Ejaan & tata bahasa

Jenis-Jenis Kalimat Bahasa Indonesia: Berita, Tanya, Perintah, dan Seru (dengan Contoh)

Tim Editorial AdeptWriteDiperbarui 10 menit baca

Menurut fungsinya, kalimat bahasa Indonesia terbagi menjadi empat: kalimat berita (memberi informasi, diakhiri titik), kalimat tanya (meminta jawaban, diakhiri tanda tanya), kalimat perintah (meminta tindakan, diakhiri titik atau tanda seru), dan kalimat seru (mengungkapkan perasaan, diakhiri tanda seru). Halaman ini menjelaskan ciri, intonasi, contoh soal ujian, kesalahan umum, dan latihan dengan kunci.

Jawaban singkat: apa saja jenis kalimat?

Berdasarkan fungsinya dalam komunikasi, kalimat bahasa Indonesia dibagi menjadi empat jenis. Pembagian ini lazim diajarkan di SD, SMP, dan SMA, dan sejalan dengan uraian dalam Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia karya Alwi dan kawan-kawan.

JenisFungsiTanda baca akhirContoh
Kalimat berita (deklaratif)Memberi informasiTitik (.)Hujan turun sejak subuh.
Kalimat tanya (interogatif)Meminta jawaban atau keteranganTanda tanya (?)Kapan rapat dimulai?
Kalimat perintah (imperatif)Meminta atau melarang tindakanTitik (.) atau tanda seru (!)Kumpulkan tugas hari ini.
Kalimat seru (interjektif/eksklamatif)Mengungkapkan perasaanTanda seru (!)Wah, indah sekali pemandangan ini!

Satu catatan penting: pembagian ini berbeda dari pembagian kalimat tunggal dan majemuk, yang menghitung jumlah klausa, dan berbeda dari kalimat aktif dan pasif, yang melihat peran subjek. Ketiganya bisa dipakai bersamaan pada satu kalimat. Apakah laporan itu sudah dikirim? adalah kalimat tanya, tunggal, sekaligus pasif.

Contoh dan aturan tanda baca di bawah ini mengikuti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (EYD) Edisi V tahun 2022 dan KBBI VI daring dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen. Seluruh kalimat contoh adalah rekaan untuk latihan.

Kalimat berita

Kalimat berita menyampaikan informasi, pernyataan, atau keterangan kepada pembaca atau pendengar. Penulis tidak meminta jawaban dan tidak memerintah.

Ciri-cirinya:

  • Intonasi akhir menurun.
  • Dalam tulisan diakhiri titik.
  • Susunannya lazim S-P (subjek lebih dulu), misalnya Dinas Pendidikan mengumumkan jadwal ujian.
  • Boleh bernada positif atau negatif: Kereta tiba tepat waktu. Kereta tidak tiba tepat waktu.

Contoh yang sering muncul dalam soal ujian:

  • Bandung adalah ibu kota Provinsi Jawa Barat.
  • Siswa kelas IX akan mengikuti ujian praktik pekan depan.
  • Perpustakaan kampus buka sampai pukul 20.00 WIB.

Kalimat berita adalah jenis yang paling sering dipakai dalam skripsi, laporan, dan berita. Kalau kamu menulis karya ilmiah, hampir seluruh kalimatmu berjenis ini. Hal yang perlu dijaga adalah struktur S-P yang jelas; pembahasannya ada di panduan struktur kalimat SPOK.

Kalimat tanya

Kalimat tanya dipakai untuk meminta jawaban, keterangan, atau konfirmasi. Dalam tulisan, kalimat ini diakhiri tanda tanya, dan dalam ujaran intonasi akhirnya cenderung naik.

Ada tiga cara membentuknya.

1. Memakai kata tanya

Kata tanya yang lazim: apa, siapa, mengapa, kenapa, kapan, di mana, ke mana, dari mana, bagaimana, berapa, mana, apakah.

  • Siapa yang menjadi ketua panitia?
  • Mengapa jadwal ujian diundur?
  • Berapa lama waktu pengerjaan skripsi ini?
  • Di mana lokasi seminar proposal?

Kata tanya mengatur jawabannya. Siapa meminta orang, kapan meminta waktu, di mana meminta tempat, mengapa meminta alasan, bagaimana meminta cara atau keadaan, dan berapa meminta jumlah. Latihan pasangan ini membantu menjawab soal tentang unsur keterangan.

2. Memakai partikel -kah atau kata apakah

Partikel -kah ditulis serangkai dengan kata di depannya (apakah, siapakah, bolehkah) dan memberi nada formal. Kalimat jenis ini meminta jawaban ya atau tidak.

  • Apakah laporan sudah dikirim?
  • Bolehkah saya meminjam buku ini?

Dalam percakapan sehari-hari, apakah sering dibuang dan kalimat hanya dibedakan lewat intonasi: Laporannya sudah dikirim? Pada tulisan resmi, pertahankan apakah.

3. Hanya dengan intonasi atau tanda tanya

Kamu sudah makan? adalah kalimat tanya karena intonasinya naik dan tanda tanya mengakhirinya. Bentuk ini lazim dalam chat dan dialog, tetapi kurang cocok untuk surat dinas dan karya ilmiah.

Tanda tanya dan kalimat tanya tak langsung

Tanda tanya hanya dipakai pada kalimat tanya langsung. Kalau pertanyaan dilaporkan, bentuknya menjadi kalimat berita dan diakhiri titik.

Tanya langsungTanya tak langsung
Kapan ujian dimulai?Dia bertanya kapan ujian dimulai.
Apakah tugas sudah dikumpulkan?Guru menanyakan apakah tugas sudah dikumpulkan.

Kesalahan yang sering muncul: Dia bertanya kapan ujian dimulai? Kalimat ini salah karena induknya berita; tanda tanya tidak diperlukan.

Satu hal lagi, jangan menumpuk tanda baca seperti ??? atau ?! dalam tulisan formal. Satu tanda cukup.

Kalimat perintah

Kalimat perintah (imperatif) dipakai untuk meminta, menyuruh, melarang, atau mengajak orang melakukan sesuatu. Kalimat ini berintonasi tegas dan biasanya tanpa subjek yang diucapkan; pelakunya adalah orang yang diajak bicara.

Menurut tata bahasa baku, kalimat perintah punya beberapa subjenis.

SubjenisPenandaContoh
PerintahVerba dasar; sering memakai partikel -lahKerjakan soal nomor 1 sampai 5. Bacalah dengan teliti.
Perintah halustolong, coba, mohonTolong tutup pintunya. Mohon isi formulir ini.
Persilaansilakan, dipersilakanSilakan duduk.
Ajakanmari, ayo, marilah, hendaknya kitaMari kita bersihkan kelas.
Laranganjangan, dilarangJangan membuang sampah sembarangan. Dilarang merokok.
Harapan atau pengharapansemoga, hendaknyaSemoga kalian lulus dengan nilai baik.

Perhatikan bentuk verbanya. Dalam perintah, verba cenderung tanpa awalan meN-: Kerjakan, bukan Mengerjakan; Tulis nama kalian, bukan Menulis nama kalian. Verba berawalan ber- biasanya tetap: Berdiri, Berhati-hatilah.

Tentang tanda baca akhir, EYD Edisi V mengizinkan tanda seru pada perintah yang menyatakan kesungguhan atau penekanan. Dalam praktik:

  • Titik untuk perintah biasa atau instruksi tertulis: Kumpulkan tugas paling lambat Jumat.
  • Tanda seru untuk perintah tegas atau larangan di papan peringatan: Jangan melintas!

Dalam soal ujian, jawaban yang paling aman untuk kalimat perintah berintonasi tegas adalah tanda seru, sedangkan kalimat perintah bernada biasa diakhiri titik. Kalau pilihan jawaban memuat keduanya, ikuti pedoman guru. Pembahasan lanjutan ada di kalimat perintah.

Kalimat seru

Kalimat seru (eksklamatif) mengungkapkan perasaan yang kuat: kagum, heran, kesal, takut, senang, atau marah. Kalimat ini sering dibuka kata seru (interjeksi) seperti wah, aduh, astaga, ya ampun, hore, alangkah, betapa.

Ciri-cirinya:

  • Intonasi akhir tinggi dan kuat.
  • Dalam tulisan diakhiri tanda seru.
  • Sering berpola alangkah/betapa + adjektiva + subjek, misalnya Alangkah indahnya pantai itu! atau Betapa lelahnya kami hari ini!
  • Penegas sekali, sungguh, benar-benar membantu memperkuat rasa.

Contoh lain:

  • Wah, nilaiku naik sepuluh poin!
  • Astaga, dompetku tertinggal di angkot!
  • Hore, kita juara!

Hati-hati membedakan kalimat seru dari kalimat perintah bertanda seru. Kedua jenis ini sama-sama berakhir dengan tanda seru, tetapi isinya berbeda. Duduk! meminta tindakan, sehingga ia kalimat perintah. Betapa tenangnya malam ini! mengungkapkan perasaan, sehingga ia kalimat seru. Tanda baca saja tidak menentukan jenis kalimat; fungsi yang menentukan.

Dalam EYD Edisi V, tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau emosi yang kuat. Dalam tulisan ilmiah dan surat resmi, hindari tanda seru kecuali untuk kutipan langsung.

Cara menentukan jenis kalimat: tiga langkah

  1. Tanya fungsinya. Apakah penulis memberi tahu (berita), bertanya (tanya), menyuruh (perintah), atau meluapkan perasaan (seru)?
  2. Lihat penandanya. Kata tanya atau -kah berarti tanya. Jangan, mari, silakan, tolong atau verba dasar berarti perintah. Wah, alangkah, betapa berarti seru.
  3. Periksa tanda baca dan intonasi hanya sebagai penguat, bukan penentu.

Contoh penerapan:

KalimatFungsiJenis
Ibu sedang memasak di dapur.Memberi tahuBerita
Apakah Ibu sedang memasak?Meminta jawabanTanya
Bantulah Ibu memasak.MenyuruhPerintah
Alangkah harumnya masakan Ibu!Mengungkapkan kagumSeru

Kalimat yang tampak seperti satu jenis tetapi berfungsi lain

Tidak semua kalimat bertanda tanya benar-benar meminta jawaban. Beberapa kasus yang sering muncul di soal:

  • Pertanyaan retoris. Siapa yang tidak ingin lulus tepat waktu? Bentuknya tanya, tetapi penutur tidak mengharapkan jawaban; maksudnya menegaskan bahwa semua orang ingin lulus tepat waktu.
  • Perintah halus berbentuk tanya. Bisa tolong tutup jendela? Bentuknya tanya, fungsinya meminta tindakan. Dalam surat resmi, pilih bentuk perintah halus yang jelas: Mohon jendela ditutup.
  • Berita yang bernada perintah. Peserta wajib membawa kartu ujian. Isinya aturan, tetapi bentuknya kalimat berita.

Dalam soal pilihan ganda, jawablah menurut bentuk dan penanda yang diajarkan, kecuali soal secara tegas meminta fungsi pragmatik. Dalam menulis, pertimbangan fungsi lebih penting karena menentukan seberapa sopan dan jelas pesanmu.

Kesalahan yang sering terjadi

  1. Tanda tanya pada kalimat tanya tak langsung. Ia menanyakan siapa yang hadir? Seharusnya: Ia menanyakan siapa yang hadir.
  2. Dua kata tanya dalam satu pertanyaan. Apakah mengapa dia terlambat? salah. Pilih satu: Mengapa dia terlambat?
  3. Bentuk -kah yang berlebihan. Apakah benarkah tidak baku. Pilih satu: Apakah itu benar? atau Benarkah itu?
  4. Larangan tanpa kata larangan. Kamu membuang sampah di sini! adalah berita bertanda seru, bukan larangan. Tulis Jangan membuang sampah di sini!
  5. Tanda seru berlebihan. Segera kumpulkan tugas!!! tidak dianjurkan dalam tulisan resmi. Satu tanda seru cukup.
  6. Mencampur perintah dan sapaan. Pak, silakan Bapak duduk. sah dalam percakapan, tetapi dalam tulisan resmi cukup Silakan duduk, Pak.
  7. Menganggap semua kalimat bertanda seru sebagai kalimat seru. Lihat kembali perbedaan perintah dan seruan di atas.

Jenis kalimat di sekolah, kampus, dan tempat kerja

Sekolah. Soal Bahasa Indonesia di SMP dan SMA kerap meminta siswa memilih kalimat dengan jenis tertentu, menambahkan tanda baca yang sesuai, atau mengubah satu jenis menjadi jenis lain. Mengubah kalimat berita menjadi kalimat tanya, misalnya Dina membawa buku menjadi Siapa yang membawa buku? atau Apakah Dina membawa buku?, adalah latihan klasik.

Kampus. Dalam skripsi dan makalah, kalimat berita mendominasi. Kalimat tanya muncul di rumusan masalah (Bagaimana pengaruh ... terhadap ...?), dan perlu ditulis dengan struktur lengkap. Kalimat perintah hampir hanya muncul di instrumen penelitian, misalnya kuesioner: Lingkarilah salah satu jawaban. Kalimat seru tidak lazim dalam tulisan ilmiah.

Tempat kerja. Email dan memo kantor memakai campuran berita (Rapat dijadwalkan Kamis pukul 10.00), tanya (Apakah Bapak berkenan hadir?), dan perintah halus (Mohon konfirmasi kehadiran). Rasa hormat dalam kalimat perintah dibuat dengan mohon, harap, silakan, bukan dengan tanda seru. Panduan cara menulis email profesional membahas hal ini.

Latihan dan kunci jawaban

Bagian A. Tentukan jenis kalimat (berita, tanya, perintah, atau seru).

  1. Gedung perpustakaan baru diresmikan bulan lalu.
  2. Siapa yang memenangkan lomba pidato itu?
  3. Buanglah sampah pada tempatnya.
  4. Wah, hasil karyamu bagus sekali!
  5. Mari kita bersihkan lapangan sebelum upacara.
  6. Apakah kamu sudah membaca bab tiga?
  7. Dilarang membawa makanan ke dalam laboratorium.
  8. Aduh, kakiku terkilir!

Bagian B. Beri tanda baca akhir yang tepat.

  1. Kapan seminar hasil dilaksanakan
  2. Tuti bertanya apakah kuis akan diadakan besok
  3. Betapa indahnya senja di tepi danau itu
  4. Segera isi daftar hadir

Bagian C. Ubah jenis kalimat.

  1. Ubah menjadi kalimat tanya: Kakak pergi ke toko buku.
  2. Ubah menjadi kalimat perintah: Kamu membersihkan meja.

Kunci jawaban.

  1. Berita. 2. Tanya. 3. Perintah. 4. Seru. 5. Perintah (ajakan). 6. Tanya. 7. Perintah (larangan). 8. Seru.
  2. Kapan seminar hasil dilaksanakan? 10. Tuti bertanya apakah kuis akan diadakan besok. (tanya tak langsung, berakhir titik) 11. Betapa indahnya senja di tepi danau itu! 12. Segera isi daftar hadir. atau Segera isi daftar hadir! (titik untuk instruksi biasa, tanda seru bila ditekankan)
  3. Apakah Kakak pergi ke toko buku? atau Ke mana Kakak pergi? 14. Bersihkan meja. atau Bersihkanlah meja.

Memakai alat AdeptWrite untuk memeriksa kalimat

AdeptWrite tidak mengubah aturan tata bahasa, tetapi beberapa alatnya membantu menyunting:

  • Perbaiki Kalimat merapikan kalimat yang kaku atau berbelit dalam mode Standar atau Formal. Hasilnya berupa usulan tulis ulang; baca ulang dan pastikan jenis kalimat dan maknanya tidak bergeser.
  • Cek Grammar Bahasa Indonesia memeriksa tata bahasa, ejaan, dan tanda baca, dan perubahannya ditandai. Karena hasilnya dibuat oleh model AI, putuskan sendiri perbaikan mana yang dipakai.
  • Cek Ejaan & Typo (EYD V) menandai kata tidak baku dan kesalahan penulisan yang termuat dalam daftar pasangan kata baku miliknya, langsung di browser. Alat ini belum memeriksa seluruh kosakata, jadi bukan pengganti KBBI daring.
  • Parafrase Online menulis ulang teks dalam beberapa mode, termasuk Akademik. Batasnya 6.000 karakter per proses.

Batas teks dan ketersediaan mode dapat berubah; yang berlaku adalah keterangan di halaman tiap alat.

Ringkasan cepat

  • Empat jenis menurut fungsi: berita, tanya, perintah, seru.
  • Berita diakhiri titik; tanya diakhiri tanda tanya; perintah diakhiri titik atau tanda seru; seru diakhiri tanda seru.
  • Tanda tanya hanya untuk tanya langsung; tanya tak langsung berakhir titik.
  • Perintah punya subjenis: perintah, perintah halus, persilaan, ajakan, larangan, dan harapan.
  • Fungsi menentukan jenis kalimat, bukan tanda bacanya.
  • Jenis menurut fungsi berbeda dari tunggal-majemuk dan aktif-pasif.

Coba alatnya

Perbaiki Kalimat
Rapikan kalimat yang kaku, rancu, atau berbelit.
Buka alat
Cek Grammar Bahasa Indonesia
Periksa tata bahasa, ejaan, dan tanda baca: bahasa Indonesia sesuai EYD Edisi V, juga bahasa Inggris dan bahasa lain.
Buka alat
Cek Ejaan & Typo (EYD V)
Temukan typo dan kata tidak baku (dicocokkan dengan KBBI dan EYD V), langsung di browser.
Buka alat
Parafrase Online
Tulis ulang kalimat dalam 7 mode: Standar, Formal, Santai, Akademik, Kreatif, Ringkas, Panjangkan.
Buka alat

Pertanyaan umum

Apa saja jenis kalimat menurut fungsinya?

Ada empat: kalimat berita untuk memberi informasi dan diakhiri titik, kalimat tanya untuk meminta jawaban dan diakhiri tanda tanya, kalimat perintah untuk meminta tindakan dan diakhiri titik atau tanda seru, serta kalimat seru untuk mengungkapkan perasaan dan diakhiri tanda seru.

Apa beda kalimat perintah dan kalimat seru?

Kalimat perintah meminta orang melakukan atau tidak melakukan sesuatu, misalnya Duduk! atau Jangan berisik! Kalimat seru mengungkapkan perasaan, misalnya Betapa indahnya pantai ini! Keduanya bisa memakai tanda seru, jadi fungsi kalimat yang menentukan jenisnya, bukan tanda bacanya.

Apakah kalimat tanya tak langsung memakai tanda tanya?

Tidak. Tanda tanya hanya untuk kalimat tanya langsung seperti Kapan ujian dimulai? Jika pertanyaan dilaporkan, kalimatnya menjadi berita dan diakhiri titik, misalnya Dia bertanya kapan ujian dimulai. Kesalahan yang sering muncul adalah tetap menaruh tanda tanya di akhir kalimat itu.

Bagaimana cara cepat mengenali jenis kalimat dalam soal ujian?

Tanyakan fungsinya dulu: memberi tahu, bertanya, menyuruh, atau meluapkan perasaan. Lalu cari penandanya, yaitu kata tanya atau -kah untuk tanya, jangan, mari, silakan, tolong untuk perintah, dan wah, alangkah, betapa untuk seru. Tanda baca dipakai sebagai penguat saja.

Semua panduan