Gabungan Kata: Serangkai atau Terpisah? Aturan EYD V dan Daftar Contoh
Menurut EYD Edisi V, unsur gabungan kata ditulis terpisah (kerja sama, tanggung jawab, rumah sakit). Bila hanya mendapat awalan atau akhiran, tetap terpisah (bertanggung jawab). Bila mendapat awalan dan akhiran sekaligus, ditulis serangkai (pertanggungjawaban, mempertanggungjawabkan). Segelintir gabungan lain sudah baku serangkai, misalnya olahraga, kacamata, dan matahari.
Jawaban singkat: kerjasama atau kerja sama?
Yang baku adalah kerja sama, ditulis terpisah. Begitu pula tanggung jawab dan bertanggung jawab. Namun bentuk bendanya, pertanggungjawaban, ditulis serangkai. Perbedaan itu bukan kebetulan: EYD Edisi V (2022) mengatur bahwa unsur gabungan kata ditulis terpisah, kecuali gabungan kata yang mendapat awalan dan akhiran sekaligus, atau yang memang sudah ditetapkan serangkai.
Ringkasnya, ada empat pola yang perlu diingat.
| Pola | Penulisan | Contoh |
|---|---|---|
| Gabungan kata biasa | terpisah | kerja sama, tanggung jawab, rumah sakit, orang tua |
| Gabungan kata + awalan saja atau akhiran saja | tetap terpisah | bertanggung jawab, bekerja sama, garis bawahi |
| Gabungan kata + awalan dan akhiran sekaligus | serangkai | pertanggungjawaban, mempertanggungjawabkan, menyebarluaskan |
| Gabungan yang sudah ditetapkan serangkai | serangkai | olahraga, kacamata, matahari, sukarela, beasiswa |
Sisa panduan ini menjelaskan tiap pola, memberi daftar contoh yang bisa kamu salin ke catatan, lalu menunjukkan kesalahan yang paling sering muncul di skripsi, surat dinas, dan email kerja.
Apa yang dimaksud gabungan kata
Gabungan kata (sering disebut juga kata majemuk) adalah dua kata atau lebih yang bersama-sama membentuk satu makna baru. Rumah sakit bukan sekadar "rumah yang sakit", dan orang tua bukan sekadar "orang yang tua". Karena maknanya sudah menyatu, banyak penulis tergoda menempelkannya: rumahsakit, orangtua. Padahal ejaan tidak mengikuti rasa "terasa satu kata", melainkan ketentuan yang ditetapkan lembaga bahasa.
Rujukan resminya adalah EYD Edisi V yang ditetapkan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen, dan KBBI daring. Bagian yang relevan ada pada penulisan kata turunan, subbagian gabungan kata dan unsur terikat. Bila aturan umum tidak menjawab satu kasus, entri KBBI-lah yang menjadi penentu: kamus itu mencatat apakah suatu gabungan lazimnya ditulis terpisah atau serangkai.
Aturan 1: gabungan kata ditulis terpisah
Aturan dasarnya satu kalimat. Menurut EYD V, "unsur gabungan kata, termasuk istilah khusus, ditulis terpisah." Contoh yang disebut pada halaman resminya: cendera mata, duta besar, ibu kota, kambing hitam, mata acara, meja tulis, model linear, orang tua, rumah sakit, segi empat, simpang lima, dan wali kota.
Dalam keseharian, daftar yang sama dengan contoh lokal dan perkantoran:
| Ditulis terpisah | Salah yang sering terlihat |
|---|---|
| kerja sama | kerjasama |
| tanggung jawab | tanggungjawab |
| rumah sakit | rumahsakit |
| orang tua | orangtua |
| ibu kota | ibukota |
| duta besar | dutabesar |
| mata acara | mataacara |
| meja tulis | mejatulis |
| wali kota | walikota |
| kambing hitam | kambinghitam |
| segi empat | segiempat |
| cendera mata | cenderamata |
Perhatikan cendera mata: EYD V mencantumkannya terpisah, sedangkan di spanduk dan undangan lebih sering tercetak cenderamata atau cinderamata. Bila ragu, ikuti contoh resmi EYD V dan cek KBBI. Pembahasan kata-kata yang tertukar seperti ini ada di daftar kata baku dan tidak baku.
Gabungan kata yang butuh tanda hubung untuk membedakan makna
EYD V juga memberi jalan keluar bila gabungan kata bisa dibaca dua cara. Halaman resminya memberi contoh:
- buku-sejarah baru berarti buku sejarah yang baru (bukan buku bekas), sedangkan buku sejarah-baru berarti buku tentang sejarah baru.
- ibu-bapak kami berarti ibu dan bapak kami, sedangkan ibu bapak-kami berarti ibu dari bapak kami.
Dalam tulisan sehari-hari kasus seperti ini jarang, tetapi bermanfaat di judul berita, nama produk, atau kalimat hukum yang rawan salah tafsir. Bila kalimat kamu ambigu, lebih sehat menyusun ulang kalimatnya daripada mengandalkan tanda hubung.
Aturan 2: bertanggung jawab tetap terpisah
Ini jebakan terbesar. Banyak orang mengira bahwa begitu tanggung jawab diberi awalan ber-, kedua katanya harus melekat. Tidak. EYD V menyatakan, "gabungan kata yang hanya mendapat awalan atau akhiran ditulis terpisah." Contoh resminya: bertepuk tangan, menganak sungai, garis bawahi, dan sebar luaskan.
Maka bentuk yang benar:
- Ketua panitia bertanggung jawab atas seluruh rangkaian acara.
- Kedua sekolah bekerja sama dalam program pertukaran pelajar.
- Mohon garis bawahi istilah yang belum kamu pahami.
- Guru mengajak siswa bertepuk tangan untuk juara kelas.
Bentuk bertanggungjawab dan bekerjasama tidak baku. Hal yang sama berlaku untuk akhiran saja: garis bawahi terpisah, sedangkan menggarisbawahi serangkai karena mendapat awalan meng- dan akhiran -i sekaligus.
Aturan 3: awalan dan akhiran sekaligus, serangkai
Bila gabungan kata mendapat awalan dan akhiran secara bersamaan, penulisannya serangkai. Rumusan EYD V: "gabungan kata yang mendapat awalan dan akhiran sekaligus ditulis serangkai." Contoh dari halaman resminya: dilipatgandakan, menggarisbawahi, menyebarluaskan, penghancurleburan, dan pertanggungjawaban.
Inilah jawaban untuk empat kata yang paling sering ditanyakan.
| Kata | Penulisan | Alasan |
|---|---|---|
| tanggung jawab | terpisah | gabungan kata tanpa imbuhan |
| bertanggung jawab | terpisah | hanya mendapat awalan ber- |
| pertanggungjawaban | serangkai | mendapat awalan per- dan akhiran -an sekaligus |
| mempertanggungjawabkan | serangkai | mendapat awalan memper- dan akhiran -kan sekaligus |
Cara mengujinya cepat. Lihat apakah ada imbuhan di depan dan di belakang gabungan itu. Bila keduanya ada, rapatkan. Bila hanya salah satunya, biarkan terpisah.
| Gabungan kata | Hanya awalan atau akhiran (terpisah) | Awalan dan akhiran (serangkai) |
|---|---|---|
| tanggung jawab | bertanggung jawab | pertanggungjawaban, mempertanggungjawabkan |
| sebar luas | sebar luaskan | menyebarluaskan, penyebarluasan |
| garis bawah | garis bawahi | menggarisbawahi |
| lipat ganda | lipat gandakan | dilipatgandakan |
Catatan untuk baris terakhir: dilipatgandakan (awalan di- dan akhiran -kan) adalah contoh resmi EYD V. Bila ragu untuk bentuk lain, cek langsung di KBBI daring.
Aturan 4: gabungan yang sudah ditetapkan serangkai
Sebagian gabungan kata tidak mengikuti aturan terpisah karena unsurnya sudah dianggap melebur menjadi satu kata. EYD V mendaftar contoh berikut sebagai gabungan yang ditulis serangkai: acapkali, adakala, apalagi, bagaimana, barangkali, beasiswa, belasungkawa, bilamana, bumiputra, daripada, darmabakti, dukacita, hulubalang, kacamata, karyawisata, kasatmata, kosakata, manasuka, matahari, olahraga, padahal, peribahasa, perilaku, puspawarna, saputangan, sediakala, segitiga, sukacita, sukarela, dan syahbandar.
Beberapa di antaranya sering salah ditulis terpisah:
| Baku (serangkai) | Sering salah |
|---|---|
| olahraga | olah raga |
| kacamata | kaca mata |
| matahari | mata hari |
| kosakata | kosa kata |
| beasiswa | bea siswa |
| sukarela | suka rela |
| padahal | pada hal |
| bagaimana | bagai mana |
| perilaku | peri laku |
| barangkali | barang kali |
| daripada | dari pada |
| segitiga | segi tiga |
| belasungkawa | bela sungkawa |
Daftar ini bersifat tertutup dalam arti praktis: bukan seluruh gabungan yang terasa "satu kata" ikut serangkai. Kerja sama dan rumah sakit tidak ada di daftar, sehingga tetap terpisah. Menghafal daftar serangkai di atas lebih efisien daripada menghafal ribuan gabungan terpisah.
Aturan 5: unsur terikat (antar-, non-, sub-, pasca-) serangkai
Banyak gabungan di bidang ilmiah dan administrasi memakai unsur terikat, yaitu bentukan yang tidak berdiri sendiri seperti antar-, non-, sub-, pasca-, pra-, dan swa-. EYD V menyatakan unsur terikat ditulis serangkai bila mengacu pada konsep keilmuan tertentu. Contoh resminya antara lain: antargolongan, antikekerasan, biokimia, ekstrakurikuler, infrastruktur, lokakarya, mancanegara, multilateral, narapidana, nonkolaborasi, pascasarjana, prajabatan, subbagian, swadaya, dan transmigrasi.
Pada tulisan akademik dan perkantoran, bentuk ini sangat sering muncul:
- subbab dan subbagian, bukan sub bab atau sub-bab
- pascasarjana, bukan pasca sarjana
- ekstrakurikuler, bukan ekstra kurikuler
- antarkota dan antarbagian, bukan antar kota (periksa KBBI untuk pemakaian dalam kalimat)
- nonaktif, bukan non aktif
Satu pengecualian penting: bila kata dasarnya diawali huruf kapital, unsur terikat diberi tanda hubung, misalnya non-Indonesia, pan-Afrika, anti-PKI, non-ASEAN. Untuk kata asing yang belum diserap, cek pemakaiannya di KBBI atau pedoman instansi tujuan.
Perhatikan bahwa halaman resmi tidak memuat contoh seperti subbab secara persis. Yang tercantum adalah subbagian dan pola yang sama, sehingga subbab mengikuti pola itu dan dapat dicek di KBBI.
Contoh sebelum dan sesudah dalam kalimat utuh
| Sebelum | Sesudah |
|---|---|
| Kerjasama antara kedua perusahaan dimulai tahun lalu. | Kerja sama antara kedua perusahaan dimulai tahun lalu. |
| Ketua OSIS bertanggungjawab atas kegiatan MPLS. | Ketua OSIS bertanggung jawab atas kegiatan MPLS. |
| Laporan pertanggung jawaban dana BOS dikumpulkan hari Jumat. | Laporan pertanggungjawaban dana BOS dikumpulkan hari Jumat. |
| Panitia akan mempertanggung jawabkan seluruh anggaran. | Panitia akan mempertanggungjawabkan seluruh anggaran. |
| Olah raga pagi rutin dilakukan setiap Minggu. | Olahraga pagi rutin dilakukan setiap Minggu. |
| Pasien dibawa ke rumahsakit terdekat. | Pasien dibawa ke rumah sakit terdekat. |
| Orangtua murid diundang ke sekolah. | Orang tua murid diundang ke sekolah. |
| Pembahasan ada di sub bab 2.3. | Pembahasan ada di subbab 2.3. |
| Beasiswa itu diberikan untuk mahasiswa pasca sarjana. | Beasiswa itu diberikan untuk mahasiswa pascasarjana. |
| Mohon informasi ini disebar luaskan. | Mohon informasi ini disebarluaskan. |
Perhatikan kalimat keenam: rumah sakit memang dua kata. Jangan terlalu bersemangat merapatkan; tidak semua gabungan dua kata harus disatukan.
Kesalahan yang paling sering terjadi
- Merapatkan semua gabungan kata. Penulis yang baru tahu bahwa pertanggungjawaban serangkai mulai menulis bertanggungjawab dan kerjasama. Ingat uji awalan dan akhiran sekaligus.
- Memisahkan gabungan serangkai. Olah raga, kaca mata, dan kosa kata tampak wajar bagi mata, tetapi KBBI mencatat bentuk serangkai.
- Mencampur pola dalam satu dokumen. Di satu halaman skripsi muncul kerja sama, kerjasama, dan kerja-sama. Dosen penguji menandai ketidakkonsistenan ini.
- Memakai tanda hubung tanpa alasan. Kerja-sama atau tanggung-jawab tidak baku. Tanda hubung hanya dipakai untuk membedakan makna yang bisa ganda, kata ulang (anak-anak), atau unsur terikat yang bertemu huruf kapital.
- Mengabaikan judul dan kepala surat. Kesalahan di kop surat, spanduk, dan nama kegiatan paling terlihat karena dibaca banyak orang, misalnya Perjanjian Kerjasama pada dokumen resmi. Yang benar: Perjanjian Kerja Sama.
Di mana kesalahan ini paling sering menjebak
- Skripsi dan laporan. Judul bab seperti "Pertanggung jawaban Penelitian" atau "Kerjasama Industri" mudah terlewat. Periksa daftar isi karena judul bab tampil dua kali.
- Surat dinas dan MoU. Frasa kerja sama, tanggung jawab, dan pihak pertama muncul berulang. Satu bentuk salah akan menyebar ke seluruh dokumen karena disalin. Contoh format surat resmi ada di contoh surat dinas.
- Email kerja. Penutup seperti "Terima kasih atas kerjasamanya" masih banyak ditemukan; yang baku "Terima kasih atas kerja samanya". Lihat juga cara menutup email.
- Laporan kegiatan. Bagian penutup biasanya memuat ucapan terima kasih untuk pihak yang bekerja sama. Panduan cara membuat laporan kegiatan membahas strukturnya.
Cara menghafal tanpa daftar panjang
Gunakan tiga pertanyaan berurutan.
- Apakah gabungan itu ada dalam daftar serangkai? (olahraga, kacamata, matahari, sukarela, beasiswa, dan seterusnya). Bila ya, rapatkan.
- Apakah gabungan itu mendapat awalan dan akhiran sekaligus? (per-...-an, memper-...-kan, di-...-kan). Bila ya, rapatkan.
- Bila tidak keduanya, pisahkan. Termasuk bila hanya mendapat satu imbuhan.
Untuk unsur terikat seperti sub-, non-, antar-, dan pasca-, rapatkan kecuali kata dasarnya diawali huruf kapital.
Cara ini tidak menyelesaikan semua kasus, karena KBBI mencatat sejumlah pengecualian historis. Namun untuk tulisan sehari-hari, tiga pertanyaan itu menangkap sebagian besar kesalahan.
Latihan singkat dengan kunci
Perbaiki penulisan gabungan kata berikut.
- Pemerintah daerah menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi.
- Panitia wajib mempertanggung jawabkan penggunaan dana.
- Siswa mengikuti kegiatan ekstra kurikuler setiap Rabu.
- Dia memakai kaca mata baru untuk olah raga.
- Kepala sekolah bertanggungjawab penuh atas program tersebut.
Kunci: (1) kerja sama; (2) mempertanggungjawabkan; (3) ekstrakurikuler; (4) kacamata dan olahraga; (5) bertanggung jawab.
Memakai alat AdeptWrite
Cek Ejaan & Typo (EYD V) mencocokkan teks dengan daftar pasangan kata baku yang disusun mengikuti KBBI dan EYD V, langsung di browser. Alat ini bekerja dengan pola dan daftar, sehingga bisa menandai bentuk umum seperti kerjasama tanpa memahami konteks kalimat. Ia tidak menjamin menangkap setiap gabungan kata, jadi hasilnya tetap perlu kamu putuskan sendiri dengan uji tiga pertanyaan di atas. Untuk memastikan satu kata, buka Cek Kata Baku KBBI, yang mencocokkan kata dengan daftar bentuk baku berbasis KBBI dan memberi saran ejaan. Untuk teks yang lebih panjang, Cek Grammar Bahasa Indonesia memproses hingga 6.000 karakter per proses.
Tips kerja: tempel satu bab skripsi atau laporan ke pemeriksa ejaan, lalu gunakan fitur cari di pengolah kata untuk menelusuri sendiri kata yang paling sering salah, misalnya kerjasama, tanggungjawab, dan olah raga. Cari satu per satu, jangan percaya pada satu kali pemeriksaan.
Rujukan resmi dan catatan pemeriksaan
Aturan gabungan kata dan unsur terikat dimuat dalam bagian Kata Turunan pada EYD Edisi V di situs Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Halaman itu tidak memuat contoh bertanggung jawab, kerja sama, subbab, dan antarkota secara persis; bentuk-bentuk itu diturunkan dari aturan umumnya dan sebaiknya dikonfirmasi di KBBI daring bila akan dipakai dalam dokumen resmi.
Panduan terkait: penulisan di dan ke, apa yang berubah di EYD V, dan kesalahan ejaan yang sering terjadi.
Coba alatnya
Pertanyaan umum
Mana yang benar, kerjasama atau kerja sama?
Yang baku adalah kerja sama, ditulis terpisah, karena EYD V menetapkan unsur gabungan kata ditulis terpisah. Bentuk kerjasama dan kerja-sama tidak baku. Dengan awalan ber- bentuknya tetap terpisah: bekerja sama. Tulis juga perjanjian kerja sama, bukan perjanjian kerjasama.
Mengapa bertanggung jawab terpisah tetapi pertanggungjawaban serangkai?
Bertanggung jawab hanya mendapat awalan ber-, sehingga gabungan kata tanggung jawab tetap terpisah. Pertanggungjawaban mendapat awalan per- dan akhiran -an sekaligus, dan EYD V menetapkan gabungan kata dengan awalan serta akhiran sekaligus ditulis serangkai. Pola yang sama berlaku pada mempertanggungjawabkan.
Apakah olahraga dan kacamata ditulis serangkai?
Ya. EYD V mencantumkan olahraga, kacamata, matahari, kosakata, beasiswa, dan sukarela sebagai gabungan yang ditulis serangkai. Bentuk terpisah seperti olah raga atau kaca mata tidak baku. Gabungan lain yang tidak ada dalam daftar itu, misalnya rumah sakit, tetap terpisah.
Apakah subbab ditulis dengan tanda hubung atau spasi?
Tidak keduanya. Sub- adalah unsur terikat yang menurut EYD V ditulis serangkai untuk konsep keilmuan, seperti subbagian pada halaman resminya. Maka tulis subbab, bukan sub bab atau sub-bab. Tanda hubung hanya dipakai bila kata dasarnya diawali huruf kapital.
Panduan terkait
- Penulisan Di dan Ke: Kapan Dipisah, Kapan Digabung? — Tulis di dan ke terpisah jika menunjukkan tempat atau arah: di mana, di rumah, ke kantor, ke luar kota. Tulis serangkai …
- EYD Edisi V: Apa yang Berubah dari PUEBI, dan Apa yang Tetap? — EYD Edisi V adalah pedoman ejaan resmi bahasa Indonesia yang ditetapkan Badan Bahasa pada 2022 dan menggantikan PUEBI. P…
- 30 Kesalahan Ejaan Bahasa Indonesia yang Paling Sering Terjadi (dan Perbaikannya) — Kesalahan ejaan yang paling sering terjadi dalam bahasa Indonesia umumnya berpola: praktek (praktik), resiko (risiko), m…
- Daftar Kata Baku dan Tidak Baku Menurut KBBI dan EYD V — Kata baku adalah kata yang ejaannya sesuai KBBI dan EYD V; kata tidak baku menyimpang dari keduanya, misalnya aktifitas,…
- Surat Dinas: Format, Bagian-Bagiannya, dan Contoh Surat Undangan, Permohonan, serta Pemberitahuan — Surat dinas adalah surat resmi yang dikeluarkan instansi pemerintah atau lembaga untuk urusan kedinasan. Bagian utamanya…