Salat atau Sholat? Penulisan Kata Serapan Arab yang Baku (Ramadan, Ustaz, Masjid, Zikir, Idulfitri)
Bentuk baku yang dicatat KBBI adalah salat, Ramadan, ustaz, masjid, zikir, Iduladha, Idulfitri, dan insyaallah. Sholat, Ramadhan, ustadz, dzikir, dan Idul Fitri dengan spasi adalah variasi yang lazim dipakai tetapi tidak baku. Penyebabnya, kata serapan mengikuti ejaan Indonesia, sedangkan transliterasi menirukan huruf Arab. Panduan ini memberi tabel, alasan, dan cara mengeceknya.
Jawaban singkat: bentuk baku kata serapan Arab yang paling sering dicari
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Ejaan Yang Disempurnakan Edisi V yang disusun Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen, bentuk bakunya adalah salat, Ramadan, ustaz, masjid, zikir, Iduladha, Idulfitri, dan insyaallah. Bentuk seperti sholat, shalat, Ramadhan, ustadz, mesjid, dzikir, dan Idul Adha sangat umum di spanduk, grup WhatsApp, dan media sosial, tetapi tidak dipakai dalam tulisan baku.
| Tidak baku (lazim dipakai) | Baku menurut KBBI | Catatan singkat |
|---|---|---|
| sholat, shalat | salat | Tidak ada gugus sh untuk bunyi /s/ |
| Ramadhan | Ramadan | Huruf kapital karena nama bulan |
| ustadz, ustadzah | ustaz, ustazah | Gugus dz diganti z |
| mesjid | masjid | Tulis dengan a pada suku pertama |
| dzikir, zikr | zikir | Dz menjadi z |
| Idul Adha, Idhul Adha | Iduladha | Ditulis serangkai dan kapital di awal saja |
| Idul Fitri, Idhul Fitri | Idulfitri | Ditulis serangkai |
| insya Allah, in syaa Allah | insyaallah | Satu kata, huruf kecil di tengah kalimat |
| adzan | azan | Dz menjadi z |
| Jum'at | Jumat | Tanpa tanda apostrof |
Tabel ini disusun dari kaidah ejaan dan KBBI. Untuk naskah resmi seperti skripsi, buku, atau surat dinas, cocokkan sekali lagi di KBBI daring, sebab kamus diperbarui dari waktu ke waktu. Tiga entri yang ada di basis data kata baku AdeptWrite punya halaman sendiri: Salat atau sholat, Ramadan atau Ramadhan, dan Ustaz atau ustadz.
Mengapa ada "salat" dan "sholat"? Serapan tidak sama dengan transliterasi
Dua hal ini sering tertukar, dan di sinilah sumber hampir semua perdebatan.
Transliterasi adalah pengalihan huruf demi huruf dari satu aksara ke aksara lain. Tujuannya mempertahankan bentuk tulisan asli. Karena itu transliterasi Arab-Latin membedakan huruf yang bunyinya mirip di telinga orang Indonesia, misalnya sin (س) dan sad (ص), atau zay (ز) dan dzal (ذ). Hasilnya muncul sebagai shalat, dzikir, atau Ramadhan. Transliterasi dipakai di buku kajian keislaman, kitab, dan tulisan filologi yang perlu merekam aksara aslinya.
Penyerapan adalah proses sebuah kata asing masuk ke bahasa Indonesia dan disesuaikan dengan ejaan serta bunyi bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia tidak membedakan /s/ dari sin dan /s/ dari sad, jadi keduanya ditulis s. Bunyi dz diserap menjadi z, bunyi ts menjadi s, dan huruf kh serta sy tetap dipertahankan karena memang ada di ejaan Indonesia (khusus, syarat, insyaallah). Itulah sebabnya KBBI mencatat salat, bukan shalat.
Aturan praktisnya: tulisan umum berbahasa Indonesia memakai bentuk serapan yang ada di KBBI. Transliterasi hanya muncul bila kamu memang mengutip ungkapan Arab, nama judul kitab, atau istilah yang belum masuk kamus.
Pola penyesuaian bunyi yang perlu diingat
Daripada menghafal satu per satu, ingat beberapa pola berikut. Pola ini membantu menebak ejaan baku kata Arab lain, lalu kamu konfirmasi di kamus.
| Bunyi/huruf Arab dalam transliterasi | Hasil serapan | Contoh |
|---|---|---|
| sh, ts (ص, ث) | s | salat, sabar, saf |
| dz, dh (ذ, ظ) | z | zikir, ustaz, azan, zalim |
| z (ز) | z | zakat, izin, zaman |
| dh (ض) | d | Ramadan, hadir (bunyi /d/) |
| kh (خ) | kh | khusus, akhir, khotbah |
| sy (ش) | sy | syarat, syukur, insyaallah |
| apostrof atau tanda hamzah (ع, ء) | dihilangkan | Jumat, maaf, saat |
Pola ini adalah gambaran umum. Ada kata yang bentuknya sudah mapan dengan variasi sendiri, misalnya khotbah yang masih memakai kh. Kamus tetap menjadi hakim terakhir.
Daftar rinci: delapan kata yang paling sering dicari
Salat
Salat berarti ibadah wajib umat Islam. Bentuk sholat dan shalat tidak baku. Penulisan nama waktu salat mengikuti pola yang sama: subuh, zuhur, asar, magrib, isya. Contoh: "Jemaah menunaikan salat Jumat di masjid agung." Perhatikan juga bahwa Jumat ditulis tanpa apostrof dan dengan huruf kapital karena nama hari.
Ramadan
Nama bulan kesembilan tahun Hijriah ini ditulis Ramadan, dengan huruf kapital karena nama bulan. Bunyi dh pada ض menjadi d dalam serapan. Contoh: "Umat Islam berpuasa sepanjang Ramadan." kamu juga akan melihat bulan puasa dipakai sebagai padanan yang lebih umum, dan keduanya benar. Kapitalisasi nama bulan dibahas di Aturan huruf kapital EYD.
Ustaz dan ustazah
Ustaz berarti guru agama, dan bentuk perempuannya ustazah. Gugus dz tidak dipakai dalam ejaan Indonesia sehingga ustadz dan ustadzah tidak baku. Contoh: "Ustazah Ratna mengisi kajian muslimah setiap Ahad pagi."
Masjid
Tulis masjid, bukan mesjid. Perubahan vokal a menjadi e terdengar wajar di lisan sebagian daerah, tetapi bentuk baku yang dipakai adalah masjid. Nama masjid yang berupa nama diri tetap mengikuti pemilik nama, misalnya Masjid Istiqlal ditulis dengan huruf kapital pada tiap unsur nama, sedangkan masjid dalam kalimat umum ditulis huruf kecil.
Zikir
Tulis zikir untuk ucapan yang mengingat Allah. Dzikir dan zikr tidak baku. Contoh: "Setelah salat, mereka berzikir bersama." Bentuk verbanya berzikir.
Iduladha dan Idulfitri
Hari raya ini ditulis serangkai dan hanya huruf pertama yang kapital: Iduladha dan Idulfitri. Dalam praktik, banyak media menulisnya terpisah ("Idul Adha", "Idul Fitri") mengikuti nama resmi di kalender atau kebiasaan penerbit. Dalam tulisan yang memakai KBBI dan EYD sebagai acuan, seperti skripsi atau dokumen dinas, pilih bentuk serangkai. Contoh: "Pemerintah menetapkan cuti bersama menjelang Idulfitri." Kalau kamu menulis untuk media yang punya pedoman gaya sendiri, ikuti pedoman itu dan tetap konsisten dalam satu naskah.
Insyaallah
Insyaallah ditulis sebagai satu kata. Bentuk insya Allah (terpisah) dan InsyaAllah (kapital di tengah) tidak sesuai kaidah KBBI. Dalam kalimat, kata ini ditulis huruf kecil kecuali di awal kalimat. Contoh: "Rapat panitia kita lanjutkan Sabtu depan, insyaallah."
Contoh kalimat sebelum dan sesudah
Berikut kalimat dari pengumuman masjid dan tugas sekolah yang umum ditemukan, beserta perbaikannya.
| Sebelum | Sesudah |
|---|---|
| Ustadz Fahri akan mengisi dzikir bersama setelah sholat Isya di mesjid. | Ustaz Fahri akan memimpin zikir bersama setelah salat isya di masjid. |
| Panitia Ramadhan mengundang warga untuk buka puasa bersama. | Panitia Ramadan mengundang warga untuk buka puasa bersama. |
| Libur Idul Fitri tahun ini dimulai Jum'at. | Libur Idulfitri tahun ini dimulai Jumat. |
| InsyaAllah, adzan magrib terdengar pukul 17.52. | Insyaallah, azan magrib terdengar pukul 17.52. |
Pada contoh pertama, isya ditulis huruf kecil karena nama waktu salat, bukan nama hari atau bulan.
Kapan boleh memakai bentuk transliterasi?
Ada situasi di mana shalat atau Ramadhan tidak salah dari sudut tujuan penulisnya.
- Nama diri. Nama orang, lembaga, atau yayasan tidak diubah. Nama Yayasan Al-Ikhlas Ramadhan atau nama seseorang di akta, misalnya Ramadhani, tetap ditulis sesuai pemilik nama. Jangan "membakukan" nama orang tanpa izin.
- Kutipan langsung. Bila kamu mengutip kalimat orang lain, ejaan asli dipertahankan, dan kamu bisa menambahkan [sic] bila perlu.
- Kajian teks Arab. Jurnal filologi atau kajian keislaman kadang memakai sistem transliterasi khusus. Ikuti pedoman jurnal, dan jelaskan sistem yang dipakai di catatan awal.
- Tulisan dakwah populer atau konten media sosial. Tidak ada sanksi ejaan, tetapi kalau sasaran kamu pembaca luas, bentuk baku tetap lebih rapi di mata pembaca resmi dan sesuai dengan yang tercatat di kamus.
Kesalahan yang sering terjadi
- Mencampur bentuk dalam satu naskah. Menulis "salat" di paragraf pertama dan "sholat" di paragraf ketiga lebih mengganggu daripada konsisten memakai bentuk yang tidak baku.
- Mengira bentuk baku "terdengar kurang islami". Ejaan baku adalah soal sistem tulisan Indonesia, bukan soal kualitas ibadah atau kesalehan. Salat yang ditulis salat tetap salat yang sama.
- Menyisakan apostrof. Jum'at, ma'af, dan ikhlash sering lolos dari pengecekan visual. Bentuk bakunya Jumat, maaf, ikhlas.
- Salah kapital. Nama bulan (Ramadan), nama hari (Jumat), dan hari raya (Iduladha) memakai huruf kapital. Nama ibadah (salat, zikir, puasa) memakai huruf kecil.
- Menganggap semua kata Arab ditulis sama. Ada pengecualian yang sudah mapan, seperti khotbah dan syukur, karena gugus kh dan sy memang ada dalam ejaan Indonesia.
Cara mengecek sendiri dalam tiga langkah
- Cari di KBBI daring. Ketik bentuk yang kamu pakai. Jika kamus mengarahkan ke entri lain atau menandainya "tidak baku", pakai entri tujuan.
- Cocokkan dengan pola bunyi. Pakai tabel pola di atas untuk menduga bentuk baku sebelum mencari.
- Periksa seluruh naskah. Satu kata yang salah biasanya muncul berkali-kali. Gunakan fitur cari-dan-ganti, lalu periksa konteks (nama diri dan kutipan jangan diubah).
Memakai alat AdeptWrite untuk memeriksa ejaan serapan
- Cek Ejaan & Typo (EYD V) mencocokkan kata dengan KBBI dan EYD V langsung di browser, sehingga bentuk tidak baku seperti sholat atau ustadz ditandai. Hasilnya berupa saran, jadi nama diri dan kutipan tetap perlu kamu putuskan sendiri.
- Cek Grammar memeriksa tata bahasa, ejaan, dan tanda baca bahasa Indonesia berdasarkan EYD Edisi V. Batas masukan per proses adalah 6.000 karakter.
Untuk memperluas, buka daftar kata baku dan tidak baku, kesalahan ejaan yang sering terjadi, dan kata tidak baku dalam skripsi.
Ringkasan
Bentuk baku kata serapan Arab yang paling sering dicari adalah salat, Ramadan, ustaz, masjid, zikir, Iduladha, Idulfitri, dan insyaallah. Penyebabnya, kata serapan disesuaikan dengan ejaan Indonesia: sh dan ts menjadi s, dz menjadi z, tanda apostrof dihilangkan. Transliterasi hanya pantas dipakai untuk nama diri, kutipan, dan kajian teks Arab. Selalu cek KBBI daring sebelum menerbitkan naskah resmi, dan konsisten dalam satu tulisan.
Coba alatnya
Pertanyaan umum
Salat atau sholat, mana yang baku?
Yang baku adalah salat, sebagaimana dicatat KBBI. Sholat dan shalat adalah hasil transliterasi dari huruf Arab yang mempertahankan perbedaan bunyi s, dan bentuk itu tidak dipakai dalam ejaan Indonesia baku. Dalam kalimat, tulis salat dengan huruf kecil, misalnya salat Jumat atau salat magrib.
Apakah Idul Fitri ditulis terpisah atau serangkai?
KBBI mencatat bentuk serangkai, yaitu Idulfitri dan Iduladha, dengan huruf kapital hanya di awal. Banyak media dan kalender masih memakai Idul Fitri dan Idul Adha terpisah mengikuti gaya masing-masing. Untuk skripsi dan dokumen dinas, pakai bentuk serangkai dan tetap konsisten.
Mengapa Ramadan memakai huruf kapital tetapi salat tidak?
Ramadan adalah nama bulan, dan nama bulan serta nama hari ditulis dengan huruf kapital menurut EYD. Salat, zikir, dan puasa adalah nama ibadah atau kegiatan umum sehingga ditulis dengan huruf kecil, kecuali berada di awal kalimat atau menjadi bagian nama kegiatan tertentu.
Bolehkah saya tetap menulis Ustadz atau Ramadhan di tulisan resmi?
Sebaiknya tidak, kecuali itu nama diri atau kutipan langsung. Untuk tulisan resmi, gunakan ustaz dan Ramadan sesuai KBBI. Jika nama seseorang di dokumen tertulis Ustadz atau nama lembaga memakai Ramadhan, pertahankan sesuai tulisan pemiliknya dan jangan diubah sendiri.
Panduan terkait
- Daftar Kata Baku dan Tidak Baku Menurut KBBI dan EYD V — Kata baku adalah kata yang ejaannya sesuai KBBI dan EYD V; kata tidak baku menyimpang dari keduanya, misalnya aktifitas,…
- 30 Kesalahan Ejaan Bahasa Indonesia yang Paling Sering Terjadi (dan Perbaikannya) — Kesalahan ejaan yang paling sering terjadi dalam bahasa Indonesia umumnya berpola: praktek (praktik), resiko (risiko), m…
- 50 Kata Tidak Baku yang Sering Muncul di Skripsi (dan Penggantinya) — Kata tidak baku di skripsi paling sering berupa serapan yang salah ejaan, seperti analisa (baku: analisis), praktek (pra…
- Aturan Huruf Kapital Menurut EYD Edisi V: Nama, Jabatan, Sapaan, Hari, dan Bulan — Huruf kapital dipakai di awal kalimat dan petikan langsung, pada nama diri (orang, tempat, lembaga, hari, bulan), pada j…