Jenis-Jenis Karangan: Narasi, Deskripsi, Eksposisi, Argumentasi, dan Persuasi, Lengkap dengan Ciri dan Contoh
Karangan dibagi menjadi lima jenis menurut tujuannya: narasi menceritakan peristiwa, deskripsi melukiskan objek, eksposisi menjelaskan informasi, argumentasi membuktikan pendapat dengan alasan dan data, dan persuasi mengajak pembaca bertindak. Cara membedakannya paling mudah lewat pertanyaan, apa yang ingin dicapai penulis terhadap pembaca.
Jawaban singkat: apa saja jenis karangan?
Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, karangan dibedakan menjadi lima jenis menurut tujuan penulisnya:
- Narasi: menceritakan rangkaian peristiwa.
- Deskripsi: melukiskan objek agar pembaca seolah melihatnya.
- Eksposisi: menjelaskan atau memaparkan informasi.
- Argumentasi: membuktikan kebenaran suatu pendapat dengan alasan dan data.
- Persuasi: membujuk pembaca agar mau bertindak atau berubah sikap.
Cara cepat membedakannya: tanyakan apa yang saya ingin pembaca lakukan, rasakan, atau pahami setelah selesai membaca? Ingin pembaca mengikuti cerita, itu narasi. Ingin ia membayangkan, itu deskripsi. Ingin ia paham, itu eksposisi. Ingin ia setuju, itu argumentasi. Ingin ia bertindak, itu persuasi.
Sebagian buku ajar menambahkan jenis lain, misalnya karangan campuran atau karangan ilmiah populer, tetapi lima jenis di atas adalah pembagian yang paling umum dipakai di ujian dan tugas sekolah. Istilah ini juga sering dicampur dengan teks dalam kurikulum, yang dibahas di bagian akhir.
Tabel perbandingan lima jenis karangan
| Jenis | Tujuan | Ciri utama | Kata kunci khas | Contoh |
|---|---|---|---|---|
| Narasi | Menceritakan peristiwa | Ada tokoh, alur, latar; urutan waktu | lalu, kemudian, akhirnya, pada suatu hari | Cerpen, pengalaman liburan |
| Deskripsi | Melukiskan objek | Detail pancaindra; hampir tanpa alur | tampak, terasa, berbau, berwarna | Gambaran pantai, pasar pagi |
| Eksposisi | Menjelaskan informasi | Fakta, objektif, tanpa membujuk | yaitu, antara lain, misalnya, sebagai berikut | Cara kerja daur ulang, artikel ilmiah populer |
| Argumentasi | Meyakinkan lewat bukti | Pendapat + alasan + data + kesimpulan | karena, sebab, oleh karena itu, dengan demikian | Esai pro-kontra, tajuk rencana |
| Persuasi | Mengajak bertindak | Bahasa emosional, ajakan langsung | ayo, mari, sebaiknya, jangan lewatkan | Iklan, poster kampanye, pidato |
Tiap jenis dibahas lebih rinci di bawah, lengkap dengan paragraf contoh. Contoh-contoh ini dibuat untuk pembelajaran dan bukan kutipan dari sumber tertentu.
1. Karangan narasi
Narasi menyajikan peristiwa berurutan, biasanya menurut waktu. Karangan narasi punya tokoh, alur, latar, dan konflik, sehingga unsur intrinsik seperti tema dan amanat bisa ditemukan di dalamnya. Dua jenis utamanya: narasi ekspositoris (menyampaikan kisah nyata secara informatif, misalnya biografi atau laporan perjalanan) dan narasi sugestif (kisah rekaan yang mengajak pembaca merasakan, misalnya cerpen).
Pagi itu, Rani berangkat ke sekolah lebih awal karena hari ini giliran kelasnya menjadi petugas upacara. Di perjalanan, sepeda motor ayahnya mogok di depan pasar. Rani akhirnya berlari sambil memegang topi. Sesampainya di gerbang, bel masuk baru saja berbunyi, dan ia tiba tepat sebelum barisan dirapikan.
Ciri paling mudah dikenali: kata kerja berurutan dan penanda waktu. Panduan khususnya ada di panduan teks narasi, dan langkah menyusun cerita dari awal ada di panduan cara membuat karangan.
2. Karangan deskripsi
Deskripsi melukiskan suatu objek (tempat, benda, orang, suasana) selengkap dan sehidup mungkin. Penulis memakai detail dari pancaindra: penglihatan, penciuman, pendengaran, perabaan, dan pengecapan. Deskripsi bisa objektif (mencatat apa adanya) atau subjektif (menyertakan kesan penulis).
Pasar pagi itu berbau ikan asin dan kopi yang baru diseduh. Terpal biru menutupi deretan lapak sayur, sementara pedagang bersahutan menawarkan cabai dan tomat yang masih basah embun. Di sudut, seorang ibu menimbang bawang dengan timbangan kuningan tua yang berderit setiap kali ditekan.
Perhatikan bahwa tidak ada urutan peristiwa yang penting. Pembaca diajak "melihat", bukan mengikuti alur. Pelajari ciri dan struktur lengkapnya di panduan teks deskripsi.
3. Karangan eksposisi
Eksposisi memaparkan informasi atau menjelaskan suatu hal supaya pembaca mengerti. Isinya fakta, definisi, proses, atau perbandingan, ditulis secara objektif tanpa bermaksud membujuk. Struktur yang lazim di sekolah: tesis, argumen atau rincian, lalu penegasan ulang.
Daur ulang sampah plastik umumnya melewati tiga tahap. Pertama, sampah dipilah menurut jenis plastiknya. Kedua, plastik dicacah dan dicuci. Ketiga, cacahan dilebur menjadi biji plastik yang dapat dibentuk kembali menjadi barang baru.
Eksposisi bisa berbentuk definisi, klasifikasi, proses, sebab-akibat, atau perbandingan. Bahasan lengkapnya ada di panduan teks eksposisi.
4. Karangan argumentasi
Argumentasi bertujuan meyakinkan pembaca bahwa suatu pendapat benar atau lebih baik, dengan mengajukan alasan, bukti, dan data yang logis. Berbeda dari eksposisi, argumentasi memihak sebuah sudut pandang; berbeda dari persuasi, ia mengandalkan nalar, bukan emosi.
Sekolah sebaiknya membatasi penggunaan ponsel selama jam pelajaran. Siswa yang menyimpan ponselnya di tas lebih mudah mengikuti penjelasan guru karena tidak terganggu notifikasi. Selain itu, aturan yang jelas mengurangi perselisihan antara guru dan siswa tentang kapan ponsel boleh dipakai. Dengan demikian, pembatasan ponsel di kelas lebih menguntungkan proses belajar daripada membiarkannya bebas.
Struktur umum: pendapat, alasan, bukti, bantahan terhadap pandangan lain, kesimpulan. Pembahasan lengkap ada di panduan teks argumentasi. Bila kamu menulis esai kuliah, lihat juga panduan cara membuat esai.
Peringatan jujur: bukti dalam argumentasi harus nyata. Jangan menulis "penelitian menunjukkan" tanpa menyebut penelitian dan sumbernya, karena klaim tanpa rujukan justru melemahkan tulisan.
5. Karangan persuasi
Persuasi berusaha membujuk pembaca agar bertindak, misalnya membeli, memilih, mendaftar, atau mengubah kebiasaan. Bahasanya menyentuh perasaan dan sering memuat kata ajakan. Persuasi tetap boleh memakai alasan, tetapi tekanannya ada pada daya bujuk.
Mari kurangi sampah plastik mulai dari hal kecil. Bawalah tas belanja sendiri saat ke pasar, dan tolak kantong plastik yang tidak perlu. Dari langkah sederhana ini, lingkungan sekitar kita akan lebih bersih dan sungai tidak lagi tersumbat sampah. Ayo mulai hari ini!
Contoh lain yang akrab: poster layanan masyarakat, brosur penerimaan siswa baru, dan teks iklan. Panduan lengkapnya ada di panduan teks persuasi.
Argumentasi atau persuasi: cara membedakannya
Dua jenis ini paling sering tertukar karena sama-sama mengajak pembaca setuju. Pegangan praktisnya:
| Pertanyaan | Argumentasi | Persuasi |
|---|---|---|
| Alat bujuk utama | Nalar dan bukti | Perasaan dan ajakan |
| Tujuan akhir | Pembaca setuju | Pembaca bertindak |
| Kalimat khas | "Karena itu, kebijakan ini lebih tepat" | "Ayo, daftar sekarang" |
| Contoh | Esai pro-kontra | Iklan, kampanye |
Satu tulisan bisa memuat keduanya, tetapi untuk soal ujian, tentukan unsur yang paling dominan.
Cara menentukan jenis karangan dari sebuah teks
Bila diberi paragraf dan diminta menyebut jenisnya, ikuti langkah ini:
- Cari penanda waktu dan kata kerja berurutan. Banyak, berarti narasi.
- Cari detail pancaindra. Dominan dan tanpa alur, berarti deskripsi.
- Cari definisi, daftar, atau langkah. Netral dan informatif, berarti eksposisi.
- Cari pendapat dengan alasan. Ada klaim dan bukti, berarti argumentasi.
- Cari ajakan langsung. Ada kata mari, ayo, atau sebaiknya, berarti persuasi.
Jika ragu antara dua jenis, pilih berdasarkan tujuan akhir, bukan berdasarkan gaya kata. Paragraf eksposisi bisa terdengar menarik tanpa menjadi persuasi.
Karangan dan teks dalam kurikulum
Pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah kini sering memakai istilah teks (misalnya teks anekdot, eksplanasi, prosedur, laporan hasil observasi, dan negosiasi), selain lima jenis karangan klasik di atas. Keduanya tidak bertentangan: lima jenis karangan menjelaskan tujuan umum tulisan, sedangkan genre teks menjelaskan struktur dan fungsi sosial tulisan tertentu. Daftar teks yang dipakai di sekolah kamu ditentukan oleh kurikulum dan buku ajar yang digunakan, jadi periksa materi dari guru kamu. Beberapa pembahasan terkait: teks prosedur, teks eksplanasi, dan teks anekdot.
Kesalahan umum saat menulis dan mengenali karangan
- Mencampur tujuan tanpa sadar. Esai yang harusnya eksposisi tiba-tiba menjadi ajakan di paragraf akhir.
- Menyebut cerpen sebagai deskripsi hanya karena ada detail suasana. Bila ada alur dan konflik, itu narasi.
- Menulis argumentasi tanpa bukti. Opini tanpa alasan hanyalah pernyataan.
- Persuasi tanpa ajakan jelas. Pembaca perlu tahu apa yang diminta dari mereka.
- Eksposisi yang memihak. Kalau penulis mulai menilai, bukan memaparkan, jenisnya bergeser.
- Tidak menyelaraskan jenis dengan tugas. Esai kuliah umumnya eksposisi atau argumentasi, sedangkan surat pembaca atau pidato bisa persuasi.
Daftar periksa memilih jenis karangan
- Saya sudah menulis tujuan karangan dalam satu kalimat.
- Jenis karangan cocok dengan tujuan itu.
- Kata kunci dan struktur sesuai jenisnya.
- Setiap paragraf mendukung satu gagasan pokok.
- Bila argumentasi, ada bukti dan sumber yang bisa ditelusuri.
- Bila persuasi, ada ajakan yang jelas.
- Ejaan dan tanda baca sudah diperiksa.
Memakai alat AdeptWrite untuk menulis karangan
Semua alat di bawah gratis dengan batas 6.000 karakter per proses. Hasil alat berbasis AI adalah draf yang perlu kamu baca, periksa faktanya, dan sesuaikan dengan gagasan kamu; aturan penggunaan AI untuk tugas berbeda di tiap sekolah dan kampus, jadi tanyakan kebijakan di tempat kamu.
- Generator Paragraf punya mode Deskripsi, Eksposisi, Narasi, Argumentasi, dan Persuasi, sesuai lima jenis di panduan ini. Cobalah satu ide pokok pada beberapa mode untuk melihat perbedaan gayanya.
- Generator Outline menyusun kerangka artikel atau esai dari satu topik.
- Penulis Esai merangkai paragraf dan esai dari poin-poin singkat.
- Perbaiki Kalimat merapikan kalimat yang kaku atau berbelit.
- Cek Ejaan mencocokkan teks dengan KBBI dan EYD V.
- Penghitung Kata membantu memeriksa panjang karangan sesuai batas tugas.
Ringkasan
Lima jenis karangan dibedakan oleh tujuannya: narasi menceritakan, deskripsi melukiskan, eksposisi menjelaskan, argumentasi meyakinkan dengan bukti, dan persuasi mengajak bertindak. Untuk menentukan jenis suatu teks, cari penanda khasnya, lalu putuskan dari tujuan akhir. Saat menulis, tetapkan tujuan lebih dulu, pilih jenis yang sesuai, dan jaga agar isi tidak melenceng ke jenis lain.
Coba alatnya
Pertanyaan umum
Apa saja jenis-jenis karangan?
Ada lima jenis karangan menurut tujuannya: narasi untuk menceritakan peristiwa, deskripsi untuk melukiskan objek, eksposisi untuk menjelaskan informasi, argumentasi untuk meyakinkan dengan alasan dan bukti, serta persuasi untuk mengajak pembaca bertindak. Pembagian ini paling umum dipakai di pelajaran Bahasa Indonesia.
Apa perbedaan karangan argumentasi dan persuasi?
Argumentasi meyakinkan pembaca dengan nalar: pendapat, alasan, data, lalu kesimpulan, dengan tujuan pembaca setuju. Persuasi membujuk dengan perasaan dan ajakan langsung, dengan tujuan pembaca bertindak. Esai pro-kontra termasuk argumentasi, sedangkan iklan dan poster kampanye termasuk persuasi.
Apa perbedaan karangan narasi dan deskripsi?
Narasi menyajikan rangkaian peristiwa yang berurutan dengan tokoh, alur, dan konflik. Deskripsi melukiskan satu objek atau suasana dengan detail pancaindra, hampir tanpa alur. Jika yang ditonjolkan adalah apa yang terjadi, itu narasi; jika yang ditonjolkan adalah seperti apa objeknya, itu deskripsi.
Bagaimana cara menentukan jenis karangan dari sebuah paragraf?
Tanyakan apa tujuan penulisnya. Penanda waktu dan kata kerja berurutan menunjukkan narasi, detail pancaindra menunjukkan deskripsi, definisi atau langkah menunjukkan eksposisi, pendapat disertai alasan menunjukkan argumentasi, dan kata ajakan seperti ayo atau mari menunjukkan persuasi.
Panduan terkait
- Teks Narasi: Struktur, Ciri, Contoh Pengalaman Pribadi, dan Tanda Baca Dialog — Teks narasi adalah teks yang menceritakan rangkaian peristiwa berdasarkan urutan waktu. Strukturnya lazim berupa orienta…
- Teks Eksposisi: Struktur, Ciri Kebahasaan, dan Contoh Lengkap — Teks eksposisi adalah teks yang memaparkan suatu gagasan atau pendapat disertai alasan dan bukti agar pembaca memahaminy…
- Teks Argumentasi dan Esai Argumentatif: Struktur, Kata Penghubung, dan Contoh Lengkap — Teks argumentasi adalah tulisan yang membuktikan satu pendapat dengan alasan dan bukti. Strukturnya lazim berupa tesis (…
- Teks Persuasi: Pengertian, Struktur, Ciri Kebahasaan, dan Contoh Lengkap — Teks persuasi adalah teks yang bertujuan membujuk pembaca agar mau melakukan atau meyakini sesuatu. Strukturnya lazim te…
- Cara Membuat Karangan untuk Tugas Sekolah: Kerangka, Langkah, dan Contoh SD sampai SMA — Karangan yang baik dibuat dalam lima langkah: pilih tema dan jenis karangan, susun kerangka, tulis paragraf pembuka, isi…