Ejaan & tata bahasa

Sapaan dan Gelar dalam Surat: Bapak/Ibu, Yth., Sdr., dan Gelar Akademik

Tim Editorial AdeptWriteDiperbarui 8 menit baca

Tulis "Bapak", "Ibu", dan "Saudara" dengan huruf kapital bila dipakai untuk menyapa atau merujuk langsung orang yang diajak bicara, dan dengan huruf kecil bila bermakna umum. "Yth." berarti "Yang terhormat" dan diakhiri titik. Gelar akademik ditulis di belakang nama dengan koma, singkatannya memakai titik: Dewi Lestari, S.Pd., M.Pd.

Jawaban singkat: kapan kapital, kapan kecil

Sapaan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, dan adik memakai huruf kapital hanya ketika dipakai sebagai kata sapaan atau acuan langsung kepada orang yang kamu ajak bicara atau tulis. Bila maknanya umum atau menyebut orang ketiga tanpa nama, huruf kecil.

KalimatBentuk benarAlasan
Menyapa langsungKapan Bapak bisa menerima kami?Merujuk lawan bicara
Menyebut orang tua sendiriSaya mengantar bapak saya ke rumah sakit.Bermakna umum, bukan sapaan
Menyapa dengan namaTerima kasih, Ibu Ratna.Sapaan di depan nama diri
Surat dinasSurat Saudara sudah kami terima.Merujuk penerima surat
Makna umumSemua saudara kandung ikut hadir di acara keluarga.Bukan sapaan

Kaidah ini berasal dari pedoman ejaan bahasa Indonesia yang kini berpegang pada Ejaan Yang Disempurnakan Edisi V (EYD V) dan kamus resmi, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang disusun Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Bagian berikut menguraikan tiap kasus yang paling sering muncul di surat lamaran, email kantor, surat dinas, dan surat undangan kampus.

Bapak, Ibu, dan Saudara: kapital atau huruf kecil

Aturan praktisnya satu pertanyaan: apakah kata itu sedang dipakai untuk memanggil atau menunjuk pembaca? Jika ya, kapital.

Sebelum: Mohon bapak/ibu berkenan hadir pada rapat orang tua murid. Sesudah: Mohon Bapak/Ibu berkenan hadir pada rapat orang tua murid.

Sebelum: Saya berterima kasih kepada Bapak saya yang selalu mendukung studi saya. Sesudah: Saya berterima kasih kepada bapak saya yang selalu mendukung studi saya.

Pada contoh kedua, "bapak saya" menyebut orang ketiga, jadi huruf kecil. Bandingkan dengan ucapan langsung: "Terima kasih, Bapak, atas dukungannya." Di sini "Bapak" adalah panggilan kepada orang yang dituju.

Sapaan yang dipersingkat, Pak dan Bu, mengikuti logika yang sama: "Selamat pagi, Pak Hadi" memakai kapital, sedangkan "Bapak-bapak dan ibu-ibu di sini" yang bermakna umum memakai huruf kecil kecuali berada di awal kalimat.

Tanda garis miring dalam Bapak/Ibu dipakai ketika jenis kelamin penerima tidak diketahui, misalnya surat ke bagian rekrutmen. Tulis tanpa spasi di sekitar garis miring. Bila nama penerima diketahui, pakai sapaan yang tepat: "Bapak Hendra" atau "Ibu Sari", bukan "Bapak/Ibu Sari".

Kata Anda juga ditulis dengan huruf kapital pada huruf pertama, baik di awal maupun di tengah kalimat. Aturan ini berlaku di surat resmi maupun email santai: "Kami mengundang Anda untuk hadir".

Yth.: arti, tanda baca, dan letaknya

Yth. adalah singkatan baku dari Yang terhormat. Singkatan ini ditulis dengan huruf Y kapital dan diakhiri titik. Bentuk "Yth" tanpa titik, "YTH", atau "Yth :" dengan titik dua dianggap keliru.

Format alamat surat yang rapi:

Yth. Bapak Dr. Ahmad Fauzi, M.Pd. Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Contoh di Tempat

Beberapa catatan:

  1. Setelah "Yth." langsung ditulis sapaan dan nama, tanpa titik dua dan tanpa koma. Banyak orang menulis "Kepada Yth." Bentuk itu lazim, tetapi "Yth." saja sudah memuat makna kepada, sehingga sebagian pedoman tata naskah memilih bentuk yang lebih ringkas. Ikuti pedoman instansi tujuan bila ada.
  2. Untuk jabatan tanpa nama, tulis "Yth. Kepala Dinas Pendidikan" atau "Yth. Tim Rekrutmen PT Nusa Karya".
  3. "di Tempat" ditulis bila surat diantar langsung di kota yang sama. Kata "di" di sini dipisah, sesuai aturan di dan ke.
  4. Untuk email, "Yth." di baris pembuka tetap dapat dipakai. Bila hubungan sudah akrab, "Selamat pagi, Bu Sari," sudah cukup sopan.

Contoh pembuka email lamaran kerja:

Sebelum: kepada yth bpk/ibu HRD Sesudah: Yth. Bapak/Ibu Tim Rekrutmen PT Nusa Karya

Contoh surat lengkap tersedia di cara membuat surat lamaran kerja dan contoh surat dinas.

Sdr., Sdri., dan Saudara

Saudara (Sdr.) untuk penerima laki-laki atau netral, Saudari (Sdri.) untuk perempuan. Sapaan ini sudah terasa agak kaku dalam surat modern, tetapi masih umum di surat dinas, undangan lembaga, dan pengumuman yang ditujukan kepada orang yang kedudukannya setara atau lebih muda.

PenerimaPilihan yang aman
Atasan, dosen, pejabat, klienBapak / Ibu
Rekan sejawat dalam surat dinasSaudara
Mahasiswa atau peserta dalam pengumumanSaudara/Saudari atau kamu
Tidak diketahui gendernyaBapak/Ibu atau jabatannya
Teman akrab, pesan pribadiNama panggilan atau Kak/Mas/Mbak

Singkatan Sdr. dan Sdri. sama seperti Yth.: huruf kapital di awal dan titik di akhir. Dalam kalimat, utamakan kata lengkap: "Surat Saudara tanggal 3 November 2026 sudah kami terima." Singkatan lebih cocok untuk alamat di amplop atau daftar penerima.

Sapaan regional seperti Mas, Mbak, Kak, Abang, dan Teh dipakai luas dalam komunikasi kerja yang tidak resmi, terutama layanan pelanggan dan komunitas daring. Dalam surat resmi atau email pertama kepada pihak yang belum dikenal, kembali ke Bapak/Ibu.

Gelar akademik: urutan, koma, dan titik

Gelar akademik ditulis di belakang nama, dipisah koma dari nama, dan setiap singkatan gelar diakhiri titik. Beberapa gelar ditulis berurutan dengan koma di antaranya.

GelarKepanjanganContoh penulisan
S.Pd.Sarjana PendidikanDewi Lestari, S.Pd.
S.Kom.Sarjana KomputerRudi Hartono, S.Kom.
S.E.Sarjana EkonomiMaya Putri, S.E.
S.H.Sarjana HukumBagas Pratama, S.H.
M.Pd.Magister PendidikanDewi Lestari, S.Pd., M.Pd.
M.T.Magister TeknikAndi Saputra, S.T., M.T.
M.M.Magister ManajemenSinta Dewi, S.E., M.M.
Dr.DoktorDr. Ahmad Fauzi, M.Pd.

Gelar di depan nama (Dr., Prof., Ir., Drs., Dra., H., Hj.) ditulis di depan dan juga memakai titik, tanpa koma setelahnya: "Prof. Dr. Ir. Siti Rahma, M.Sc." Urutan yang lazim: jabatan akademik (Prof.), gelar doktor (Dr.), gelar profesi atau lama (Ir., Drs./Dra.), sebutan haji (H./Hj.) tepat di depan nama, lalu gelar belakang dari yang terendah ke yang tertinggi, misalnya "Prof. Dr. H. Ahmad Fauzi, M.Pd.". Jika instansi kamu punya pedoman urutan gelar, ikuti pedoman itu.

Tiga kesalahan yang sering muncul:

  1. Titik hilang: "Dewi Lestari, SPd" atau "M.Pd" tanpa titik akhir. Tulis "S.Pd." dan "M.Pd.".
  2. Gelar ganda yang redundan: "Bapak Dr. Ahmad Fauzi" sudah cukup. "Bapak Doktor Dr. Ahmad" memuat dua kali gelar yang sama.
  3. Tanpa koma: "Dewi Lestari S.Pd." Koma sebelum gelar belakang membedakan nama dari gelar.

Tidak perlu menambahkan gelar di setiap sebutan. Dalam surat, tulis lengkap pada alamat dan tanda tangan; dalam isi surat, "Ibu Dewi" atau "Dr. Ahmad" cukup. Daftar gelar resmi tiap jenjang dan program studi mengikuti ketentuan kementerian pendidikan tinggi; jika ragu pada penulisan gelar tertentu, cocokkan dengan ijazah atau surat keputusan yang bersangkutan.

Haji, Doktor, dan gelar lain: kapital bergantung pada nama

Gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang ditulis dengan huruf kapital: "Haji Agus Salim", "Doktor Mohammad Hatta", "Raden Ajeng Kartini". Bila tidak diikuti nama, huruf kecil: "Ia baru menunaikan ibadah haji", "Ayahnya diangkat menjadi doktor kehormatan". Aturan yang sama berlaku untuk jabatan: "Direktur Utama Sulistyo membuka rapat" tetapi "Direktur utama perusahaan itu hadir".

Contoh sebelum dan sesudah:

Sebelum: Rapat dibuka oleh direktur utama Sulistyo dan haji Ahmad. Sesudah: Rapat dibuka oleh Direktur Utama Sulistyo dan Haji Ahmad.

Pada contoh itu, gelar dan jabatan diikuti nama diri sehingga berkapital. Aturan umum huruf kapital dibahas lebih luas di aturan huruf kapital EYD.

Salam pembuka dan penutup yang selaras dengan sapaan

Sapaan di alamat, pembuka, dan penutup harus konsisten. Bila kamu membuka dengan "Yth. Bapak Hendra", jangan lompat ke "Anda" yang bernada setara atau "kamu" di paragraf berikutnya; tetap pakai "Bapak". Penutup mengikuti tingkat yang sama, misalnya "Hormat saya," seperti diuraikan di cara menutup email.

Alur lengkap yang konsisten:

  1. Alamat: Yth. Ibu Dr. Rina Marlina, M.Si.
  2. Pembuka: Dengan hormat, / Selamat siang, Ibu Rina,
  3. Isi: "Kami mohon Ibu berkenan memberikan waktu..."
  4. Penutup: Hormat saya,
  5. Nama: Budi Santoso, S.T.

Email kantor sehari-hari boleh lebih ringkas, tetapi pilihan kata sapaan tetap sama dari awal sampai akhir. Tips nada pada email kerja ada di etika menulis email kerja.

Daftar periksa sapaan dan gelar

  • Bapak, Ibu, Saudara berkapital hanya bila menyapa atau merujuk langsung pembaca.
  • Yth. berakhir titik, tanpa titik dua setelahnya.
  • Bapak/Ibu dipakai bila gender penerima tidak diketahui; garis miring tanpa spasi.
  • Kamu berkapital.
  • Gelar belakang didahului koma dan tiap singkatan diakhiri titik.
  • Gelar depan (Dr., Prof., Ir.) tanpa koma sesudahnya.
  • Gelar di alamat dan tanda tangan lengkap, di isi surat cukup sapaan plus nama.
  • Sapaan konsisten dari alamat sampai penutup.
  • Ejaan nama dan gelar sudah dicocokkan dengan sumber resmi (ijazah, SK, kartu nama).

Memakai alat AdeptWrite untuk memeriksa sapaan

Cek Ejaan & Typo (EYD V) dapat menandai kata tidak baku dan typo dalam draf suratmu, dicocokkan dengan daftar bentuk baku yang disusun mengikuti KBBI dan EYD V. Alat ini tidak memutuskan apakah sapaan tertentu sopan untuk penerima tertentu, jadi keputusan kapital pada Bapak atau Ibu tetap perlu Anda cek dengan kaidah di atas. Untuk memastikan kata tertentu baku, pakai Cek Kata Baku KBBI. Bila draf terdengar terlalu santai untuk dosen atau HRD, Ubah Nada Formal ↔ Santai dapat membantu menyusun ulang kalimat dalam mode Formal atau Kantor; baca hasilnya sebelum dikirim, terutama nama dan gelar yang mungkin berubah. Satu kali proses menerima paling banyak 6.000 karakter.

Untuk menyusun surat dari poin singkat, Penulis Email & Surat menyediakan mode Surat resmi, Lamaran kerja, dan Follow-up. Periksa kembali alamat, nama, dan gelar penerima di hasilnya karena data itu kamu yang paling tahu.

Rujukan utama tetap KBBI daring dan pedoman ejaan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Bila instansi atau kampus tujuan memiliki pedoman tata naskah sendiri, pedoman itu didahulukan. Pembahasan ejaan terkait: kesalahan ejaan yang sering terjadi.

Coba alatnya

Cek Ejaan & Typo (EYD V)
Temukan typo dan kata tidak baku (dicocokkan dengan KBBI dan EYD V), langsung di browser.
Buka alat
Cek Kata Baku KBBI
Cek apakah sebuah kata baku: bentuk baku yang dicocokkan dengan KBBI, saran ejaan, dan definisi dari Wiktionary.
Buka alat
Ubah Nada Formal ↔ Santai
Ganti nada tulisan: formal untuk surat, santai untuk chat.
Buka alat
Penulis Email & Surat
Tulis email lamaran kerja, surat resmi, atau email follow-up dari beberapa poin singkat.
Buka alat

Pertanyaan umum

Apakah "Bapak" ditulis dengan huruf kapital atau kecil?

Kapital bila dipakai menyapa atau merujuk langsung orang yang diajak bicara atau dikirimi surat, misalnya "Kapan Bapak bisa hadir?" Huruf kecil bila bermakna umum atau menyebut orang ketiga, misalnya "bapak saya bekerja di Medan". Aturan yang sama berlaku untuk Ibu dan Saudara.

Apakah Yth. memakai titik dan titik dua?

Yth. memakai titik karena merupakan singkatan dari "Yang terhormat", dan tidak diikuti titik dua. Tulis langsung: "Yth. Bapak Dr. Ahmad Fauzi, M.Pd." Bentuk "Yth :", "Yth" tanpa titik, atau "YTH" dianggap kurang tepat dalam surat resmi.

Bagaimana penulisan gelar akademik di belakang nama yang benar?

Pisahkan nama dan gelar dengan koma, akhiri tiap singkatan dengan titik, dan urutkan dari jenjang terendah ke tertinggi: "Dewi Lestari, S.Pd., M.Pd." Gelar depan seperti Dr. dan Prof. ditulis sebelum nama tanpa koma sesudahnya.

Kapan memakai Saudara dan kapan Bapak/Ibu?

Bapak/Ibu lebih aman untuk atasan, dosen, klien, HRD, dan penerima yang belum dikenal. Saudara masih dipakai di surat dinas atau pengumuman kepada penerima yang setara atau lebih muda. Jika gender tidak diketahui, pakai Bapak/Ibu atau tulis jabatan penerimanya.

Semua panduan