Bisnis & email

Surat Dinas: Format, Bagian-Bagiannya, dan Contoh Surat Undangan, Permohonan, serta Pemberitahuan

Tim Editorial AdeptWriteDiperbarui 8 menit baca

Surat dinas adalah surat resmi yang dikeluarkan instansi pemerintah atau lembaga untuk urusan kedinasan. Bagian utamanya: kop, nomor, sifat, lampiran, hal, tanggal, alamat tujuan, isi surat (pembuka, isi, penutup), jabatan dan tanda tangan, serta tembusan. Susunan persisnya mengikuti peraturan tata naskah dinas instansi kamu, jadi periksa pedoman yang berlaku sebelum memakai contoh.

Jawaban singkat: surat dinas mengikuti tata naskah dinas instansi

Surat dinas adalah surat resmi yang dibuat dan dikirim oleh instansi pemerintah, sekolah negeri, kampus, atau lembaga lain untuk keperluan kedinasan: undangan rapat, permohonan data, pemberitahuan, tugas, atau balasan. Berbeda dari surat pribadi, surat dinas atas nama jabatan, bukan atas nama orang, dan formatnya diatur.

Aturan formatnya ditetapkan oleh masing-masing instansi dalam peraturan tentang tata naskah dinas. Kementerian, pemerintah daerah, dan lembaga negara punya pedoman sendiri, dan pedoman itu bisa direvisi. Karena itu, contoh di halaman ini adalah pola umum yang lazim dipakai di Indonesia, bukan kutipan peraturan tertentu. Sebelum membuat surat sungguhan, minta atau cari peraturan tata naskah dinas terbaru di instansi kamu (biasanya dipegang bagian tata usaha, sekretariat, atau kearsipan) dan ikuti bila ada yang berbeda dari contoh di sini.

Bagian-bagian surat dinas

Surat dinas biasanya terdiri dari tiga kelompok: kepala surat, tubuh surat, dan kaki surat.

Kepala surat

BagianFungsiCatatan
Kop suratIdentitas instansi: nama, alamat, nomor telepon, laman atau surel, kadang logoDicetak di bagian atas, ditengahkan
NomorNomor urut surat sesuai buku agenda atau sistem persuratanFormat nomor ditetapkan instansi
SifatTingkat urgensi atau kerahasiaanMisalnya: Biasa, Segera, Sangat Segera, Rahasia
LampiranJumlah berkas yang dilampirkanContoh: "1 (satu) berkas"; tulis "-" bila tidak ada
HalPokok isi surat dalam satu frasaSingkat dan spesifik: "Undangan Rapat Koordinasi"
Tempat dan tanggalKota penerbitan dan tanggal suratContoh: Bandung, 3 November 2026
Alamat tujuanPenerima suratDiawali "Yth." dan jabatan, bukan hanya nama

Kata Hal kadang diganti Perihal. Keduanya dipakai; ikuti kebiasaan instansi kamu dan konsisten di seluruh surat.

Tubuh surat

Tubuh surat berisi tiga bagian:

  1. Alinea pembuka. Menyebut latar atau alasan surat dibuat, misalnya merujuk surat sebelumnya, kegiatan, atau ketentuan.
  2. Alinea isi. Menyampaikan maksud surat: undangan, permohonan, pemberitahuan, atau penugasan. Rincian waktu, tempat, dan acara sering disusun dalam daftar bertitik dua.
  3. Alinea penutup. Berisi harapan, ucapan terima kasih, atau permintaan tindak lanjut.

Kaki surat

  • Penutup dan jabatan penandatangan. Ditulis atas nama jabatan, contoh: "Kepala Dinas Pendidikan".
  • Tanda tangan, cap instansi, nama lengkap, dan identitas pegawai (misalnya NIP bila instansi memakainya).
  • Tembusan. Daftar pihak lain yang perlu mengetahui isi surat, bila ada.
  • Nama pengonsep atau kode lain, jika diatur instansi.

Aturan bahasa surat dinas

Surat dinas memakai bahasa Indonesia baku. Rujukan ejaan adalah Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan Edisi V (EYD V) dan kamus resmi adalah KBBI, keduanya diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Hal yang paling sering salah:

  • Huruf kapital untuk nama jabatan yang diikuti nama instansi atau tempat ("Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung"), tetapi huruf kecil bila jabatan dipakai umum tanpa nama instansi. Lihat aturan huruf kapital.
  • Tanggal dan nama bulan ditulis lengkap: 3 November 2026. Lihat penulisan nama bulan.
  • Singkatan Yth., dkk., dan sebagainya mengikuti aturan titik; lihat singkatan baku.
  • Kalimat efektif. Hindari kalimat berbelit dan kata mubazir (pleonasme), misalnya "agar supaya" atau "para hadirin sekalian".
  • Kata tidak baku seperti "ijin" (baku: izin), "resiko" (baku: risiko), dan "analisa" (baku: analisis).
  • Nada. Santun, lugas, dan tidak emosional. Hindari kata ganti "saya" yang berlebihan; surat dinas lazimnya memakai "kami" atas nama instansi atau menyebut instansi langsung.

Contoh 1: surat dinas undangan rapat

Contoh ini fiktif dan hanya untuk peragaan format.

DINAS PENDIDIKAN KOTA CONTOH Jalan Merdeka Nomor 10, Kota Contoh Telepon (000) 000-0000 | Surel: sekretariat@contoh.example

Nomor : 421/045/Dikbud/2026 Sifat : Segera Lampiran : 1 (satu) berkas Hal : Undangan Rapat Koordinasi Persiapan Ujian Sekolah

Kota Contoh, 3 November 2026

Yth. Kepala Sekolah SMP Negeri se-Kota Contoh di Tempat

Dalam rangka persiapan pelaksanaan ujian sekolah tahun pelajaran 2026/2027, bersama ini kami mengundang Bapak/Ibu untuk menghadiri rapat koordinasi yang akan dilaksanakan pada:

hari, tanggal : Selasa, 10 November 2026 waktu : 09.00 WIB sampai selesai tempat : Aula Dinas Pendidikan Kota Contoh acara : Pembahasan jadwal dan teknis pelaksanaan ujian sekolah

Mengingat pentingnya acara tersebut, kami mohon Bapak/Ibu hadir tepat waktu dan membawa data jumlah peserta didik kelas IX. Rincian materi rapat terlampir.

Demikian undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kehadiran Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.

Kepala Dinas Pendidikan,

(tanda tangan dan cap)

Nama Lengkap NIP 000000000000000000

Tembusan: 1. Wali Kota Contoh (sebagai laporan) 2. Arsip

Nomor, nama instansi, dan alamat di atas rekaan. Gunakan nomor dan kode klasifikasi yang diberikan bagian persuratan di instansi kamu.

Contoh 2: surat dinas permohonan

Surat permohonan ditulis oleh pihak yang membutuhkan sesuatu dan ditujukan kepada pihak yang berwenang. Contoh isi (kop dan kaki surat mengikuti pola contoh 1):

Nomor : 005/112/SMAN1/2026 Sifat : Biasa Lampiran : 2 (dua) berkas Hal : Permohonan Izin Kunjungan Edukasi

Yth. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah di Tempat

Sehubungan dengan program kunjungan edukasi semester ganjil tahun pelajaran 2026/2027, kami bermaksud mengajukan permohonan izin kunjungan bagi 60 peserta didik kelas XI beserta 4 guru pendamping ke perpustakaan daerah pada Kamis, 19 November 2026, pukul 09.00 sampai 11.00 WIB.

Sebagai bahan pertimbangan, bersama surat ini kami lampirkan daftar peserta dan rencana kegiatan. Kami mohon petunjuk mengenai ketentuan kunjungan yang perlu kami penuhi.

Demikian permohonan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan bantuan Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.

Perhatikan pola permohonan: sebutkan latar singkat, permintaan yang jelas (siapa, apa, kapan, berapa), lampiran pendukung, dan penutup yang sopan.

Contoh 3: surat dinas pemberitahuan

Surat pemberitahuan menyampaikan informasi tanpa meminta tindakan besar. Contoh isi:

Nomor : 800/078/BKD/2026 Sifat : Biasa Lampiran : - Hal : Pemberitahuan Perubahan Jam Layanan

Yth. Seluruh Kepala Bidang di Lingkungan Badan Contoh di Tempat

Menindaklanjuti hasil rapat pimpinan tanggal 29 Oktober 2026, dengan ini kami beritahukan bahwa jam layanan kantor pada hari Jumat mulai 6 November 2026 menjadi pukul 07.30 sampai 15.30 WIB.

Mohon informasi ini diteruskan kepada seluruh pegawai di bidang masing-masing.

Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan untuk diketahui dan dilaksanakan.

Sebelum dan sesudah: memperbaiki kalimat surat dinas

SebelumSesudahMengapa
Kami mengundang para bapak ibu sekalian untuk hadir pada rapat tersebut.Kami mengundang Bapak/Ibu untuk menghadiri rapat tersebut."Para" dan "sekalian" berlebihan; sapaan Bapak/Ibu sudah cukup.
Mohon ijin untuk melaksanakan kegiatan.Mohon izin untuk melaksanakan kegiatan.Bentuk baku: izin.
Agar supaya kegiatan berjalan lancar maka dimohon kehadirannya.Agar kegiatan berjalan lancar, kami mohon kehadiran Bapak/Ibu."Agar supaya" pleonasme; anak kalimat dipisahkan koma.
Surat ini kami buat untuk memberitahukan hal tentang perubahan jadwal.Surat ini kami sampaikan untuk memberitahukan perubahan jadwal."Hal tentang" mubazir.

Kesalahan umum pada surat dinas

  • Hal terlalu panjang atau kabur, misalnya "Surat Penting". Tulis pokoknya: "Permohonan Data Penerima Beasiswa".
  • Nomor atau tanggal tidak sinkron dengan buku agenda atau sistem persuratan.
  • Lampiran disebut tetapi tidak dilampirkan, atau sebaliknya.
  • Alamat tujuan hanya nama orang. Gunakan jabatan dan instansi, agar surat tetap sampai bila pejabatnya berganti.
  • Isi surat tidak memuat waktu dan tempat yang jelas pada undangan.
  • Tanda tangan tanpa nama jabatan atau tanpa cap bila instansi mewajibkannya.
  • Ejaan tidak baku dan huruf kapital sembarangan pada nama jabatan.

Daftar periksa sebelum surat dikirim

  • Pedoman tata naskah dinas instansi sudah diperiksa dan diikuti.
  • Kop surat lengkap dan sesuai identitas instansi saat ini.
  • Nomor surat sesuai sistem atau buku agenda.
  • Sifat, lampiran, dan hal terisi dengan benar.
  • Tanggal ditulis lengkap dengan nama bulan.
  • Alamat tujuan memakai "Yth." dan jabatan.
  • Isi surat punya pembuka, isi, dan penutup, dengan waktu dan tempat yang jelas pada undangan.
  • Semua lampiran yang disebut benar-benar terlampir.
  • Penandatangan sesuai kewenangan, lengkap dengan nama dan cap bila diperlukan.
  • Tembusan sudah ditulis dan nama penerima tidak salah.
  • Ejaan dan kata baku sudah diperiksa terhadap EYD V dan KBBI.

Memakai alat AdeptWrite untuk menyusun surat dinas

Alat berikut gratis dengan batas 6.000 karakter per proses. Hasilnya adalah draf bahan: Kamu yang menentukan isi, nomor, dan format akhir sesuai pedoman instansi.

  • Penulis Email & Surat punya mode Surat resmi untuk menyusun draf surat dari beberapa poin singkat. Ganti semua nama, nomor, dan tanggal dengan data asli.
  • Ubah Nada memiliki mode Formal dan Kantor untuk menaikkan kesantunan kalimat yang terlalu santai.
  • Perbaiki Kalimat merapikan kalimat yang berbelit atau rancu.
  • Cek Ejaan mencocokkan teks dengan KBBI dan EYD V untuk menemukan typo dan kata tidak baku seperti ijin atau resiko.
  • Cek Grammar memeriksa tata bahasa dan tanda baca; tetap baca ulang sendiri karena pemeriksa otomatis bisa meleset.

Jangan memasukkan data pribadi atau dokumen rahasia ke alat mana pun bila kebijakan instansimu melarangnya. Untuk surat yang menyangkut urusan lain, lihat juga bentuk surat resmi, sapaan dan gelar dalam surat, dan contoh surat pernyataan.

Ringkasan

Surat dinas terdiri dari kepala surat (kop, nomor, sifat, lampiran, hal, tanggal, alamat tujuan), tubuh surat (pembuka, isi, penutup), dan kaki surat (jabatan, tanda tangan, tembusan). Bahasanya baku, lugas, dan santun. Pakai contoh di atas sebagai pola, tetapi selalu cocokkan dengan peraturan tata naskah dinas instansi kamu yang berlaku saat ini.

Coba alatnya

Penulis Email & Surat
Tulis email lamaran kerja, surat resmi, atau email follow-up dari beberapa poin singkat.
Buka alat
Ubah Nada Formal ↔ Santai
Ganti nada tulisan: formal untuk surat, santai untuk chat.
Buka alat
Perbaiki Kalimat
Rapikan kalimat yang kaku, rancu, atau berbelit.
Buka alat
Cek Ejaan & Typo (EYD V)
Temukan typo dan kata tidak baku (dicocokkan dengan KBBI dan EYD V), langsung di browser.
Buka alat
Cek Grammar Bahasa Indonesia
Periksa tata bahasa, ejaan, dan tanda baca: bahasa Indonesia sesuai EYD Edisi V, juga bahasa Inggris dan bahasa lain.
Buka alat

Pertanyaan umum

Apa beda surat dinas dan surat resmi?

Surat resmi adalah istilah luas untuk surat yang memakai bahasa dan format baku, termasuk surat lamaran atau surat dari perusahaan. Surat dinas lebih khusus: dikeluarkan instansi pemerintah atau lembaga atas nama jabatan untuk urusan kedinasan, dan formatnya mengikuti tata naskah dinas instansi tersebut.

Apa isi bagian sifat dan hal pada surat dinas?

Sifat menunjukkan tingkat urgensi atau kerahasiaan surat, misalnya Biasa, Segera, atau Rahasia. Hal (kadang ditulis perihal) adalah pokok surat dalam satu frasa singkat, seperti "Undangan Rapat Koordinasi". Pilihan sifat dan istilah yang berlaku mengikuti pedoman instansi kamu.

Apakah surat dinas selalu memakai kop dan cap?

Pada umumnya ya: kop memuat identitas instansi, dan cap atau tanda tangan menandai keabsahan. Ketentuan cap dan penandatanganan, termasuk tanda tangan elektronik, berbeda antarinstansi dan terus berkembang, jadi periksa peraturan tata naskah dinas yang berlaku di tempat kamu.

Bolehkah memakai contoh surat dinas dari internet apa adanya?

Boleh dijadikan pola, tetapi jangan disalin mentah. Nomor, kop, kode klasifikasi, dan urutan bagian harus disesuaikan dengan pedoman instansi kamu yang terbaru. Ganti semua nama, tanggal, dan rincian kegiatan dengan data sebenarnya, lalu periksa ejaan dengan KBBI dan EYD V.

Semua panduan