakah imbuhan menentukan kelas kata?
Tidak selalu. Imbuhan sering mengubah kelas, misalnya tulis menjadi tulisan (nomina) dan menulis (verba), tetapi ada pengecualian seperti berani dan bersih yang berawalan ber- namun tetap adjektiva. Pastikan dengan menguji perilaku kata dalam kalimat.
Panduan terkait
- Kalimat Aktif dan Pasif Bahasa Indonesia: di-, ter-, Pasif Persona, dan Cara Mengubahnya — Pada kalimat aktif, subjek melakukan pekerjaan dan verbanya biasanya berawalan meN- (Ibu membaca buku). Pada kalimat pas…
- Konjungsi (Kata Penghubung): Jenis, Contoh, dan Aturan Tanda Bacanya — Konjungsi atau kata penghubung adalah kata yang menghubungkan kata, frasa, klausa, atau kalimat. Ada empat kelompok utam…
- Pleonasme: Contoh Kata Mubazir (Naik ke Atas, Para Hadirin Sekalian, Sangat ... Sekali) — Pleonasme adalah pemakaian kata yang berlebihan karena maknanya sudah terkandung dalam kata lain, misalnya "naik ke atas…