Penulisan Angka dan Bilangan Menurut EYD V: Huruf atau Angka, Ke-2 atau Kedua, Rp1.000,00, Persen, dan Tanggal
Menurut EYD V, bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf (lima buku), sedangkan bilangan besar, ukuran, nilai uang, nomor, dan data memakai angka. Kalimat tidak boleh diawali angka. Bilangan tingkat ditulis ke-2 atau kedua, uang ditulis Rp1.000,00 tanpa spasi, dan tanggal ditulis 1 November 2026.
Jawaban singkat: kapan angka, kapan huruf?
Pedoman ringkas yang berlaku untuk tulisan umum, makalah, dan surat resmi:
- Bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali dipakai secara berurutan seperti dalam perincian. Contoh: Ada lima buku di meja.
- Bilangan besar atau yang memerlukan banyak kata ditulis dengan angka. Contoh: Peserta lomba berjumlah 1.250 orang.
- Angka dipakai untuk ukuran, satuan, nilai uang, nomor, tanggal, dan data statistik. Contoh: 25 kilogram, Rp50.000,00, halaman 17.
- Kalimat tidak dimulai dengan angka. Tulis dengan huruf atau susun ulang kalimatnya.
Pedoman ini bersumber dari Ejaan Yang Disempurnakan Edisi V (EYD V, 2022) terbitan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen. Teks lengkap aturannya tersedia di situs ejaan.kemendikdasmen.go.id. Panduan ini merangkum penerapannya dalam tulisan sekolah, kuliah, dan kantor.
Bilangan dengan huruf atau dengan angka
Satu atau dua kata: pakai huruf
Sebelum: Guru itu membawa 3 buku dan 12 spidol ke kelas.
Sesudah: Guru itu membawa tiga buku dan dua belas spidol ke kelas.
Tiga dan dua belas dapat ditulis dengan satu atau dua kata, maka ditulis dengan huruf. Angka digunakan bila bilangan sudah lebih dari dua kata, misalnya seratus dua puluh lima menjadi 125.
Berurutan atau dalam perincian: pakai angka
Bila beberapa bilangan muncul berdekatan, termasuk yang kecil, gunakan angka agar seragam:
Dalam penelitian ini kami mewawancarai 3 kepala sekolah, 12 guru, dan 148 siswa.
Jangan menulis tiga kepala sekolah, 12 guru, dan 148 siswa karena bentuknya campur aduk.
Bilangan besar: boleh sebagian dieja
Bilangan yang sangat besar dapat dieja sebagian supaya mudah dibaca:
Perusahaan itu memperoleh pinjaman 250 juta rupiah. Penduduk kota itu 2,5 juta jiwa.
Bentuk 250 juta dan 2,5 juta lebih ringkas daripada 250.000.000 di tengah kalimat. Dalam tabel, tulis lengkap dengan titik pemisah ribuan.
Jangan mengawali kalimat dengan angka
Sebelum: 15 siswa mengikuti olimpiade matematika tahun ini.
Sesudah: Lima belas siswa mengikuti olimpiade matematika tahun ini.
Atau: Olimpiade matematika tahun ini diikuti 15 siswa.
Kaidah ini berlaku juga untuk tahun. Hindari 2026 menjadi tahun penting bagi kami; tulis Tahun 2026 menjadi tahun penting bagi kami.
Bilangan tingkat: ke-2 atau kedua?
Bilangan tingkat menyatakan urutan. EYD V membolehkan dua cara, asalkan konsisten:
| Dengan angka | Dengan huruf |
|---|---|
| ke-1 | pertama |
| ke-2 | kedua |
| ke-3 | ketiga |
| ke-10 | kesepuluh |
| abad ke-20 | abad kedua puluh |
| lantai ke-5 | lantai kelima |
Ada tiga hal yang sering tertukar:
- Angka memakai tanda hubung: ke-2, bukan ke2 atau ke 2.
- Huruf ditulis serangkai: kedua, bukan ke-dua atau ke dua.
- **Urutan pertama ditulis pertama atau ke-1**, bukan ke-satu atau ke satu.
Bandingkan dengan ke- sebagai kata depan pada ke sekolah atau ke rumah yang ditulis terpisah, dan dengan kedua sebagai kata bilangan "dua-duanya" seperti pada Kedua orang tuanya hadir. Yang terakhir juga ditulis serangkai.
Sebelum: Ini adalah kali ke 3 kami berkunjung ke-Bandung.
Sesudah: Ini adalah kali ke-3 kami berkunjung ke Bandung.
Bilangan pecahan, persen, dan desimal
Pecahan
Pecahan dalam kalimat dieja dengan huruf: setengah, seperempat, dua pertiga, tiga perempat. Bentuk angka pecahan seperti 3/4 dipakai dalam rumus, tabel, atau soal matematika.
Persen
Persen ditulis dengan angka dan kata persen, atau dengan lambang %. Lambang % ditulis rapat dengan angkanya (25%); apa pun bentuk yang kamu pilih, pakai secara konsisten dalam satu dokumen.
| Cara | Contoh | Catatan |
|---|---|---|
| angka + kata | 25 persen | cocok untuk teks umum |
| angka + lambang | 25% | cocok untuk tabel dan laporan |
| huruf + kata | dua puluh lima persen | untuk awal kalimat |
Lebih dari separuh responden, tepatnya 54,3 persen, memilih belajar daring.
Perhatikan koma sebagai tanda desimal: 54,3 persen, bukan 54.3 persen. Titik adalah pemisah ribuan dalam bahasa Indonesia.
Desimal dan pemisah ribuan
| Angka | Cara baca |
|---|---|
| 1.250 | seribu dua ratus lima puluh |
| 1,25 | satu koma dua lima |
| 3.450.000 | tiga juta empat ratus lima puluh ribu |
| 0,5 | nol koma lima |
Ini kebalikan dari kebiasaan bahasa Inggris (1,250 dan 1.25). Bila kamu menulis dwibahasa, jangan mencampur kedua gaya dalam satu dokumen.
Uang: Rp1.000,00 dan mata uang lain
Nilai uang ditulis dengan angka. Rp ditulis tanpa titik, tanpa spasi, langsung diikuti angka, sebagai lambang rupiah:
| Benar | Kurang tepat |
|---|---|
| Rp1.000,00 | Rp. 1.000,00 / Rp 1.000,00 |
| Rp250.000,00 | Rp.250.000 |
| US$3,50 | $ 3.50 |
| Rp250 juta | Rp250 juta rupiah |
Catatan:
- ,00 menandai nilai tanpa pecahan. Pada tulisan umum dan nota sehari-hari, Rp50.000 juga lazim dipakai. Dalam dokumen resmi seperti kontrak dan surat keputusan, tulis Rp50.000,00 disertai terbilang dengan huruf: (lima puluh ribu rupiah).
- Jangan menulis Rp. 5.000,- rupiah. Lambang Rp dan kata rupiah tidak dipakai bersamaan.
- Untuk mata uang asing, ikuti lambang lazim: US$100, EUR 50, RM 20, atau tulis dengan kata 100 dolar Amerika Serikat.
Sebelum: Harga buku itu Rp. 45.000,- (empat puluh lima ribu rupiah).
Sesudah: Harga buku itu Rp45.000,00 (empat puluh lima ribu rupiah).
Tanggal, bulan, tahun, dan waktu
Tanggal
Dalam tulisan resmi, tulis tanggal dengan angka dan nama bulan dengan huruf: 1 November 2026. Bentuk numerik seperti 1/11/2026 atau 01-11-2026 dibatasi untuk tabel, formulir, dan basis data. Bila menulis bentuk numerik, tetapkan urutan hari-bulan-tahun dan jangan berganti-ganti.
Sebelum: Rapat akan diadakan pada hari Senin tanggal 2 nopember 2026.
Sesudah: Rapat akan diadakan pada hari Senin, 2 November 2026.
Perhatikan dua perbaikan: huruf kapital pada nama bulan dan ejaan baku November. Nama bulan yang sering salah dibahas di panduan penulisan nama bulan.
Pukul
Jam ditulis dengan titik sebagai pemisah jam dan menit, bukan titik dua: pukul 13.30. Notasi dua titik (13:30) dipakai pada perangkat digital dan jadwal.
Ujian akan dimulai pukul 08.00 dan berakhir pukul 10.30 WIB.
Keterangan zona waktu ditulis dengan singkatan: WIB, WITA, dan WIT.
Abad, tahun, dan dasawarsa
- Abad dapat ditulis dengan angka Romawi atau bilangan tingkat: abad XXI atau abad ke-21.
- Tahun ditulis dengan angka tanpa titik pemisah: tahun 1945, bukan tahun 1.945.
- Dasawarsa memakai tanda hubung: tahun 1990-an, era 2000-an.
- Rentang dua tahun paling aman ditulis dengan kata sampai: tahun 2020 sampai 2024.
Nomor, ukuran, dan satuan
Angka dipakai untuk menyatakan:
| Jenis | Contoh |
|---|---|
| ukuran panjang, berat, isi | 12 meter, 3,5 kilogram, 2 liter |
| nomor jalan, rumah, kamar | Jalan Merdeka Nomor 17, Kamar 305 |
| nomor halaman dan ayat | halaman 24, Bab 3, ayat 2 |
| nilai dan skor | nilai 85, skor 7,5 |
| suhu | 36,5 derajat Celsius |
Lambang satuan seperti kg, cm, dan km tidak diberi titik dan tidak berubah pada jamak: 5 kg, bukan 5 kgs. Beri spasi antara angka dan satuan, misalnya 25 kg; persen (25%) ditulis rapat.
Angka Romawi
Angka Romawi dipakai untuk abad, nomor bab dalam beberapa gaya, urutan penguasa (Hamengku Buwono X), dan penomoran poin utama di kerangka tulisan. Angka Romawi tidak dipakai untuk bilangan sehari-hari. Rumus dasar: I (1), V (5), X (10), L (50), C (100), D (500), M (1.000). Contoh: XIX = 19, XXI = 21.
Penerapan di tugas, skripsi, dan dokumen kantor
- Skripsi dan makalah: ikuti pedoman penulisan karya ilmiah kampus kamu dan gaya sitasi yang dipakai (banyak kampus memakai APA 7). Pedoman kampus bisa menetapkan aturan khusus untuk angka dalam tabel atau persen; aturan kampus mendahului ringkasan umum ini.
- Surat dinas dan kontrak: tulis nilai uang dengan angka dan terbilangnya dengan huruf untuk menghindari salah baca.
- Berita dan siaran pers: kalimat pembuka tidak diawali angka.
- Kuesioner dan laporan data: dalam tabel gunakan angka secara konsisten, dalam narasi ikuti kaidah huruf atau angka di atas.
Kesalahan yang paling sering terjadi
| Salah | Benar | Alasan |
|---|---|---|
| ke2 / ke 2 | ke-2 | tanda hubung sebelum angka |
| ke-dua | kedua | huruf ditulis serangkai |
| Rp. 5.000,- | Rp5.000,00 | tanpa titik dan spasi |
| 25 % | 25% atau 25 persen | lambang % ditulis rapat |
| 54.3 persen | 54,3 persen | koma untuk desimal |
| 15 siswa hadir (awal kalimat) | Lima belas siswa hadir | tidak mengawali kalimat dengan angka |
| tahun 1.945 | tahun 1945 | tahun tidak memakai titik |
| pukul 13:30 | pukul 13.30 | titik pada teks formal |
Memeriksa penulisan angka dengan AdeptWrite
- Cek Ejaan & Typo (EYD V) mencocokkan teks dengan daftar bentuk baku berbasis KBBI dan EYD V untuk menemukan typo dan kata tidak baku. Alat ini terutama menangkap salah ketik pada kata, jadi pemeriksaan pola angka seperti ke-2 atau Rp1.000,00 tetap perlu kamu cek sendiri dengan daftar di atas.
- Cek Grammar Bahasa Indonesia memeriksa tata bahasa, ejaan, dan tanda baca dengan bantuan AI, sehingga hasilnya berupa saran, bukan putusan.
- Penghitung Kata menghitung kata dan karakter, berguna untuk memastikan batas halaman atau jumlah kata yang diminta dalam tugas.
Setiap proses AI di AdeptWrite menerima teks hingga 6.000 karakter.
Ringkasan
Tulis bilangan satu atau dua kata dengan huruf, bilangan besar dan data dengan angka, dan jangan mengawali kalimat dengan angka. Tulis ke-2 atau kedua, Rp1.000,00, 25 persen, 1 November 2026, dan pukul 13.30. Pakai koma untuk desimal dan titik untuk ribuan.
Coba alatnya
Pertanyaan umum
Kapan angka ditulis dengan huruf dan kapan dengan angka?
Bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, misalnya lima buku. Bilangan besar, ukuran, nilai uang, nomor, dan data memakai angka, misalnya 1.250 orang dan Rp50.000,00. Bilangan yang berurutan dalam perincian juga memakai angka agar seragam.
Mana yang benar, ke-2 atau kedua?
Keduanya benar. Dengan angka ditulis ke-2 memakai tanda hubung, dengan huruf ditulis kedua serangkai tanpa spasi. Yang salah adalah ke2, ke 2, dan ke-dua. Pilih salah satu cara dan pakai secara konsisten dalam satu dokumen.
Bagaimana cara menulis nilai rupiah yang benar?
Tulis Rp langsung diikuti angka tanpa titik dan tanpa spasi, memakai titik sebagai pemisah ribuan dan koma sebagai desimal, misalnya Rp1.000,00. Dalam dokumen resmi, tambahkan terbilang dengan huruf dalam kurung. Jangan memakai Rp dan kata rupiah bersamaan.
Bolehkah kalimat diawali dengan angka?
Sebaiknya tidak. Menurut kaidah EYD V, kalimat tidak dimulai dengan angka. Eja bilangannya dengan huruf, misalnya Lima belas siswa mengikuti lomba, atau susun ulang kalimat supaya angka berada di tengah, misalnya Lomba itu diikuti 15 siswa.
Panduan terkait
- Aturan Huruf Kapital Menurut EYD Edisi V: Nama, Jabatan, Sapaan, Hari, dan Bulan — Huruf kapital dipakai di awal kalimat dan petikan langsung, pada nama diri (orang, tempat, lembaga, hari, bulan), pada j…
- Tanda Baca dalam EYD Edisi V: Jenis, Fungsi, dan Aturan Penggunaannya — EYD Edisi V mengatur belasan tanda baca: titik, koma, titik koma, titik dua, tanda hubung, tanda pisah, tanda tanya, tan…
- 30 Kesalahan Ejaan Bahasa Indonesia yang Paling Sering Terjadi (dan Perbaikannya) — Kesalahan ejaan yang paling sering terjadi dalam bahasa Indonesia umumnya berpola: praktek (praktik), resiko (risiko), m…
- Februari atau Pebruari, November atau Nopember? Penulisan Nama Bulan dan Hari yang Benar — Bentuk baku adalah Februari dan November, bukan Pebruari atau Nopember. Untuk hari, tulis Jumat (bukan Jum'at), Kamis, R…