Sekolah, kuliah & skripsi

Cara Membuat Resensi Buku: Struktur, Langkah, dan Contoh Resensi Novel

Tim Editorial AdeptWriteDiperbarui 8 menit baca

Resensi buku disusun dalam lima bagian: identitas buku, sinopsis singkat, kelebihan, kekurangan, dan penutup berisi penilaian serta siapa yang cocok membacanya. Resensi bukan ringkasan: kamu menilai buku dengan alasan dari isinya. Panduan ini memberi struktur, contoh resensi novel Indonesia, kesalahan umum, dan daftar periksa sebelum dikumpulkan.

Jawaban singkat: resensi adalah penilaian beralasan, bukan sekadar ringkasan

Resensi buku adalah tulisan yang memperkenalkan sebuah buku sekaligus menilainya, sehingga pembaca bisa memutuskan perlu membaca buku itu atau tidak. Strukturnya hampir selalu sama: identitas buku, sinopsis singkat, kelebihan, kekurangan, lalu penutup yang menyimpulkan penilaian. Yang membedakan resensi dari ringkasan adalah adanya pendapat yang disertai alasan. Kalimat "buku ini bagus" belum cukup; kalimat "tokoh-tokohnya terasa hidup karena penulis memberi mereka kebiasaan kecil yang konsisten" sudah termasuk penilaian.

Lima langkah ringkasnya:

  1. Baca bukunya sampai tuntas dan beri tanda pada bagian yang berkesan atau mengganggu.
  2. Catat identitas buku langsung dari halaman judul dan halaman hak cipta.
  3. Tulis sinopsis tanpa membocorkan akhir cerita.
  4. Nilai dengan seimbang: minimal dua kelebihan dan satu kekurangan, masing-masing dengan alasan.
  5. Tutup dengan kesimpulan dan rekomendasi pembaca, lalu periksa ejaan dan kalimat.

Resensi, ringkasan, dan laporan buku: apa bedanya?

Tiga istilah ini sering tertukar di sekolah dan kampus. Perbedaannya penting karena menentukan isi tulisanmu.

JenisTujuanIsi utamaAda penilaian pribadi?
ResensiMenilai buku agar orang lain bisa memutuskan membacanyaIdentitas, sinopsis, kelebihan, kekurangan, rekomendasiYa, dengan alasan
RingkasanMemadatkan isi bukuInti isi dengan urutan aslinyaTidak
Laporan bukuMenunjukkan bahwa kamu sudah membaca dan memahamiIsi, unsur cerita atau gagasan pokok, kesanSedikit, tergantung perintah guru atau dosen

Bila guru atau dosen hanya menulis "buatlah resensi", pakailah struktur di panduan ini. Bila tertulis "buatlah laporan bacaan", tanyakan apakah penilaian pribadi diminta. Untuk latihan memadatkan isi, lihat panduan cara meringkas artikel dan cara membuat sinopsis.

Langkah 1: baca dengan tujuan menilai

Membaca untuk meresensi berbeda dari membaca untuk hiburan. Sambil membaca, siapkan kertas atau catatan di ponsel dan tandai empat hal:

  • Bagian yang membuatmu berhenti membaca karena menarik, mengejutkan, atau menyentuh.
  • Bagian yang membosankan atau membingungkan, lengkap dengan perkiraan halamannya.
  • Gaya bahasa: apakah mengalir, penuh dialog, penuh istilah daerah, atau terlalu teknis.
  • Kesan akhir: apa yang tertinggal di pikiranmu setelah halaman terakhir.

Untuk buku nonfiksi, tandai juga argumen utama penulis, data yang dipakai, dan apakah kesimpulannya didukung bukti. Catatan inilah yang nanti menjadi alasan di bagian kelebihan dan kekurangan.

Langkah 2: tulis identitas buku dengan teliti

Identitas buku ada di bagian awal resensi dan biasanya berbentuk daftar. Ambil datanya dari halaman judul dan halaman hak cipta buku yang kamu pegang, bukan dari ingatan atau toko daring, karena cetakan berbeda bisa memiliki tahun, tebal, dan harga berbeda.

UnsurIsi
JudulJudul lengkap, termasuk anak judul bila ada
PenulisNama penulis sesuai sampul
PenerbitNama penerbit
Kota dan tahun terbitSesuai cetakan yang kamu baca
CetakanMis. cetakan kesekian, jika tercantum
TebalJumlah halaman, mis. "xx + 529 halaman"
ISBNNomor di halaman hak cipta
GenreNovel, kumpulan cerpen, biografi, buku ilmiah populer, dan sebagainya

Beberapa guru meminta harga buku. Tulis harga hanya bila kamu melihatnya tercetak di buku atau di toko pada saat itu, dan sebutkan bahwa harga dapat berubah.

Langkah 3: tulis sinopsis yang singkat dan tidak membocorkan akhir

Sinopsis dalam resensi cukup satu atau dua paragraf, kira-kira seperlima dari panjang resensi. Tuliskan siapa tokoh utamanya, di mana dan kapan cerita berlangsung, apa masalah yang ia hadapi, dan kata kunci pengantar tanpa membeberkan penyelesaian. Pakai kalimat sendiri; jangan menyalin sinopsis di sampul belakang, karena itu tulisan penerbit dan akan terdeteksi sebagai salinan oleh pemeriksa kemiripan.

Untuk buku nonfiksi, sinopsis berisi pertanyaan yang dijawab buku, kerangka bab secara garis besar, dan sudut pandang penulis.

Langkah 4: nilai kelebihan dan kekurangan dengan alasan

Inilah bagian yang paling dinilai. Gunakan rumus sederhana: pernyataan penilaian + bukti dari buku + dampaknya bagi pembaca.

Contoh pernyataan lemah: "Alur ceritanya bagus."

Contoh pernyataan kuat: "Alurnya bergerak maju lewat peristiwa kecil di sekolah yang saling berkaitan, sehingga pembaca ikut merasakan perjuangan para tokoh tanpa merasa digurui."

Aspek yang bisa dinilai pada fiksi: tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, gaya bahasa, serta amanat. Untuk nonfiksi: ketepatan isi, kejelasan penjelasan, kualitas sumber, sistematika bab, dan kemudahan bahasa. Dua kerangka di atas sejalan dengan unsur intrinsik yang diajarkan di pelajaran Bahasa Indonesia; ringkasannya ada di panduan unsur intrinsik.

Tentang kekurangan: tulislah dengan sopan dan spesifik. Hindari "bukunya jelek" atau "membosankan". Tulis misalnya "bagian tengah buku terasa lambat karena beberapa bab mengulang suasana yang sama". Kekurangan juga boleh berupa hal teknis, seperti salah ketik, cetakan kertas yang tipis, atau penjelasan yang kurang bersumber.

Langkah 5: tulis penutup yang memberi rekomendasi

Penutup resensi memuat tiga hal: kesimpulan penilaianmu dalam satu atau dua kalimat, kepada siapa buku ini cocok dibaca (pelajar SMP, mahasiswa, pembaca yang menyukai kisah pendidikan, dan seterusnya), dan alasan singkat mengapa buku itu layak atau kurang layak dibaca. Jangan menambahkan fakta baru di penutup.

Contoh resensi novel Indonesia

Contoh berikut memakai novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata sebagai bahan latihan. Isinya adalah pendapat contoh, bukan resensi resmi, dan tidak mengutip kalimat dari novel. Data cetakan dibuat sebagai contoh format; saat meresensi, isilah dari buku yang kamu pegang.

Identitas buku

  • Judul: Laskar Pelangi
  • Penulis: Andrea Hirata
  • Penerbit: Bentang Pustaka
  • Terbitan pertama: 2005 (periksa tahun dan cetakan pada buku milikmu)
  • Genre: novel

Resensi

Persahabatan di Sekolah Kecil di Belitung

Laskar Pelangi bercerita tentang sepuluh murid sebuah sekolah dasar Muhammadiyah di Belitung yang nyaris ditutup karena kekurangan murid. Kisah dituturkan oleh Ikal, salah satu muridnya, yang mengenang masa kecil bersama teman-temannya dan dua guru yang bertahan mengajar dengan gaji dan fasilitas seadanya. Dari kenangan itu tumbuh cerita tentang cita-cita, kecerdasan yang muncul di tempat tak terduga, dan kesenjangan antara sekolah miskin dan sekolah milik perusahaan timah di sekitarnya.

Kelebihan pertama novel ini ada pada penokohannya. Setiap anggota kelompok diberi ciri yang mudah diingat, sehingga pembaca tidak tertukar membedakan mereka walau jumlahnya banyak. Kelebihan kedua adalah latarnya: suasana Belitung digambarkan lewat rincian sehari-hari, sehingga pembaca yang belum pernah ke sana tetap bisa membayangkannya. Kelebihan ketiga, penulis menyisipkan humor di tengah kisah yang sebenarnya getir, sehingga pesan tentang pendidikan terasa hangat dan tidak menggurui.

Di sisi lain, ada beberapa kekurangan. Sejumlah bab di bagian tengah bergerak lambat karena banyak rincian dan perumpamaan, sehingga pembaca yang menyukai alur cepat mungkin kehilangan minat. Penggunaan istilah ilmiah dan perbandingan yang panjang juga kadang membuat kalimat terasa berat bagi pembaca sekolah dasar.

Secara keseluruhan, Laskar Pelangi layak dibaca oleh pelajar SMP dan SMA serta orang tua dan guru yang tertarik pada kisah pendidikan. Kekuatan utamanya terletak pada tokoh dan suasananya, sementara kekurangannya pada tempo beberapa bagian. Pembaca yang sabar akan mendapat bacaan yang menghibur sekaligus mengingatkan arti perjuangan belajar.

Perhatikan bahwa contoh di atas memakai tiga kelebihan dan dua kekurangan yang masing-masing diberi alasan, serta ditutup dengan rekomendasi pembaca. Isi contoh ini hanya pola; resensimu harus berangkat dari kesan dan catatanmu sendiri.

Kerangka resensi yang bisa langsung kamu pakai

  1. Judul resensi yang menarik dan menggambarkan sudut pandangmu (bukan sekadar menyalin judul buku).
  2. Identitas buku dalam bentuk daftar.
  3. Paragraf pembuka berisi gambaran umum buku dan alasan buku itu menarik dibahas.
  4. Sinopsis satu sampai dua paragraf.
  5. Kelebihan dengan alasan, dua sampai tiga butir.
  6. Kekurangan dengan alasan, satu sampai dua butir.
  7. Penutup berisi kesimpulan dan rekomendasi pembaca.

Untuk media massa, resensi biasanya berkisar 600 sampai 900 kata, sedangkan tugas sekolah mengikuti perintah guru, umumnya satu sampai tiga halaman. Ikuti batas yang tertulis pada soal atau panduan mata kuliah, bukan angka umum.

Kesalahan umum saat menulis resensi

  • Hanya meringkas. Bila seluruh tulisan adalah cerita ulang, kamu belum meresensi. Batasi sinopsis, perbanyak penilaian.
  • Membocorkan akhir cerita. Pembaca resensi ingin tahu layak tidaknya buku, bukan akhir ceritanya.
  • Penilaian tanpa alasan. Setiap kata sifat seperti "menarik" atau "membosankan" perlu dijelaskan.
  • Hanya memuji atau hanya mencela. Resensi yang seimbang lebih dipercaya.
  • Menyalin sinopsis sampul belakang. Selain tidak orisinal, tulisanmu bisa terdeteksi mirip.
  • Salah identitas buku. Periksa ulang nama penulis, penerbit, dan tahun terbit pada buku.
  • Kutipan terlalu panjang. Kutip singkat saja, beri tanda petik, dan sebutkan halamannya bila perlu. Tugas kuliah biasanya meminta sitasi; lihat cara menulis kutipan dalam teks.
  • Kata tidak baku. Resensi adalah tulisan semiformal. Pakai kata baku seperti "aktivitas", "analisis", "risiko", dan "mengubah"; cek dengan KBBI daring bila ragu.

Bahasa resensi: baku, hidup, dan efektif

Resensi tidak harus kaku, tetapi tetap mengikuti ejaan yang berlaku. Pedomannya adalah Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan Edisi V dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, dan rujukan kosakatanya KBBI. Beberapa kebiasaan yang membuat resensi terdengar rapi:

  • Tulis judul buku dengan huruf miring atau tanda yang konsisten, dan kapitalisasi judul mengikuti kaidah huruf kapital pada EYD.
  • Pakai kalimat efektif: satu gagasan, subjek jelas, tanpa pengulangan makna (lihat contoh kalimat efektif dan pleonasme).
  • Gunakan kata penghubung antarkalimat untuk perpindahan antara kelebihan dan kekurangan, seperti "namun", "di sisi lain", dan "selain itu" (lihat kata penghubung antarkalimat).
  • Hindari kata penguat berlebihan seperti "sangat sekali" dan klaim mutlak seperti "buku terbaik sepanjang masa" kecuali ada dasarnya.

Daftar periksa sebelum dikumpulkan

  • Identitas buku sesuai dengan cetakan yang kubaca.
  • Sinopsis tidak membocorkan akhir dan tidak disalin dari sampul.
  • Ada minimal dua kelebihan dan satu kekurangan, semuanya beralasan.
  • Setiap penilaian punya bukti dari isi buku.
  • Penutup berisi kesimpulan dan siapa yang cocok membaca.
  • Kutipan singkat, bertanda petik, dan sumbernya jelas.
  • Ejaan, tanda baca, dan kata baku sudah diperiksa.
  • Panjang tulisan sesuai perintah guru atau dosen.

Memakai alat AdeptWrite untuk resensi

Semua alat berikut gratis dengan batas 6.000 karakter per proses. Hasilnya bahan bantu: kamu tetap harus membaca bukunya sendiri, memutuskan penilaiannya, dan membaca ulang hasil akhirnya.

  • Peringkas Teks membantu memadatkan catatan atau sinopsis panjang menjadi poin inti. Tulis ulang hasilnya dengan kata-katamu agar tetap orisinal.
  • Generator Outline menyusun kerangka tulisan dari satu topik; ganti butirnya dengan catatan bacaanmu.
  • Perbaiki Kalimat merapikan kalimat yang kaku atau berbelit pada draf resensi.
  • Cek Ejaan mencocokkan teks dengan KBBI dan EYD V untuk menemukan typo dan kata tidak baku.
  • Cek Grammar memeriksa tata bahasa dan tanda baca. Seperti pemeriksa otomatis lain, ia bisa melewatkan kesalahan atau menandai hal yang sebenarnya benar.
  • Cek Plagiarisme membandingkan tulisanmu dengan sumber di web; gunakan untuk memastikan sinopsismu tidak terlalu mirip sampul buku atau resensi lain. Skornya perkiraan, bukan vonis.

Aturan memakai alat bantu, termasuk AI, berbeda di tiap sekolah dan kampus. Tanyakan lebih dahulu, dan kumpulkan hanya resensi yang pendapatnya benar-benar milikmu.

Ringkasan

Resensi yang baik terdiri atas identitas buku yang tepat, sinopsis singkat tanpa bocoran, kelebihan dan kekurangan yang beralasan, serta penutup dengan rekomendasi. Baca dengan membuat catatan, nilai dengan bukti dari buku, lalu periksa ejaan dan kalimat sebelum dikumpulkan. Mulailah dari kerangka tujuh butir di atas dan isi dengan kesanmu sendiri.

Coba alatnya

Peringkas Teks Online
Ringkas artikel atau teks panjang menjadi poin inti.
Buka alat
Generator Outline (Kerangka Tulisan)
Susun kerangka artikel, esai, skripsi, atau presentasi dari satu topik.
Buka alat
Perbaiki Kalimat
Rapikan kalimat yang kaku, rancu, atau berbelit.
Buka alat
Cek Ejaan & Typo (EYD V)
Temukan typo dan kata tidak baku (dicocokkan dengan KBBI dan EYD V), langsung di browser.
Buka alat
Cek Grammar Bahasa Indonesia
Periksa tata bahasa, ejaan, dan tanda baca: bahasa Indonesia sesuai EYD Edisi V, juga bahasa Inggris dan bahasa lain.
Buka alat
Cek Plagiarisme
Cari kemiripan teks dengan sumber terbuka seperti Wikipedia dan jurnal akses terbuka, lengkap dengan daftar sumber yang diperiksa.
Buka alat

Pertanyaan umum

Apa bedanya resensi buku dengan ringkasan buku?

Ringkasan hanya memadatkan isi buku secara netral. Resensi memuat sinopsis singkat ditambah penilaian pribadi yang beralasan: kelebihan, kekurangan, dan rekomendasi pembaca. Jadi resensi menjawab pertanyaan layak tidaknya sebuah buku dibaca, sedangkan ringkasan hanya menjawab apa isinya.

Berapa panjang resensi buku untuk tugas sekolah?

Tidak ada angka baku. Tugas sekolah umumnya satu sampai tiga halaman, sedangkan resensi di media massa sering sekitar 600 sampai 900 kata. Patuhi batas yang tertulis pada perintah guru atau dosen, dan prioritaskan penilaian beralasan daripada panjang sinopsis.

Bolehkah resensi hanya berisi hal positif?

Boleh secara teknis, tetapi resensi yang seimbang lebih dipercaya dan biasanya dinilai lebih baik. Cantumkan minimal satu kekurangan yang spesifik dan sopan, misalnya tempo yang lambat di bagian tengah atau istilah yang sulit, lalu jelaskan alasannya.

Apakah harus mengutip kalimat dari buku?

Tidak wajib. Bila mengutip, ambil kutipan pendek saja, beri tanda petik, dan sebutkan sumbernya atau nomor halamannya sesuai aturan tugas. Pada tugas kuliah, ikuti gaya sitasi yang diminta dosen. Sinopsis dan penilaian sebaiknya ditulis dengan kalimatmu sendiri.

Semua panduan