Cara Cek Plagiarisme Gratis untuk Skripsi dan Tugas
Cara cek plagiarisme gratis yang jujur ada tiga: mencari frasa persis di Google dengan tanda kutip, memakai pemeriksa kemiripan berbasis sumber terbuka, dan meminta pemeriksaan Turnitin lewat perpustakaan atau pembimbing kampus. Tidak satu pun menjamin bebas plagiat. Hasilnya hanya menunjukkan kemiripan kata, jadi setiap bagian yang ditandai tetap harus kamu nilai sendiri.
Jawaban singkat: tiga cara gratis, dan batas masing-masing
Kamu bisa mengecek plagiarisme tanpa membayar dengan tiga cara. Ketiganya saling melengkapi, bukan saling menggantikan.
| Cara | Yang dicari | Kelebihan | Batasnya |
|---|---|---|---|
| Frasa persis di Google | Kalimat yang sama kata per kata di halaman web | Gratis, cepat, bisa dilakukan untuk satu kalimat curiga | Tidak menemukan parafrase, PDF yang tidak terindeks, atau jurnal berbayar |
| Pemeriksa kemiripan sumber terbuka | Kesamaan dengan ensiklopedia dan artikel akses terbuka | Satu tempel, ada daftar sumber yang diperiksa | Hanya sumber yang tercantum, bukan seluruh internet |
| Turnitin lewat kampus | Basis data tugas dan karya yang dilanggan kampus | Sering menjadi acuan resmi penilaian | Akses lewat kampus, bukan beli sendiri, dan aturan ambangnya ditentukan kampus |
Satu hal berlaku untuk semuanya: hasil pemeriksaan adalah petunjuk, bukan putusan. Persentase kemiripan tidak menjawab apakah kamu melakukan plagiat. Yang menjawab adalah apakah gagasan dan kalimat orang lain kamu pakai tanpa menyebut sumber. Kalau kamu belum yakin soal definisinya, baca dulu apa itu plagiarisme.
Cara 1: trik Google dengan frasa persis
Cara ini murah dan berguna untuk memeriksa kalimat yang kamu tulis dari ingatan atau dari catatan lama.
- Pilih satu kalimat yang terasa terlalu "rapi" atau terlalu mirip bacaan yang pernah kamu baca.
- Ambil sekitar 8 sampai 12 kata berurutan dari kalimat itu.
- Tulis di kolom pencarian Google dengan tanda kutip di awal dan akhir, misalnya: "pengaruh media sosial terhadap pola belajar mahasiswa semester akhir".
- Lihat hasil pertama. Kalau ada halaman yang memuat urutan kata yang sama, buka dan bandingkan.
- Ulangi untuk beberapa kalimat dari tiap subbab, terutama latar belakang dan landasan teori yang paling sering terpengaruh bacaan.
Tanda kutip membuat mesin pencari mencari urutan kata persis, bukan kata-kata yang tersebar. Cara ini punya kelemahan jelas. Kalau kamu hanya mengganti beberapa kata, frasa persis tidak akan menemukannya. Jurnal berbayar, skripsi di repositori yang tidak terindeks, dan dokumen PDF tertentu juga sering tidak muncul.
Untuk karya ilmiah berbahasa Indonesia, tambahkan dua tempat pencarian. Google Scholar mengindeks banyak artikel jurnal, dan Garuda (Garda Rujukan Digital), portal rujukan dari kementerian yang membidangi pendidikan tinggi, memuat jurnal ilmiah Indonesia. Banyak kampus juga membuka repositori skripsi yang bisa dicari lewat situs perpustakaannya.
Cara 2: pemeriksa kemiripan gratis dan apa yang sebenarnya mereka cari
Pemeriksa plagiarisme online tidak "tahu" apakah kamu menyalin. Mereka hanya membandingkan tulisanmu dengan kumpulan teks yang bisa diakses, lalu melaporkan bagian yang sama. Karena kumpulan itu berbeda-beda, dua alat bisa memberi angka berbeda untuk teks yang sama. Itu wajar dan bukan tanda salah satunya rusak.
Sebelum memakai alat gratis mana pun, ajukan empat pertanyaan ini.
- Dibandingkan dengan apa? Alat yang jujur menyebut sumbernya. Kalau tidak ada daftar sumber, kamu tidak bisa menilai arti angkanya.
- Apakah teks saya disimpan? Skripsi atau naskah jurnal yang belum terbit adalah aset. Cari tahu apakah teks dikirim utuh, disimpan, atau dimasukkan ke basis data.
- Apa batas panjangnya? Banyak alat gratis membatasi jumlah kata per proses.
- Apa arti 0 %? Angka 0 % seharusnya berarti "tidak ditemukan kemiripan di sumber yang diperiksa", bukan "tulisan ini 100 % asli".
Cek Plagiarisme AdeptWrite: apa yang dilakukannya
Cek Plagiarisme AdeptWrite punya paket gratis dan bisa dipakai tanpa akun. Begini cara kerjanya, apa adanya.
- Alat memilih 4 sampai 8 frasa khas dari teksmu, lalu hanya frasa pendek itu yang dikirim untuk pencarian. Seluruh naskah tidak dikirim.
- Mode Sumber terbuka mencari di sumber terbuka seperti Wikipedia dan Wikisource bahasa teksmu, arsip Internet Archive, Europe PMC dan DOAJ untuk artikel akses terbuka, serta arXiv untuk teks akademik berbahasa Inggris.
- Mode Sumber terbuka + web mencari juga di web, tetapi hanya bila penyedia pencarian web sedang aktif. Kalau tidak aktif, mode itu tidak ditawarkan.
- Teks minimal 30 kata dan maksimal 6.000 karakter per proses. Skripsi yang panjang perlu dicek per bagian.
- Laporan menampilkan skor (kata yang cocok dibagi seluruh kata), bagian yang cocok, tautan ke sumber, dan daftar sumber yang benar-benar dicari.
Batas yang perlu kamu ketahui sama pentingnya. Alat ini bukan Turnitin, tidak memeriksa seluruh internet, tidak melihat tugas mahasiswa lain, dan tidak melihat artikel jurnal berbayar. Kami tidak mengklaim angka akurasi. Hasil 0 % tidak membuktikan tulisanmu bebas plagiat.
Cara 3: Turnitin lewat kampus
Banyak perguruan tinggi di Indonesia melanggan Turnitin atau layanan sejenis. Pemeriksaan resmi biasanya dilakukan lewat pengelola yang ditunjuk kampus, bukan lewat pembelian pribadi. Cara memintanya berbeda tiap kampus, jadi tanyakan langsung.
- Baca buku pedoman skripsi atau tesis kampusmu. Biasanya ada bab atau lampiran tentang batas kemiripan dan prosedur pengecekan.
- Tanyakan ke perpustakaan kampus atau unit penjaminan mutu apakah mahasiswa bisa mengirim draf untuk dicek sebelum sidang.
- Tanyakan ke pembimbing apakah ia punya akun dosen dan bersedia memeriksa draf lebih dulu.
- Catat kapan pengecekan boleh dilakukan. Sebagian kampus membatasi jumlah unggahan atau mewajibkan pengecekan resmi sebelum jadwal ujian.
Jangan membeli akses dari penjual tidak resmi di marketplace yang menjanjikan "cek Turnitin murah". Naskahmu bisa masuk ke basis data pihak lain, dan hasilnya tidak diakui kampus. Perlu juga kamu tahu bahwa naskah yang diunggah ke sistem kampus bisa tersimpan di repositori sistem itu, sehingga unggahan berulang kadang membuat draf lama terbaca sebagai sumber. Tanyakan pengaturannya ke pengelola.
Cara membaca laporan kemiripan
Angka total hanya titik awal. Yang menentukan adalah apa yang ada di balik angka itu.
1. Lihat bagian yang ditandai, bukan hanya persentasenya
Dua tulisan dengan angka 15 % bisa sangat berbeda. Pada yang pertama, 15 % terdiri atas daftar pustaka dan kutipan langsung yang bertanda kutip. Pada yang kedua, 15 % adalah satu paragraf utuh yang disalin. Hanya yang kedua bermasalah.
2. Bedakan jenis kecocokan
| Yang ditandai | Biasanya berarti | Tindakan |
|---|---|---|
| Daftar pustaka, judul buku, nama lembaga | Kemiripan wajar | Biasanya tidak perlu diubah |
| Kutipan langsung bertanda kutip dengan sitasi | Wajar kalau pendek dan perlu | Pastikan tidak berlebihan |
| Istilah baku dan definisi umum | Kemiripan tak terhindarkan | Kutip dengan sumber bila definisinya diambil dari satu karya |
| Kalimat panjang yang sama dengan satu sumber | Perlu ditinjau | Tulis ulang dengan susunan sendiri dan beri sitasi |
| Parafrase tipis yang hanya mengganti kata | Berisiko | Tulis ulang secara utuh dan cantumkan sumber |
3. Perhatikan kecocokan terpanjang
Satu kecocokan panjang dengan satu sumber lebih mengkhawatirkan daripada banyak kecocokan pendek yang tersebar. Kecocokan pendek sering hanya frasa umum seperti "berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan".
4. Jangan mengejar angka
Memburu 0 % dengan mengacak kata justru merusak kalimat dan tidak menyelesaikan masalah kalau gagasan tetap diambil tanpa sitasi. Tujuan sebenarnya adalah tulisan yang jelas menyebut dari mana gagasan berasal.
Contoh sebelum dan sesudah
Misalkan ada kalimat rekaan dari artikel fiktif karya Wulandari (2021): "Literasi digital yang rendah pada pelajar menyebabkan mereka lebih mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi."
Draf awal mahasiswa:
Literasi digital yang rendah pada pelajar menyebabkan mereka lebih mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
Kalimat ini identik dan tanpa sitasi. Pemeriksa kemiripan hampir pasti menandainya, dan memang seharusnya.
Perbaikan yang masih kurang:
Rendahnya literasi digital pelajar membuat mereka gampang percaya pada informasi yang belum diverifikasi.
Hanya kata yang diganti, urutan gagasannya sama persis, dan sumber belum disebut. Ini tambal sulam.
Perbaikan yang aman:
Wulandari (2021) menjelaskan bahwa pelajar yang kurang terampil menilai informasi di internet lebih rentan menerima kabar yang belum teruji. Temuan ini sejalan dengan hasil survei kecil di sekolah kami, ketika sebagian besar responden membagikan berita tanpa memeriksa sumbernya.
Gagasan dari Wulandari diungkapkan dengan susunan baru, sumbernya disebut dalam teks, dan ada kontribusi penulis sendiri. Pelajari lebih lanjut di cara parafrase agar tidak plagiat.
Melindungi naskah yang belum terbit
Skripsi, tesis, dan naskah jurnal yang belum terbit paling sensitif. Pegang beberapa aturan ini.
- Cek per bagian. Bagi naskah menjadi potongan sesuai batas alat. Ini juga membuat laporan lebih mudah dibaca.
- Pahami apa yang keluar dari perangkatmu. Pada Cek Plagiarisme AdeptWrite hanya 4 sampai 8 frasa pendek yang dikirim, bukan seluruh teks. Pada alat lain, baca kebijakan privasinya.
- Jangan mengunggah naskah penuh ke situs yang tidak jelas pemiliknya. Terutama untuk data penelitian, nama responden, atau hasil yang belum dipublikasikan.
- Simpan riwayat draf. Versi bertanggal membantu kalau suatu hari ada pertanyaan tentang asal tulisanmu.
- Hapus identitas yang tidak perlu dari potongan yang kamu tempel, seperti nama responden atau nomor induk.
Lihat juga Kebijakan Privasi AdeptWrite untuk perlakuan data di situs ini.
Kesalahan umum saat mengecek plagiarisme
- Menganggap 0 % sebagai jaminan. Artinya hanya tidak ada kemiripan di sumber yang diperiksa.
- Mengecek di menit terakhir. Kalau ada masalah, kamu tidak punya waktu menulis ulang dengan benar.
- Mengganti kata sampai kalimat jadi janggal. Tulisan terlihat aneh dan pembimbing justru curiga.
- Lupa bahwa terjemahan juga plagiat. Menerjemahkan paragraf dari artikel asing tanpa sitasi tetap pengambilan karya orang lain.
- Hanya mengecek satu alat. Karena sumbernya beda, satu alat tidak cukup untuk tenang.
- Mengabaikan sitasi yang kurang. Pemeriksa tidak melihat gagasan yang diparafrase tanpa menyebut sumber; hanya kamu yang tahu.
Daftar periksa sebelum mengumpulkan
- Setiap kutipan langsung memakai tanda kutip dan sitasi.
- Setiap gagasan dari bacaan punya sitasi di dalam teks dan entri di daftar pustaka.
- Kalimat yang terasa terlalu mirip bacaan sudah dicari dengan frasa persis.
- Draf sudah dicek per bagian dengan pemeriksa kemiripan, dan setiap bagian yang ditandai sudah ditinjau.
- Draf sudah diajukan ke pengecekan resmi kampus bila diwajibkan.
- Ejaan dan kata baku sudah dirapikan, supaya tulisan akhir bersih.
Memakai alat AdeptWrite untuk alur ini
- Cek Plagiarisme untuk mencari kemiripan dengan sumber terbuka dan melihat daftar sumber yang diperiksa.
- Parafrase Online untuk membantu menulis ulang kalimat yang terlalu mirip. Hasilnya draf yang harus kamu baca dan sesuaikan, dan sitasi tetap kamu tambahkan sendiri.
- Generator Daftar Pustaka untuk menyusun sitasi dan daftar pustaka. Periksa kembali dengan pedoman kampus.
- Cek Ejaan & Typo untuk merapikan kata tidak baku setelah revisi.
AdeptWrite adalah organisasi pembuat alat tulis dan tidak mewakili kampus atau lembaga mana pun. Keputusan tentang ada tidaknya plagiat dibuat oleh dosen, tim integritas akademik, atau editor jurnal berdasarkan aturan yang berlaku. Untuk langkah pencegahan, baca cara menghindari plagiarisme, dan bila targetmu lolos pengecekan kampus, lihat cara parafrase skripsi agar lolos Turnitin.
Coba alatnya
Pertanyaan umum
Apakah ada cek plagiarisme gratis yang benar-benar akurat?
Tidak ada pemeriksa yang bisa menjamin hasil sempurna, karena tiap alat hanya membandingkan dengan sumber yang bisa diaksesnya. Pilih alat yang menyebut sumbernya, pahami batasnya, lalu tinjau sendiri setiap bagian yang ditandai. Anggap hasilnya petunjuk, bukan putusan.
Berapa persen kemiripan yang aman untuk skripsi?
Tidak ada angka universal. Batas ditetapkan tiap kampus, fakultas, atau jurnal, dan persentase bisa ikut menghitung kutipan serta daftar pustaka. Cari angkanya di pedoman skripsi kampusmu, lalu periksa jenis kecocokannya, bukan hanya totalnya.
Apakah hasil 0 % berarti tulisan saya bebas plagiat?
Tidak. Hasil 0 % hanya berarti tidak ditemukan kemiripan di sumber yang diperiksa alat itu. Parafrase tanpa sitasi, jurnal berbayar, atau karya yang tidak terindeks bisa tetap lolos dari pemeriksa. Kamu tetap perlu memastikan setiap gagasan punya sumber.
Apakah cek plagiarisme online menyimpan tulisan saya?
Itu bergantung pada alatnya, jadi baca kebijakan privasinya sebelum menempel naskah. Pada Cek Plagiarisme AdeptWrite, hanya 4 sampai 8 frasa pendek yang dikirim untuk pencarian, bukan seluruh teks. Untuk naskah yang belum terbit, tetap hati-hati dan cek per bagian.
Panduan terkait
- Apa Itu Plagiarisme? Pengertian, Jenis, dan Contohnya — Plagiarisme (plagiat) adalah mengambil karya atau gagasan orang lain lalu menyajikannya seolah-olah milik sendiri, tanpa…
- Cara Menghindari Plagiarisme dalam Skripsi dan Makalah — Plagiarisme paling mudah dicegah di awal, bukan diperbaiki di akhir. Catat sumber sejak membaca, parafrase dengan susuna…
- Cara Parafrase yang Benar agar Tidak Plagiat (+ Contoh) — Parafrase yang benar menyampaikan gagasan sumber dengan kata dan susunan kalimatmu sendiri, tanpa mengubah makna, lalu t…
- Cara Parafrase Skripsi agar Lolos Turnitin (Tanpa Mengubah Makna) — Parafrase skripsi yang aman dari sorotan Turnitin lahir dari sintesis, bukan dari mengganti kata. Baca tiga sumber, cata…