Sekolah, kuliah & skripsi

Teks Eksplanasi: Struktur, Ciri Kebahasaan, dan Contoh (Gempa Bumi dan Banjir)

Tim Editorial AdeptWriteDiperbarui 7 menit baca

Teks eksplanasi menjelaskan bagaimana dan mengapa suatu fenomena alam atau sosial terjadi. Strukturnya terdiri atas identifikasi fenomena, rangkaian kejadian yang disusun menurut sebab dan akibat, dan ulasan sebagai penutup. Cirinya memakai konjungsi kausal dan temporal, istilah ilmiah, serta kalimat yang objektif dan informatif.

Jawaban singkat: apa itu teks eksplanasi?

Teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena, baik fenomena alam (gempa bumi, banjir, pelangi, erupsi gunung api) maupun fenomena sosial atau teknologi. Pertanyaan yang dijawabnya adalah "mengapa" dan "bagaimana", bukan "apa" saja. Teks ini berbeda dari teks deskripsi yang melukiskan ciri sesuatu, dan berbeda dari teks prosedur yang memberi langkah agar pembaca melakukan sesuatu.

Struktur yang diajarkan dalam pelajaran Bahasa Indonesia terdiri atas tiga bagian:

BagianFungsiPertanyaan yang dijawab
Identifikasi fenomenaMemperkenalkan fenomena yang akan dijelaskanFenomena apa ini? Seperti apa gambaran umumnya?
Rangkaian kejadianMenjelaskan proses terjadinya secara berurutan dan berhubungan sebab akibatBagaimana dan mengapa ini terjadi?
UlasanMenutup dengan simpulan, dampak, atau pandangan penulisApa artinya bagi pembaca?

Nama bagian bisa sedikit berbeda antarbuku pelajaran, misalnya "pernyataan umum" untuk identifikasi fenomena atau "interpretasi" untuk ulasan. Gunakan istilah yang dipakai di buku atau kurikulum sekolah kamu, dan tanyakan kepada guru bila ragu. Ketiga bagian ini ada dalam hampir semua rumusan, hanya namanya yang berubah.

Struktur teks eksplanasi

1. Identifikasi fenomena

Bagian pembuka menyebut fenomena dan menggambarkannya secara umum. Tulis dalam satu paragraf pendek, berisi pengertian atau gambaran singkat, mengapa fenomena itu penting, dan sedikit konteks.

Contoh:

Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam bumi secara tiba-tiba. Indonesia sering mengalaminya karena terletak di pertemuan beberapa lempeng tektonik dan berada di kawasan yang dikenal sebagai Cincin Api Pasifik.

Perhatikan bahwa bagian ini tidak langsung masuk ke detail proses. Fungsinya hanya mengantar pembaca ke topik.

2. Rangkaian kejadian

Inilah inti teks. Bagian ini menjelaskan proses dalam urutan yang logis. Setiap kejadian terhubung dengan kejadian sebelumnya melalui hubungan sebab akibat atau urutan waktu. Biasanya terdiri atas beberapa paragraf, satu paragraf untuk satu tahap.

Cara menyusunnya:

  1. Tentukan titik awal proses (penyebab pertama).
  2. Susun tahap-tahap berikutnya sesuai urutan terjadinya.
  3. Hubungkan tiap tahap dengan konjungsi sebab akibat dan urutan waktu.
  4. Tutup dengan hasil akhir proses (fenomena yang terlihat).

3. Ulasan

Bagian penutup berisi simpulan atau pandangan penulis tentang fenomena itu. Ulasan bisa berupa rangkuman proses, penjelasan dampak, atau saran yang masuk akal, misalnya cara bersiap menghadapi fenomena tersebut. Ulasan bukan tempat memperkenalkan fakta baru yang panjang; fakta penting sudah harus muncul di rangkaian kejadian.

Ciri kebahasaan teks eksplanasi

CiriPenjelasanContoh
Konjungsi kausal (sebab akibat)Menghubungkan penyebab dan akibatkarena, sebab, akibatnya, oleh karena itu, sehingga
Konjungsi temporal (urutan waktu)Menunjukkan urutan tahapmula-mula, kemudian, selanjutnya, setelah itu, akhirnya
Istilah ilmiah atau teknisMemakai istilah bidang yang bersangkutanlempeng tektonik, episentrum, evaporasi, kondensasi
Kata benda abstrakMenyebut konsep, bukan benda tertentupergeseran, penguapan, penumpukan
Kalimat pasifMenekankan proses, bukan pelakuEnergi dilepaskan, air dialirkan
Kata kerja material dan relasionalMenyatakan kejadian dan hubunganbergerak, menumpuk, menyebabkan, mengakibatkan
Kalimat objektif dan informatifTidak memuat opini pribadi pada bagian prosesHindari "menurut saya", "sangat menakutkan"
Pernyataan yang berlaku umumMenjelaskan proses yang selalu terjadi, bukan cerita satu kejadian"Lempeng bergerak sangat lambat" (bukan "Kemarin lempeng bergerak")

Untuk menyegarkan pemahaman tentang kata sambung, buka konjungsi. Perbedaan kalimat aktif dan pasif dijelaskan di kalimat aktif dan pasif.

Perhatikan konjungsi yang tepat

Kesalahan umum adalah memakai satu kata sambung berulang kali. Variasikan:

  • Penyebab: karena, sebab, lantaran, disebabkan oleh, akibat
  • Akibat: sehingga, akibatnya, oleh sebab itu, dengan demikian, maka
  • Urutan: mula-mula, pertama-tama, kemudian, lalu, selanjutnya, setelah itu, pada akhirnya

Bandingkan dua kalimat berikut:

Kurang tepatLebih tepat
Hujan turun deras. Hujan turun deras. Sungai meluap.Hujan turun deras selama berjam-jam, sehingga sungai tidak mampu menampung air dan meluap.
Tanah longsor terjadi karena hujan karena lerengnya curam.Tanah longsor terjadi karena hujan lebat membuat tanah jenuh air, terlebih pada lereng yang curam.

Contoh teks eksplanasi 1: terjadinya gempa bumi

Terjadinya Gempa Bumi

Gempa bumi adalah getaran yang dirasakan di permukaan bumi akibat pelepasan energi secara tiba-tiba dari dalam bumi. Indonesia sering mengalami gempa karena wilayahnya terletak di pertemuan beberapa lempeng tektonik dan berada di kawasan Cincin Api Pasifik. Lembaga yang memantau dan mengumumkan informasi gempa di Indonesia adalah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Proses gempa tektonik bermula dari pergerakan lempeng-lempeng di bagian luar bumi. Lempeng tersebut bergerak sangat lambat, tetapi terus-menerus. Ketika dua lempeng saling bertemu, salah satunya dapat menyusup ke bawah lempeng lainnya. Pada bidang pertemuan itu terjadi gesekan, sehingga batuan di sekitarnya menahan tekanan yang makin lama makin besar.

Selanjutnya, tekanan yang tertahan itu terus menumpuk dalam bentuk energi. Ketika batuan tidak lagi sanggup menahannya, batuan patah atau bergeser secara mendadak. Akibatnya, energi tersebut dilepaskan dalam bentuk gelombang yang merambat ke segala arah. Titik tempat batuan patah di dalam bumi disebut hiposenter, sedangkan titik di permukaan bumi tepat di atasnya disebut episentrum.

Gelombang itulah yang kemudian sampai ke permukaan bumi dan dirasakan sebagai guncangan. Makin dekat suatu tempat dengan episentrum dan makin dangkal sumber gempanya, guncangan di tempat itu umumnya makin kuat. Bila pusat gempa berada di dasar laut dan terjadi perubahan bentuk dasar laut yang besar, gempa dapat memicu tsunami.

Dengan demikian, gempa bumi merupakan akibat dari pergerakan lempeng yang menumpuk tekanan lalu melepaskannya secara tiba-tiba. Karena letak geografis Indonesia, masyarakat perlu mengenali informasi resmi dari BMKG dan memahami cara menyelamatkan diri, misalnya berlindung di bawah meja kokoh dan menjauhi bangunan yang rawan roboh.

Pembagian bagian-bagiannya:

ParagrafBagian strukturCiri yang tampak
1Identifikasi fenomenaPengertian, konteks Indonesia
2–4Rangkaian kejadian"Bermula dari", "Selanjutnya", "Akibatnya", istilah hiposenter dan episentrum
5Ulasan"Dengan demikian", simpulan dan saran

Contoh ini disusun untuk keperluan belajar dan menyederhanakan proses sebenarnya. Untuk tugas sekolah yang meminta data, rujuk sumber resmi seperti BMKG dan buku pelajaran, lalu cantumkan sumbernya.

Contoh teks eksplanasi 2: terjadinya banjir

Proses Terjadinya Banjir di Wilayah Perkotaan

Banjir adalah peristiwa tergenangnya daratan oleh air dalam jumlah besar, biasanya ketika sungai meluap atau saluran air tidak mampu menampung limpasan hujan. Banjir sering terjadi di kota besar pada musim hujan.

Mula-mula, hujan dengan intensitas tinggi turun dalam waktu lama. Air hujan yang jatuh seharusnya meresap ke dalam tanah. Namun, di wilayah perkotaan banyak permukaan tanah tertutup aspal dan beton, sehingga air sulit meresap dan mengalir di permukaan.

Kemudian, air yang mengalir di permukaan masuk ke selokan dan sungai. Jika selokan tersumbat sampah atau sungai dangkal akibat endapan, aliran air terhambat. Akibatnya, volume air meningkat melebihi daya tampung, sehingga air meluap ke jalan dan permukiman. Di daerah muara, air laut pasang dapat menahan aliran sungai ke laut dan memperparah genangan.

Oleh karena itu, banjir bukan hanya akibat hujan deras, melainkan hasil gabungan curah hujan, berkurangnya daerah resapan, dan buruknya pengelolaan saluran air. Menjaga saluran tetap bersih, tidak membuang sampah ke sungai, dan menyediakan ruang terbuka hijau dapat membantu mengurangi risikonya.

Contoh kedua ini sengaja lebih pendek. Pada tugas sebenarnya, tambahkan bagian yang dibutuhkan sesuai jumlah kata yang diminta guru.

Langkah menulis teks eksplanasi sendiri

  1. Pilih fenomena yang prosesnya bisa dijelaskan. Contoh: hujan, pelangi, gerhana, banjir, tanah longsor, erupsi gunung api, tsunami, pemanasan global, atau proses kerja sebuah teknologi. Fenomena yang hanya perlu dideskripsikan lebih cocok untuk teks deskripsi.
  2. Kumpulkan informasi dari sumber tepercaya, seperti buku pelajaran, BMKG, Badan Geologi, atau lembaga ilmiah. Catat sumbernya agar bisa dicantumkan.
  3. Buat kerangka tiga bagian: identifikasi fenomena, rangkaian kejadian (daftar tahap bernomor), ulasan. Generator Outline dapat membantu menyusun kerangka awal, yang tetap perlu kamu periksa.
  4. Tulis rangkaian kejadian dulu. Bagian ini paling berat dan menentukan isi pembuka serta penutup.
  5. Tulis identifikasi fenomena dan ulasan. Pastikan pembuka menjanjikan apa yang benar-benar dijelaskan.
  6. Periksa hubungan sebab akibat. Tanyakan pada tiap tahap: "Mengapa ini terjadi?" dan "Apa akibatnya?" Jika tidak terjawab, ada langkah yang hilang.
  7. Periksa konjungsi, istilah, dan ejaan.

Tiap paragraf sebaiknya memiliki satu gagasan utama. Bila perlu, ulas dahulu cara membuat paragraf.

Perbedaan teks eksplanasi dengan teks lain

TeksTujuanPertanyaan kunciContoh
EksplanasiMenjelaskan proses terjadinya fenomenaBagaimana dan mengapa terjadi?Terjadinya gempa bumi
DeskripsiMelukiskan ciri sesuatuSeperti apa?Pantai Kuta saat senja
ProsedurMemberi langkah melakukan sesuatuBagaimana cara melakukannya?Cara membuat teh tarik
Laporan hasil observasiMelaporkan hasil pengamatanApa ciri dan jenisnya?Laporan tentang jenis tanaman hias
ArgumentasiMeyakinkan pembaca tentang suatu sikapApakah klaim ini benar?Perlukah larangan kantong plastik?

Perbedaan dengan teks lain dibahas di teks argumentasi, teks persuasi, dan teks laporan hasil observasi.

Kesalahan yang sering terjadi

  1. Hanya mendeskripsikan, tidak menjelaskan proses. Teks yang berisi ciri-ciri gempa tanpa urutan terjadinya belum menjadi eksplanasi.
  2. Urutan loncat-loncat. Tahap akibat muncul sebelum penyebab.
  3. Sebab akibat tidak dinyatakan. Kalimat bersebelahan tanpa kata sambung membuat pembaca menebak hubungannya.
  4. Opini pribadi di tengah proses. "Banjir itu sangat menyebalkan" tidak cocok di bagian rangkaian kejadian.
  5. Istilah tanpa penjelasan. Bila memakai "episentrum", jelaskan artinya.
  6. Ulasan menambah topik baru. Penutup seharusnya merangkum dan menilai.
  7. Judul tidak sesuai. Judul seperti "Terjadinya Gempa Bumi" lebih tepat daripada "Gempa".
  8. Salah ejaan dan kata tidak baku, misalnya "resiko" (yang baku: risiko), "analisa" (analisis), atau "sistim" (sistem). Periksa dengan Cek Ejaan.

Contoh topik lain untuk latihan

  • Terjadinya hujan
  • Proses terjadinya pelangi
  • Terjadinya gerhana bulan
  • Erupsi gunung api
  • Tanah longsor di daerah perbukitan
  • Terjadinya tsunami
  • Pemanasan global dan efek rumah kaca
  • Proses terbentuknya batu bara
  • Cara kerja mesin ATM

Setiap topik cukup kuat bila prosesnya punya tahap yang jelas dan dapat ditelusuri dari sumber tepercaya.

Memakai AdeptWrite saat menulis teks eksplanasi

Alat berikut membantu pengerjaan, tetapi isi, urutan proses, dan fakta tetap tanggung jawab kamu:

  • Generator Outline menyusun kerangka dari satu topik; mode yang tersedia ada Artikel, Esai, Skripsi, dan Presentasi. Pilih Artikel, lalu sesuaikan dengan tiga bagian teks eksplanasi.
  • Generator Paragraf menyediakan mode Pembuka, Isi, dan Penutup, serta Eksposisi. Gunakan sebagai pembanding, lalu tulis ulang dengan bahasa kamu sendiri bila ini tugas sekolah.
  • Cek Ejaan mencocokkan kata dengan KBBI dan EYD Edisi V untuk menemukan typo dan kata tidak baku.
  • Cek Grammar membantu memeriksa tata bahasa dan tanda baca.

Semua hasil adalah saran otomatis. Batas satu kali proses adalah 6.000 karakter. Ikuti juga aturan sekolah tentang penggunaan alat bantu menulis dan keaslian tugas.

Daftar periksa sebelum dikumpulkan

  • Judul menyebut fenomena dan proses ("Terjadinya ...").
  • Pembuka mengenalkan fenomena secara umum.
  • Rangkaian kejadian berurutan dan berhubungan sebab akibat.
  • Konjungsi kausal dan temporal dipakai bervariasi.
  • Istilah ilmiah dijelaskan.
  • Kalimat objektif, tanpa opini pribadi di bagian proses.
  • Ulasan merangkum dan memberi simpulan atau saran.
  • Fakta berasal dari sumber tepercaya dan sumber dicantumkan.
  • Ejaan dan tanda baca sudah diperiksa.
  • Panjang dan format sesuai permintaan guru.

Coba alatnya

Generator Outline (Kerangka Tulisan)
Susun kerangka artikel, esai, skripsi, atau presentasi dari satu topik.
Buka alat
Generator Paragraf
Satu paragraf pembuka, isi, atau penutup—atau paragraf deskripsi, eksposisi, narasi, argumentasi, persuasi—dari ide pokokmu.
Buka alat
Cek Ejaan & Typo (EYD V)
Temukan typo dan kata tidak baku (dicocokkan dengan KBBI dan EYD V), langsung di browser.
Buka alat
Cek Grammar Bahasa Indonesia
Periksa tata bahasa, ejaan, dan tanda baca: bahasa Indonesia sesuai EYD Edisi V, juga bahasa Inggris dan bahasa lain.
Buka alat

Pertanyaan umum

Apa saja struktur teks eksplanasi?

Strukturnya terdiri atas identifikasi fenomena yang mengenalkan fenomena secara umum, rangkaian kejadian yang menjelaskan proses berurutan menurut sebab akibat, dan ulasan sebagai simpulan atau pandangan penulis. Beberapa buku memakai istilah lain, jadi sesuaikan dengan buku pelajaran kamu.

Apa ciri kebahasaan teks eksplanasi?

Cirinya memakai konjungsi kausal seperti karena dan akibatnya, konjungsi temporal seperti kemudian dan selanjutnya, istilah ilmiah atau teknis, kata benda abstrak, serta kalimat objektif dan informatif. Bagian proses tidak memuat opini pribadi penulis.

Apa beda teks eksplanasi dan teks deskripsi?

Teks eksplanasi menjelaskan proses terjadinya sesuatu dan menjawab bagaimana serta mengapa, sedangkan teks deskripsi melukiskan ciri atau keadaan sesuatu dan menjawab seperti apa. Eksplanasi disusun menurut urutan sebab akibat, deskripsi menurut pengamatan ciri.

Apa contoh topik teks eksplanasi?

Topik yang cocok punya proses jelas, misalnya terjadinya gempa bumi, banjir, hujan, pelangi, gerhana, tsunami, erupsi gunung api, atau pemanasan global. Pilih topik yang prosesnya bisa dilacak dari sumber tepercaya seperti BMKG atau buku pelajaran.

Semua panduan