Sekolah, kuliah & skripsi

Teks Prosedur: Struktur (Tujuan, Langkah, Penutup), Kaidah Kebahasaan, dan Contoh

Tim Editorial AdeptWriteDiperbarui 6 menit baca

Teks prosedur adalah teks yang memberi petunjuk urutan langkah untuk melakukan atau membuat sesuatu. Strukturnya lazim berupa tujuan, bahan dan alat, langkah-langkah, dan penutup. Kalimatnya banyak memakai kalimat perintah dan kata urutan seperti pertama dan selanjutnya. Panduan ini memberi dua contoh lengkap, kaidah kebahasaan, kesalahan umum, dan daftar periksa.

Apa itu teks prosedur?

Teks prosedur adalah teks yang menjelaskan cara melakukan atau membuat sesuatu lewat urutan langkah yang jelas, sehingga pembaca yang mengikutinya dapat mencapai hasil yang sama. Contoh yang paling akrab: resep masakan, cara memakai mesin ATM, petunjuk merakit lemari, panduan mengisi formulir daring, atau tata tertib praktikum.

Teks prosedur kerap disebut juga teks instruksi atau teks petunjuk. Dalam materi Bahasa Indonesia, teks prosedur dipelajari di jenjang sekolah dengan fokus pada struktur dan kaidah kebahasaannya. Istilah bagian dapat berbeda antarbuku dan kurikulum, jadi samakan dengan buku guru kamu.

Beda teks prosedur dengan teks lain

TeksMenjawab pertanyaanContoh
ProsedurBagaimana cara melakukannya?Cara membuat teh tarik
Teks eksplanasiMengapa atau bagaimana proses ini terjadi?Proses terjadinya hujan
Teks eksposisiApa gagasannya dan apa penjelasannya?Manfaat membaca
Teks narasiApa yang terjadi?Cerita perjalanan

Teks eksplanasi menjelaskan proses alam atau sosial yang terjadi sendiri, sedangkan teks prosedur memerintahkan pembaca untuk bertindak.

Struktur teks prosedur

BagianIsiCatatan
Tujuan (judul)Apa yang akan dicapaiSering cukup lewat judul, misalnya "Cara Membuat Telur Dadar"
Bahan dan alatDaftar yang perlu disiapkanAda pada resep atau perakitan; tidak perlu pada petunjuk layar
Langkah-langkahUrutan tindakan yang berurutanBagian utama; biasanya bernomor
PenutupHasil akhir, peringatan, saran penyajian, atau catatan keselamatanOpsional

Sebagian buku menyebut struktur tiga bagian saja: tujuan, langkah-langkah, dan penutup. Bahan dan alat dimasukkan ke dalam bagian tujuan atau langkah awal. Keduanya benar; pakai yang diajarkan guru kamu.

Kaidah kebahasaan teks prosedur

  1. Kalimat perintah (imperatif). Verba dasar di awal kalimat: Panaskan minyak, Tekan tombol, Masukkan kartu. Dalam petunjuk tertulis, bentuk dasar tanpa -lah sudah baku dan netral. Bentuk -lah (Panaskanlah) terkesan lebih halus tetapi tidak wajib.
  2. Verba aksi (kata kerja tindakan). Contoh: potong, aduk, pasang, pilih, simpan.
  3. Konjungsi urutan waktu. Pertama, kedua, selanjutnya, kemudian, setelah itu, terakhir. Bila langkah sudah bernomor, kata urutan tidak perlu diulang di setiap kalimat.
  4. Keterangan cara, jumlah, dan waktu. Contoh: dengan api kecil, sebanyak dua sendok makan, selama lima menit. Keterangan inilah yang membuat langkah dapat ditiru.
  5. Kalimat singkat. Satu langkah, satu tindakan utama.
  6. Bentuk pasif bernuansa petunjuk (kadang). Telur dikocok hingga berbusa. Gaya ini ada pada buku resep formal, tetapi imperatif lebih jelas bagi pemula. Pelajari perbedaannya di kalimat aktif dan pasif.
  7. Istilah baku dan konsisten. Bila kamu menulis "wajan" jangan beralih ke "penggorengan" di langkah berikutnya tanpa alasan.

Cek penulisan unit dan angka sesuai EYD Edisi V, misalnya spasi antara angka dan satuan (5 menit, 200 g). Bila ragu pada ejaan sebuah kata, periksa di KBBI daring.

Contoh 1: prosedur dengan bahan dan alat

Cara Membuat Telur Dadar Sederhana

Tujuan: Teks ini menjelaskan cara membuat telur dadar untuk satu porsi.

Bahan:

  • 2 butir telur ayam
  • 1 sendok makan air atau susu cair
  • Garam secukupnya
  • 1 sendok makan minyak goreng

Alat: mangkuk, garpu, wajan antilengket, spatula.

Langkah-langkah:

  1. Pecahkan telur ke dalam mangkuk.
  2. Tambahkan air dan garam, lalu kocok dengan garpu hingga warnanya rata.
  3. Panaskan minyak di wajan dengan api sedang.
  4. Tuang kocokan telur ke wajan dan ratakan dengan memiringkan wajan.
  5. Setelah bagian bawah mengeras, lipat telur menjadi dua dengan spatula.
  6. Balik sekali, masak sekitar satu menit, lalu angkat.

Penutup: Sajikan selagi hangat bersama nasi. Telur lebih mudah dibalik bila wajan tidak terlalu panas.

Contoh 2: prosedur tanpa bahan, untuk layanan daring

Cara Mengunduh Rapor Daring dari Portal Sekolah (contoh umum)

Tujuan: Petunjuk ini membantu siswa mengunduh rapor dari portal sekolah. Tampilan portal berbeda-beda; sesuaikan dengan portal sekolah kamu.

  1. Buka alamat portal sekolah melalui peramban.
  2. Masuk dengan nama pengguna dan kata sandi yang diberikan sekolah.
  3. Pilih menu "Rapor" atau "Nilai" pada halaman utama.
  4. Pilih semester yang ingin dilihat.
  5. Tekan tombol "Unduh" dan simpan berkas pada perangkat kamu.
  6. Keluar dari akun setelah selesai, terutama jika memakai komputer bersama.

Penutup: Jika tombol unduh tidak muncul, hubungi wali kelas atau operator sekolah.

Contoh kedua sengaja tidak memakai bahan dan alat. Itu sah: struktur menyesuaikan kebutuhan pembaca.

Dari draf buruk ke draf baik

Sebelum:

Telur dipecah lalu dimasukkan wajan yang sudah panas kemudian ditunggu sebentar baru dibalik dan setelah matang diangkat.

Masalah: satu kalimat memuat lima tindakan, tidak ada takaran, tidak ada petunjuk api, dan pelaku tidak jelas.

Sesudah:

1. Panaskan 1 sendok makan minyak di wajan dengan api sedang. 2. Pecahkan telur ke dalam mangkuk, lalu tuang ke wajan. 3. Tunggu sekitar satu menit hingga bagian bawah mengeras. 4. Balik telur, masak 30 detik, lalu angkat.

Perubahannya: pecah per tindakan, imperatif, ada takaran dan waktu, urutan bernomor.

Kesalahan umum dalam teks prosedur

  • Langkah melompat. Pembaca tidak tahu cara memotong sebelum kamu menyuruhnya memasak. Uji dengan membayangkan pemula.
  • Satu langkah memuat banyak tindakan. Pecahkan menjadi beberapa nomor.
  • Tidak ada ukuran. "Sedikit garam" boleh untuk resep rumahan, tetapi petunjuk teknis butuh angka dan satuan.
  • Mencampur imperatif dan deklaratif. "Panaskan minyak" lalu "Anda harus mengaduknya" membuat nada tidak seragam.
  • Urutan salah. Mengaduk sebelum bahan dimasukkan.
  • Mengabaikan peringatan. Pada petunjuk yang berisiko, seperti listrik atau api, tulis peringatan sebelum langkah yang berbahaya, bukan sesudahnya.
  • Memakai kata ambigu. "Segera", "agak lama", atau "kira-kira" tanpa patokan membingungkan.

Daftar periksa

  • Judul atau bagian tujuan menyatakan hasil yang dicapai.
  • Bahan dan alat lengkap (bila relevan).
  • Langkah berurutan dan setiap langkah memuat satu tindakan utama.
  • Kalimat perintah konsisten dengan verba aksi di awal.
  • Takaran, waktu, dan suhu ditulis dengan angka dan satuan.
  • Peringatan keselamatan diletakkan sebelum langkah berisiko.
  • Ejaan dan tanda baca sesuai EYD Edisi V.
  • Sudah dicoba atau dibaca oleh orang lain yang belum tahu caranya.

Memakai alat AdeptWrite untuk teks prosedur

  • Perbaiki Kalimat merapikan kalimat langkah yang berbelit, misalnya mengubah kalimat panjang menjadi pernyataan yang lebih jelas. Periksa hasilnya agar tidak ada langkah yang hilang.
  • Cek Ejaan & Typo (EYD V) menandai typo dan kata tidak baku pada daftar bahan dan langkah.
  • Cek Grammar membantu memeriksa tata bahasa dan tanda baca.
  • Pemendek & Pemanjang Kalimat berguna untuk memangkas langkah yang kepanjangan, atau menambah rincian pada langkah yang terlalu ringkas.
  • Generator Outline membantu menyusun kerangka bagian bila prosedur kamu panjang, misalnya untuk laporan praktikum.

Setiap proses menerima paling banyak 6.000 karakter. Alat hanya membantu merapikan bahasa; kebenaran langkah, takaran, dan keselamatan tetap tanggung jawab kamu. Uji prosedur kamu sendiri sebelum dibagikan.

Menyesuaikan prosedur dengan pembacanya

Prosedur yang baik ditulis untuk pembaca tertentu. Petunjuk untuk anak kelas tujuh yang baru pertama kali memasak harus memuat hal yang tampak sepele, seperti cara menyalakan kompor dan cara mengukur satu sendok makan. Petunjuk untuk teman sekelas yang sudah terbiasa boleh lebih ringkas. Sebelum menulis, tanyakan tiga hal: siapa pembacanya, apa yang sudah ia ketahui, dan di mana ia akan membaca, misalnya di dapur sambil memegang bahan atau di layar ponsel. Jawaban ini menentukan panjang langkah, istilah yang perlu dijelaskan, dan perlu tidaknya gambar atau foto pendukung.

Penggunaan di luar tugas sekolah

Kaidah teks prosedur berguna di tempat kerja: prosedur operasi standar, panduan pengguna, atau petunjuk onboarding. Di sana, struktur yang sama dipakai dengan tambahan seperti penanggung jawab tiap langkah dan tautan ke formulir. Prinsipnya tetap: satu langkah satu tindakan, imperatif, urutan jelas, dan hasil yang dapat diperiksa. Bila prosedur kamu tampil di web, tulis judul langkah yang menyerupai kalimat yang dicari orang, misalnya "cara mengisi formulir", agar mudah ditemukan.

Coba alatnya

Perbaiki Kalimat
Rapikan kalimat yang kaku, rancu, atau berbelit.
Buka alat
Cek Ejaan & Typo (EYD V)
Temukan typo dan kata tidak baku (dicocokkan dengan KBBI dan EYD V), langsung di browser.
Buka alat
Cek Grammar Bahasa Indonesia
Periksa tata bahasa, ejaan, dan tanda baca: bahasa Indonesia sesuai EYD Edisi V, juga bahasa Inggris dan bahasa lain.
Buka alat
Pemendek & Pemanjang Kalimat
Ringkas atau kembangkan kalimat sesuai kebutuhan.
Buka alat

Pertanyaan umum

Apa saja struktur teks prosedur?

Strukturnya lazim berupa tujuan (sering lewat judul), bahan dan alat bila diperlukan, langkah-langkah berurutan, dan penutup. Sebagian buku meringkasnya menjadi tiga bagian: tujuan, langkah, dan penutup. Samakan istilah dengan buku guru atau kurikulum yang dipakai sekolah kamu.

Apa ciri kebahasaan teks prosedur?

Cirinya adalah kalimat perintah dengan verba aksi di awal, konjungsi urutan seperti pertama, selanjutnya, dan terakhir, keterangan takaran dan waktu, serta kalimat singkat. Istilah dipakai konsisten, dan tiap langkah memuat satu tindakan utama agar mudah diikuti.

Apakah harus memakai akhiran -lah pada kalimat perintah?

Tidak wajib. Dalam petunjuk tertulis, bentuk dasar seperti panaskan atau tekan sudah baku dan jelas. Akhiran -lah, misalnya panaskanlah, memberi kesan lebih halus, tetapi tidak menentukan benar atau salah. Yang terpenting, pilih satu gaya dan pakai konsisten.

Apa beda teks prosedur dan teks eksplanasi?

Teks prosedur menjawab bagaimana cara melakukan sesuatu dan memerintahkan pembaca bertindak lewat langkah berurutan. Teks eksplanasi menjelaskan mengapa atau bagaimana suatu proses terjadi, misalnya hujan atau gempa, tanpa menyuruh pembaca melakukan apa pun.

Semua panduan