Ejaan & tata bahasa

Imbuhan Bahasa Indonesia: Awalan, Akhiran, Sisipan, Konfiks, dan Aturan Peluluhan

Tim Editorial AdeptWriteDiperbarui 9 menit baca

Imbuhan (afiks) adalah bagian yang ditempelkan pada kata dasar untuk membentuk kata baru: awalan seperti me-, ber-, di-, ter-, dan pe-; akhiran seperti -kan, -i, dan -an; konfiks seperti ke-an dan pe-an; serta sisipan seperti -el- dan -er-. Bunyi awal kata dasar menentukan bentuk imbuhan, termasuk peluluhan k, p, s, t pada me- dan pe-.

Jawaban singkat: apa itu imbuhan?

Imbuhan atau afiks adalah bentuk terikat yang ditambahkan pada kata dasar untuk membentuk kata turunan dengan arti atau kelas kata yang berbeda. Dari kata dasar tulis saja kamu bisa mendapatkan menulis, ditulis, tertulis, penulis, tulisan, penulisan, dan menuliskan. Setiap bentuk punya arti dan fungsi sendiri.

Bahasa Indonesia mengenal empat jenis imbuhan:

JenisPosisiContoh
Awalan (prefiks)di depan kata dasarmenulis, bermain, terjatuh
Akhiran (sufiks)di belakang kata dasartulisan, bersihkan, datangi
Sisipan (infiks)di tengah kata dasartelunjuk, gerigi, gemetar
Konfiks (simulfiks)mengapit kata dasar, bekerja sebagai satu kesatuankeadilan, penulisan, pertemuan

Dalam ujian bahasa Indonesia, soal imbuhan hampir selalu menguji dua hal: arti yang dibentuk imbuhan dan ejaan kata turunannya, terutama peluluhan bunyi awal kata dasar. Panduan ini membahas keduanya dengan contoh sebelum dan sesudah, mengikuti kaidah Ejaan Yang Disempurnakan Edisi V (EYD V, 2022) dan bentuk baku dalam KBBI.

Awalan me-: bentuk, makna, dan peluluhan

Awalan me- membentuk kata kerja aktif. Bentuknya berubah mengikuti bunyi awal kata dasar. Perubahan ini disebut nasalisasi, dan pada empat huruf tertentu bunyi awalnya ikut hilang. Itulah yang dikenal sebagai peluluhan KPST.

Bunyi awal kata dasarBentukContoh
l, m, n, ng, ny, r, w, yme-melihat, memasak, menari, merasa, mewarnai
b, f, p, vmem-membaca, memfoto, memukul, memvonis
c, d, j, sy, zmen-mencuci, mendengar, menjual, mensyukuri
g, h, k, kh, vokal (a, i, u, e, o)meng-menggunting, menghitung, mengambil, mengisi
smeny-menyapu, menyewa
kata dasar satu suku katamenge-mengebom, mengecat, mengepel

Peluluhan k, p, s, t

Empat huruf k, p, s, t luluh (hilang) bila berada di awal kata dasar dan diikuti vokal:

Kata dasarSalahBenar
kirimmengkirimmengirim
pukulmempukulmemukul
sapumensapumenyapu
tulismentulismenulis

Peluluhan tidak terjadi pada beberapa kondisi:

  1. Gugus konsonan di awal kata, misalnya kritik, proses, praktik, transfer. Bentuknya mengkritik, memproses, mempraktikkan, mentransfer.
  2. Huruf awal selain k, p, s, t, misalnya f dan v: memfitnah, memvonis. Huruf ini memang tidak termasuk kelompok KPST.
  3. Kata serapan dengan k, p, s, atau t tunggal sebelum vokal tetap luluh: mengonsumsi (bukan mengkonsumsi) dan mengondisikan (bukan mengkondisikan). Cek KBBI untuk serapan baru.

Contoh sebelum dan sesudah dalam kalimat:

Sebelum: Kebijakan baru itu mempengaruhi cara siswa mentaati tata tertib dan merubah kebiasaan mereka.

Sesudah: Kebijakan baru itu memengaruhi cara siswa menaati tata tertib dan mengubah kebiasaan mereka.

Tiga kesalahan sekaligus: pengaruh → memengaruhi (p luluh), taat → menaati (t luluh), dan ubah → mengubah (bukan merubah, karena kata dasarnya ubah, bukan rubah).

Makna awalan me-

Awalan me- tidak hanya menandai kata kerja aktif. Menurut kata dasarnya, maknanya bisa berupa:

  • melakukan tindakan: menulis, membaca, menendang;
  • menjadi atau menyerupai: membatu (menjadi batu), meninggi (menjadi tinggi);
  • membuat atau menghasilkan: menganyam, mengukir;
  • mencari atau mengumpulkan: merotan, mendulang.

Awalan ber-: keadaan, kepemilikan, dan perbuatan

Ber- membentuk kata kerja yang umumnya tidak berobjek. Bentuknya berubah menjadi be- bila kata dasar diawali r atau suku pertamanya berakhir -er, dan menjadi bel- pada kata ajar:

Kata dasarHasilCatatan
mainbermainber- biasa
renangberenangr tidak dobel
kerjabekerjasuku pertama berakhir -er
ajarbelajarbentuk khusus bel-

Makna ber- yang paling sering diuji:

  • memiliki: beristri, berkacamata, beralamat;
  • memakai: berbaju, bersepatu, berhelm;
  • mengendarai: bersepeda, bermotor;
  • melakukan: bekerja, berlari, berbicara;
  • saling (bersama ber-an): berpelukan, bersalaman, bertengkar;
  • mengeluarkan: bertelur, berdarah.

Awalan di-: pasif, bukan kata depan

Di- pada kata kerja membentuk kalimat pasif dan ditulis serangkai dengan kata dasarnya: dimakan, ditulis, dibawa. Jangan tertukar dengan kata depan di yang menunjukkan tempat dan ditulis terpisah: di rumah, di sekolah, di mana.

Sebelum: Surat itu di tulis di kantor, lalu di kirim ke cabang yang ada di Medan.

Sesudah: Surat itu ditulis di kantor, lalu dikirim ke cabang yang ada di Medan.

Cara cepat menguji: bila kata sesudah di bisa diganti dengan dimakan atau dibaca (kata kerja), di- adalah awalan. Bila kata sesudahnya menunjukkan tempat, di adalah kata depan. Pembahasan lengkap ada di panduan penulisan di dan ke.

Awalan ter-: tidak sengaja, paling, dan sudah

Ter- punya empat makna utama yang sering ditanyakan di soal:

MaknaContohKalimat
tidak sengajaterjatuh, tertidurIa tertidur saat membaca.
paling (superlatif)terbaik, tertinggiIa siswa terbaik di angkatannya.
sudah dalam keadaanterkunci, tertutupPintu ruang arsip terkunci.
dapat di- (bisa)terbaca, terdengarTulisan itu masih terbaca.

Pada kata dasar yang diawali r, ter- ditulis tanpa r ganda: ter + rasa menjadi terasa, bukan terrasa.

Pe- dan pe-an: pelaku, alat, dan proses

Pe- membentuk kata benda yang menyatakan pelaku atau alat. Peluluhan KPST berlaku sama seperti pada me-:

Kata dasarKata kerjaKata benda pelaku/alat
tulismenulispenulis
kirimmengirimpengirim
sapumenyapupenyapu
pukulmemukulpemukul
bacamembacapembaca
ajarmengajarpengajar

Konfiks pe-an membentuk kata benda yang menyatakan proses atau hasil dari kata kerja: pembangunan, penulisan, pengiriman, penyelesaian. Sering terjadi kekeliruan antara pe-an dan per-an:

  • pe-an: berasal dari kata kerja me-. Menulis menjadi penulisan, membangun menjadi pembangunan.
  • per-an: berasal dari kata kerja ber- atau kata dasar tertentu. Bertemu menjadi pertemuan, berkebun menjadi perkebunan, pustaka menjadi perpustakaan.

Akhiran -kan, -i, dan -an

-kan

-kan menyatakan bahwa subjek menyebabkan sesuatu atau melakukan sesuatu untuk orang lain:

  • kausatif: membersihkan (membuat bersih), menyelesaikan (membuat selesai);
  • benefaktif: membelikan (membeli untuk), membacakan (membaca untuk).

-i

-i biasanya menyatakan tempat atau sasaran tindakan, atau tindakan yang berulang:

  • lokatif: mendatangi (datang ke), menandatangani (membubuhkan tanda tangan pada), memasuki;
  • repetitif: memukuli (memukul berulang kali), melempari.

Perbedaan -kan dan -i adalah pokok soal yang sering muncul:

Kalimat dengan -kanKalimat dengan -i
Ia menanamkan nilai kejujuran pada anaknya.Ia menanami kebun dengan jagung.
Mereka mengirimkan paket ke Surabaya.Mereka mengirimi pelanggan surel penawaran.
Ia menyiramkan air ke bunga di halaman.Ia menyirami bunga di halaman.

Perhatikan objeknya. Menanamkan diikuti benda yang ditanam (nilai), sedangkan menanami diikuti tempat yang ditanami (kebun). Pola yang sama terlihat pada menyiramkan (air) dan menyirami (bunga).

-an

-an membentuk kata benda dari kata dasar: makanan (yang dimakan), tulisan (hasil menulis), minuman. Akhiran ini juga dipakai untuk bentuk jamak atau perkiraan: 1990-an, lima ratusan.

Konfiks ke-an dan sisipan

Konfiks ke-an punya beberapa makna:

  • sifat atau keadaan abstrak: keadilan, kebersihan, keberanian;
  • tempat atau wilayah: kecamatan, kedutaan;
  • tertimpa peristiwa yang tidak diinginkan (adversatif): kehujanan, kemalingan, kehilangan.

Sisipan sudah jarang produktif, tetapi muncul pada kata yang sudah lazim: telunjuk (tunjuk + -el-), gerigi (gigi + -er-), gemetar (getar + -em-), sinambung. Kamu tidak perlu membentuk kata baru dengan sisipan dalam tulisan sehari-hari.

Aturan menulis imbuhan menurut EYD

  1. Imbuhan ditulis serangkai dengan kata dasarnya: dipakai, kesehatan, membersihkan.
  2. Gabungan kata yang mendapat awalan saja atau akhiran saja hanya unsur yang langsung bersangkutan yang dirangkaikan: bertepuk tangan, garis bawahi, sebar luaskan.
  3. Gabungan kata yang mendapat awalan dan akhiran sekaligus ditulis serangkai: menggarisbawahi, dilipatgandakan, penyalahgunaan.
  4. Tanda hubung dipakai bila imbuhan bertemu huruf kapital atau angka: se-Indonesia, ke-2, pro-Palestina.
  5. Kata ulang dengan imbuhan mengikuti pola kata ulang, misalnya berlari-lari, tarik-menarik. Lihat panduan kata ulang.

Gabungan kata tanda tangan menjadi contoh yang baik. Dengan awalan saja, ditulis bertanda tangan (terpisah). Dengan awalan dan akhiran sekaligus, ditulis serangkai: menandatangani dan penandatanganan.

Kesalahan imbuhan yang paling sering terjadi

SalahBenarPenyebab
merubahmengubahkata dasarnya ubah
mempengaruhimemengaruhip luluh
mentaatimenaatit luluh
mensukseskanmenyukseskans luluh menjadi meny-
mengkonsumsimengonsumsik luluh
di bawadibawadi- pasif harus serangkai
disanadi sanakata depan terpisah
mempraktekkanmempraktikkanbentuk baku kata dasarnya praktik

Daftar lain dapat dilihat di panduan peluluhan KPST dan kesalahan ejaan yang sering terjadi.

Checklist cepat memeriksa imbuhan

  1. Temukan kata dasar. Hilangkan imbuhan satu per satu.
  2. Lihat huruf pertama kata dasar. Apakah k, p, s, atau t, dan apakah diikuti vokal? Jika ya, bunyinya luluh setelah me- atau pe-.
  3. Tentukan makna yang dimaksud: aktif, pasif, tidak sengaja, paling, pelaku, proses?
  4. Pilih -kan atau -i berdasarkan objek: benda yang dipindahkan atau tempat sasaran.
  5. Pastikan di- pasif ditulis serangkai dan di sebagai kata depan ditulis terpisah.
  6. Cocokkan kata yang meragukan dengan KBBI daring di kbbi.kemendikdasmen.go.id.

Memakai alat AdeptWrite untuk memeriksa imbuhan

AdeptWrite adalah situs alat menulis gratis, dan beberapa alatnya membantu pada tahap pemeriksaan:

  • Cek Ejaan & Typo (EYD V) mencocokkan teks dengan daftar kata baku berbasis KBBI dan EYD V langsung di browser, sehingga bentuk seperti merubah atau mentaati dapat ditandai bila ada dalam daftarnya. Alat ini membantu, tetapi tidak menggantikan pengecekan di KBBI untuk setiap kata.
  • Cek Grammar Bahasa Indonesia memeriksa tata bahasa, ejaan, dan tanda baca. Karena memakai model AI, hasilnya adalah saran yang perlu kamu nilai sendiri.
  • Perbaiki Kalimat merapikan kalimat yang rancu, misalnya karena imbuhan pasif dan aktif bercampur.

Setiap proses AI di AdeptWrite menerima teks hingga 6.000 karakter. Untuk skripsi atau makalah, periksa per bab. Ejaan resmi tetap berpegang pada EYD V dan KBBI daring terbitan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa; aturan lengkapnya dapat dibaca di situs ejaan.kemendikdasmen.go.id.

Ringkasan

Imbuhan terdiri atas awalan, akhiran, sisipan, dan konfiks. Pada me- dan pe-, huruf k, p, s, t di awal kata dasar luluh (menulis, pemukul), kecuali pada gugus konsonan seperti mengkritik. Bedakan makna ter- (tidak sengaja, paling, sudah) dan -kan dengan -i, tulis di- pasif serangkai, dan gunakan KBBI untuk memastikan bentuk baku.

Coba alatnya

Cek Ejaan & Typo (EYD V)
Temukan typo dan kata tidak baku (dicocokkan dengan KBBI dan EYD V), langsung di browser.
Buka alat
Cek Grammar Bahasa Indonesia
Periksa tata bahasa, ejaan, dan tanda baca: bahasa Indonesia sesuai EYD Edisi V, juga bahasa Inggris dan bahasa lain.
Buka alat
Perbaiki Kalimat
Rapikan kalimat yang kaku, rancu, atau berbelit.
Buka alat

Pertanyaan umum

Apa saja jenis imbuhan dalam bahasa Indonesia?

Ada empat jenis: awalan (prefiks) seperti me-, ber-, di-, ter-, dan pe-; akhiran (sufiks) seperti -kan, -i, dan -an; sisipan (infiks) seperti -el-, -er-, dan -em-; serta konfiks seperti ke-an, pe-an, dan per-an yang mengapit kata dasar dan bekerja sebagai satu kesatuan.

Apa itu peluluhan KPST?

Peluluhan KPST adalah hilangnya huruf k, p, s, atau t di awal kata dasar saat mendapat awalan me- atau pe-. Contohnya kirim menjadi mengirim, pukul menjadi memukul, sapu menjadi menyapu, dan tulis menjadi menulis. Gugus konsonan seperti kritik dan proses tidak luluh.

Mana yang benar, merubah atau mengubah?

Bentuk baku adalah mengubah, karena kata dasarnya ubah. Kata rubah memang ada dalam KBBI, tetapi artinya binatang pemangsa berbulu lebat dan berekor panjang. Karena itu merubah, yang dimaksudkan sebagai menjadikan lain, dianggap tidak baku dalam tulisan resmi.

Apa beda akhiran -kan dan -i?

Akhiran -kan biasanya menekankan benda yang dipindahkan atau tindakan untuk orang lain, seperti menanamkan nilai dan membelikan adik. Akhiran -i biasanya menekankan tempat atau sasaran tindakan, seperti menanami kebun dan mendatangi rumah, atau tindakan yang berulang seperti memukuli.

Semua panduan